Kemilau Intan Di Martapura

“Diamonds are forever, sparkling round my little finger. Unlike men, the diamonds linger. Men are mere mortals who are not worth going to your grave for.” – Shirley Bassey, yang dipopulerkan lewat film James Bond tahun 1971. Begitulah kurang lebihnya menurut pepatah Inggris “batu permata adalah sahabat terbaik bagi seorang wanita karena batu permata tidak pernah berbohong”. Mungkin ya, mungkin juga tidak :P. Karena menurutku sahabat terbaik bagi wanita adalah anaknya, apalagi seperti istriku yang harus kutinggalkan jauh untuk bekerja di sini.

Tugu Pasar Intan Martapura

Tugu Pasar Intan Martapura


Untuk kesekian kalinya aku mampir di pasar ini, ya di pasar intan Martapura atau lebih di kenal dengan nama Pasar Intan Cahaya Bumi Selamat Martapura. Kedatanganku kali ini adalah untuk menukar cincin berlian hadiah pernikahan kami yang 7 untuk istriku tercinta yang tidak pernah dipakai di jari manisnya. Ada sedikit kecewa memang, jauh-jauh di beli mengapa harus di kembalikan lagi. Tapi agar tidak mengecewakannya lagi, akhirnya aku niatkan untuk kembali menukar atau mungkin menjualnya kembali di sini dengan harapan harganya tidak turun.

Tidak ada sedikitpun pertanyaan dari sang penjual mengapa alasanku ingin menukarnya, dan dia sedikit terkejut ketika tahu bahwa harga cincin tersebut ternyata sudah naik. Akan tetapi apabila aku hendak menukarnya, mereka tidak keberatan dengan harga kekurangannya yang di beri label gratis. Sangat menarik, dengan angka yang lumayan fantastis lebih dari 1 juta sang pemilik toko mengikhlaskannya dengan alasan pelanggan. Tetapi karena tidak ada bentuk cincin yang cocok, akhirnya terpaksa cincin tersebut ku jual dengan harga yang tertera pada sertifikat.

Kaligrafi Bismillah

Kaligrafi Bismillah

Tugu Martapura

Tugu Martapura


Beruntung sekali aku mendapatkan pedagang yang jujur di pasar ini (Toko Permata “KALIMANTAN”) salah satu recommended dari penulis. Selain bisa ditukar kembali apabila tidak cocok atau rusak, kita boleh menukarnya tanpa dipungut bayaran sepeserpun. Mungkin karena watak atau tabiat lingkungan di sini yang menjadikan para pedangang batu permata di pasar ini sangat jujur. Kota ini terkenal sebagai kota agamis, kota santri dan merupakan serambi mekkah nya di Kalimantan, karena terdapat pesantren Darussalam dan santri- santrinya berpakaian putih-putih yang banyak kita jumpai hilir mudik menuntut ilmu agama. Ulama Banjar yang terkenal Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Kota ini sering dikunjungi wisatawan karena merupakan pusat transaksi penjualan intan, permata, cinderamata.
Alun-alun Ratu Zalecha Martapura

Alun-alun Ratu Zalecha Martapura

Play Ground

Play Ground


Pasar Intan Martapura terletak di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jika hari libur (week end dan libur nasional), Pasar Intan Martapura bisa dikunjungi hingga 20.000 pengunjung yang memadati empat blok. Tetapi, di hari-hari biasa, pengunjung hanya berkisar pada jumlah 10.000 orang saja. Kapasitas parkir Pasar Intan Martapura ini bisa menampung hingga 380an mobil. Jika sudah tidak muat lagi, pengunjung biasa menitipkannya di masjid Al Karomah.

Untuk rutenya sendiri apabila anda dari Jakarta dengan pesawat penerbangan menuju Bandara Syamsudin Noor, Anda hanya memerlukan waktu setengah jam saja untuk bisa mencapai Martapura. Cukup dengan naik angkot seharga Rp. 5.000- Rp.10.000 anda akan sampai di pasar ini. Tetapi, jika dari Kota Banjarmasinnya, Anda membutuhkan waktu berkendara hingga satu jam sebelum bisa mencapai Martapura. Sedangkan untuk penginapannya ada beberapa tempat yang bisa dijadikan tempat untuk beristirahat setelah berburu intan seperti Hotel Rahayu di Banjar Baru. Dengan hanya memakan 5-10 menit dengan naik angkutan umum, anda bisa langsung menuju ke pasar intan tersebut.

Pose After Shoping :P

Pose After Shoping 😛


Salah satu tips yang perlu Anda ingat ketika berburu intan di pasar intan Martapura adalah, selalu cek keaslian intan dengan alat yang dimiliki oleh hampir semua toko di pasar tersebut. Jika Anda tak menanyakan keasliannya dan meminta dicek ulang, biasanya bisa dikasih dengan barang yang tiruan. Well, selamat berburu intan….

Iklan

One thought on “Kemilau Intan Di Martapura

  1. Ping-balik: Geliat Metropolis Kota Tanjung Tabalong Part I | rindutanahbasah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s