Pantai Ujung Genteng

Jika bukan karena omongan kakek mungkin rasanya malas sekali untuk melakukan silaturahmi ke Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Ya sudah hampir 18 tahun lebih saya belum mengunjunginya, karena kunjungan terakhir yang saya ingat adalah pada tahun 1995 ketika masih menjadi siswa kelas III SMP. Wajar saja si kakek selalu menanyakan keadaan saya karena sudah sekian lama tidak melihat saya dan kebetulan dia tahu akan rencana kedatangan saya untuk silaturahmi ke rumahnya selepas istirahat sejenak setelah melakukan perjalanan jauh dari Kalimantan. Cucu yang tidak tahu terima kasih, mungkinkah perasaan itu terbesit di pikiran si kakek :D?

Bersama Kakek & Istrinya

Bersama Kakek & Istrinya

 

Di Depan Halaman Rumah Kakek

Di Depan Halaman Rumah Kakek

 

Rumah Kakek

Rumah Kakek

 

Sungai Depan Rumah Kakek

Sungai Depan Rumah Kakek

Perjalanan selama kurang lebih 12 jam kami lakukan, untung saja perjalanan kali ini kami lakukan bersama dengan keluarga besar tercinta. Alhasil rasa letih yang mendera karena harus melakukan perjalanan ribuan kilometer seminggu kebelakang. Melewati macetnya tol Jagorawi, di sambung merayapnya kendaraan di Cidahu kemudian di Jl. Sudirman Kota Sukabumi menjadikan perjalanan ini terasa begitu berat. Mungkin karena rindu yang begitu mendalam karena ingin berjumpa dengannya setelah 18 tahun tidak berjumpa. Apalagi jika mengingat suasana perkampungan di rumah kakek yang begitu masih asri dan belum tersentuh listrik sama sekali, semakin membuat saya kembali teringat dengan suasana kampung baduy.

Apalagi pantai ujung genteng yang ketika terakhir saya ke sana pada tahun 1995 belum begitu terkenal, untuk itu semoga saja setelah silaturahmi ke rumah kakek di Ciracap ada baiknya sebelum kembali ke Bekasi nanti kami akan mengunjungi Pantai Ujung Genteng. Ujung Genteng merupakan daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang terletak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 kilometer dari Ibu Kota Jakarta atau 230 kilometer dari Kota Bandung.

Pohon Ketapang

Pohon Ketapang

 

Anak, Adik & Sepupuku Terlihat Akrab

Anak, Adik & Sepupuku Terlihat Akrab

Pantai Ujung Genteng memiliki karakteristik umumnya pantai selatan Pulau Jawa yang terkenal bersih airnya dan ombaknya yang besar. Walaupun demikian, pantai ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan pantai Pelabuhan Ratu yang terkenal rawan dan sering merenggut korban jiwa karena ombaknya yang ganas. Walaupun pantai Ujung Genteng menghadap bebas ke Samudera Hindia, namun ombaknya yang besar tak membahayakan pelancong yang gemar bermain-main di laut. Ombak besar dari tengah samudera lebih dulu pecah berserak lantaran terhalang gugusan karang laut di depan bibir pantai, sehingga kita dapat menikmati alam dengan pantai yang indah, aman, dan nyaman. Anak-anak boleh berenang di laut sepuasnya dan memungkinkan memandang sekumpulan ikan berwarna-warni di sela-sela batu karang, menandakan betapa alaminya lingkungan Ujung Genteng.

Candid View :D

Candid View 😀

 

Landscafe Pantai Ujung Genteng

Landscafe Pantai Ujung Genteng

Untuk menuju Ujung Genteng, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Jika Anda menggunakan kendaraan umum, tujuan pertama adalah terminal Sukabumi dan carilah angkutan kota menuju terminal Lembur Situ. Setelah itu, Anda bisa menggunakan bus atau elf jurusan Surade.

Sesampainya di Terminal Surade, Anda bisa naik angkot warna merah jurusan Ujung Genteng. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, silakan langsung dari sukabumi menuju Ujung Genteng yang ditempuh selama 3-4 jam perjalanan.

Ujung Genteng adalah alam liar yang sungguh mempesona yang dimiliki oleh Indonesia. Sayangnya, ada beberapa tempat di sana yang kurang terawat dan kurangnya fasilitas-fasiltas pendukung. Banyak jalanan yang menuju Pantai Pangumbahan, Pasir Putih, dan Pantai Ombak 7 yang masih belum di aspal. Namun, hal ini mennjukan bahwa pantai-pantai itu masih alami. Ingat, mesin ATM juga tidak ada di sana lho!

Perahu Nelayan

Perahu Nelayan

 

Rinjani Kecil Di Tumpukan  Kulit Kerang

Rinjani Kecil Di Tumpukan Kulit Kerang

Saya menyarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk traveling ke Ujung Genteng. Hal ini dikarenakan banyak spot pantai dan air terjun yang jaraknya lumayan berjauhan. Selain itu, fasilitas kendaraan umum juga kurang.

Ini dia spot-spot pantai dan air terjun yang indah di Ujung genteng:

1. Pantai Tenda Biru
Pantai ini masih sangat alami karena berada di kawasan hutan lindung yang dijaga pihak TNI AU. Biaya masuknya sebesar Rp 5.000 saja. Pantai ini sangat bagus, karena disaat air surut kita bisa jalan hampir 200-300 meter dari bibir pantai ke tengah. Pasir putih dan hamparan batu karang begitu mempesona, sayang kurang terawatnya pantai ini mengakibatkan banyaknya sampah yang berserakan.

2. Pantai Minajaya
Pantai Minajaya mirip seperti Pantai Tenda Biru. Jika air laut surut, kita bisa melihat ibu-ibu pencari jukut hejo (rumput hijau) di pinggiran ombak dan bapak-bapaknya mencari udang lobster. Di sini, kita bisa membeli ikan atau udang tangkapan nelayan yang masih segar untuk dimasak dan makan di saung-saung pinggir pantai. Lagi-lagi saya tidak menemukan tempat sampah di area pantai.

3. Pantai Pangumbahan
Hamparan pasir putih menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan. Di sini banyak wisatawan asing yang bermain surfing dan adanya tempat penangkaran penyu. Bersyukur, saya bisa melihat pelepasan tukik sebanyak 150 ekor. Semua pengunjung bertepuk tangan di saat tukik-tukik penyu dilepas pemandangan yang mengharukan buat saya.

4. Pantai Amanda Ratu
Pantai ini terletak di villa Amanda Ratu. Kita bisa menikmati laut lepas Samudera Hindia dengan deboran ombak yang memikat hati.

5. Pantai Cipanarikan atau Pasir Putih
Hamparan pasir putih menghiasi pantai ini. Pemandangan yang sangat luar biasa antara pertemuan air laut dan air tawar muara di sini, seolah gurun pasir putih. Sangat alami! Untuk menuju ke pasir putih, kendaraan harus di parkir di sebuah kebun. Lalu kita jalan kurang lebih 3-5 menit menyusuri hutan lindung. Di sanalah kita disuguhi alam liar dengan hamparan pasir putih lambut yang masih perawan.

6. Pantai Ombak 7
Untuk menuju ke sana, menurut penduduk setempat, harus menggunakan ojek dengan tarif Rp 150 ribu lalu menyusuri hutan melewati 3 sungai dengan jalan setapak. Jika hujan, tarif ojek bisa sampai Rp 200-250 ribu karena jalanan sangat terjal. Ombak 7 ini diberi nama oleh wisatawan asing, karena di sana ombaknya bagus untuk surfing. Mudah-mudahan saya bisa ke sana dilain waktu.

7. Curug Cikaso
Air terjun Cikaso memiliki pemandangan yang sangat luar biasa indahnya. Letaknya memang sangat jauh dari pantai-pantai. Jika Anda membawa kendaraan sendiri, bisa kembali ke arah Surade dan jika anda menggunakan kendaraan umum, Anda bisa menyewa ojek atau angkutan kota karena untuk menuju wisata air terjun Cikaso belum ada kendaraan umum. Dari tempat parkir kendaraan, Anda bisa naik perahu dengan membayar Rp 60.000 per rombongan. Atau, Anda bisa jalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 5 menit, kurang lebih 200 meter.

8. Curug Luhur
Jika pertama kali melihatnya seperti kurang tertarik, karena curug ini sebuah sungai. Tetapi, setelah saya turun ke bawah, pemandangannya sungguh menakjubkan. Sungai dengan dasar bebatuan menghiasi keindahan tersendiri seperti taman surga, karena saat musim kemarau air terjun ini tidak ada airnya.

Sumber : Disini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s