Warisan sang maestro…….

Mengapa ketika syair itu dinyanyikan selalu saja tubuh ini merinding dan rasa nasionalisku terhadap negeri tercinta ini semakin bertambah besar? Hanya sebuah rangkaian kata yang cukup membuat bulu kuduk ku merinding dan jiwaku menggigil hebat, di saat tembang ini di nyanyikan. Sebuah lagui yang selalu ku nyanyikan ketika menjelajahi lebatnya rimba dan menjejakan kaki di setiap gunung yang ku daki. Sungguh sebuah karya sang Maestro yang lahir di Jombang, Jawa Timur pada 14 Juli 1948 dengan nama Soedjarwoto Soemarsono.

Berkibarlah bendera negeriku..........!!!
Berkibarlah bendera negeriku……….!!!

Ya… Soedjarwoto atau kita mengenalnya dengan nama “Gombloh” dilahirkan sebagai anak ke-4 dari enam bersaudara dalam keluarga Slamet dan Tatoekah. Slamet adalah seorang pedagang kecil yang hidup dari menjual ayam potong di pasar tradisional di kota mereka. Sebagai keluarga sederhana, Slamet sangat berharap agar anak-anaknya dapat bersekolah setinggi mungkin hingga memiliki kehidupan yang lebih baik. Gombloh menyelesaikan pendidikan sekolah di SMA Negeri 5 Surabaya dan sempat berkuliah di Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember, (ITS) Surabaya, namun tidak diselesaikannya dan memilih menuruti nalurinya untuk bermusik. Gombloh pada kenyataannya tidak pernah berniat kuliah di ITS, ia melakukannya karena kasihan dengan orang tuanya. Ia sering membolos. Gombloh bereaksi dengan menghilang ke Bali dan bertualang sebagai seniman. Jiwanya yang bebas tidak dapat dikekang oleh disiplin yang ketat dan kuliah yang teratur.

Sang Maestro

Sang Maestro


Kelakuannya ini akhirnya diketahui ayahnya setelah Slamet mendapat surat dari ITS yang memberikan peringatan. Musisi sederhana nan idealis ini menghembuskan nafas terakhirnya di Surabaya pada 9 Januari 1988 di usia yang masih terbilang muda, 40 tahun. Penyakit paru-paru yang memang telah lama menggerogoti tubuh kurus Gombloh akibat kebiasaannya merokok dan begadang, pada akhirnya merenggut jiwa sang seniman kreatif itu.

Merah Putih di Puncak Everest

Merah Putih di Puncak Everest

Syair lagu “Merah Putih” itulah yang semenjak dahulu selalu membuatku merinding dan membangkitkan jiwa nasionalisku kepada negara Indonesia. Dan ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk negeri tercinta ini, meskipun hanya sebatas menjadi warga negara yang baik untuk saat ini. Tak mengapa hanya itu saja yang bisa kulakukan untuk saat ini, entah nanti akan seperti apa? Yang pasti, sampai saat ini aku masih sangat marah jika negeri yang ku cintai ini di kotori oleh beberapa ulah para oknum dan pejabat yang melakukan korupsi serta kelakuan beberapa orang yang menjual negeri ini ke bangsa asing. Semoga saja negeri ini ke depannya akan di pimpin oleh pemimpin yang di cintai rakyatnya dan pemimpin yang mencintai negeri ini.

Bangga aku pada dwi warnamu….!!! Bangga aku pada kegagahanmu…!!!

Berikut adalah lyric lagu “Merah Putih – Ciptaan Gombloh”

Berkibarlah bendera negeriku
Berkibarlah engkau didadaku
Tunjukkanlah kepada dunia
Semangatmu yang panas membara

Daku ingin jiwa raga ini
Selaraskan keanggunan
Daku ingin jemariku ini
Menuliskan kharismamu

Berkibarlah bendera negeriku
Berkibar di luas nuansaku
Tunjukkanlah kepada dunia
Ramah tamah budi bahasamu

Daku ingin kepal tangan ini
Menunaikan kewajiban
Putra bangsa yang mengemban cita
Hidup dalam kesatuan

Reff :
Berkibarlah selalu bendera negeriku
Menghias langit biru oh Indonesiaku
Tunjukkan dirimu kepada dunia
Dan torehkan warnamu di dalam dada

Silahkan dengarkan lagunya disini..!!!   Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2011/05/tim-issemu-kibarkan-merah-putih-di-puncak-everesthttp://id.wikipedia.org/wiki/Gombloh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s