Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2018

HPSN 21 Feb 2018

Ada yang momen besar yang terlewat di penghujung bulan februari ini. Entah itu tertutup berita mengenai penganiayaan ulama orang gila, kepulangan HRS, penyelundupan sabu seberat 2 ton atau karena isu PKI yang semakin memanas. Ah sudahlah, karena sama sekali gak doyan dengan namanaya politik praktis, lebih baik membahas isu tentang lingkungan hidup.

Kemarin, tepatnya tanggal 21 Februari 2018 kita memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Kenapa setiap tanggal 21 Februari selalu diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional?

Hari Peduli Sampah Nasional dipicu oleh tragedi longsornya sampah di TPU Leuwigajah pada tanggal 21 Februari 2005 yang membuat banyak korban jiwa, pengelolaan sampah yang buruk menjadi salah satu penyebab permasalahan sampah.

21 Februari 2005 pada dini hari, tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Leuwigajah longsor dan mengubur 143 orang tewas seketika. Sekitar 137 rumah di Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung dan dua rumah di Desa Leuwigajah, Cimahi, Provinsi Jawa Barat juga tertimbun longsoran sampah dengan ketinggian mencapai 30 meter.

Selain itu, ribuan ton kubik sampah juga mengubur kebun dan lahan pertanian milik warga Kampung Pojok, Cimahi Selatan seluas 8,4 hektare. Bencana alam berupa longsoran sampah TPA dengan kemiringan tebing 15-45 derajat serta diapit Gunung Pasir Panji dan Gunung Kunci itu merupakan rekor tertinggi di Indonesia dan rekor kedua terbesar di dunia.

Rekor pertama adalah longsoran sampah di TPA Payatas, Quezon City, Filipina. Longsoran sampah yang terjadi pada 10 Juli 2000 sekitar pukul 05.00 waktu setempat itu menewaskan lebih dari 200 orang. Angka itu belum termasuk ratusan orang lainnya yang hilang dalam bencana tersebut. Urutan ketiga ditempati Yunani. Longsoran sampah di TPA dengan sistem landfi ll (menghamparkan sampah di atas lahan terbuka) di Ano Liossia, sekitar 10 kilometer sebelah utara Athena itu menelan korban puluhan orang pada Maret 2003.

Tiga tragedi mengenaskan itu memiliki kesamaan. Ketiga TPA itu berada di perbukitan dengan topografi berlereng, menggunakan sistem landfi ll, dan terjadi pada waktu hujan di musim penghujan. Waspadalah Karena itu bagi Anda yang berada di kawasan dengan kondisi topografi berlereng tersebut berhati-hatilah dan waspadalah saat musim penghujan sekarang ini. Bukan apa-apa, hujan memacu terjadinya longsoran sampah yang menggunung. Hujan yang terus-menerus membuat gas metan (CH4) yang tertimbun sampah terdesak. Gas ini akan berusaha keluar dari air hujan yang mengguyur tadi.

Ketika hujan mengguyur tumpukan sampah, gas metan akan keluar naik, sesuai dengan hukum alam karena memiliki berat jenis yang lebih ringan daripada air. Jika gas metan sudah mencapai 12 persen terhadap total udara, terjadilah ledakan. Metan adalah gas alam tanpa warna, berbau, dan mudah terbakar. Gas berbahaya ini dihasilkan dari penguraian sampah organik seperti dedaunan atau sisa makanan yang menumpuk di tempat pembuangan sampah.

Biang penguraian itu adalah bakteri pembusuk dan terjadi di tempat yang nihil oksigennya (anaerob). Survei yang dilakukan sebelum terjadi longsor oleh pakar lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Ir Enri Damanhuri menunjukkan, konsentrasi gas metan di TPA Leuwigajah sangat kritis yaitu mencapai 10 hingga 12 persen. Bayangkan, gas metan dapat menimbulkan ledakan jika memiliki konsentrasi 12 persen. Inilah mengapa sebelum tumpukan sampah itu longsor, terjadi ledakan yang sangat keras.

Senada dengah hal itu, pakar persampahan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Ir Firman L Syahwan MSi mengatakan, ledakan itu terjadi karena gas metan yang dihasilkan sampah bereaksi dengan udara. Tumpukan berton-ton sampah itu tidak memiliki saluran ventilasi. Ia terjebak dan volumenya terus meningkat seiring dengan bertambahnya sampah. Ketika timbunan gas dalam volume besar ini bersentuhan dengan udara, terjadilah pijar api yang disertai ledakan. “Gas metan yang terisolasi itu meledak karena lubang ventilasi tidak berfungsi,” kata Firman.

Gas metan memang punya sifat mudah terbakar, bahkan meledak seperti bom jika terkena oksigen dalam rasio kecil yakni 14 bagian oksigen berbanding satu bagian metan. Tak mengherankan, di tempat pembuangan sampah kerap terjadi kebakaran yang tak jelas asalusulnya. Kejadian ini pernah terjadi di TPA Suwung Denpasar, Bali dan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Tetapi di luar nilai itu (kurang atau lebih dari 12 persen), gas metan tidak akan meledak, paling hanya terbakar. Oleh karena itu, salah satu solusi agar tidak terjadi ledakan adalah dengan membakar tumpukan sampah.

Pada teknologi pengolahan sampah modern di beberapa negara maju, gas metan itu disedot keluar lewat ventilasi sehingga meminimkan risiko kebakaran. Selain itu, gas metan hasil pengolahan sampah ini juga digunakan sebagai sumber energi (biogas), termasuk menghasilkan listrik. Unik Longsoran sampah di TPA Leuwigajah itu termasuk unik. Sampah itu melorot satu blok ke bawah, mengupas beberapa dinding bukit. Akibatnya, rumpun- rumpun bambu yang akarnya tidak terlalu dalam itu bergeser ke bawah sejauh dari 500 meter dari tempat asalnya. Rumpun bambu itu masih tetap hidup walau sudah tergeser ratusan meter dari tempat asalnya. Bukan sekali ini TPA Leuwigajah longsor. Menurut catatan yang dihimpun Itoc Tochija dan Budiman dalam bukunya Tragedi Leuwigajah (2005), sebelumnya Leuwigajah telah mengalami dua kali longsor.

Longsor pertama terjadi pada tahun 1990. Ketika itu tidak menelan korban jiwa dan harta benda karena longsorannya berskala kecil. Maklum, saat itu volume sampahnya juga relatif masih sangat rendah. Longsor kedua terjadi tahun 1994. Lonsoran sampah itu juga tidak merenggut jiwa manusia tetapi menimbun tujuh rumah penduduk. Namun entah mengapa walaupun telah diingatkan dengan dua peristiwa tersebut, masyarakat masih juga alpa.

Padahal setahun sebelum peristiwa tragis itu, sejumlah peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Dinas Lingkungan Hidup telah mengingatkan mengenai kondisi TPA Leuwigajah yang perlu segera ditangani. Ketika itu, umur TPA tersebut memang masih sekitar lima tahun lagi, namun perlu dibenahi dan ditata.

Peringatan itu seolah angin lalu. Para warga malah terus membangun rumah-rumah merangsek mendekati lokasi TPA. Jarak antara permukiman penduduk yang baru dan lokalisasi TPA itu kian mendekat. Ketika sampah tersebut semakin menggunung, longsorannya pun mengubur rumah-rumah beserta para penghuninya yang lalai itu. Mengenaskan memang, TPA Leuwigajah yang pertama kali dipakai pada 13 Januari 1987 itu malah membuyarkan harapan banyak orang.

Marilah kita mulai aksi kecil yang bisa dilakukan mulai dari diri sendiri seperti kurangi menghasilkan sampah dengan menggunakan tumbler atau tempat makan dari rumah, menggunakan totebag sebagai penganti kantong kresek, mengambil makanan yang cukup & dihabiskan untuk mengurangi sampah, kurangi tisu, memisahkan sampah dari rumah dan lain-lain itu adalah aksi kecil dan nyata yang bisa kita lakukan dari diri sendiri mulai saat ini untuk bumi yang bersih.

Sumber

~RTM
22 02 18

Iklan

Ketika Pasangan Hidup Seorang Pendaki Gunung

Mount Salak Jan 2010

Membaca tulisan salah satu sahabat blogger bikin saya senyum-senyum dan ketawa kecil. Bagaimana tidak, tulisannya benar-benar menggambarkan dan mirip sekali dengan kisah hidup saya. Dulu sebelum akhirnya seorang pendaki gunung wanita berhasil singgah dan melanjutkan petualangan hidup bersama saya hingga kini menginjak usia pernikahan yang ke 12 tahun. Hingga petualangan mendaki gunung bukan lagi menjadi penghalang ketika Tuhan telah mempersatukan nya dalam jalinan pernikahan. Dan keinginan untuk melakukan pendakian bersama di alam terbuka membuat kami berdua terpaksa menularkan dan meracuni kecintaan kami terhadap alam dan gunung kepada anak-anak kami.

Memiliki pasangan seorang pendaki gunung akan memberikan Anda hidup yang sederhana, tapi penuh arti. Mereka yang belajar di alam akan menyadari bahwa jadi manusia berguna itu lebih penting daripada menumpuk harta bagi diri sendiri. Karena pada akhirnya, Anda cuma punya integritas yang bisa dibawa sampai mati. Hidup itu tidak hanya diisi oleh lahir besar kemudian mati, tapi hidup itu adalah proses pembelajaran untuk menghadapi kehidupan yang abadi di akhirat kelak.

Seorang pendaki gunung termasuk orang yang berani menetapkan target dan mematuhinya. Mereka sudah sangat akrab dengan kebiasaan yang satu ini. Mereka terbiasa menetapkan tujuan akhir yang harus dicapai dalam setiap pendakian meskipun banyak kendala yang akan dihadapinya. Sebelum memulai, sebuah pendakian, dirinya  akan memperhitungkan waktu dan tenaga yang dimiliki kemudian menyesuaikannya dengan rute yang akan dihadapinya. Dia bisa dengan sangat tepat menetapkan target sesuai sumber daya yangdimilikinya. Kemampuan ini akan sangat berguna jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, kamu tidak perlu khawatir nak, jika memiliki seorang suami dalam hidup kalau dengan pendaki gunung.

Semoga saja…

~RTM
31 01 18

Sejuta Kenangan Tentang Sangatta – Kutai Timur

Gate PT Kaltim Prima Coal

Ada kalanya membuka lembaran kenangan masa lalu membuat kita merasa bahagia dan muda kembali. Begitu juga dengan saya, hampir seharian membuka foto kenangan lama saat masih bekerja di salah satu sole agen alat berat di kalimantan timur. Kenangan manis yang masih tersimpan rapih di folder komputer menjadi salah satu bukti bahwa menjadi seorang perantau sangat menyenangkan, meski di satu sisi terkadang rindu akan kampung halaman mengusik di kepala. Atau hanya karena efek telah minum air sungai Mahakam, yang membuat saya rindu dengan kota Sangatta. Ah, itu hanya mitos saja…

Bagi saya pribadi yang sejak masih sekolah senang dengan tempat baru dan budaya baru, tentunya hal ini adalah kesempatan emas yang tidak akan saya sia-siakan. Pikiran saya akan memiliki banyak teman baru dan budaya baru di tempat yang baru pula. Meski ada sedikit kekhawatiran tentang kondisi keamanan di wilayah ini akibat konflik SARA yang pecah beberapa tahun silam, hal ini tidak menyurutkan tekad saya untuk tetap berangkat dan mencoba mencicipi sedikit rejeki dari dunia pertambangan.

Kondisi geografis kota Sangatta yang jauh dari Balikpapan, yang merupakan kota kedua terbesar di provinsi Kalimantan Timur dengan jarak sekitar 295,6 km yang bisa ditempuh melalui jalan darat sekitar 7 jam. Meski ada juga jalur udara yang bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat kecil Air fast selama 45 menit, tetapi pesawat tersebut disediakan khusus untuk para karyawan PT. Kaltim Prima Coal (KPC) yang akan melakukan perjalan dinas. Karena saya hanya bekerja di salah satu sub kontraktor perusahaan tersebut, jalan darat adalah satu-satunya pilihan untuk bisa sampai di kota Sangatta.

Bisa kalian bayangkan, selama 7 jam lebih saya harus menahan pegal serta panas (maaf) di  bokong saya untuk bisa sampai di kota ini. Jangan bayangkan hal-hal enak selama dalam perjalanan menuju kota ini, bisa sampai tepat waktu saja sudah beruntung. Belum lagi kondisi jalanan provinsi yang rusak dan kecil, membuat perjalanan akan terasa semakin berat.

Sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan oleh pemandangan hutan yang cukup memanjakan mata. Meski hanya bagian depannya saja yang masih utuh dan tidak terjamah oleh aktivitas tambang, hal tersebut tidak menghilangkan rasa kagum saya akan tanah kalimantan yang ramah. Hutan bukit Soeharto yang membentang sepanjang kurang lebih 30 km menuju Samarinda semakin menambah rasa penasaran saya akan rimbunnya hutan kalimantan yang sudah semakin menipis ini. Belum lagi Taman Nasional Kutai yang membentang dari kota Samarinda hingga Bontang dan bahkan melewati Sangatta. Meskipun hanya tinggal separuhnya saja hutan yang masih tersisa, sisanya sudah menjadi lahan guna pakai bagi beberapa perusahaan pertambangan.

Perjalanan akan semakin terasa berat setelah kita melewati kota Samarinda, karena kondisi jalan yang sudah mulai menyempit. Hati-hati jika kita sudah sampai di kecamatan Marang Kayu kabupaten Kutai Kertanegara, tepatnya di Km 32 jalan poros Bontang – Samarinda ada sebuah tanjakan yang cukup terjal bernama tanjakan menangis. Pada tahun 2010an, kondisi tanjakan ini cukup membuat menangis para sopir truck. Meski tanjakan yang sudah mulus dengan grade ketinggian yang sangat jauh berkurang, hingga kendaraan bisa dengan mudah melewati tanjakan dan kondisi rawan kecelakaan karena tingginya tanjakan, sama sekali tidak terlihat lagi.

Melewati kecamatan Teluk Pandan, kita akan disuguhi hamparan perkebunan karet di kiri dan kanan jalan. Seperti biasa perkampungan penduduk masih menemani perjalanan kita menuju kota Sangatta, meskipun terkadang harus melewati jalan berkilo-kilo meter jauhnya baru kita temui perkampungan penduduk. Jalan sempit berbatu semakin menghambat perjalanan menuju Sengatta. Belum lagi konvoi Truck Low boy dan Long Bed yang berjalan pelan, di jamin semakin menambah anas hati dan pant*t karena terlalu lama duduk di jok mobil.

Hampir satu setengah jam kita akan disuguhi jalan sempit bergelombang, setelah itu kita akan disuguhi jalan aspal sedikit mulus sepanjang beberapa kilometer yang menandakan kita telah sampai di kota Sangatta. Kota ini akan di tandai dengan patung burung enggang yang menjadi icon kota Sangatta.

Tidak beberapa lama, kemudian akan kita jumpai jembatan pinang yang kokoh melintasi sungai sangatta. Jangan coba berani-berani di sungai ini, karena ratusan ekor buaya akan siap bermain dengan anda. Apabila ingin test nyali, silahkan saja. Barulah, simpang empat Bontang yang ditandai dengan patung singa. Jika kita akan menuju Sangatta lama maka kita harus ambil arah ke kanan, tetapi jika ingin ke Sangatta baru dan tambang KPC kita harus mengambil arah ke kiri.

Dan akhirnya, Selamat datang di kota Sangatta…!!!
Saya akan bahas lain waktu untuk lebih dalam mengenai kota Sangatta ini.

 

~RTM
28 11 17

Hadapi Masalah Dengan Sabar Seperti Segelas Air

Ilustrasi

Sepanjang hari, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik dari hidup ini kita selalu dihujani dengan isu-isu dan permasalahan. Terkadang hidup kita dapat dipengaruhi oleh lebih dari satu dimensi dalam kehidupan kita. Sebagai satu contoh nyata bagi kita, saat ini mungkin menghadapi hambatan keuangan dan ketidakharmonisan dalam pernikahan. Keduanya terjadi pada waktu yang bersamaan. Ketika banyak permasalahan hidup turun ke kita pada saat yang bersamaan, pada saat itulah hal tersebut benar-benar terasa berat bagi kita. Kadang-kadang kita bisa terdorong ke titik putus asa yang ekstrim dan sebagian dari kita yang imannya sedikit kurang bahkan bisa berpikir untuk bunuh diri.

Sebisa mungkin kita ingin mengejar aktifitas-aktifitas yang akan memicu timbulnya perasaan perasaan menyenangkan, sebetulnya hal tersebut akan terlihat pada sebagian dari kita, bahwa permasalahan-permasalahan yang kita hadapi jauh lebih besar daripada kesenangan-kesenangan dalam kehidupan kita. Permasalahan-permasalahan ini mengambil bentuk yang berbeda bagi setiap orang.

  • Untuk sebagian dari kita, permasalahannya keuangan.
  • Untuk yang lainnya, permasalahannya kehilangan seseorang yang dicintai.
  • Untuk sebagian lainnya permasalahannya masa lalu yang datang kembali.
  • Untuk sebagian, permasalahannya ketidakharmonisan dalam pernikahan.
  • Untuk sebagian lagi, permasalahannya ketidakmampuan untuk memiliki anak.
  • Bagi saya, kesulitan tersebut adalah lulus S2 😀

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Steven Covey, pakar Leadership-7 Habits, mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: seberapa berat menurut Anda segelas air ini?

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama Anda memegangnya,! kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin Anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

Jika kita membawa beban kita terus-menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya, lanjut Covey. Yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi.

Penelitian modern juga telah membuktikan bahwa orang-orang yang lebih religius lebih cenderung terlindung dari permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi dalam hidup dan dengan demikian lebih kecil kemungkinannya untuk terdorong ke situasi ekstrim yang membuat mereka kehilangan kendali diri yang mengakibatkan bunuh diri.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pusat Nasional Ketergantungan dan Penyalahgunaan Zat terlarang (CASA) di Universitas Columbia. Ditemukan bahwa orang dewasa yang tidak pernah menghadiri pelayanan-pelayanan keagamaan delapan kali lebih besar kemungkinannya untuk menggunakan ganja dibandingkan mereka yang menghadiri acara keagamaan setiap minggu. (Ref:casacolumbia.org, 2001).

Hal ini menunjukan bahwa, agama memegang peranan penting bagi individu dalam menyelesaikan masalahnya.

Saya ingin mengajak Anda agar kita tidak sepanjang hari terus merasa merana dan memikirkan kesulitan yang sedang kita tanggung. Cobalah meninggalkan beban kita secara periodik agar kita dapat merasa lebih segar, kuat, dan mampu membawanya lagi. Misalnya sebelum tidur tinggalkan dulu beban itu. Apa pun beban yang ada di pundak kita hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi, untuk dipikirkan juga jalan keluarnya.

Saya yakin setiap orang punya masalah hidup masing-masing. Jangan kira orang sukses dan kaya tidak punya masalah. Ya, mereka punya! Anda saja yang tidak tahu urusan pribadi mereka. Masalah kita sendiri, bagi kita begitu berat, rumit dan memusingkan, seakan tidak ada jalan keluar. Namun jika Anda mencoba melihat orang lain lain yang lebih berat masalah hidupnya, Anda akan merasa beruntung ternyata hidup Anda tidak seberat yang Anda kira selama ini. Semoga analogi segelas air ini bisa mencerahkan pusingnya pikiran Anda dalam menghadapi masalah hidup.

Mari hadapi masalah seperti segelas air…!!!

 

Sumber :
1. Sini
2. Sini

~RTM
27 10 17

Menikmati Kesendirian Sebagai Pribadi Introvert

Ilustrasi

Ada beberapa orang di luar sana yang selalu dianggap aneh oleh sebagian orang, sikapnya sangat sulit dibaca, dimengerti, dan susah ditebak, sehingga sering membuat orang lain tidak nyaman. Mereka itu adalah orang-orang introvert. Sementara ekstrovert di luar sana nampaknya begitu nyaman dengan sekelompok orang, merencanakan akan pergi kemana pada akhir minggu. Orang introvert mungkin hanya duduk di pinggiran suatu tempat sendirian, menghirup minuman sesekali menghisap rokoknya sambil bermain dengan pikirannya sendiri. Mencari sebuah kebenaran jalan kehidupan, atau dengan senyum sopan di wajahnya dan mengamati orang berlalu-lalang.

Saya pribadi adalah seorang yang introvert dan selalu merasa ingin sendiri serta benar-benar menikmati kesendirian. Untuk itulah saya lebih banyak senang untuk mendaki gunung dan berlama-lama di hutan hanya untuk menikmati desahan angin yang menggesek dahan pinus dan suara serangga kecil yang mengalun merdu dibalik semak belukar. Bukan pergi ke pantai untuk melihat keramaian dan berlari di pinggiran ombak. Saat itulah saya menggunakan waktu untuk merenung dan memikirkan sesuatu secara dalam. Baik itu persoalan pribadi, keluarga maupun pekerjaan. Biasanya setelah proses perenungan tersebut, akan ada sebuah jalan untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Menurut pandangan sebagian orang, seorang introvert mungkin akan dikatakan sombong, pemalu bahkan sering dikatakan tidaIntrovertk mau bergaul. Oleh karena itu, sebagian orang introvert kadang menjadi korban dari opini publik yang mengatakan demikian. Padahal sebenarnya orang introvert memang butuh waktu sendiri lebih banyak untuk mengumpulkan energi ketimbang mereka yang ekstrovert. Sehingga wajar jika orang-orang introvert tidak lebih sering berkumpul dengan kawan, energi mereka justru tersedot oleh keramaian.

Saya tidak menyukai keramaian mall dan bahkan kepala sedikit pusing dengan hiruk pikuk orang didalam nya. Saya menyukai rimbunnya vegetasi dan aroma tanah ketimbang parfum wangi. Saya lebih menyenangi dinginnya ketinggian dibandingkan dengan dinginnya AC central. Bahkan saya merasa dalam kondisi prima meski nafas tersengal menapaki ribuan anak tangga ketika mendaki dibandingkan dengan menaiki tangga escalator.

Menurut Susan Cain, penulis buku Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking, stigma dan perlakuan tak adil pada pribadi-pribadi introvert sudah berlangsung sejak abad ke-19 dan makin parah di awal abad ke-20. Bahkan menimpa hampir separuh manusia di muka bumi yang pada dasarnya adalah introvert.

“Setiap kali Anda mencoba hidup sebagai seseorang yang sejatinya bukan Anda, separuh jiwa Anda menghilang seiring waktu. Anda tidak akan ingat lagi cara menghabiskan waktu seperti biasanya,” tulis Cain.

 

Sumber : sini

~ RTM
26 09 17

Ajaklah Ke Hutan, Agar Tahu Sifat Asli Sahabatmu

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bagi orang kebanyakan, hutan belantara diyakini sebagai tempat yang angker dan sangat menyeramkan. Hanya ada sekumpulan pepohonan yang sangat rimbun dan saking rimbunnya, sinar matahari sekalipun tidak dapat menembusnya. Belum lagi berbagai macam hewan liar yang tentunya semakin menambah keangkeran dari hutan tersebut. Tempat berkumpulnya satwa liar dan rapatnya vegetasi pepohonan menjadi salah satu alasan tidak banyak orang yang berani mengunjunginya apalagi hendak berlama-lama berada dikawasan tersebut. Akan tetapi bagi para petualang, hutan justru menjadi sebuah tempat bermain yang sangat menyenangkan dan mengasyikan. Asal, tentu saja kita harus pandai-pandai menjaga sikap dan bersahabat dengannya.

Tentunya akan lebih aman dan mengasyikan jika kita memiliki pengetahuan yang cukup bercengkrama dengan alam. Pastinya semua hal tersebut akan lebih aman dilakukan. Terlebih jika hutan belantara yang akan kita kunjungi tersebut sudah masuk dalam kawasan taman nasional yang sudah tentu satwa dan tumbuhannya dilindungi oleh pemerintah. Aktivitas seperti perambahan hutan untuk perkebunan, menebang pohon, mencari kayu bakar, atau memburu satwa liar di dalam hutan sudah pasti dilarang. Artinya hanya orang-orang tertentu yang mempunyai izin dari pihak taman nasional yang boleh memasuki kawasan tersebut. Tentunya dengan konsekuensi yang keras dari pengelola apabila pengunjung tersebut melanggarnya.

Tetapi bagi seorang pendaki gunung, hutan belantara dijadikan seperti tempat bermain yang mengasyikkan. Dibandingkan dengan nongkrong di mal atau café, di pinggir jalan, restoran, atau taman kota, kami akan lebih memilih untuk nongkrong di dalam hutan. Mendirikan tenda, melewati dinginnya malam dan bercengkrama bersama teman-teman sambil ditemani kopi panas. Gurauan khas sesama pendaki gunung diiringi celotehan dan saling mengejek siapa diantar kami yang bisa sampai dipuncak lebih dulu serta siapa yang jalannya bagaikan putri raja. Serta Menghirup udara pagi yang jauh dari hiruk pikuk kemacetan ibukota. Hingga (maaf) kentut pun harus berbagi, itulah salah satu keakraban yang menandakan bahwa kami adalah sahabat sejati. Duh sedapnya!

Selain menjadi tempat nongkrong yang asyik, bagi sebagian pendaki gunung hutan belantara adalah tempat untuk bertukar pikiran, ide, curhat, bahkan bisa untuk mencari sahabat.

Lho kok bisa? Bisa saja…

Petualangan menembus belantara hutan di gunung maupun dimana saja selama beberapa hari dapat menunjukkan karakter asli teman seperjalanan. Apakah teman seperjalananmu itu termasuk orang yang care, egois, humble, friendly, humoris, pemarah, sok tahu, tak peduli, dan acuh bisa diketahui lewat keseharian mereka selama perjalanan membelah hutan belantara. Sifat asli mereka yang selama ini ditutup-tutupi akan muncul tanpa tersadari. Itulah naluri alamiah manusia ketika berada di alam.

“Saya sudah pernah menjelajahi sepertiga keindahan alam Nusantara. Namun yang paling mengesankan adalah saat di tengah hutan belantara. Saya begitu jatuh cinta dengan hutan, gunung, matahari di puncak, dan tentu para sahabat yang saya temukan di dalamnya.”

Bagi para petualang, tidak ada salahnya mencari sahabat di dalam hutan belantara. Selain bisa bertemu sahabat sejati dan penghuni asli habitat hutan, kita bisa bertemu dengan kawan sesama pendaki gunung lainnya. Berkenalan dan bersilaturahmi dengan mereka. Siapa tahu di lain kesempatan bisa menjadi teman seperjalanan kita dan mereka rela memberikan sedikit tempat yang hangat bagi kita.

 

Sumber : Pengalaman pribadi, di sini

~RTM
04 08 17

Keutamaan Menyambung Silaturahmi

Kumpul Keluarga

“Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada salat dan saum?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim)

Setiap manusia  pastinya mendambakan diberikan rizki yang lapang, umur yang panjang, serta dapat mengisi umurnya dengan hal-hal yang bermanfaat. Namun, tidak semua manusia dimudahkan dan diberikan semua oleh Allah ta’ala untuk mendapatkannya.

Padahal ada satu amalan mulia, yang sangat dianjurkan oleh Allah dan rasul-Nya untuk dilakukan, dan inshaAllah begitu mudah untuk dikerjakan. Amalan mulia tersebut adalah menyambung tali silaturrahmi. Dengan menyambung tali silaturahmi, seseorang akan mendapatkan beberapa hal yang telah disebutkan di atas, ditambah beberapa keutamaan lain.

Ibnu Manzhur rahimahullah menjelaskan bahwa silah yang berarti menyambung adalah lawan kata dari hujron yang berarti meninggalkan atau memutuskan. (Lisanul ‘Arob 11/726)

Sehingga silaturrahmi dapat diartikan dengan: “Sebuah ungkapan yang menggambarkan tentang perbuatan baik, kasih sayang dan kelembutan yang ditujukan kepada keluarga yang senasab (satu keturunan) dan karib kerabat, serta perhatian terhadap kondisi mereka, sekalipun mereka berada di tempat yang jauh dan berbuat tidak baik kepada kita. (Lisanul ‘Arob 11/728)

Dari definisi ini dapat kita ketahui bahwa tidak perbuatan baik yang ditujukan kepada semua orang seperti tetangga, teman dan sahabat bisa disebut silaturrahmi. Seseorang dikatakan menyambung tali silaturrahmi, apabila dia mengalamatkan perbuatan baiknya itu kepada keluarga senasab atau karib kerabatnya, tidak lebih dari itu.

Berikut ini beberapa gambaran singkat dari menyambung tali silaturrahmi:

Mengunjungi rumah saudara atau karib kerabat, Mengucapkan salam dan berjabat tangan ketika bertemu dengan mereka, Bertanya tentang keadaan mereka sekeluarga, Memberikan hadiah kepada mereka, Bersedekah kepada mereka yang fakir, Bersikap lemah-lembut dengan mereka yang berkecukupan, Menghargai dan menghormati orang yang lebih dewasa, Menyayangi mereka yang lebih muda, Menghubungi mereka via surat pos, sms atau telefon/handphone, Menjamu mereka dengan baik ketika mereka bertamu, Ikut merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan, Menghibur mereka tatkala mereka dirudung kesedihan, Mendoakan mereka dengan kebaikan, Antusias untuk senantiasa menjaga hubungan baik dengan mereka, Membesuk orang yang sakit dari mereka, Mendatangi undangan mereka, Tetap menyambung silaturrahmi orang yang berusaha memutuskannya.

Dan yang paling utama dan terpenting dari itu semua adalah, hendaklah kita bersemangat dan antusias untuk mengajak mereka kembali kepada jalan agama, menasihati mereka, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari berbuat kemungkaran. Dan jangan lupa pula, doakanlah semoga mereka senantiasa mendapatkan hidayah taufiq dari Allah subahahu wa ta’ala.

Jadi, maukah diberikan rizki yang lapang, umur yang panjang, serta dapat mengisi umurnya dengan hal-hal yang bermanfaat ? Perbanyaklah silaturahmi…

Sumber : Sini

 

~ RTM – 25 07 17

Dimana Saya Saat Bekasi Di Hina…!!!

Miris benar melihat beberapa account di sosmed pada akhir-akhir ini. Beberapa orang saling hujat menghujat satu sama lain. Bahkan pada akhirnya ada yang harus berurusan dengan pihak berwenang akibat postingannya melecehkan bahkan menghina salah satu pihak. Kendati demikian, ada saja yang masih berani melakukan ujaran kebencian hingga saat ini meski sudah banyak yang ujung-ujungnya harus berakhir pada tanda tangan di materai Rp. 6000.

Belum selesai polemik dari efek pilkada di DKI Kemarin, kini malah merembet ke daerah penyangga tempat lahir saya yaitu Bekasi. Di hujat oleh kaum pendatang yang notabene menggantungkan hidupnya di tanah kelahiran saya.

Sebagai salah seorang yang tidak begitu aktif bersosialisasi di medsos, saya merasa sedikit terganggu dengan hal tersebut. Bagaimana tidak, meskipun saya pada awalnya tidak berpihak kepada salah satu kubu, toh ada beberapa hal yang seharusnya tidak usah di umbar di sosmed.

Sebagai salah satu putra Bekasi yang hampir separuh dari usia saya hidup di perantauan, terus terang saya merasa agak terganggu dengan postingan yang menghina tanah air tercinta saya Bekasi. Bagaimana tidak, daerah yang saya tinggalkan hampir 20 tahun ke belakang menjadi mendadak viral saat di hina dan di hujat oleh seorang pendatang. Astaghfirullah, meski saya masih bisa menahan diri untuk tidak ikut berkomentar, toh pada akhirnya saya memutuskan untuk ikut menanggapi nya.

Adalah sangat tidak etis ketika seorang pendatang yang mengais rezeki di kota Bekasi ini menghina bahkan membuat pernyataan bahwa Bekasi tidak akan maju tanpa dirinya. Bekasi akan sepi, kontrakan akan kosong tanpa pendatang. Dan satu hal yang paling membuat jengkel adalah statement bahwa orang Bekasi tidak berpendidikan tinggi. Astaghfirullah…

Panas hati saya membaca beberapa postingan tersebut, meski saya sendiri tidak ikut langsung berkomentar. Saya merenung, apakah memang manusia Bekasi seperti itu…?

Saya rasa tidak….!!! Orang Bekasi banyak yang berpendidikan tinggi, bahkan banyak yang bergelar S3 yang merupakan gelar tertinggi dari pendidikan. Wilayah Bekasi adalah daerah penyangga ibukota yang sebelum ada kawasan industri pun sudah maju dan bahkan menjadi salah satu penyokong bahan bangunan seperti batu bata dan genteng untuk Jakarta. Orang Bekasi adalah orang-orang yang ramah dan mau menerima serta berbaur dengan mereka para pendatang tanpa mengenal suku, ras, bahasa dan agama yang menjadi tanda bahwa mereka lebih beradab dan bisa hidup berdampingan.

Tanpa kawasan industri pun, Bekasi akan tetap maju karena kami adalah salah satu penyangga ibukota. Bahkan kamipun sudah kenyang menghirup dan mandi dengan air dari limbah pabrik tempat para pendatang mengais rezeki untuk dibawa pulang kembali ke kampung halaman nya.

Sebagai orang Bekasi, kami tidak iri dengan para pendatang. Kami pun masih bisa bersaing dengan kalian berbekal skill dan pendidikan yang kami tempuh. Toh rezeki itu adalah urusan Allah SWT, jadi kami tidak akan pernah takut bersaing dengan kalian para pendatang. Meskipun saat kalian kembali dari kampung halaman, kalian membawa saudara-saudara kalian untuk mengadu nasib di Bekasi.

Kami tidak kesal, saat motor-motor kalian berplat daerah habis melahap aspal kami. Meskipun pajak kendaraan yang kalian bayarkan tidak sampai ke Bekasi, toh kami tetap menerima kalian berdampingan memacu kendaraan di jalanan. Coba kalian cek ke salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang mewajibkan kendaraan yang melintas di jalan raya nya harus menggunakan plat nomor daerah tersebut agar pajaknya bisa di nikmati bersama. Mungkin ini adalah ide bagus yang mesti diikuti oleh Pemerintah daerah Bekasi, agar APBD Bekasi bisa meningkat dan mereka bisa turut andil menjaga jalanan kota Bekasi.

Ah, mungkin itu hanyalah lamunan sesaat saya saja. Karena efek samping membaca postingan yang selalu menyudutkan kota tercinta saya saja.

Jadi untuk para pendatang, bersikaplah lebih bijak sedikit dan jangan mengganggu serta menyudutkan kami orang Bekasi. Sebagai orang Bekasi kami tentu akan melawan dan membuat perhitungan jika kalian telqh menghina tanah kelahiran kami.

Akhir kata, saya juga sebagai seorang pendatang yang pernah merasakan hidup di hampir sepertiga pulau di Indonesia. Marilah kita sedikit lebih dewasa dalam bersosial media, toh nyatanya masih lebih banyak sisi positif yang bisa dilakukan tanpa harus melakukan sesuatu yang sangat menyakitkan bagi orang lain.

Untuk warga Bekasi, mohon tetap menjaga tali silaturahmi dengan para pendatang. Toh mereka juga adalah saudara kita juga. Mari kita buktikan bahwa kita orang Bekasi mampu bersaing dengan para pendatang dan bahkan lebih memiliki mental lebih baik dari mereka.

Untuk warga pendatang, bersikaplah lebih bijak saat hidup di rantau. Karena jika anda sopan, kami pun akan lebih menghormati anda.

Biarkan proses hukum tetap berjalan, jangan mudah terprovokasi dengan berbagai berita yang belum jelas kebenarannya.

 

~RTM ° 30-06-’17

Note : Penulis adalah mahasiswa magister teknik mesin universitas pancasila

 

 

Mimpi buruk jika telat lulus kuliah

Keluarga besar Mesin Unpas 98

Proses menanti saat-saat kelulusan serta mengenakan pakaian toga dan berfhoto dengan latar belakang buku perpustakaan adalah idaman bagi para mahasiswa dan mahasiswi yang masih aktif. Ketika pertama kali diterima di sebuah perguruan tinggi, mayoritas dari mereka berkeinginan untuk cepat lulus, tepat waktu dan mendapatkan indeks prestasi kummulatif (IPK) yang tinggi. Merupakan hal yang sangat lumrah dan wajar bagi setiap mahasiswa mendapati keinginan seperti itu. Namun pada saat memasuki fase-fase rumitnya berkuliah, tugas yang menumpuk dan jadwal kuliah yang padat, mereka pun menyadari bahwa perjuangan dalam mencapai itu semua diperlukan usaha yang tidak mudah.

Sebagian dari mereka ada yang terpaksa kalah oleh seleksi alam dan memilih tidak melanjutkan kuliahnya. Beruntunglah bagi mereka yang tetap tabah menjalani perkuliahn dan harus merelakkan untuk tidak lulus tepat waktu dikarenakan berbagai macam hal seperti sibuk berwirausaha, menyelesaikan penelitian, bermasalah dengan dosen, malas, dan lain-lain.

Saya sendiri mengalami untuk kedua kalinya ketika harus berhadapan musuh terbesar kehidupan kampus yaitu menjadi mahasiswa abadi. Saat sedang menyelesaikan study sarjana yang semestinya bisa diselesaikan dalam 8 semester harus di tempuh selama 10 semester, padahal semua mata kuliah sudah selesai ketika semester 8. Hanya 1 saja yang masih nyangkut, yaitu tugas akhir atau skripsi. Bukan ingin berlama-lama di kampus, hanya saja memang kendala biaya yang harus dikeluarkan saat akan melakukan penelitian.

Begitupun saat akan menyelesaikan S2, kembali saya dihadapkan dengan mimpi buruk menyelesaian tesis. Letak kesalahan awalnya pada saat membuat proposal tesis, dimana sekertaris jurusan menyetujui untuk membuat laporan hingga bab III. Tapi setelah mengajukan judul dan meminta pembimbing, proposal saya di tolak dan harus ganti judul dengan alasan terlalu sederhana. Alhasil kerja keras selama beberapa bulan harus rela di buang ke laut dan kembali mengetik ulang lagi. Mirip kisahnya seperti saat mengambil mata kuliah praktikum Fisika Dasar I saat di Bandung.

Bila dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda, telat lulus kuliah tentunya akan menjadi ancaman terbesar untuk masa depan kita. Saya tentunya harus membayar uang perkuliahan kembali untuk memperpanjang masa studi. Melihat teman-teman kita sudah pada lulus terlebih dahulu kerap kali membuat kita depresi, putus asa, tak tahu harus berbuat apa. Namun bila dilihat dari sisi lain, bahwa untuk para mahasiswa-mahasiswi yang bersemangat secara konsisten namun harus merelakan telat lulus tentu ini menjadi sebuah nilai-nilai positif buat kita, tak harus kecewa bila melihat orang lain lulus duluan karena bisa jadi mereka yang terlebih dahulu lulus tidak sebagus apa yang kita jalani saat ini.

Pasti akan selalu ada cara untuk memperbaiki kesalahan dan setiap orang mempunyai jalan yang berbeda-beda untuk meraih kesuksesan, ada yang rasanya lancar-lancar saja berkuliah namun setelah selesai menyelesaikannya kesulitan mencari kerja kemudian adapun yang harus telat lulus namun setelahnya langsung mendapatkan pekerjaan. Tidak selamanya kita harus menyalahkan orang lain atas keterlambatan kita untuk lulus, tentu kita pun harus introspeksi diri apa yang menjadi penyebab kita telat lulus. Melihat teman-teman kita yang sudah menyelesaikkan studi nya duluan tentu harus dijadikan cambuk hati untuk bersemangat dalam menyelesaikan perkuliahan. Jadikan kesuksesan mereka motivasi untuk memacu semangat kita agar terus berkembang lebih baik dari mereka. Percaya kita pun akan bisa seperti mereka.

Semangat Rahmat…!!!

Jauh di sudut kantor
~RTM 26 05 17

Hutan Pinus Gunung Pancar, Sentul Bogor

Mendengar pohon pinus saja, pikiran kita sudah pasti langsung menerawang dengan suasana rindang dan harum dari getah pohon tersebut.  Suasana di hutan pinus ini sangat sejuk, bahkan cenderung bersuhu lembab. Hal ini disebabkan oleh rindangnya daun-daunan dari pohon pinus yang menutupi area hutan, sehingga tidak heran jika disekitar pohon pinus tanahnya akan menjadi cukup basah.

Hutan pinus merupakan hutan ekosistem yang memiliki daun berbentuk jarum. Hutan pinus merupakan jenis hutan dengan tanaman yang bersifat homogen. Hutan ini hidup pada daerah yang mempunyai kondisi iklim sedang. Pohon pinus tidak mampu bertahan hidup pada daerah resapan air, karena pohon pinus memiliki daun yang berbentuk jarum serta banyak mempunyai stomata, sehingga akan banyak menyerap dan menguapkan air.

Pohon pinus adalah tumbuhan yang semuanya tergabung dalam marga Pinus. Pohon pinus banyak terdapat di hutan-hutan milik Perhutani yang sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan kayu dan getahnya, serta konservasi lahan.

Tak ada salahnya, rindu suasana pegunungan dan jalur pendakian yang tak pernah kesampaian karena jadwal kerja yang sangat sibuk akhirnya liburan kali ini di isi dengan menyambangi salah satu obyek wisata yang dekat dengan rumah di Bekasi. Ya, Hutan pinus gunung Pancar atau biasa orang menyebutnya dengan hutan pinus Sentul.

Gunung Pancar adalah sebuah gunung yang memiliki ketinggian kurang lebih 800 meter diatas permukaan laut yang terletak di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Gunung Pancar termasuk ke dalam Taman Wisata Alam (TWA) dibawah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat. Tetapi sejak 1994, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka PT. Wana Wisata Indah di beri Hak Pengusahaan Pariwisata Alam di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Pancar ini. Jadi, tempat ini memang boleh digunakan sebagai obyek wisata, berbeda ya dengan Cagar Alam yang membutuhkan Simaksi untuk masuk ke dalam tempatnya.

Akses masuk ke lokasi wisata ini tidak begitu sulit. Jika anda berangkat dari daerah Cikarang. dapat melewati tol dan keluar di Gerbang Tol Sentul Selatan kemudian terus saja mengikuti jalan melewati Desa Babakan Madang dan Desa Karang Tengah. Jika kita lewat jalan biasa, maka dari pertigaan jalan narogong bekasi dan fly over Cileungsi kita ambil jalan lurus menuju ke arah Citeureup hingga sampai Pasar Citeureup kemudian sirkuit Sentul. Tidak usah khawatir, lanjutkan perjalanan hingga menyusuri jalan Babakan Madang hingga nanti bertemu dengan obyek wisata Jungle Land. Ambil daan lurus dan sedikit menanjak hingga anda menemukan warung sate kiloan. Dari tempat tersebut lokasi hutan pinus sudah tidak begitu jauh. Kondisi jalan beraspal dan cukup baik dengan jarak ± 13 km dan waktu tempuh ± 20 menit. Apabila menggunakan sepeda motor atau sepeda, bisa melewati Desa Cimahpar yang tembus ke Sentul Selatan juga.

Di tempat ini, tersedia pemandian air panas, makam keramat, dan menikmati pergelaran kesenian tradisional daerah yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Wisata alam sambil olahraga (hiking, berkemah, berkuda, bersepeda, tenis, berenang (air panas), lintas alam) dan wisata konvensi (berwisata sambil melakukan seminar, rapat, konferensi) juga bisa dilakukan disini. Tapi, yang bikin Gunung Pancar jadi hitz banget adalah pohon pinusnya itu! Keren buat foto!

Nah, buat yang berencana melakukan pre-wedding, tempat ini juga bisa dijadikan tempat pre-wed. Suasana yang teduh, nyaman, dan romantis banget cocok untuk dijadikan background foto. Jika ingin melakukan aktivitas kegiatan alam terbuka, tempat ini juga cocok sebagai latihan dasar buat pemula. Fasilitas MCK dan toilet cukup bagus sehingga memudahkan pengunjung melakukan aktivitasnya.

Tarif memasuki tempat wisata ini tidaklah mahal, cukup Rp 2000/orang untuk wisatawan lokal. Apabila pengunjung membawa kendaraan,  dikenakan biaya Rp 20.000/motor dan Rp 100.000/mobil.

Pohon Pinus

Hampir semua bagian pohonnya dapat digunakan, antara lain bagian batangnya dapat disadap untuk diambil getahnya. Getah dari pohon pinus dapat diolah menjadi bahan dasar pengencer cat. Hasil kayunya bermanfaat untuk konstruksi, korek api, pulp, dan kertas serat panjang.

Pohon pinus mempunyai banyak manfaat, di Indonesia umumnya pembuatan kertas berbahan dasar kayu, serat dari kayu pohon pinus tersebut dicampur dengan bahan kimia agar lebih menguatkan kertas. Bahkan yang perlu kamu tahu ternyata pohon pinus tidak hanya dapat digunakan sebagi bahan dasar pembuat kertas, tetapi dapat juga digunakan sebagai obat untuk berbagai macam penyakit.

Pohon ini mengandung flavanoid dan vitamin C, sebagai antioksidan dapat memperlancar peredaran darah dan meningkatkan daya tahan ingat pada manusia yang sudah lanjut usia. Bau yang dikeluarkan oleh tumbuhan ini dapat mengurangi tingkat stres, berjalan-jalan atau berada dibawah pohon ini selama 15 menit dapat menurunkan stres dari menghirup aromanya saja. Selain itu, aroma dari daun pohon pinus dapat juga menenangkan emosi yang tinggi.

Aroma dari pohon pinus dapat menyembuhkan penyakit bronkitis. Caranya sangat mudah, hanya menambahkan tiga tetes minyak esensial pinus pada semangkuk air panas lalu tutupi kepala dengan handuk, dan hirup aroma pinus melalui hidung dan mulut. Dapat pula meredakan nyeri-nyeri otot dengan menjadikan pohon pinus sebagai salah satu bahan dasar pembuatan minyak gosok.

Itulah tadi sedikit ulasan tentang Hutan pinus beserta manfaatnya. Semoga bisa menambah wawasan kamu tentang tumbuhan pinus.

Sumber : 1. Satujam
2. Hellobogor 

¬RTM
27-04-17