Untuk kesembuhan abah

Abah! Abah! Abah! Abah jangan pergi..! ” Abah harus kuat, Jangan pernah menyerah melawan penyakit yang kau derita..! Kami di sini selalu bersama mu.
Antara sadar dan tidak beliau bersandar di pundak ku, raut wajahnya pucat, kepala nya sudah tak bisa tegak karena sakit yang teramat sangat.

syafakallah-1
Berulang kali kata tersebut terlontar dari bibirku, membelah keheningan  sepertiga malam. Tak banyak yang bisa ku lakukan, hanya berusaha semampuku untuk tetap terjaga bersama nya. Berulang kali pula dia berdiri untuk meredakan sakit yang tak kunjung usai. Biasanya sakit nya akan hilang setelah beberapa lama. Biasanya setelah (maaf) sendawa, perut nya akan sedikit membaik. Tapi kali ini, sakitnya tak kunjung mereda. Bahkan malah semakin menjadi.

Setelah melalui beberapa perdebatan, akhirnya kami bawa si abah menuju rumah sakit terdekat. Meski waktu sudah menunjukan jam 01:00 malam, kami tetap membawanya dengan kondisi berdiri di atas bak pick up. Bukannya tega, jika beliau didudukan didalam mobil maka sakitya bertambah parah. Alhasil, kami harus membawanya dengan cara seperti itu.

Alhamdulillah, setelah mendapatkan perawatan yang intensif selama beberapa hari beliau diizinkan untuk pulang dan hanya melakukan check up seminggu sekali. Itupun dengan santai nya si dokter spesialis mengatakan kalau tidak perlu lagi ke rumah sakit, cukup ke puskemas atau klinik terdekat saja untuk membeli obat nya yang kurang.

Allah SWT memberikan ujian berupa sakit kepada setiap manusia, baik itu sakit yang ringan ataupun yang berat atau sakit fisik maupun sakit emosi. Sekiranya sakit tersebut menimpa  keluarga kita, maka amatlah penting untuk kita mengetahui cara menjaga atau mengurus orang yang sedang sakit ini. Ujian sakit yang Allah berikan adalah untuk menyucikan dosa serta mengangkat derajat seseorang dan sekaligus menjanjikan ganjaran pahala di sisi Allah SWT. Oleh sebab itu orang menjaga ataupun yang datang menjenguk orang yang sakit perlu memberikan kata-kata yang bisa merangsang si penderita agar sentiasa berprasangka baik terhadap Allah SWT.

Setiap ujian sakit dari Allah adalah untuk memberikan keampunan terhadap dosa yang telah dilakukan dan mengembalikan hamba kepada sang Pencipta, yaitu kembali ke jalan yang benar. Firman Allah SWT di dalam Surah Al-Baqarah, ayat 156 :

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya : (Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: “Sesungguhnya Kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah Kami kembali.”

Kini setelah hampir 1 bulan beliau keluar dari rumah sakit, sakit pada bagian perutnya mulai terasa lagi. Aneh memang ketika pagi ini kami bawa ke RS. Harapan Kita, beliau dinyatakan terkena gejala pembengkakan jantung. Masya allah, cobaan berat apalagi yang harus kami hadapi setelah hampir 2 tahun si abah di dera penyakit.

Adalah hal yang sangat tidak mudah bagi siapapun untuk belajar dan menerima bahwa ada anggota keluarganya yang sakit parah. Begitupun dengan keluarga kami, meski si abah tetap tegar menghadapi nya. Kami hanya bisa berpasrah dan berdo’a serta tetap berusaha untuk kesembuhannya…

~RTM
29 08 16

Abah, Cepat Sembuh Ya….

Panjat Pinang

Rindu abah tersenyum seperti ini

Dia bukanlah seorang yang hebat seperti superman yang bisa terbang kemana-mana. Dia bukanlah seseorang perkasa seperi hulk yang bisa menahan segala beban di pundak nya. Dia juga bukanlah seorang superstar yang terkenal dimana-mana. Dia hanyalah sesosok mahluk Tuhan yang begitu istimewa, dan sesempurna bagai seorang wali di mataku.

Ya, dia adalah abah ku. Abah yang telah mendidiku, membimbingku dan membesarkan ku dengan penuh kasih sayang. Meski tak pernah sepatah kata pun di ungkapkan tentang begitu besar rasa cinta dan sayangnya kepadaku, tapi aku yakin dia begitu menyayangiku. Dia begitu kuat menghadapi segalanya. Dia begitu perkasa menghadapi keras nya hidup dengan bekerja keras. Baginya tiidak ada yang tidak mungkin jika dilakukan dengan penuh kesabaran dan do’a. Tidak ada kata menyerah dalam dirinya. Dia terus berusaha dan selalu berusaha. Bagi dirinya hidup adalah perjuangan. Hidup bukan untuk diratapi atau ditangisi, akan tetapi hidup harus di siasati. Jangan mengeluh, jangan memaki apalagi ingin mati. Cukup dengan berdo’a dan bersyukur, membuat hidup jadi lebih berarti.

Tapi kini, sudah hampir setahun lebih dirimu terbaring lemah tak berdaya. Sisa keperkasaanmu masih terpancar jelas diraut wajahmu yang tak pernah memperlihatkan kepedihan dan kesedihan menahan sakit yang tak terperi. Engkau tetap tegar menghadapi semua nya. Malah kami semua yang bingung akan semua yang terjadi. Begitu sabar nya engkau menghadapi semua ini.

Abah, meski ini kali kedua dirimu terbaring lemah di sudut rumah sakit. Izin kan aku, untuk melakukan sesuatu yang mungkin bisa membuatmu kembali tertawa bersenda gurau dengan ketiga cucu mu.  Semoga beberapa doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini untuk meminta kesembuhan bisa meringankan sakit ditubuh mu.

*Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meminta perlindungan kepada Allah untuk anggota keluarganya.  Beliau mengusap dengan tangan kanannya dan berdoa :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

( Allahumma rabbanasi adzhibil ba’sa wasy fihu. Wa antas Syaafi, laa syifaa-a illa syifaauka, syifaa-an laa yughadiru saqomaa )

 “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain”  (HR Bukhari dan Muslim).

*Dari Abu ‘Abdillah ‘Utsman bin Abil ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, dia mengadukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang rasa sakit yang ada pada dirinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Letakkanlah tanganmu di atas tempat yang sakit dari tubuhmu, lalu bacalah sebanyak tiga kali :

 بِسْمِ اللهِ

   (bismillah)

kemudian bacalah sebanyak  tujuh kali:

أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

( A’uudzu bi ‘izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru )

Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya, dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan” (HR. Muslim)

Cepat sembuh Abah, kami semua merindukan mu….

~RTM
29-07-16

Ternyata, Ada Juga Razia Di Lokasi Tambang

Sambil mengisi waktu senggang setelah berjibaku lebih dari beberapa bulan mengais rejeki serta sambil sedikit demi sedikit menyapu beberapa comment dari blog yang belum sempat di jawab, alangkah baiknya untuk sedikit berbagi pengalaman kepada rekan-rekan yang ingin mengabdikan diri bekerja dan berkarir di perusahaan pertambangan. Bukan kah berbagi itu indah ? Meski tulisan ini sudah lawas dan saat ini pun saya sudah beralih profesi menjadi pekerja kantoran lagi, semoga isi nya masih bermanfaat untuk para pembaca.

APD Pekerja Tambang

APD Pekerja Tambang

Tugas Non Destructive Test (NDT) untuk pekerjaan Mandatory dump truck EH-3500 ACII sudah hampir selesai, tinggal menunggu saja untuk moving lagi ke site lain di Batu Kajang Kalimantan Timur. Alhamdulillah, hingga pekerjaan ini selesai saya masih diberikan kesehatan dan keselamatan kerja. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya tentang apa itu Safety induction dan beberapa kali tentang Standar kerja bagi para pekerja tambang, kali ini pun saya akan tulis sebuah pengalaman menarik seputar aktivitas ditambang.

Pagi itu, cuaca cukup dingin sehingga beberapa pekerja mungkin akan enggan beranjak dari tempat tidur. Maklum, sehari ini Kalimantan selatan dilanda hujan yang cukup lebat dan kondisi asap akibat pembakaran lahan gambut juga cukup mengganggu di hari itu. Kebetulan saya bangun dari tidur pukul 04:23 pagi, karena malam tadi saya tidur lebih cepat. Selesai showan dengan yang Maha agung, saya lanjutkan untuk sarapan pagi di camp. Beruntung pagi itu camp cukup lengang, maklum masih terlalu pagi untuk memulai aktivitas. Segelas susu tawar ukuran 300 ml sudah selesai saya tenggak, begitu pula dengan dua buah roti tawar dilapisi selai nanas sudah melenggang ke dalam perut. Tetapi kenapa suasana masih sama, sepi. Entah apa yang terjadi ditambang, biasanya jam segini para pekerja sudah mulai berlalu lalang.

Sesekali saya tengokan kepala ke ara belakang, mungkin ada pekerja yang saya kenali. Ya, “lokasi tambang memang tak selebar daun kelor”. Artinya, orang yang dilokasi tambang adalah orang itu-itu saja. Jadi, saya punya pengalaman, saya kebetulan akrab dengan salah satu perusahaan blasting (bahan peledak) dan kebetulan bertemu di Melak – Kutai Barat Kaltim karena selalu makan bersama satu meja selama hampir sebulan lebih. Selang beberapa tahun saya tidak bertemu dengannya, akhirnya diakhir penghujung 2013 lalu saya bertemu kembali dengannya di Site Senakin Kalsel, tentunya dengan seragam yang sudah berganti pula. Begitulah tambang, para pemainnya hanya itu-itu saja.

Beruntung kali ini saya bertemu dengan orang yang saya kenal ketika tugas di Vale Sorowako, Sulawesi Selatan. Saya lambaikan tangan kepada nya, kemudian saya tanyakan tentang apa yang terjadi pagi ini. Mengapa camp kelihatannya sepi sekali ? Sambil berbisik dia berkata, “Ada razia safety di akses pintu masuk, oleh karena itu sebagian besar bus jemputan dan mobil kecil tertahan di gate masuk”. Oalah, ternyata hal itu yang menyebabkan sebagian besar pekerja sibuk melengkapi diri agar tidak ditangkap karena lupa membawa Mine permit (Izin masuk area pertambangan), APD (Alat Pelindung Diri) serta kelengkapan lain seperti lupa mengisi form P2H (Prosedur Pemeriksaan Harian) dari kendaraan operasional, serta beberapa lampu kendaraan yang sudah tidak beroperasi sebagaimana mestinya.

Razia bagi para pekerja tambang dilakukan secara random, dengan harapan bisa meminimalisasi angka kecelakaan kerja. Konsekuensi nya cukup berat bagi mereka yang melanggar. Mulai dari peringatan verbal, hingga pengusiran dari lokasi pertambangan bagi mereka yang melanggar cukup berat. Contoh pelanggaran berat yang dapat mengakibatkan kita di usir dari lokasi pertambangan adalah sebagai berikut :

  1. Mengoperasikan unit tanpa ada SIMPER (Surat izin Mengendarai Mobil Perusahaan).
  2. Tidak Memakai Safety belt saat berkendara baik bagi pengemudi maupun penumpang.
  3. Menggunakan Handphone ketika berkendara.
  4. Tidak memasang gembok dan danger tag ketika melakukan maintenance unit.
  5. Merokok didalam kabin kendaraan operasional.
  6. Mengerjakan pekerjaan yang bukan bidang nya.
  7.  dll.

Begitulah, memang sedikit agak keras bagi yang merasa baru bekerja di dunia pertambangan. Akan tetapi, semuanya demi kebaikan bersama dan untuk kesejahteraan bersama. Kecelakaan kerja tentu saja merupakan masalah yang besar bagi kelangsungan suatu operasional pertambangan. Kerugian yang akan diderita tidak hanya berupa kerugian materi, namun lebih dari itu adalah timbulnya korban jiwa. Kehilangan sumber daya manusia merupakan kerugian yang sangat besar karena manusia adalah satu-satunya sumberdaya yang tidak dapat digantikan oleh teknologi apapun. Tentunya kita tidak ingin kecelakaan berat dan fatality (meninggal dunia) sampai terjadi di lingkungan kerja kita. Kalau untuk urusan si pekerja yang mengalami nya, mungkin sudah selesai hingga di situ saja. Tapi bagaimana dengan nasib mereka yang ditinggalkan ? bagaimana dengan kelangsungan biaya hidup mereka ? Alangkah bijaksana nya jika kita bekerja dengan aman, kapan pun dan dimana pun !

Accident in Pit Area

Accident in Pit Area

Apalagi untuk point no.1, hal tersebut sudah menjadi fatwa wajib bagi semua area pertambangan. Tidak ada kata ampun untuk para pelanggar aturan. Cukup dengan satu kata singkat untuk memulai bekerja di dunia keras pertambangan “TAKE IT or LEAVE IT ..!”.

Semoga bermanfaat ….!!!

~RTM
-03-2015

Macet Di Hari Anak Sholeh

“Macet…” Satu kata yang sederhana namun penuh makna.
Bujug dah, penuh makna ? Emang ntu macet berkesan banget buat lo Mat ?

Sumpah berkesan banget macet kali ini. Gimana kaga, semenjak ane hijrah dan ninggalin kantor lama di Pulo gadung belom pernah terjebak macet nyang lumayan parah. Paling banter juga 10 – 30 menit kejebak , setelah itu bisa keluar dan melenggang menuju kantor. Itu juga paling pas didepan pintu masuk menuju kawasan industry, maklum pintu menuju kawasan adalah tembok pembatas kawasan yang dijebol dan dijadiin akses warga sekitar biar lebih deket menuju kawasan.

Kaga napa-napa dah, ketimbang kudu muter nyari gerbang kawasan nyang lebih dari 15 menit. Ntu juga klo perempatannya belon di blokir ama si babeh polisi. Maklum biasanya di Cikarang, klo pas pagi-pagi jalannya dijadiin 1 arah doang. Padahal ntu jalan udah 2 lajur dan dipisah jadi total ada 4 lajur. Tetep aja macet nya naudzubillah. Kali ini juga kaga kalah seru, mungkin masih kalah seru ama macet pas mau liburan ke Pantai Pakis dulu. Tapi tetep aja, menarik buat di ceritain.

Pagi itu di hari jum’at (hari anak sholeh) nyang kudunya kaga boleh begawe capek-capek, eh akhirnya malah lebih capek karena nahan ambek kena macet. Gimana kaga, pas keluar pertigaan kali malang, jalan masih kosong melongpong. Meski motor tua, si Smash cukup mumpuni buat di geber ampe 90 km/jam. Baru aja beberapa ratus meter ngerasain umur 17an, eh di depan jembatan prisdo udah numpuk kendaraan. Ketimbang kudu parah-parahan macet, mendingan puter balik aja lewat jembatan penyebrangan kawasan. Alhasil, ane puter balik ke arah PT. Indofood di kampung Jarakosta. Belom nyampe ntu jalan, eh udah mulain ngerayap lagi.

Parahnya lagi 2 menit kemudian, kagak gerak sama sekali ! Bujug dah, kudu pegimane…?
Ah, kali aje cuman bentaran doang. Sabar, orang sabar mah pan*atnya lebar…:mrgreen:

Matiin Mesin Dan Menunggu

Matiin Mesin Dan Menunggu

Bukannya jalan lagi, eh malah makin parah macetnya. Dari pada ngebiarin mesin motor yang terus nyala, mending ambil inisiatif mati’in mesin dan nunjang motor. Aman deh, selain menghemat energi bisa juga ngurangin polusi kota kelahiran ane. Alhasil, beberapa orang ikutan mati’in mesin motornya. Lumayan khan, klo di itung ada berapa liter tuh bahan bakar yang bisa di irit. Kesel mah udah pasti, tapi apa mau di kata. Mending nikmatin dan syukurin aja, sambil nunggu bisa kembali jalan menuju kantor.

Jauh Ke Depan

Jauh Ke Depan

Udah lewat hampir setengah jam, masih belon juga ada perubahan berarti. Meskipun di kantor gak pake absen, tetep aja klo udah telat mah kaga enak sama nyang laen. Ane inisiatif nelpon ibu HRD, buat ngabarin klo kena macet parah. Alih-alih mau minta izin, eh ternyata dia juga belon nyampe kantor. Ane lupa, klo rumah si ibu di belakang rumah ane dan pasti lewat nya jalan nyang sama juga. Et dah, jadi makin ruwet aja nih persoalan. Tapi gak apa-apalah, nyang penting udah kasih laporan, biar telat beberapa jam juga nantinya gak jadi kesalahan  kita. Bagaimana pun juga komunikasi itu sangat penting, meski kondisinya pahit sekalipun.

Pelan-pelan motor kembali bergerak, mungkin di depan udah pada kosong. Ane nyalain motor dan nyari jalan tikus, dengan arepan bisa keluar dari macet. Alhamdulillah, ane masih inget kampung ini. Meski lama tinggal di Kalimantan, ane masih faham seluk beluknya jalanan di sini. Ane putusin ambil ke kiri pas di depan indofood, dengan arepan bisa nyebrang kali trus masuk kawasan. Agak lengang sih gang nya, mungkin sebagian orang dah pada pergi kerja atau mungkin belom bisa balik karena kejebak macet nyang katanya dari jam 4 shubuh, padahal ini udah ampir jam 10 siang. Secepat kilat ane bawa motor, biar cepet-cepet sampe penyebrangan getek. Eh pas nyampe pinggir penyebrangan, ntu getek udah di angkat di atas tanggul. Bujug dah, ini mungkin gara-garanya. Akibat gak bisa nyebrang perahu, semua orang pada lewat jalur biasa.

Jauh Ke Depan

Jauh Ke Depan

~RTM
22-04-16

Selamat Hari Bumi 2016

Hari Bumi 2016

Hari Bumi 2016

Makna dari hari bumi adalah mengingatkan bahwa begitu pentingnya merawat dan menjaga bumi kita agar tidak semakin rusak oleh ulah perbuatan manusia. Tidak hanya ikut untuk merayakan saja, tetapi sedikit berbuat untuk bumi tercinta harus kita lakukan demi kelestarian hayati. Demi masa depan kita dan anak cucu kita kelak….!Bagi yang belum mengerti hari bumi, silahkan di klik link tersebut !

Sok udah paling bener aja melakukan itu semua, padahal masih sering loh saya melakukan pelanggaran yang berdampak pada lingkungan. Contoh kecilnya saja, ketika istirahat malam. Apa susahnya untuk mematikan lampu kamar ? Susahnya bukan main, apalagi si kecil tentunya tidak akan betah gelap-gelapan di dalam kamar. Kalau saya sendiri sebenernya lebih nyaman tidur dengan lampu tidak menyala, karena terasa lebih bisa beristirahat. Bayangkan, dengan menyalakan lampu kamar, berapa energi yang harus terbuang percuma dari jam 5 sore hingga jam 6 pagi ?

Belum lagi pemakaian air tanah. Kalau sudah waktunya mandi, si kakak menghabiskan waktu yang cukup lama di kamar mandi. Padahal kalau di hitung, mandi aslinya paling hanya beberapa gayung saja :mrgreen . Beruntung saat ini sedang musim penghujan, hingga halaman luas di sebelah rumah malah jadi tempat resapan air. Tidak banyak sih, dalamnya hanya sekitar 30 cm saja kalau pas sedang hujan deras.

Kita sebagai makhluk yang hidup di bumi seharusnya sadar akan lingkungan di sekitar kita. Karena saat ini semakin banyak tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab merusak dan memperlakukan bumi semena-mena, karena kedepannya bumi yang kita tinggali juga akan menjadi tempat bagi anak cucu kita kelak. Ayo mulai hari ini kita jaga bumi dan lingkungan di sekitar kita ! Lakukanlah hal-hal positif untuk lingkungan yang kita tinggali, kalau bukan kita siapa lagi ?

Semoga dengan peringatan hari bumi di tahun ini, menjadi momentum bagi kami para penggiat alam untuk semakin gigih mengecam para perusak bumi.
Semoga saja…

~RTM
22 04 16

Air itu Milik Siapa ?

Ingat pas waktu ikutan Pendidikan Dasar di organisasi Perhimpunan Penjelah Hutan Dan Pendaki Gunung (KPA RANTING) dulu, ketika itu diberitahu bahwa manusia dapat bertahan tanpa makan dalam waktu lebih dari seminggu. Akan tetapi, manusia tidak akan dapat bertahan hidup tanpa air dalam waktu beberapa hari saja. Bisa dibayangkan, betapa bergunanya air untuk kehidupan kita. Alhasil, setelah mengikuti pendidikan saya jadi lebih menghargai fungsi air. Tentunya pada saat melakukan aktivitas mendaki gunung, saya jadi lebih berhati-hati dalam mengatur pemakaian air untuk minum karena pada beberapa gunung di Indonesia banyak yang tidak terdapat air pada jalur pendakian.

Air merupakan salah satu kebutuhan dasar dan bagian dari hak asasi manusia dan merupakan salah satu komoditi yang sangat-sangat vital. Pengelolaan SDA yang terlalu bersandar pada nilai ekonomi air hanya merayakan kepentingan pemilik modal dan melalaikan fungsi sosial SDA. Negara wajib menjamin warganya untuk menikmati parameter tertinggi dalam pemenuhan hak-hak atas kesehatan secara fisik dan mental. Pengelolaan sumber daya air harus diutamakan untuk kemakmuran rakyat.

Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menyebutkan, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pasal ini merupakan salah satu prinsip mendasar bagaimana seharusnya sumber daya dikelola. Karena itu pasal-pasal yang membuka peluang pengelolaan air oleh swasta bertentangan dengan UUD 1945.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat, selama ini perusahaan swasta telah melakukan pembelian atas tanah di mana di dalamnya terdapat mata air yang kemudian diperjualbelikan. Di sejumlah tempat kasat mata terlihat pengelolaan sumber daya air (SDA) diserahkan pada sistem ekonomi liberal yang memungkinkan privatisasi pengelolaan air. Direktur Program Prisma Resource Centre, Suhadi Suryadi menjelaskan, 32,2% penduduk Indonesia belum mempunyai akses air bersih. Umumnya mereka mendapat air dari sungai yang terpolusi, air tanah yang terkontaminasi, atau membeli dengan harga mahal dari pedagang air.

Penswastaan air bersih ini terjadi berkat campur tangan dari Bank Dunia. Menurutnya, ketersediaan air secara murah dan gratis sangat tidak ekonomis dan tidak efisien. Karena itu masyarakat harus membayar atas air yang digunakan. Dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid VI yang sudah diliris, Kamis (5/11), pemerintah Joko Widodo akan memperketat aturan bisnis berbasis sumber daya air (SDA). Disusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengusahaan SDA dan RPP tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Semoga saja dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mencabut Undang-Undang (UU) No.7 Tahun 2004 tentang SDA, menjadi dasar untuk mengakhiri liberalisasi pengelolaan air. UU SDA telah melanggar syarat konstitusionalitas. Mengisi kekosongan hukum sebagai dampak pembatalan UU SDA, diberlakukan kembali UU No.11/1974 tentang Pengairan.

Dan semoga saja, air akan tetap menjadi milik rakyat yang tidak boleh diperjualbelikan….

Sumber : 1. sini

 

~RTM
18 04 2016

Tak Selesai Lagi

Wah, sudah dipenghujung bulan lagi nih. Alih-alih target bisa setiap hari nulis, malah sekarang sepertinya 1 bulan 1 tulisan. Itupun target nya biar blog gak ditumbuhin lumut aja….
Sibuk, alasan klasik yang selalu dilontarkan disetiap awal menulis. Meski sebenernya memang sungguh padat jadwal dikehidupan nyata. Agenda pemberian kantor sepertinya sudah penuh, belum lagi jadwal sama nyonya Rahmat di rumah. Ditambah agenda kecil si Rinjani dan Zetha yang meskipun sedikit tetap butuh waktu saya.

Begitulah setiap kali mata ini terbuka dari tidur malam, selalu saja tumpukan jadwal sudah menunggu. Begitupun hari ini baru saja beberapa kalimat ditulis, sudah ada panggilan untuk segera pergi lagi…

Tak terselesaikan lagi, tulisan kali ini…
Mungkin besok, atau lusa…

~RTM
30-03-2016

Hidup Ini Memang Terlalu Rumit Untuk Ditebak

Hidup ini memang terlalu rumit untuk ditebak. Terkadang posisi kita berada di atas, dan tak tak jarang terkadang kita berada pada posisi paling bawah. Sahabat, terkadang ada saat dimana roda kehidupan akan membawa kita pada sisi terbawah dari kehidupan. Saat segalanya berjalan bertolak belakang dengan semua harapan. Saat itulah semua impian ternyata jauh dari kenyataan. Saat jiwa kita terasa hampa, pikiran kosong, dan semua ide terpenjara, saat dimana kita merasa tak sanggup untuk berbuat apa-apa. Itulah saat kita berada di titik nadir kehidupan.

Berbagai macam rintangan sudah menanti di depan kita.
Apakah kita sudah siap untuk menghadapinya…?
Apakah kita mampu untuk melewatinya…?

Disetiap ujian kehidupan, akan selalu ada sebuah pembelajaran. Akan selalu ada sebuah pengalaman berharga bagi kita yang benar-benar mengambil kesempatan untuk belajar di sekolah kehidupan. Kesadaran bahwa setiap orang sebenarnya sedang belajar dalam kehidupan ini akan berdampak pada sikap dan perilakunya memandang kehidupan ini. Dia tidak akan lagi membenci orang lain secara berlebihan. Karena dia menyadari semua orang itu adalah murid yang sedang belajar menjadi yang terbaik. Dia akan menjadi manusia yang rendah hati karena menyadari setiap orang adalah guru. Alangkah eloknya kita wajib mengajukan pertanyaan kepada diri kita sendiri etika mengalami sebuah kejadian dalam hidup ini? Selalu tanyakanlah pada diri kita “Apa yang sudah saya pelajari dalam hidup ini?”

“Kehidupan bukanlah jalan yang lurus dan mudah dilalui, di mana kita bisa bepergian bebas tanpa halangan. Kehidupan seringkali berupa jalan-jalan sempit yang menyesatkan, di mana kita harus mencari jalan, tersesat dan bingung! Sering rasanya sampai pada jalan tak berujung. Namun, jika kita punya keyakinan pada Sang Maha Pemilik Kehidupan, pintu pasti akan dibukakan untuk kita. Mungkin bukan pintu yang selalu ingin kita inginkan, namun pintu yang akhirnya akan terbukti, Terbaik untuk kita! – A.J. Cronin.

Kawan, selamat belajar…
Ijinkan diri kita untuk selalu belajar, dan ijinkan pula orang lain untuk belajar kepada kita.

Sudut kantor Cikarang
~RTM
05-02-2016

Kehadiranmu selalu kami rindukan

Tahun Baru

Awal Tahun

Hampir sebulan lebih tak lagi aktif menulis membuat sebagian jari-jemari ini mulai lamban mengetik tombol keyboard. Belum lagi otak yang berasa buntu karena tidak ada satu pun ide yang membuat saya ingin menulis terlintas di pikiran. Mumpung pekerjaan sudah sedikit senggang, tak ada salahnya saya kembali belajar menulis lagi tentang aktivitas di kantor yang baru dijalani beberapa bulan ini. Setelah tulisan tentang budaya di kantor baru saya buat di bulan desember lalu dan itu juga merupakan satu-satunya tulisan saya di bulan tersebut, tak ada salahnya kali ini saya juga akan menulis tentang beberapa kejutan awal tahun dan akhir tahun yang membuat saya merasa beruntung bergabung dengan perusahaan ini.

Akhir desember ini saya terkena beberapa musibah yang cukup menyita waktu dan tenaga saya. Ibu mertua yang harus dirawat secara intensif di rumah sakit selama hampir dua pekan, ayah saya yang sampai saat ini masih berkutat dengan sakit diperutnya dan terkadang kambuh saat dia terkena cuaca dingin. Pernah suatu malam, saya harus melihatnya menangis menahan sakit yang teramat sangat. Hati ini serasa pedih karena harus melihatnya menahan sakit yang hingga saat ini belum kami ketahui hasilnya. Anehnya sakit tersebut akan menyerang di waktu malam dan tidak pernah terjadi jika siang hari.

Meski dengan kondisi yang serba tidak mengenakan dirumah, agak berbeda dengan kondisi yang terjadi di kantor tempat saya bekerja. Setelah mendapat spesial bonus dari laba perusahaan di tahun ini, selang beberapa hari kemudian kami mendapat beberapa bingkisan berupa parcel tahun baru. Wah, satu per satu kejutan di akhir tahun yang dijanjikan si bos sudah mulai nampak di depan mata. Alhamdulillah, semoga akan ada kejutan-kejutan berikutnya di tahun depan.

Begitu pula di pertengahan januari ini. Biasanya setelah 2 bulan berlalu, sachou (Presiden direktur;bhs Jepang) akan kembali mengunjungi kami di Indonesia. Kedatangannya selalu kami tunggu. Bukan apa-apa, oleh-oleh coklat dan amplopnya lah yang menjadi obat penghilang kegelisahan saat memasuki pertengahan bulan. Bukan cuma saya sendiri loh yang berkata seperti itu, tetapi teman-teman sekantor pun demikian. Hahaha, apapun alasannya kedatangan beliau memang selalu kami tunggu.

Akhirnya, 18 januari kemarin beliau datang ke negeri tercinta. Senin pagi itu, suasana ruang kantor menjadi ceria. Raut wajah mereka seperti tanpa beban, maklum ketika masuk kantor sudah disiapkan amplop kecil dan sekotak coklat. Alhamdulillah, akhirnya datang juga. Lumayan bisa untuk menyambung hingga akhir bulan. Kedatangan beliau kali ini adalah untuk meninjau beberapa proyek yang telah rampung dikerjakan di daerah Bekasi dan Karawang. Jadwalnya pun hanya beberapa hari saja, dan akan kembali minggu depannya. Tidak apa-apalah, yang penting pekerjaan saya sudah selesai untuk proyek tersebut dan hanya beberapa penambahan sehingga tidak akan menyebabkan hal yang serius. Meski datang untuk beberapa hari, beliau hanya 2 hari di kantor. Alhasil, kami hanya bertemu beberapa hari saja.

10000 yen-bill-front

10.000 Yen

Akhirnya beliau kembali ke Jepang pada tanggal 24 januari kemarin, dan akan kembali lagi pertengahan maret bulan lusa. Ehm, ada lagi tabungan di bulan maret nih😀. Alhamdulillah Ya Allah…

Selepas terbang pada pagi harinya, ternyata beliau mengirimkan sesuatu yang tidak kami sangka-sangka. Senin pagi, saat membuka email ternyata ada kredit masuk sebanyak 2 bulan gaji ditabunganku. Ada apa ini……? Apalagi….? Hingga bertubi-tubi….?

~RTM
28-01-2016

Budaya di Kantor Baru

Assalamualaikum wr.wb…
Apa kabar sahabat-sahabatku?
Semoga semuanya dalam lindungan Allah SWT dan tetap semangat beraktifitas di pagi ini.

Setelah hampir sebulan tak menulis di sini, akhirnya pagi ini saya coba lagi untuk menulis meski hanya sebatas menulis tentang pekerjaan yang baru saya lakoni ini. Bukannya tidak ingin menulis, akan tetapi kondisi pekerjaan yang tidak memungkinkan saya untuk aktif menulis setiap hari. Bagaimana tidak meski pekerjaan yang sekarang dekat dengan tempat tinggal, akan tetapi tetap saja saya harus bekerja jauh dari lokasi kantor. Alasannya karena lokasi project yang sedang berjalan ada di daerah Karawang dan Pulo Gadung, sehingga tetap saja mengharuskan saya untuk pulang larut malam.

Padahal kondisi kantor saat ini cukup kondusif. Koneksi internet yang full akses, serta jumlah karyawan yang hanya 9 orang saja membuat kondisi kantor seperti rumah sendiri. Apalagi rata-rata usia mereka seumuran dengan saya, sehingga semakin menambah semangat untuk bekerja. Belum lagi tradisi yang ada di kantor ini, membuat siapapun yang ikut bergabung di perusahaan ini pastinya akan berpikir beberapa kali untuk resign.

Ya, meski perusahaan ini hanya perusahaan keluarga dan jumlah total karyawannya hanya 60 orang termasuk di negeri Jepang sana, akan tetapi perusahaan ini adalah salah satu vendor perusahaan besar yaitu Yamaha Music dan Yamaha Motor. Alhasil, dengan karyawan yang sedikit kami harus mensupport semua pekerjaan Yamaha diseluruh dunia. Bisa dibayangkan, betapa sibuknya kami setiap harinya.

Meski demikian, perhatian sang pemilik perusahaan adalah kunci mengapa para karyawan betah untuk bekerja hingga pensiun di perusahaan ini. Bos, selalu menanyakan kabar kami setiap hari dan selalu minta maaf jika kami pulang larut malam ketika meeting pagi. Rutinitas tersebut yang menjadi alasan karena para pekerja selalu diperhatikan. Ya, kami bekerja untuk kami sendiri. Jika perusahaan sibuk dan kami lelah maka itu berbanding dengan penghasilan yang kami dapat setiap bulannya.

Sebagai karyawan baru, tentunya saya tidak mengharapkan mendapatkan sesuatu seperti karyawan lama. Tapi pemikiran saya ternyata salah, baru masuk beberapa hari saja saya dipanggil si bos untuk menghadap. Saya pikir itu hal yang wajar karena si bos ingin mengenal karyawan barunya, tetapi setelah selesai saya diberi amplop kecil dan 1 bungkus coklat kecil sebagai hadiah pertemanan katanya. Penasaran dengan isi amplopnya, setelah pulang kerja saya buka saja dengan disaksikan istri, anak dan orang tua saya. Dan ternyata, isinya adalah uang sebesar 10.000 Yen. Alhamdulillah rejeki anak soleh😀 . Maklum tabungan sudah menipis setelah membangun rumah.

10.000 Yen

10.000 Yen

10.000 Yen

10.000 Yen

Itu terjadi ketika saya baru bekerja 2 hari dan selanjutnya ketika saya sudah bekerja selama hampir 2 minggu, ternyata ada kejutan dari si bos untuk saya. Ya, tiba-tiba saja ada uang masuk ke rekening saya sebanyak 2 juta rupiah. Setelah saya cek email, ternyata spesial bonus dari si bos lagi. Wow, royal betul perusahaan ini apalagi saya juga belum memberikan kontribusi apa-apa perusahaan. Setelah saya telusuri ternyata, hal ini adalah budaya mereka untuk hasil kerja keras saya karena pulang malam setiap harinya. Dan ini ternyata berlaku untuk semua karyawan loh. Semuanya mendapat jatah yang sama dari si bos, sungguh sesuatu yang tidak saya duga sebelumnya.

Begitulah pengalaman saya bekerja di tempat yang baru ini, semoga saya bisa memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan dan saya bisa mengemban amanah untuk bekerja sebaik mungkin. Dan tetap, saya masih menunggu kejutan-kejutan yang lainnya….:mrgreen:

~RTM
29-12-2015