Geliat Metropolis Kota Tanjung Tabalong Part I

Menempuh perjalanan lebih dari 150 km bukanlah sesuatu yang baru bagiku, karena sejak tahun 1998 kebiasaan tersebut sudah kulakukan dikarenakan harus melanjutkan pendidikan di kota Bandung. Akhirnya karena seringnya melakukann perjalanan jauh tersebutlah, aku mulai terbiasa dengan melakukan perjalanan darat ke tempat kerja yang baru ini. Kabupaten Tanjung Tabalong, Kota yang terletak di bagian utara provinsi Kalimantan Selatan ini memang bukan yang pertama kali kudatangi. Tahun 2011 lalu ketika baru saja beberapa bulan menginjakan kaki di bumi kalimantan, aku pernah di tugaskan untuk bekerja di kota ini selama kurang lebih hampir 1 bulan. Kini setelah hampir 2 tahun tidak mengunjungi kota ini, masih saja menjadi kota yang cukup sejuk untuk ditinggali.

Meskipun kota ini ramai oleh aktivitas pertambangan batu bara, tetapi karena letaknya yang lumayan cukup jauh dari lokasi tambang menjadikan kota ini cukup sejuk dan terlihat cukup cantik jika dibandingkan beberapa kota di Kalimantan Timur. Mungkin karena penataan kota dan jalan yang sudah rapi menjadikan kota ini sedikit enak di pandang mata atau karena tidak adanya sampah di sepanjang pinggiran jalan yang menjadikan kota ini masih baik.

Tugu Obor Mabuun Tanjung

Tugu Obor Mabuun Tanjung

Sumber Gambari Disini
Akses untuk ke kota ini jika dari Banjarmasin pun cukup mudah, karena transportasi sudah melayani penumpang 24 jam penuh. Cukup membayar sekitar Rp 50.000,- jika kita naik kendaraan Colt L300 Jurusan Banjar – Tanjung atau Rp. 150.000,- dengan mobil travel minibus dengan jumlah penumpang maksimal 5 orang kita sudah sampai di kota ini. Dengan kendaraan tersebut anda bisa mampir dulu di Pasar Intan Martapura untuk sekedar membeli oleh-oleh khas Kalimantan Selatan seperti Kain Sasirangan atau yang lainnya. Untuk lebih jelasnya tentang Martapura silahkan lihat postingan saya sebelumnya.

Apabila ingin lebih cepat, kita bisa menggunakan pesawat udara dari Bandara Syamsudin Noor menuju bandara kecil yang bernama Warukin. Ada beberapa pesawat yang melayani penumpang umum tujuan Banjarmasin. Bandara Warukin sendiri terletak jauh dari pusat kota, dan lebih dekat dengan lokasi pertambangan. Mungkin saja bandara ini didirikan untuk menunjang aktifitas pertambangan batu bara di sini.

Bandara Warukin

Bandara Warukin


Untuk kondisi jalan sudah lumayan bagus, karena sepanjang penulis melakukan perjalanan dari Banjar baru tidak mendapatkan jalan yang rusak. Hal berbeda nampak jelas apabila kita melakukan perjalanan dari arah Kaliimantan Timur. Jalan lubang dan berbatu tentu menghiasi perjalanan kita sejak dari simpang kuaro atau Batu Kajang. Dua kondisi yang sangat berbeda jika kita melihat bahwa potensi di kedua wilayah sama-sama kaya akan sumber daya alamnya terutama batu bara. Sedikit pemikiran idealis, kemana menguapnya hasil pajak yang cukup besar ini?
Suasana Pagi Di Jalan Kota

Suasana Pagi Di Jalan Kota

Iklan

2 thoughts on “Geliat Metropolis Kota Tanjung Tabalong Part I

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s