And If There’s No Tommorow…

Dan jika memang tak ada hari esok, kita sudah memilikinya hari ini. Jika ini hanyalah sebuah mimpi maka aku tidak tertidur dan aku tak ingin sedikit pun untuk terbangun. Untuk kesekian kalinya mata ini tetap tak bisa dipejamkan, meski jam di dinding sudah menunjukkan lewat tengah malam. Isi kepala tetap menerawang ke satu sisi yang tak dapat ku mengerti, pikiran tetap berkecamuk diantara kegelisahan yang melanda diri ini. Kenangan manis itu memaksaku untuk tetap terjaga di sudut kamar membayangkan apa yang akan terjadi esok hari? Kenangan manis ketika kita masih bersama di sebuah rumah kontrakan, rumah yang menjadi surga dengan berbagai kenangan manis saat kita masih bersama berkumpul dan berbagi rasa.

Rumah di sudut Blok L yang dulu pernah kita tinggali bersama si kecil, merupakan hal terindah yang pernah kita rasakan dan lewati bersama. Ah ….andai saja saat itu kita terima tawaran untuk membeli rumah tersebut dan ayah tidak mengambil kesempatan bekerja jauh darimu mungkin saja kita bertiga masih bersama dan tetap berbagi kasih sepanjang hari. Jika saja tawaran bekerja jauh di negeri orang ini tidak pernah ku ambil, apalagi di saat itu posisiku sudah berada di tempat aman. Andai saja, semua itu tak pernah terjadi….

Tapi semuanya sudah terjadi, semuanya sudah terlanjur menjadi sebuah sejarah hidup kita. Untuk saat ini aku tak mau lagi melewatkan cerita indah perkembangan anak kita, aku tak mau lagi melewatkan datangnya pagi hari tanpamu di sisiku. Tak mau lagi ku lewatkan masakan lezatmu menyambutku ketika letih setelah seharian bekerja, tak mau lagi ku lewatkan pijatan mesramu ketika badan ini terasa pegal sekujur tubuh. Jangankan untuk berhari-hari, untuk sekejap pun tak ingin lagi ku lewati hari indah melewati malam hari dengan duduk berdua di depan tenda ungu yang kita beli untuk membuang rasa bosan kehidupan kota dengan membawa si kecil bermalam di punggungan gunung.

Kanekes Baduy 2010

Kanekes Baduy 2010


Maafkan jika saat ini memang semestinya aku harus di sisimu, saat ini seharusnya ku bimbing si cantik belajar tentang algoritma dan aljabar untuk bekal dia nanti sehingga bisa mengambil jurusan kedokteran. Meski untuk saat ini dia mampu belajar sendiri dan matematikanya cukup baik, tetap saja bimbingan dan masukan dari kita berdua selalu dinantikan olehnya. Lihat saja, meskipun tanpa kehadiranku di sisi kalian ternyata dia bisa hebat seperti sekarang ini apalagi jika kita berdua yang membimbingnya.
Rindu Kebersamaan Seperti Ini :'(

Rindu Kebersamaan Seperti Ini 😥


Cukup rasanya sudah hampir 3 tahun ini ku jejakan kaki di penjuru nusantara hanya untuk memuaskan hasrat dan keegoisanku. Dan kini rasanya aku harus membayar pengorbanan kalian selama kutinggalkan dan kini saatnya lah aku harus berkorban untuk kalian yang telah berkorban begitu banyak untukku…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s