Hanya untuk saat ini

Ingin rasanya sejenak melepaskan penat yang mendera
Menapaki ribuan anak tangga yang menuju satu titik
Menghirup kembali udara tipis yang menerpa Serta nyanyian gesekan dahan pinus
Dan menghela nafas di atas tanah basah itu lagi
 
Bersama lagi, bersama kita rasakan kedamaian
Lupakan sejenak segala prahara yang menerpa
Tanggalkan semua topeng dan baju kesombongan kota
Lupakan semua, hanya untuk saat ini …
 
Hanya untuk saat seperti ini……
Aku rindu tidur beratapkan langit bersamamu
Menatap hamparan bintang dari balik tenda
Dan menunggu datangnya mentari pagi
 
Bunda, aku rindu kamu…
Rindu menggendong Rinjani kecil di atas bahuku
Hanya untuk saat seperti ini……
Aku rindu tidur beratapkan langit bersamamu
Menatap hamparan bintang dari balik tenda
Dan menunggu datangnya mentari pagi
 
Aku rindu kamu bunda…..
Rindu menggendong Rinjani kecil di atas bahuku lagi
Iklan

Akhirnya…….

Akhirnya setelah hampir 3 tahun karena kesibukan pekerjaan yang sangat padat (padahal mah ga ada koneksi internet) dan pekerjaan yang sangat mobile serta sering keluar masuk hutan pada hari ini rabu 27 Maret 2013 di sebuah rumah berlantai dua yang cukup mewah pemberian oleh perusahaan di sudut kota Satui Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, bisa ku torehkan dan ku simpan sejumput kisah perjuangan seorang anak petani mengembara hingga ke pelosok negeri.

Sepenggal cerita yang sangat sayang untuk ku simpan sendiri dalam hati, bukankah berbagi itu sangat indah kawan? Meski bahasa penulisan yang masih amburadul dan jauh dari kesan seorang penulis profesional, tapi aku berharap semoga saja tulisan ini bisa menjadi air di tengah padang gersang pelepas dahaga untuk para pembaca. Aku akan terus berusaha dan berusaha semaksimal mungkin memperbaharui perbendaharaan kata-kata sehingga bisa terus menulis dan menulis serta berusaha memperkaya ilmu pengetahuan meski hal itu terasa sangat berat. a

Jika memang aku ditakdirkan untuk menjadi seorang pujangga dan pandai merangkai kata-kata, mungkin saat ini puluhan bahkan mungkin ratusan buku hasil karyaku sudah tersebar luas di seluruh nusantara. Yach terlalu naif memang jika kita meyesali diri, yang penting saat ini aku berusaha untuk tampil sebagai seorang suami dan ayah bagi putriku yang masih bisa meluangkan sedikit waktu untuk menulis dan meramaikan dunia maya. Meski berbekal sedikit ilmu pengetahuan tapi aku yakin suatu saat nanti tulisan-tulisanku akan sampai di depan layar monitor kalian. Semoga saja….

Akhir kata semoga anda berkenan untuk mampir di blog yang sangat sederhana ini, dan jangan lupa untuk selalu memberikan komentar. Karena komentar anda-anda semua akan sangat berguna untukku ke depannya. Selamat membaca…….