Perjalanan 25 Jam membelah belantara Kalimantan 1

Perjalanan hampir 25 jam membelah belantara Kalimantan ini benar-benar menyiksa tubuhku. Bukan hanya jalan yang penuh lubang yang terkadang sangat mengganggu akan tetapi suasana hutan yang terkesan begitu menyeramkan, mungkin karena luasnya pulau ini sehingga manusia terkadang enggan untuk membangun rumah di sepanjang jalan yang ku lalui. Lucu memang kedengarannya alasan ku kali ini melakukan perjalanan dinas menggunakan kendaraan darat, bukan karena rasa penasaran ingin melihat seindah apa pemandangan alam yang akan ku lalui. Akan tetapi karena rasa takut yang begitu dahsyat untuk melakukan perjalanan naik pesawat udara pada saat itu. Ya, bayangkan saja perjalanan sebelumnya dari Pulau Sumbawa ke Balikpapan yang seharusnya hanya beberapa jam saja terasa begitu lama dikarenakan cuaca buruk. Badan pesawat yang tiba-tiba turun beberapa ratus meter tanpa pemberitahuan dari crew membuat kami semua panik. Beruntung saja kami tidak mengalami Engine pesawat yang mati mendadak seperti yang dialami temanku yang sama-sama akan ke Balikpapan. Itulah alasan kenapa aku lebih memilih untuk lewat jalan darat kali ini.

Tepat jam 19:00 WITA setelah pamitan dengan teman sepekerjaan di Kalimantan Timur tepatnya Sengatta Kabupaten Kutai Timur, kendaraan yang akan membawaku menempati tugas baruku di Satui kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan datang menjemput. Dengan persiapan seadanya karena semua barangku sudah kukirimkan ke Bekasi lewat pesawat, akhirnya kami berangkat dengan harapan shubuh nanti tidak mengantri di penyeberangan Ferry.

Perjalanan yang panjang ini memang bukan baru sekali ini saja aku lakukan, akan tetapi terbayang 25 jam lebih aku harus duduk di kursi kendaraan yang akan membawaku ke tempat baru. Ah…mungkin saja ketika siang nanti bisa aku bisa menikmati pemandangan indah di sepanjang perjalanan gumam ku menyemangati asa yang serasa meredup karena membayangkan betapa letihnya perjalananku kali ini.

Tepat jam 05:30 WITA akhirnya kami sampai di penyebrangan ferry Kariangau Balikpapan, dan dengan sigap pak sopir langsung memesan tiket dan alhasil, kami berada di barisan depan parkiran di ferry tersebut untuk menyeberang. Selepas mengisi perut yang sudah mulai meminta untuk di isi, aku putuskan untuk shalat shubuh di ferry. Well, pengalaman kedua shalat di atas kapal ferry karena sebelumnya juga aku pernah mengalaminya ketika melakukan perjalanan dari Mataram ke Tano Sumbawa Barat. Suasana yang hening seakan lebih mendekatkanku kepada Nya, karunia Mu Ya Allah terima kasih atas apa yang engkau telah berikan selama ini. Perjalanan 1 jam terasa begitu cepat, kami pun tiba di Kabupaten Penajam Pasir Utara masih di Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah 9 tahun, akhirnya...

Setelah 9 tahun, akhirnya…

Tidak ada yang isimewa melewati kota ini, tetapi selepas kota ini ternyata kejutan yang cukup manis untukku dari Mu Ya Allah. Ya, selepas aku mengeluh “I’ts hard to be an Indonesian people”….karena kami harus mengantri BBM di Kabupaten Paser dalam waktu yang cukup lama, padahal banyak perusahaan besar seperti Total dan Chevron serta Pertamina beroperasi di sekitar area tersebut. Kenapa tiba-tiba saja ingatanku menyeruak mengingat seorang teman satu kost di Bandung dahulu yang hampir 9 tahun tak bertemu, bukan hanya sebagai teman akan tetapi lebih dari saudara aku menganggapnya karena lebih dari 5 tahun kami bersama.

Setelah buka memory telpon akhirnya ku temukan juga dan langsung ku telepon. Terkejut memang ketika telpon dari ku di angkat olehnya, dan ajaibnya ternyata tempat kerjanya hanya berjarak beberapa ratus meter saja dari tempatku mengantri BBM. Piuhh….akhirnya setelah hampir 2 tahun di kalimantan akhirnya ku temukan kembali saudaraku yang lama menghilang ini. Terima kasih ya rabb……

Karena perjalanan masih menyisakan lebih dari 8 jam lagi untuk menuju Kabupaten Tanah Bumbu akhirnya kami putuskan untuk kembali berangkat. Dari sinilah kami disuguhi pemandangan luar biasa dan menakjubkan di sepanjang perjalanan menuju tempat kerja baru.

Jalan Rusak dekat Perbatasan  Kaltim

Jalan Rusak dekat Perbatasan Kaltim

Pegunungan Meratus

Pegunungan Meratus

Pegunungan Meratus

Pegunungan Meratus

Pegunungan Meratus

Pegunungan Meratus

Pegunungan Meratus

Pegunungan Meratus

Jalan Mulus Kalsel

Jalan Mulus Kalsel

Iklan

2 thoughts on “Perjalanan 25 Jam membelah belantara Kalimantan 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s