Why Should Always Me…..?

Jantungku berdetak kencang di pagi hari tanggal 10 Juni 2013 kemarin bukan karena takut akan hantu atau perasaan panik karena harus melayani atasanku, akan tetapi perasaan tak menentu antara menerima kenyataan atau menolak tanggung jawab ini. Hari ini adalah hari pertama aku bekerja di sebuah project baru untuk mensupport perusahaan tempatku bekerja selama lebih dari 2.5 tahun belakangan ini. Hari ini untuk kesekian kalinya load of work untukku terasa begitu berat, bukan karena harus mengurusi segala macam tetek bengek dokumen untuk pekerjaanku akan tetapi segala macam proses administrasi yang kesemuanya harus dibebankan kembali padaku. Mulai dari Absensi, Overtime budgeting, Daily activity report, Drawing & Metal fabrication, NDT Inspection, Report NDT Inspection, Report Assembly Dump truck EH3500 & Report Mandatory Dump truck EH3500 dan itu belum termasuk NDT Inspection untuk Hydrolic excavator and segala macam dokumen pendukung lainnya.

Berbagai macam pikiran berkecamuk di otakku, bukan karena aku tidak bisa mengerjakan semua itu akan tetapi “ Why should me…..?”. Yes, that right. Mengapa mesti aku….? Satu buah pertanyaan yang sampai saat ini belum aku temukan jawabannya dari atasannku secara terbuka. Padahal jika di tarik benang merah ke belakang, masih ada 2 seniorku yang seharusnya ditugaskan untuk melakukan ini. Apa karena aku yang tidak pernah mengeluh dan bisa mereka remote sewaktu-waktu maka sekehendak hati mereka kembali memberiku beban semacam ini?.

Hadapi…..!!!

Gammbatte….!!! Mungkin itu satu-satunya pengobat hati ini, di tengah kegamangan hati apakah harus meneruskan ini semua atau tetap pada rencana semula. Penuh pertimbangan memang, meskipun aku begitu sangat mencintai pekerjaanku, akan tetapi ketika seseorang yang kamu cintai memanggilmu untuk menemuimu maka kamu harus siap berkorban untuk mereka. Untuk itulah meski terasa pahit dan meski baru memasuki babak baru di sini, inilah jalan yang harus ku tempuh untuk menyusun kembali puing-puing keluargaku yang berserakan karena kutinggalkan selama hampir 3 tahun ke belakang ini.

Maaf bossku meski baru mulai bekerja beberapa hari di sini, dengan terpaksa harus ku tinggalkan pekerjaan ini untuk menggapai mimpi indah untuk kembali berkumpul bersama anak dan istriku serta menyelesaikan pendidikan pasca sarjanaku yang mesti harus kuselesaikan. Maaf untuk kali ini aku tak bisa mengikuti perintah kalian, dan maafkan aku menjadi pembangkang untuk kali ini. Mungkin kalian akan mengerti dengan keputusan ini, karena aku tidak ingin selamanya berjalan di tempat. Dan mungkin saat inilah kesempatanku yang paling tepat ketika mereka yang menyangiku di pulau jawa sana memanggilku untuk cepat kembali dan berkumpul bersama mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s