Jengkol Dan Kelebihannya…

Gara-gara tampilan text berjalan di metro tv waktu kemarin pagi, jadi kepikiran dech nulis tentang buah yang unik ini. Percaya atau tidak, beberpa orang mungkin merasa malu-malu atau bahkan tidak akan mengakui jika mereka pernah mencicipi maupun memakan buah “Jengkol”. Hinakah jika kita menyukai salah satu buah yang satu ini? Bagi sebagian orang, mungkin memakan jengkol tidak akan pernah dilakukan selama hidupnya karena efek setelah makan masakan ini. Karena setelah kita konsumsi, badan akan mengeluarkan bau menyengat melalui urin, feses. dan keringat, yang dipercaya lebih mengganggu dibanding mengkonsumsi petai. Mungkin karena efek tersebut, jengkol hanya dikonsumsi secara terbatas.

Pohon jengkol

Pohon jengkol

Penulis yang notabene terlahir di tanah Betawi dan besar di lingkungan Sunda memiliki satu ikatan yang cukup rumit dengan bahan pangan yang satu ini. Terkadang di saat seperti ini jauh dari keluarga karena harus bekerja di tanah rantau, masakan yang satu ini ternyata membuat saya rindu. Rindu akan aromanya yang khas, rindu akan empuk dan nikmatnya gigitan pertama dari sebuah jengkol. Ya disini memang saya belum menemukan masakan berbahan dasar dari buah yang sangat di gemari oleh sebagian masyarakat indonesia ini.

Jengkol atau jering (Archidendron pauciflorum, sinonim: A. jiringa, Pithecellobium jiringa, dan P. lobatum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya digemari di Indonesia, Malaysia dan Thailand sebagai bahan pangan. Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae). Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.

Bijinya dalam keadaan matang keras, namun berubah menjadi lunak dan empuk setelah direbus atau sedikit liat setelah digoreng. Tekstur inilah yang membuatnya disukai, walaupun beberapa orang juga menyukai konsumsi biji mudanya dalam keadaan mentah yang jauh lebih keras dan pahit. Kulit biji memiliki getah berwarna keunguan yang meninggalkan jejak yang sulit dihapus dari pakaian. Semakin tua,warna biji akan mengarah ke warna kuning dan akhirnya merah atau coklat setelah benar-benar matang. Aromanya agak menyerupai petai tetapi lebih lemah dari petai.

Buah Jengkol Tua

Buah Jengkol Tua

Memakan jengkol dalam jumlah sedikit menciptakan masalah penampilan, karena menghasilkan bau mulut, keringat, feses, dan urin. Sebenarnya bau ini bisa diatasi dengan membersihkan diri dengan peralatan kebersihan yang mengandung pengharum, seperti pasta gigi, cairan kumur, sabun, dan deodoran. Bau pada waktu kencing dapat dikurangi apabila pembilasan dilakukan sebelum dan sesudah kencing dengan jumlah air yang cukup atau bila perlu dibilas dengan cairan pembersih. Selain bau, jengkol dapat mengganggu kesehatan seseorang karena konsumsi jengkol berlebihan menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluran urin, yang disebut “jengkolan”. Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang asam. Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi. Risiko terkena jengkolan diketahui bervariasi pada setiap orang, dan dipengaruhi secara genetik dan oleh lingkungan.

Biji jengkol dapat dimakan segar ataupun diolah. Olahan paling umum adalah disemur, dan dikenal oleh orang Sunda sebagai ati maung atau “hati macan”. Bisa pula digoreng, dengan atau tanpa balado, atau digulai. Setelah diolah, bau khasnya akan merangsang air liur sehingga menciptakan rasa enak saat makan. Wow… sangat fantastis, dari aromanya saja makanan dari bahan yang satu ini sudah menimbulkan satu efek yang hebat. Ternyata sangat banyak sekali olahan dari bangan pangan yang satu ini, dari mulai semur, goreng, emping, sampai bumbu balado. Selain disemur, biji jengkol juga dapat dibuat menjadi keripik seperti halnya emping dari melinjo, dengan cara ditumbuk/digencet hingga pipih, dikeringkan dan digoreng dengan minyak panas.

Balado Jengkol

Balado Jengkol

Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.

Berikut Link untuk beberapa resep masakan yang terbuat dari Jengkol :
1. Teri Jengkol
2. Rendang Jengkol
3. Balado jengkol

Selamat menikmati 😀
Jadi untuk apa lagi malu dan ragu untuk mengatakan bahwa saya memang menyukai “JENGKOL”.

Menu Pendaki :D

Menu Pendaki 😀

 

Menu Pendaki :D

Menu Pendaki 😀

Thank’s bro Aris Maulana atas Pict nya 😉

Teri Jengkol

Teri Jengkol

 

Semur Jengkol

Semur Jengkol

Sumber tentang Jengkol di sini

Iklan

One thought on “Jengkol Dan Kelebihannya…

  1. Ping-balik: THE LIEBSTER AWARD : From Bang Jampang | rindutanahbasah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s