Mengintip pesona alam Melak

Sebenarnya perjalanan ini telah saya lakukan hampir 1.5 tahun yang lalu, tetapi baru ada kesempatan untuk menuliskannya sekarang. “Beranikah? “…. Kata itu masih terngiang di telinga saya hingga hari ini. Bagaimana tidak, untuk yang pertama kalinya dan serasa belum percaya diri saya harus berangkat melaksanakan tugas dari perusahaan ke tempat yang belum pernah saya datangi. Bukan sebagai Welding Inspector tugas yang biasa saya emban, akan tetapi sebagai supervisi untuk perbaikan beberapa unit alat berat di salah satu perusahaan kontraktor pertambangan di daerah Melak Kutai Barat. Di antara dilema dan keragu-raguan, sang boss mempercayai tugas berat ini di pundak saya. Nilai kontrak pekerjaan yang cukup fantastis dan pengalaman baru untuk saya, membuat saya menerima tugas ini. Bukan pula karena otak saya yang memang pintar akan tetapi karena tidak ada pilihan man power lain (2 orang sedang bertugas) akhirnya sang atasan memberikan tugas ini kepada saya.

Melak sendiri adalah sebuah kota kecil di hulu mahakam kabupaten Kutai barfat provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Barat merupakan kabupaten hasil pemekaran dari kabupaten Kutai Kertanegara. Secara geografis Kutai Barat terletak antara 113045’05”-116031’19” BT dan 1031’35”-1010’16” LS. Karakteristik iklim Kabupaten Kutai barat termasuk dalam kategori iklim tropika humida, dengan rata-rata curah hujan tertinggi terdapat pada bulan April dan terendah di bulan Agustus serta tidak menunjukkan adanya bulan kering atau sepanjang bulan dalam satu tahun selalu terdapat sekurang-kurangnya tujuh hari hujan. Namun demikian dalam tahun-tahun terakhir ini, keadaan iklim di Kabupaten Kutai Barat terkadang tidak menentu.

View depan Camp Mentari

View depan Camp Mentari

Berbekal hasil tanya sana sini dan kebetulan seorang senior mempunyai istri orang Melak, yang memberikan gambaran cukup jelas tentang kota ini termasuk lokasi wisata yang sangat menjanjikan rasanya sudah tidak sabar untuk berangkat. Bayangan melakukan perjalanan darat yang sangat jauh pun sudah ada di pikiran, apalagi harus melewati kembali lebatnya belantara kalimantan. Sekedar informasi saja dengan kecepatan normal, jarak dari Samarinda sampai ke Melak ditempuh dalam waktu 7 jam (kilometer mobil menunjukkan jarak 320 km). Belum lagi di tambah perjalanan dari Sengatta – Samarinda yang harus melewati kota Bontang sekitar 5 jam. Total lebih dari 12 jam harus duduk di kursi panas, benar-benar perjalanan yang cukup menguras tenaga. Sebenarnya transportasi udara dari Samarinda menuju Melak sudah ada, tetapi karena keterbatasan kursi dan pesawatnya kecil rasanya saya harus berpikir dua kali untuk melakukannya :D.

Jika melihat peta, jarak antara tempat saya sekarang dengan Melak ini sangat dekat. Bahkan kita berbatasan, karena saat itu saya berdomisili di Kutai Timur tepatnya Sengatta. Dikarenakkan akses jalan yang sangat buruk atau mungkin sudah tidak ada lagi, terpakasa kami harus memutar melalui Kota Samarinda kemudian Kota Bangun dan Sendawar ibukota kabupaten Kutai Barat. Ternyata apa yang dibayangkan selama ini terbukti benar, hampir 9 jam lebih perjalanan dari Samarinda – Melak karena macet yang parah di samarinda dan jalan yang rusak menuju kota bangun. Ada satu ruas jalan dimana kami hanya berjalan sejauh 10 Km selama 1 jam, dikarenakan harus memilih jalan bagus dan mengantri bersama angkutan perkebunan kelapa sawit.

Gersang... :'(

Gersang… 😥

Jangan membayangkan mendapatkan penginapan yang mewah atau akomodasi di kota ini, untuk mendapatkan tempat tidur yang cukup nyenyak saja sudah cukup baik. Akan tetapi ketika saya mendatangi kota ini, Alhamdulillah sudah ada hotel yang cukup baik. Untuk angkutan umum sendiri, sepertinya tidak ada jadi silahkan cari penyewaan kendaraan roda dua untuk berkeliling dan melihat tempat wisata di kota ini. Tapi bukan Kalimantan namanya jika tak ada kendaraan mewah, tetap saja di kota kecil seperti ini Toyota Harrier CBU banyak berlalu lalang di depan hotel tempat saya menginap.

Taksi Tambang :D

Taksi Tambang 😀

Mungkin milik 2 perusahaan tambang yang beroperasi di kota ini, yang kini giat melakukan aktivitas penambangan batu bara. Jarak dari Hotel menuju tempat bekerja pun cukup jauh sekitar 40 km dan dapat ditempuh selama hampir 1 jam melewati perkampungan suku dayak di pinggiran sungai mahakam. Beruntung, saya berkesempatan mengunjungi salah satu perkampungan dayak di hulu mahakam ini.

Pohon Kantong Semar

Pohon Kantong Semar

Pohon Kantong Semar

Pohon Kantong Semar

Selama hampir 1 bulan di kota Melak memberikan banyak kenangan, apalagi pemandangan alam yang begitu menakjubkan serta budaya dari penduduk lokal serta berbarengan dengan terbakarnya pasar Melak dan kenangan manis menempuh perjalanan selama lebih dari 14 jam ikut transportasi lokal (Perahu) menuju samarinda ketika pulang kembali ke Sengatta (Postingan selanjutnya). Dengan iklim yang cukup sejuk, kiranya Melak dapat di jadikan list untuk liburan bersama keluarga yang memang mencintai wisata alam.

Dirimbunnya Pohon Kantong Semar

Dirimbunnya Pohon Kantong Semar

View Didepan Camp Mentari

View Didepan Camp Mentari

Iklan

4 thoughts on “Mengintip pesona alam Melak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s