Menjadi Seorang Ahli K3 Umum

Safety biasa kita menyebutnya adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk mencegah semua jenis kecelakaan yang ada kaitannya dengan lingkungan dan situasi kerja. Sebagai seorang yang sudah familiar betul dengan dunia keselamatan dan kesehatan kerja baik itu di area kerja pertambangan maupun manufaktur, rasanya bukan hal yang cukup rumit untuk mengikuti pelatihan menjadi seorang Ahli K3 umum. Pada awalnya saya pikir untuk menjadi seorang ahli K3 adalah mereka yang telah melalui ujian pelatihan K3 umum dari Kemenakertrans saja selama kurang lebih 12 hari dengan materi pelatihan berupa masalah teknis saja. Akan tetapi ternyata materi nya semua menyangkut undang-undang Kesehatan & Keselamatan Kerja, Undang-undan Ketenagakerjaan, dan puluhan undang-undang yang lain.

Bisa dibayangkan, saya yang notabene dari lahir mengenyam ilmu teknik kan kelabakan kalau disuguhin dengan peraturan perundang-undangan seperti ini. Lain halnya kalau ibu negara di rumah yang ikut pelatihan, pastinya semua Perpu, Permen, dan Peraturan lain akan dilahapnya habis tanpa sisa. Jangankan untuk menghapal puluhan pasal beserta ayat-ayatnya, untuk sekedar mengerti tata bahasanya aja sudah bikin kepala pusing dan mual. Beruntung, semua itu bisa saya siasati dengan cara yang cukup simple yaitu dengan cara menjadikan buku kumpulan undang-undang sebagai bantal. Harapannya sih biar nempel sama otak, kan lumayan bisa ngirit tenaga. 😀

Tidak semuda itu ferguso…. ! Harus dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Ya menghapal versi waktu zaman ngaji baheula, yaitu bangun shalat malam langsung buka kitab undang-undang. Di jamin bakal ngatuk pas masuk kelas nanti siangnya.

Setelah melewati hari yang melelahkan selama 10 hari, tiba saatnya saya melakukan Praktek Kerja Lapangan (P.K.L) seperti yang biasa dilakukan saat masih duduk di bangku SMA. Ya, kami harus melakukan observasi di salah satu perusahaan untuk melihat kinerja apakah perusahaan tersebut sudah baik atau belum dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Perusahaan yang saya akan observasi adalah PT. Arnotts’s Indonesia plant Bekasi. Sebagai sebuah PMA, perusahaan ini sudah sangat baik dalam penerapan SMK3. Mungkin sudah menjadi habit dari perusahaan Amerika, sehingga di setiap lini kami hanya sedikit menemukan kondisi yang berbahaya.

Selesai melaakukan PKL, tiba saatnya untuk membuat sebuah laporan yang harus di presentasikan di hadapan pengawas dari Kementrian Ketenagakerjaan. What…. ? harus presentasi dan sidang lagi ? Padahal baru setahun kebelakang, saya habis di keramasi oleh penguji saat sidang tesis kemarin. Tapi memang rejeki anak soleh, untuk kali ini pengawasnya spesialis di bidang Hygiene dan Kesehatan Lingkungan. Sedangkan bidang yang kami presentasikan adalah : Mekanik, Pesawat Uap dan Bejana Tekan dam Alat Angkat Angkut. Jadi mungkin akan sedikit sekali pertanyaan dari pihak kementrian untuk menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan ketiga materi tersebut.

WhatsApp Image 2019-09-07 at 14.13.32Hari yang di nanti pun tiba, gemetar rasanya seluruh tubuh karena beberapa jam ke depan kami di uji dengan 3 soal yaitu : pilihan ganda. essay dan studi kasus, dan besok nya akan di lanjutkan dengan seminar. Dari keempat metode tes tersebut, saya khawatir dengan pilihan ganda. Karena meski jawabannya sudah ada, tetapi jika salah pilih hal ini akan berakibat fatal ke depannya. Target saya sih, untuk post test ini tidak di ulang lagi ujian nya. Bissmillah aja lah, yang penting hasil akhirnya.

Berikut adalah beberapa tugas pokok dan wewenang serta dasar hukum dari seorang Ahli K3 Umum.                                                                                                                                                                                                                                                                                                         PERAN AHLI K3 :

  1. Sebagai sekretaris pada P2K3 di lini fungsional.
  2. Memfollow up rekomendasi atau saran dan perkembangan yang telah disepakati  kedua belah pihak di lini struktural.

KEWAJIBAN AHLI K3 :

  1. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan K3 sesuai dengan bidang yang ditentukan.
  2. Memberikan laporan kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk sesuai keputusan penunjukannya yaitu tiap 3 bulan atau ditentukan lain bagi Ahli K3 Umum serta setiap selesai memberikan jasa bagi Ahli K3 yang berada pada perusahaan jasa.
  3. Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan/instansi yang di dapat berhubungan dengan jabatannya.

WEWENANG AHLI K3 :

  1. Memasuki tempat kerja sesuai dengan penunjukan.
  2. Meminta keterangan dan atau informasi mengenai pelaksanaan syarat-syarat K3 di tempat kerja sesuai sengan penunjukan.
  3. Memonitor, memeriksa, menguji, menganalisa, mengevaluasi dan memberikan persyaratan serta pembinaan K3 yang meliputi :
  • Keadaan dan fasilitas tenaga kerja
  • Keadaan mesin, pesawat, alat-alat kerja, instalasi serta peralatan lainnya
  • Penanganan bahan-bahan
  • Proses produksi
  • Sifat pekerjaan
  • Cara kerja
  • Lingkungan kerja

Peraturan-peraturan yang mengatur standar kompetensi K3 :

  1. Undang-undang No. 1 tahun 1970
  2. Undang-undang Uap dan Peraturan Uap 1930
  3. Permen No. 01/Men/1976 tentang Wajib Latihan Hyperkes bagi Dokter Perusahaan.
  4. Permen No. 03/Men/1978 tentang Penunjukan dan Wewenang serta Kewajiban Pegawai Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  5. Permen No. 01/Men/1979 tentang Wajib Latihan Hyperkes bagi Para Medis Perusahaan.
  6. Permen No. 02/Men/1982 tentang Klasifikasi Juru Las.
  7. Permen No. 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja.
  8. Permen No. 04/Men/1987 tentang P2K3.
  9. Permen No. 01/Men/1988 tentang Klasifikasi dan Syarat-Syarat Operator Pesawat Uap.
  10. Permen No. 01/Men/1989 tentang Klasifikasi dan Syarat-syarat Operator Keran Angkat.
  11. Permen No. 02/Men/1992 tentang TataCaraPenunjukan Kewajiban&Wewenang Ahli K3.
  12. Permen No. 04/Men/1995 tentang Perusahaan Jasa K3.
  13. Permen No. 05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen K3.
  14. Permen No. 03/Men/1999 tentang Pengawasan Lift Listrik.
  15. Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep. 186/Men/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.

Program Kerja :

  • Safety meeting
  • Inventarisasi permasalahan K3
  • Identifikasi dan inventarisasi sumber bahaya
  • Penerapan norma K3
  • Inspeksi secara rutin dan teratur
  • Penyelidikan dan analisa kecelakaan
  • Prosedur dan tata cara evakuasi
  • Catatan dan data K3
  • Laporan pertanggungjawaban
  • Penelitian

Klasifikasi jabatan personil K3 yang diharapkan di tempat kerja/perusahaan (usulan)

  • Auditor K3
  • Ahli Keselamatan Kerja (Occupational Safety Expert)
  • Ahli Kesehatan Kerja (Occupational Health Expert)
  • Ahli Higiene Industri (Industrial Hygienist)
  • Ahli Toksikologi (Occupational Toxicologist)
  • Ahli Efidemoligi (Occupational Epidemologist)
  • Ahli Ergonomi
  • Ahli Kedokteran Kerja (Occupational Medicine)
  • Ahli Kebakaran (Occupational Fire Safety Expert)
  • Tenaga Perawat (Occupational Nurse)
  • Operator

– Boiler  – Teknisi Listrik  – Spesialis Uap, Bejana Tekan, Kimia

– Crane  – Teknisi Lift     dan Angkat & Angkut

– Forklift  – Teknisi Kebakaran

– Juru Las

 

Sumber : Sini

~ RTM 13 09 19

Dan akhirnya, cewek lagi

Seperti biasa di penghujung bulan, banyak target yang belum kesampaian. Alih-alih ingin belajar nulis, malah disibukan dengan berbagai macam kesibukan kantor dan keluarga. Niatnya sih ingin berleyeh-leyeh setelah jurnal sudah approved, tapi apa daya ternyata tenaga ini masih dibutuhkan oleh khalayak ramai. Namanya juga milik rame-rame, ya udah pasti mesti bolak balik jadi seperti setrikaan. Harus kuat, pokoknya harus bisa mewakili semua orang. Meski terkadang ada rasa menolak dalam hati, kenapa mesti saya yang harus melakukan.

WhatsApp Image 2019-06-27 at 15.32.54Alhamdulillah, tepat di tanggal 02 juni 2019 kemarin kami masih diberi kepercayaan oleh Tuhan pemilik alam untuk merawat putri ke-3 kami. Inilah kali kedua harus ikut serta menemani ibu negara dalam proses persalinan. Untuk kesekian kalinya rambut harus siap untuk dijambak pada saat proses kontraksi. Sebenarnya untuk saya pribadi, tidak ada masalah dengan ceceran darah pada saat proses persalinan ini. Nah, yang jadi masalah adalah kondisi waktu itu pas perut kosong karena sedang puasa. Ditambah prosesnya udah hampir jam 14.00 sore, bisa dibayangkan gimana rasanya perut di ubek-ubek liat ceceran dan bau amis darah persalinan. Dijamin dah bakal nyel-nyelan klo inget waktu itu.

Beruntung juga sih, proses nya berjalan cepat dan tidak butuh waktu lama seperti anak kami yang kedua. Beruntung juga, proses persalinan terjadi pada H-2 hari raya idul fitri 1440 H. Coba klo pas H-1, bisa kebayang klinik persalinan tutup semua. Untung saja si teteh bidan nya belum pulang mudik, baru ketika tanggal 03 juni beliau bisa mudik dan kami pun sudah pulang ke rumah dengan tenang. Alhasil, lebaran idul fitri kali ini kami berlima tidak bisa pulang kampung ke Cikarang lagi. Meskipun hiruk pikuk lebaran di kampung orang lebih ramai dibandingkan dengan kota kelahiran, tetapi tetap saja aroma khas Bekasi yang membuat kami selalu kangen dengan kota sepanas ini.

Meski ada sedikit gurat kecewa di keluarga karena semuanya anggota keluargaku putri-putri cantik, hal itu tidak mengurangi rasa syukur kami kepada sang khalik. Biarlah, anugerah ini akan menjadikan kami sebagai pribadi-pribadi yang penuh syukur. Semoga saja kelak kau akan menjadi seorang hafidzah qur’an sama seperti kakak-kakakmu dan meneruskan cita-cita kedua orang tua mu sehingga menjadikanmu menjadi kebanggaan nusa, bangsa serta agama.

Selamat datang ke dunia RE. Dhaulaghiri Ramadhani Ainnur Rahmat .

 

~RTM 27 06 19

Hidup Harus Ada Tantangan

Zona aman

Ilustrasi

Enam bulan lebih berkutat dengan tugas kampus yang bikin turun drastis berat badan dan bikin kantong mata semakin menyerupai kantong semar. Gimana mau ngeblog, bahan buat tulisan laporan tesis aja masih banyak yang di corat coret. Nasib menjadi mahasiswa tingkat akhir, maju salah gak maju bakal kena DO. Kalau bukan karena desakan ibu negara sama orang-orang di belakang layar, rasanya udah males banget buat ngelarin kuliah ini. Bukan sombong, hambur-hambur uang buat kuliah S2, tapi nyatanya otak gak kesampaian kalo ngadepin pembimbing dengan gelar yang panjang kaya kontainer 40 feet.

Tapi hidup memang harus ada tantangan, mau gak mau tetap di hadepin juga ntu ujian. Beruntung juga, dapat pembimbing dengan gelar panjang tapi orangnya ngenakin banget. Gak bisa bimbingan di kampus, bisa bimbingan di rumah. Gak bisa bimbingan di rumah, bimbingan dimana aja. Cuma yang jadi masalah, otak gua ga nyampe kalo harus ngikutin dia. Secara volume otak gua lebih kecil dari beliau, akibatnya gak bisa ngejar apa yang beliau sampaikan 😀

Anyway, terima kasih banyak Prof. Ir. Djoko W. Karmiadji.,MSME.,Ph.D yang udah susah payah buat ngebimbing tesis, meski semuanya masih jauh dari harapan. Masih ada beberapa tahap yang harus di selesaikan, sebelum semuanya seperti ijazah dan gelar master halal untuk di pakai. Jurnal internasional masih menunggu rilis, TOEFL sudah kelar, dan poster juga udah di print out. Jadi, tinggal nunggu waktu aja buat ngambil ijazah ke kampus tercinta.

Tinggal selanjutnya aja mau apa ? Tetap berkarir di tempat lama, atau ambil tawaran mengajar S1 di salah satu perguruan tinggi. Ah sudahlah, yang penting sekarang mah mulai lagi belajar nulis. Udah lama otak gak di asah, jadinya rada bebal dikit klo di pake buat nulis. Bissmillah aja, mumpung rada senggang siapa tau jadi bisa nulis lagi.

 

~RTM
05 04 19

Gaudeamus Igitur (De Brevitate Vitae) Begitu Sakral Di Telingaku

Done, Finished….!!!

Perlahan syair itu menggema di telinga, satu persatu guru besar keluar dan memasuki ruang sidang terbuka senat universitas. Haru bercampur bahagia menjadi satu ketika memasuki ruang sakral tersebut. Apalagi saat diperdendangkan lagu Guedeamus Igitur, betul-betul menambah rasa syukur bisa ikut andil menjadi peserta pada hari itu.

Rabu, 14  November 2018
Saat semua sedang bersiap untuk masuk ke arena JCC, saya masih bingung mencari dimana tempat untuk berganti pakaian. Maklum sebagai orang kampung, hari itu saya dibingungkan dengan suasana glamour dari acara wisuda universitas. Ya, Alhamdulillah meski dengan terseok-seok akhirnya saya bisa menyelesaikan studi magister teknik mesin dengan mengambil judul tesis “Pengembangan mesin stirling tipe gamma sebagai tenaga penggerak kipas angin”. Bukan hal yang mudah untuk menyelesaikan penelitian tersebut, karena memang sedikitnya referensi dan begitu banyaknya rumus yang harus diturunkan membuat penelitian ini berjalan lambat. Ditambah kesibukan mencari sesuap nasi semakin menambah pelik penyiksaan sebelum summit attack (meminjam istilah pendaki;saat pendakian menuju puncak).

Meskipun semuanya sudah berlalu, euforia kemenangan saat sidang akhir di depan penguji pada tanggal 24 agustus 2018 kemarin masih menyisakan momen yang sangat indah. Bagaimana tidak, sidang tesis yang selama ini ditunggu-tunggu selama lebih dari 2 tahun saya lewati tanpa sedikit pun membuka kembali tulisan penelitaian yang saya buat. Bisssmillah aja deh, meski sebenarnya agak khawatir karena dari 5 orang penguji, ada beberapa dosen senior dan guru bsesar. Bahkan ada yang mantan menteri perhubungan di era kepemimpinan K.H Abdurahman Wahid. “Ah, sudahlah kami pasti bisa melewati ini semua Mat…!” Begitu pikirku dalam hati. Jadi percaya diri dan belajar mengemukakan pendapat menjadi modal utama untuk melewati sidang tersebut dan menjadikan sidang tersebut sebagai kenangan terindah di tahun ini.

Alhamdulillah, ini kali kedua saya mengenakan seragam ini. Kali kedua juga saya mendengarkan lagu Guedeamus Igitur. De Brevitate Vitae (Dalam Singkatnya Kehidupan) atau Gaudeamus Igitur merupakan hymne mahasiswa internasional yang biasa dinyanyikan pada saat acara wisuda mahasiswa. Lagu berbahasa Latin ini diciptakan pada abad pertengahan dan hingga sekarang masih tetap sering dinyanyikan seluruh orang di dunia. Namun, umumnya orang yang menyanyikannya tidak terlalu mengerti apa arti lagu ini sebenarnya. Bagi saya liriknya yang begitu membuat bulu kuduk merinding saat dinyanyikan, meskipun lebih mirip seperti lagu kebaktian sebenarnya.

Meskipun liriknya berbahasa latin dan tidak banyak juga mahasiswa hafal dengan lirik lagu ini, akan tetapi lagu ini tetap memiliki makna tersendiri bagi kami para wisudawan yang hadir di sini. Lagu ini masih banyak diperdengarkan di setiap acara wisuda di univeritas dii seluruh dunia, meskipun banyak juga universitas di Indonesia sekarang yang tidak memakai lagi ini pada saat proses wisuda berlangsung seperti ITB, IPB dan lain-lain. Apapun alasannya, lagu ini tetap menjadi salah satu lagu favorit saya, apalagi bisa untuk ketiga kalinya mendengarkan lagi ini saat proses wisuda S3 (masih dalam mimpi) nanti.

Semoga saja….

 

~RTM 28 11 18

Kejutan September

Subhanallah, bulan ini adalah bulan penuh dengan kejutan yang menguras pikiran dan tenaga. Bagaimana tidak, ada kegembiraan dan kesedihan di bulan ini menjadi satu titik pendewasaan bagi saya. Mulai dari musibah yang datang silih berganti, kehilangan sosok keponakan yang saya cintai yang pergi secepat dia kilat. Hanya dalam waktu beberapa hari sakit, dia pergi meninggalkan kami secepat itu. Jujur, saya goyah ketika mendapat musibah yang terlalu mendadak. Saat kedua orang tua sedang menunaikan ibadah haji. Tapi itulah rencana Tuhan, kita hanya bisa pasrah dan berdoa saja. Kami mencoba untuk tetap ikhlas dengan rencana Nya.

Ada juga momen bahagia saat mengetahui bahwa orang tua tahun ini sudah mendapatkan jatah akan berangkat ke tanah suci. Meskipun sedikit khawatir tentang penyakit yang diderita Abah, tapi kami optimis beliau bisa melewati semuanya dengan baik. Benar saja, beliau sehat walafiat hingga kembali ke tanah air.

Ada momen bahagia juga saat di bulan ini ada dua orang yang menjadi sandaran tempat bernaung merayakan hari kelahiran. Ditambah sidang tesis yang telah berhasil terlewati dengan baik meskipun penguji nya mantan menteri perhubungan di era presiden Gus Dur. Alhamdulillah meski telat, IPK sangat memuaskan. Tinggal menunggu perbaikan dan nilai A pun sudah di tangan.

Dibulan ini juga, ada momen bahagia saat mengetahui istri sedang hamil anak ke empat. Subhanallah, bulan penuh dengan kejutan. Insyaallah masih banyak kejutan lain yang menjadi rahasia sang khalik….

 

 

~RTM 310918

 

 

 

Uitemate (浮いて待て), Teknik Mengapung Dan Menunggu Yang Akan Menyelamatkan Nyawa Anda

Tenggelam (Ilustrasi)

Jujur, pada awalnya saya tidak tahu apa itu Uitemate (浮いて待て)? Meskipun saya tahu persis, kata ini berasal dari bahasa Jepang karena ada huruf hiragana dan kanji yang terbaca dengan jelas. Dan mungkin di negara tercinta Republik Indonesia sendiri masih belum begitu populer jika dibandingkan Life jacket, pelampung, sekoci kapal atau alat-alat keselamatan lain yang berhubungan dengan air. Akan tetapi, teknik uitemate ini akan sangat berguna sekali bagi kita yang sering bermain dengan air.

Coba lihat beberapa hari ke belakang musibah tenggelamnya kapal ferry di danau toba, kemudian menyusul tragedi kapal kandas di Selayar. Sudah berapa banyak nyawa yang tidak tertolong dari kejadian ini. Sebenarnya ini bukan alat yang disediakan oleh pihak lain untuk menolong apabila terjadi suatu kecelakaan yang melibatkan air. Alat ini sebetulnya ada di diri kita masing-masing. Ya, ini adalah sebuah teknik survival atau bertahan hidup di air dengan mengandalkan diri kita sendiri.

Tenang dan Santai

Sebenarnya bagi anda yang tidak bisa berenang, melakukan aktivitas yang berhubungan dengan air yang dalam pasti akan selalui dihantui sebuah kekhawatiran atau rasa was-was. Hal ini tidak berlebihan, karena memang psikologis alamai manusia pasti akan menghindari hal-hal yang berbahaya bagi dirinya sendiri. Jatuh ke dalam sungai atau laut tanpa memiliki kemampuan berenang akan menjadi sebuah mimpi yang sangat buruk. Banyak kasus orang yang harus kehilangan nyawa karena tenggelam akibat tidak mampu berenang atau kelelahan.

Tapi tahukah Anda, data korban tenggelam yang tewas atau hilang di jepang memiliki statistik yang agak aneh terkait usia korban. Menurut survei, sebanyak 803 orang tewas atau hilang tenggelam pada 2013. Lebih dari 47% berusia lebih dari 65 tahun, sementara sisanya kebanyakan berkisar antara usia lulus SMA hingga 65 tahun. Sedangkan anak-anak di bawah usia sekolah dasar hanya berjumlah 44 orang.

Profesor Hidetoshi Saito dari Universitas Teknologi Nagaoka meyakini rendahnya korban usia anak disebabkan karena banyak anak SD yang telah mengikuti pelatihan “Bertahan Hidup dengan cara Mengapung dan Menunggu” atau dalam bahasa Jepang “Uitemate”. Konsep Uitemate sangat sederhana namun efektif. Banyak korban tenggelam jatuh kedalam air ketika berpakaian lengkap, dan karenanya penting bagi kita untuk mengetahui cara agar tetap bisa mengambang dipermukaan dengan kondisi tersebut.

Uitemate (Versi English)

Konsep Uitemate sangat sederhana namun efektif. Banyak korban tenggelam jatuh kedalam air ketika berpakaian lengkap, dan karenanya penting bagi kita untuk mengetahui cara agar tetap bisa mengambang dipermukaan dengan kondisi tersebut.

Uitemate (Versi Indonesia)

Pada 2008, di Kobe lima orang tenggelam di sungai Toga ketika hujan badai, seorang anak SD dapat diselamatkan karena ia bertahan hidup dengan cara memeluk tas rangsel-nya. Para ahli mengatakan, seseorang dapat dengan mudah mengapung di permukaan air seperti layaknya Berang-berang, dengan hanya memegang sesuatu seperti botol plastik kosong.

Peristiwa menakjubkan lainnya terjadi saat Jepang dihantam Tsunami pada 11 Maret 2011, murid-murid SD di Prefektur Miyagi selamat dari tenggelam karena menggunakan teknik Uitemate. Saat gempa terjadi, mereka dievakuasi ke gedung olahraga, namun tak lama kemudian mereka terjebak air tsunami yang masuk kedalam gedung dan air makin lama makin meninggi.

Ketika bencana berlalu, para rewalan dibuat takjub saat masuk ke dalam gedung tersebut, tak ada satu pun murid yang tewas tenggelam. Seorang guru mengatakan mereka selamat karena menggunakan teknik Uitemate untuk mengapung. Kebetulan teknik ini telah dipelajari pada saat pelajaran renang. Teknik ini memang telah diajarkan di seluruh Sekolah Dasar di Jepang. Profesor Hidetoshi Saito adalah orang yang mencetuskan ide ini. Ia mendapatkan ilham ketika melihat daun yang mengapung di air.

Mengambang

Saat seseorang jatuh ke dalam air, reaksi spontan adalah berusaha untuk berenang walaupun ternyata ia tidak pandai berenang. Dengan spontan korban juga akan melambai-lambaikan tangannya sambil berteriak minta tolong, tangan yang mengarah ke atas sebenarnya malah akan membuat korban menjadi semakin mudah tenggelam. Menurut Prof. Saito, tindakan ini salah. Yang harus dilakukan adalah berusaha agar tetap mengapung memakai teknik Uitemate dan tunggulah hingga bantuan datang.

Saat ini teknik Uitemate gencar dikampanyekan ke seluruh Dunia, terutama wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dalam satu setengah tahun, 40 instruktur telah dilatih dan 10.000 orang di Sri Lanka telah mendapatkan pelatihan Uitemate. Berikut Teknik Uitemate yang dapat kita praktikkan dikutip dari duniaberbicara.com :
Untuk belajar teknik ini, berikut tips-tips yang bisa untuk Anda lakukan.

Tenang dan santai, apabila Anda telah terjun ke dalam air, hal yang pertama perlu untuk dilakukan adalah bersikap tenang. Jangan panik, panik hanya akan membuat anda semakin tenggelam. Rentangkan tangan dan kaki, usahakan setenang mungkin untuk tidur terlentang di air sambil merentangkan tangan dan kaki. Kurangi gerakan-gerakan yang bisa membahayakan diri Anda.

Santai

Pandangan menatap ke atas, untuk melancarkan sistem pernafasan Anda, hal yang dilakukan pada teknik satu ini adalah wajah dan pandangan mata menatap ke atas kemudian bernafas seperti biasa. Teknik jika memakai sepatu, biarkan sepatu Anda terpasang, berat sepatu tersebut akan bisa membantu mengapung. Botol kosong, jika ada botol kosong di dekat Anda gunakan botol kosong tersebut untuk didekap pada atas dada Anda, hal ini akan semakin membantu proses mengapung.

 

Sumber :
1. Sini
2. Sini

 

¬RTM
04 07 18

Tips Memilih Jam Tangan Untuk Mendaki Gunung

Casio SGW-300HB-3AVCF

Jika sebelumnya saya sudah menulis tentang Tips cara packing tas carrier yang benar dan kemarin siang saya sudah coba mengulas tentang tips cara memilih sepatu gunung yang baik, Tips aman dan nyaman memakai sepatu PDL ketika berpetualang dialam bebas, kali ini kali ini akan saya coba untuk mengupas lagi tentang tips memilih jam tangan untuk kegiatan outdoor. Pada beberapa kasus tertentu, saya terbiasa menggunakanjam tangan ini karena alasan kenyamanan.

Sebuah kegiatan outdoor seperti halnya pendakian, merupakan sebuah kegiatan yang menantang dan membutuhkan skill survival di alam terbuka. Seiring dengan perkembangan zaman, para perempuan juga saat ini ikut meramaikan kegiatan pendakian. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk bisa survive di gunung. Salah satunya dengan mempersiapkan peralatan pendakian lengkap sesuai standar kemanan ketika hendak mendaki.

Casio SGW-300HB-3AVCF

Olahraga mendaki gunung saat ini telah menjadi hobi yang tergolong mahal apabila melihat dari gear, budget logistik kegiatan pendakian hingga transportasi ke daerah pendakian. Bagi para pendaki, tidak hanya peralatan yang diperhatikan namun juga style untuk mendaki dengan berbagai aksesoris peralatan outdoor. Salah satu aksesoris pendukung pendakian yaitu jam tangan. Jam tangan selain sebagai penunjuk waktu biasanya dilengkapi sensor penunjuk ketinggian. Mengenai ketahanan jam tangan outdoor tidak perlu di ragukan lagi. Saya sendiri saat ini menggunakan Casio SGW-300HB-3AVCF untuk menunjang aktivitas selama berkegiatan di alam terbuka.

Minimal jam tangan tersebut sudah water resist (tahan air) dan tahan terhadap suhu dingin di gunung. Berikut ini adalah tips membeli jam tangan untuk kegiatan pendakian :

A. Memilih jam berwarna gelap.
Biasanya para laki – laki lebih menyukai warna gelap karena terkesan gagah dan sesuai dengan warna pakaian apapun. Untuk itu pilihlah warna jam outdoor dengan warna gelap agar tidak hanya difungsikan sebagai salah satu aksesoris pendakian, namun juga bisa dipakai dalam kegiatan keseharian.

B. Pilih desain jam outdoor yang memiliki kemiripan dengan jam kegiatan indoor.
Kita semua pastinya anda sudah familiar dengan jam Digitec maupun G-Shock yang merupakan jam yang terkenal untuk segmen sport. Terdapat banyak tipe untuk jam outdoor di Digitec atau G-Shock. Pilihlah jam dengan tipe atau jenis khusus untuk kegiatan outdoor namun juga bisa digunakan untuk kegiatan indoor. Biasanya jam untuk kegiatan outdoor memiliki fitur stopwatch, water resist hingga LED light. Kamu juga bisa membeli jam tangan outdoor ke distro outdoor gear khusus kegiatan outdoor seperti Rei, Eiger, Consina dan outdoor gear lain. Di tempat tersebut sangat direkomendasikan karena mereka mengkhususkan pada pembuatan aksesoris kegiatan outdoor terutama kegiatan pendakian.

C. Pilihlah jam tangan yang asli.
Jam tangan yang asli biasanya mahal harganya. Namun ada baiknya kamu mencari tahu di pasar online juga banyak yang menjual jam tangan asli dengan harga terjangkau apabila mau membuka wawasan. Ingat semakin mahal harganya biasanya kualitas juga mengikuti. Jika masih ragu untuk belanja on line, silahkan datang ke gerai-gerai atau toko resmi yang di tunjuk.

D. Pilih jam dengan fitur sesuai kegiatanmu.
Fitur yang paling penting untuk para pendaki yaitu fitur LED light dan water resist. Fitur ini sangat penting bagi para pendaki. LED light sangat berfungsi ketika melakukan kegiatan pendakian pada malam hari. Sedangkan water resist sangat berfungsi apabila cuaca buruk.

E. Berat jam tangan.
Ada kata – kata yang sering diucapkan para pendaki yaitu semakin ringan sebuah outdoor gear maka semakin baik, hal ini juga berlaku pada gear jam tangan mountaineering. Bukan hanya ringan namun harus memiliki fungsi jam sebagaimana mestinya. Bobot yang ringan akan sangat berguna agar badan tidak cepat lelah. Dengan bobot yang ringan maka kita akan mudah berakselerasi dengan mudah tanpa meninggalkan fungsi jam sebagai pengingat waktu.

5. Waterproof.
Rata – rata jam tangan sekarang sudah dilengkapi dengan fungsi waterproof atau tahan terhadap air. Namun untuk kegiatan pendakian kita butuh fungsi waterproof yang lebih kuat dari biasanya. Tingkat kekuatan waterproof biasanya bisa dilihat dari notasi ___ m (meter) yang merujuk pada kedalaman air serta ___ATM (Atmosphere Pressure) yang berarti tingkat tekanan udara yang dapat diterima jam tersebut.

Pada umumnya, tingkat ketahanan jam tangan didalam air biasanya adalah 30 m, atau 3 ATM water resistant. Meskipun ada fungsi water resistant, jam tangan ini hanya tahan terhadap air ketika mencuci tangan saja. Apabila direndam, maka jam tangan ini akan rusak. Para penyelam biasanya meggunakan spesifikasi jam dengan level notasi 20 ATM atau 200 meter lebih. Level notasi 20 ATM merupakan level untuk berenang di air dangkal. Pada level perenang yang lebih dalam membutuhkan level notasi 30 – 50 ATM. Level notasi untuk mendaki gunung cukup 10 ATM saja.

6. Fungsi utama jam.
Spesifikasi jam yang digunakan untuk mendaki minimal harus memiliki fungsi barometer (pengukur tekanan udara), altimeter (pengukur ketinggian), dan kompas. Selain itu ada juga yang menambahkan thermometer (pengukur suhu), accelerometer (pengukur kecepatan dan getaran), alarm, heart rate monitor, hingga perhitungan kalori yang keluar dari tubuh.

Semakin banyak fungsinya maka semakin menarik jam tersebut. Namun, apalah arti fungsi yang banyak namun tidak mampu mengoprasikannya. Maka, kita harus tau bagaimana cara mengoprasikan fungsi – fungsi jam tersebut dengan mempelajarinya. Dari berbagai fungsi tersebut, fungsi GPS bisa jadi merupakan fungsi yang sangat dibutuhkan selain fungsi jam sebagai penunjuk waktu. Melalui fungsi GPS ini kita dapat mengecek rute pendakian serta menghubungkan rute peta pendakian yang terekam di jam ke dalam PC. Selain itu ada juga jam tangan yang memiliki tambahan fungsi tracking kondisi fisik seperti kalori dan heart rate monitor.

7. Display jam tangan.
Display jam tangan terbagi menjadi dua yaitu analog dan digital. Jam yang digunakan untuk mendaki pada umumnya menggunakan display jam tangan digital dimana jam digital memiliki kelebihan mampu menampilkan jenis – jenis fungsi seperti altimeter hingga kompas.

8. Bahan tali jam.
Ada dua jenis tali jam tangan yang ringan dan tahan yaitu karet silikon dan nilon. Tali silikon tahan terhadap air, tali jenis ini sangat cepat menguapkan air yang ada diantara tangan dan jam yang anda kenakan. Sedangkan tali nilon mudah membuat ruam pada kulit dan agak lama kering.

 

Sumber : Sini

~RTM
21 05 18

Ingin mempunyai anak Hafidz Qur’an

Menempuh perjalanan panjang selama hampir kurang lebih 2 jam menuju kota Bogor adalah sesuatu hal yang menjemukan. Bagaimana tidak, menyusuri jalanan kota ini di waktu libur adalah sebuah tantangan tersendiri. Kota dengan julukan ‘Kota seribu angkot’ selalu menyuguhkan pemandangan yang bikin mengelus dada. Ya, ‘Macet’ setiap kali ke sana pasti disuguhkan oleh pemandangan macet yang membuat stress. Meski setiap hari saat berangkat kerja selalu disuguhkan dengan pemandangan macet, tetap saja macet di Bogor semakin menambah panjang masalah yang harus di selesaikan oleh negeri tercinta ini.

Apapun alasannya, tetap minggu ini harus ke sana. Bukan untuk melepaskan lelah dan bersantai untuk berwisata, akan tetapi melakukan tes ujian saringan masuk buat anak tercinta di PP Hamalatul Qur’an Falakiyah Kota Bogor. Entahlah, pergaulan anak muda jaman sekarang semakin membuat miris para orang tua. Ah apapun itu alasannya, untuk kondisi saat ini pondok pesantren adalah satu-satunya jalan yang menurut kami yang terbaik untuk pendidikan si kakak nantinya.

Kami sebagai orang tua yang tidak banyak waktu di rumah,dan merasa ilmu agama kami masih sedikit, ingin memondokkan anak selepas SD. Ibunya yang notabene pernah berkarir di dunia pendidikan sebagai guru, sudah tidak percaya dengan pendidikan umum. Meskipun tidak semua sekolah umum yang agak cuek dalam mendidik tentang ahlak, tetapi alangkah bijaknya pondok pesantren adalah langkah tepat buat anak kami yang sudah mulai beranjak dewasa. Anak-anak sudah mulai remaja, dengan usia 12 tahun yang akan sangat riskan terhadap lingkungan, dan teman-temannya. Akhirnya, kami bicara pada anak kami, jika nanti lulus SD, dia akan kami pondokkan. Beruntung dia menurut meski ketika awalnya sangat berat dan ragu-ragu. Tapi dengan diberi sedikit pemahaman, dia akhirnya siap dan mau untuk di pondok. Tujuannya agar kelak dia bisa jadi anak yang sholehah, hafidz quran dan membawa keluarganya selamat dunia akhirat.

Akhirnya waktu tes ujian saringan masuk SMP tahfidz Qur’an pun di mulai. Beruntung, karena salah satu panitia adalah sepupu saya yang masih nyantri di pondok tersebut dan sekarang masih di bangku kelas XI. Dari dirinya lah kami tertarik untuk memasukan anak di pondok ini. Meski sebelumnya adik bungsu saya juga pernah mondok di sini, akan tetapi adik saya hanya sampai tamat SMP saja dengan hasil akhir hafalan sebanyak 8 juzz. Subhanallah, sepupuku yang hanya beda 1 tahun dari adik bungsu ku ini sudah hafidz 30 juzz. Mudah-mudahan, si kakak nanti bisa menyusul kakak sepupunya dan bisa hafidz qur’an juga.

Melepaskan anak untuk menimba ilmu ke pondok seperti mengantar ke pemakaman. Kita harus ikhlas seikhlas-ikhlasnya. Selepas Bapak Ibu dari sini, mungkin akan banyak santri yang bisa langsung beradaptasi. Santri baru akan menemukan dunia yang baru, teman baru, serta suasana baru. Justru mereka akan terasa lebih nyaman karena banyak teman yang senasib dan sepenanggungan, jauh dari keluarga. Tapi sebaliknya dengan Bapak Ibu, akan merasa sangat kehilangan. Maka, saya pesan, ikhlaskan anak Bapak Ibu kami ajar disini, kami juga mendoakan supaya calon santri dan santriwati betah di pondok.

Mempunyai seorang anak hafidz Qur’an adalah sebuah anugerah yang tidak ternilai besarnya sehingga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Selain bisa membanggakan kedua orangtua, seorang anak hafidz Qur’an kelak diakhirat akan mendapat syafaat bagi keluarga.

Semoga saja ada hasil yang membahagiakan di awal bulan mei ini untuk kelulusan tes masuk si kakak…

 

~RTM
30 04 18

 

Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2018

HPSN 21 Feb 2018

Ada yang momen besar yang terlewat di penghujung bulan februari ini. Entah itu tertutup berita mengenai penganiayaan ulama orang gila, kepulangan HRS, penyelundupan sabu seberat 2 ton atau karena isu PKI yang semakin memanas. Ah sudahlah, karena sama sekali gak doyan dengan namanaya politik praktis, lebih baik membahas isu tentang lingkungan hidup.

Kemarin, tepatnya tanggal 21 Februari 2018 kita memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Kenapa setiap tanggal 21 Februari selalu diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional?

Hari Peduli Sampah Nasional dipicu oleh tragedi longsornya sampah di TPU Leuwigajah pada tanggal 21 Februari 2005 yang membuat banyak korban jiwa, pengelolaan sampah yang buruk menjadi salah satu penyebab permasalahan sampah.

21 Februari 2005 pada dini hari, tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Leuwigajah longsor dan mengubur 143 orang tewas seketika. Sekitar 137 rumah di Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung dan dua rumah di Desa Leuwigajah, Cimahi, Provinsi Jawa Barat juga tertimbun longsoran sampah dengan ketinggian mencapai 30 meter.

Selain itu, ribuan ton kubik sampah juga mengubur kebun dan lahan pertanian milik warga Kampung Pojok, Cimahi Selatan seluas 8,4 hektare. Bencana alam berupa longsoran sampah TPA dengan kemiringan tebing 15-45 derajat serta diapit Gunung Pasir Panji dan Gunung Kunci itu merupakan rekor tertinggi di Indonesia dan rekor kedua terbesar di dunia.

Rekor pertama adalah longsoran sampah di TPA Payatas, Quezon City, Filipina. Longsoran sampah yang terjadi pada 10 Juli 2000 sekitar pukul 05.00 waktu setempat itu menewaskan lebih dari 200 orang. Angka itu belum termasuk ratusan orang lainnya yang hilang dalam bencana tersebut. Urutan ketiga ditempati Yunani. Longsoran sampah di TPA dengan sistem landfi ll (menghamparkan sampah di atas lahan terbuka) di Ano Liossia, sekitar 10 kilometer sebelah utara Athena itu menelan korban puluhan orang pada Maret 2003.

Tiga tragedi mengenaskan itu memiliki kesamaan. Ketiga TPA itu berada di perbukitan dengan topografi berlereng, menggunakan sistem landfi ll, dan terjadi pada waktu hujan di musim penghujan. Waspadalah Karena itu bagi Anda yang berada di kawasan dengan kondisi topografi berlereng tersebut berhati-hatilah dan waspadalah saat musim penghujan sekarang ini. Bukan apa-apa, hujan memacu terjadinya longsoran sampah yang menggunung. Hujan yang terus-menerus membuat gas metan (CH4) yang tertimbun sampah terdesak. Gas ini akan berusaha keluar dari air hujan yang mengguyur tadi.

Ketika hujan mengguyur tumpukan sampah, gas metan akan keluar naik, sesuai dengan hukum alam karena memiliki berat jenis yang lebih ringan daripada air. Jika gas metan sudah mencapai 12 persen terhadap total udara, terjadilah ledakan. Metan adalah gas alam tanpa warna, berbau, dan mudah terbakar. Gas berbahaya ini dihasilkan dari penguraian sampah organik seperti dedaunan atau sisa makanan yang menumpuk di tempat pembuangan sampah.

Biang penguraian itu adalah bakteri pembusuk dan terjadi di tempat yang nihil oksigennya (anaerob). Survei yang dilakukan sebelum terjadi longsor oleh pakar lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Ir Enri Damanhuri menunjukkan, konsentrasi gas metan di TPA Leuwigajah sangat kritis yaitu mencapai 10 hingga 12 persen. Bayangkan, gas metan dapat menimbulkan ledakan jika memiliki konsentrasi 12 persen. Inilah mengapa sebelum tumpukan sampah itu longsor, terjadi ledakan yang sangat keras.

Senada dengah hal itu, pakar persampahan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Ir Firman L Syahwan MSi mengatakan, ledakan itu terjadi karena gas metan yang dihasilkan sampah bereaksi dengan udara. Tumpukan berton-ton sampah itu tidak memiliki saluran ventilasi. Ia terjebak dan volumenya terus meningkat seiring dengan bertambahnya sampah. Ketika timbunan gas dalam volume besar ini bersentuhan dengan udara, terjadilah pijar api yang disertai ledakan. “Gas metan yang terisolasi itu meledak karena lubang ventilasi tidak berfungsi,” kata Firman.

Gas metan memang punya sifat mudah terbakar, bahkan meledak seperti bom jika terkena oksigen dalam rasio kecil yakni 14 bagian oksigen berbanding satu bagian metan. Tak mengherankan, di tempat pembuangan sampah kerap terjadi kebakaran yang tak jelas asalusulnya. Kejadian ini pernah terjadi di TPA Suwung Denpasar, Bali dan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Tetapi di luar nilai itu (kurang atau lebih dari 12 persen), gas metan tidak akan meledak, paling hanya terbakar. Oleh karena itu, salah satu solusi agar tidak terjadi ledakan adalah dengan membakar tumpukan sampah.

Pada teknologi pengolahan sampah modern di beberapa negara maju, gas metan itu disedot keluar lewat ventilasi sehingga meminimkan risiko kebakaran. Selain itu, gas metan hasil pengolahan sampah ini juga digunakan sebagai sumber energi (biogas), termasuk menghasilkan listrik. Unik Longsoran sampah di TPA Leuwigajah itu termasuk unik. Sampah itu melorot satu blok ke bawah, mengupas beberapa dinding bukit. Akibatnya, rumpun- rumpun bambu yang akarnya tidak terlalu dalam itu bergeser ke bawah sejauh dari 500 meter dari tempat asalnya. Rumpun bambu itu masih tetap hidup walau sudah tergeser ratusan meter dari tempat asalnya. Bukan sekali ini TPA Leuwigajah longsor. Menurut catatan yang dihimpun Itoc Tochija dan Budiman dalam bukunya Tragedi Leuwigajah (2005), sebelumnya Leuwigajah telah mengalami dua kali longsor.

Longsor pertama terjadi pada tahun 1990. Ketika itu tidak menelan korban jiwa dan harta benda karena longsorannya berskala kecil. Maklum, saat itu volume sampahnya juga relatif masih sangat rendah. Longsor kedua terjadi tahun 1994. Lonsoran sampah itu juga tidak merenggut jiwa manusia tetapi menimbun tujuh rumah penduduk. Namun entah mengapa walaupun telah diingatkan dengan dua peristiwa tersebut, masyarakat masih juga alpa.

Padahal setahun sebelum peristiwa tragis itu, sejumlah peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Dinas Lingkungan Hidup telah mengingatkan mengenai kondisi TPA Leuwigajah yang perlu segera ditangani. Ketika itu, umur TPA tersebut memang masih sekitar lima tahun lagi, namun perlu dibenahi dan ditata.

Peringatan itu seolah angin lalu. Para warga malah terus membangun rumah-rumah merangsek mendekati lokasi TPA. Jarak antara permukiman penduduk yang baru dan lokalisasi TPA itu kian mendekat. Ketika sampah tersebut semakin menggunung, longsorannya pun mengubur rumah-rumah beserta para penghuninya yang lalai itu. Mengenaskan memang, TPA Leuwigajah yang pertama kali dipakai pada 13 Januari 1987 itu malah membuyarkan harapan banyak orang.

Marilah kita mulai aksi kecil yang bisa dilakukan mulai dari diri sendiri seperti kurangi menghasilkan sampah dengan menggunakan tumbler atau tempat makan dari rumah, menggunakan totebag sebagai penganti kantong kresek, mengambil makanan yang cukup & dihabiskan untuk mengurangi sampah, kurangi tisu, memisahkan sampah dari rumah dan lain-lain itu adalah aksi kecil dan nyata yang bisa kita lakukan dari diri sendiri mulai saat ini untuk bumi yang bersih.

Sumber

~RTM
22 02 18

Ketika Pasangan Hidup Seorang Pendaki Gunung

Mount Salak Jan 2010

Membaca tulisan salah satu sahabat blogger bikin saya senyum-senyum dan ketawa kecil. Bagaimana tidak, tulisannya benar-benar menggambarkan dan mirip sekali dengan kisah hidup saya. Dulu sebelum akhirnya seorang pendaki gunung wanita berhasil singgah dan melanjutkan petualangan hidup bersama saya hingga kini menginjak usia pernikahan yang ke 12 tahun. Hingga petualangan mendaki gunung bukan lagi menjadi penghalang ketika Tuhan telah mempersatukan nya dalam jalinan pernikahan. Dan keinginan untuk melakukan pendakian bersama di alam terbuka membuat kami berdua terpaksa menularkan dan meracuni kecintaan kami terhadap alam dan gunung kepada anak-anak kami.

Memiliki pasangan seorang pendaki gunung akan memberikan Anda hidup yang sederhana, tapi penuh arti. Mereka yang belajar di alam akan menyadari bahwa jadi manusia berguna itu lebih penting daripada menumpuk harta bagi diri sendiri. Karena pada akhirnya, Anda cuma punya integritas yang bisa dibawa sampai mati. Hidup itu tidak hanya diisi oleh lahir besar kemudian mati, tapi hidup itu adalah proses pembelajaran untuk menghadapi kehidupan yang abadi di akhirat kelak.

Seorang pendaki gunung termasuk orang yang berani menetapkan target dan mematuhinya. Mereka sudah sangat akrab dengan kebiasaan yang satu ini. Mereka terbiasa menetapkan tujuan akhir yang harus dicapai dalam setiap pendakian meskipun banyak kendala yang akan dihadapinya. Sebelum memulai, sebuah pendakian, dirinya  akan memperhitungkan waktu dan tenaga yang dimiliki kemudian menyesuaikannya dengan rute yang akan dihadapinya. Dia bisa dengan sangat tepat menetapkan target sesuai sumber daya yangdimilikinya. Kemampuan ini akan sangat berguna jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, kamu tidak perlu khawatir nak, jika memiliki seorang suami dalam hidup kalau dengan pendaki gunung.

Semoga saja…

~RTM
31 01 18