Geliat Metropolis Tanjung Tabalaong Part II

Jika anda berangkat dari kota Banjarmasin, maka pertama kali ketika akan memasuki kota ini anda akan di sambut bunyi gemuruh kendaraan Hauling milik beberapa kontraktor pertambangan batu bara. Ya jalan hauling dari stock file menuju pelabuhan zeti milik PT. Adaro sejauh kurang lebih 84 Km dari area pertambangan memang membelah jalan provinsi Kalimantan Selatan dan berada di provinsi Kalimantan Tengah. Kemudian di sebelah sisi kiri jalan raya, anda akan melihat beberapa sumur minyak milik Pertamina yang masih aktif.

Setelah melewati area perkampungan transmigrasi, barulah terlihat sedikit gemerlap suasana kota Tabalong ini. Bandara Warukin terletak di sebelah kiri jalan, kemudian komplek Islamic Centre dengan bangunan Masjid Al Abrar nan megah yang belum di resmikan terletak di sebelah kanan jalan dan menara dari masjid tersebut dapat terlihat dari kejauhan sebelum kita melewati Hotel Aston Tanjung dan komplek pertokoan. Berhadapan dengan hotel terletak tempat karaoke Inul Vista yang cukup besar dan terlihat sangat ramai ketika akhir pekan dan menjadi satu-satunya tempat berkumpul yang cukup bersahabat dengan kantong.

Masjid Al-Abrar

Masjid Al-Abrar


Masjid Al-Abrar

Masjid Al-Abrar


Komplek Islamic Center Tanjung

Komplek Islamic Center Tanjung


Melangkah ke depan, maka akan terlihat Terminal Mabuun yang terletak berdampingan dengan Tugu Obor Mabuun. Terminal ini letaknya sangat strategis, karena berada di simpang 5 mabuun yang merupakan persimpangan menuju provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Jika akan menuju ke pasar dan pusat kota maka kita harus mengambil ke arah kiri jika dari arah banjarmasin dengan di tandai jalan 4 lajur yang sangat terawat dan cukup lengang. Pusat kota dapat diketahui dengan bederetnya komplek pertokoan dan beberapa Bank serta terdapat gedung Saraba Kawa (Serba Bisa dalam bahasa Indonesia). Kita juga bisa menjumpai Masjid dan air mancur yang terletak di depan Taman Kota Tanjung Tabalong. Satu hal yang sangat menarik di kota ini adalah tidak adanya mall perbelanjaan dan puluhan langgar yang semakin menambah agamis karena memang suku banjar sangat mencintai agama islam.

Hotel dan beberapa penginapan dapat kita jumpai sejak kita memasuki kota ini, seperti Hotel Jelita Tanjung & Hotel Indiana dekat jembatan yang terletak di jalan Ir. PHM Nor dengan kamar yang cukup mewah. Untuk mereka yang senang bakpackeran dapat memilih penginapan murah yang banyak di jumpai seperti Hotel Surya.
Sepertinya geliat ekonomi dari kota ini perlahan menuju ke arah yang semakin bagus karena didukung infrastruktur yang sangat mendukung dan tata kota serta perencanaan yang cukup baik. Setelah cukup puas berkeliling, penulis akan mencoba melakukan perjalanan budaya di kota ini.

Bandara Warukin

Bandara Warukin


Pesawat Banjarmasin - Tanjung

Pesawat Banjarmasin – Tanjung

Iklan

4 thoughts on “Geliat Metropolis Tanjung Tabalaong Part II

  1. Hai penulis, Saya haris asli tanjung tabalong.
    jikalau penulis saat ini sudah tidak di tabalong coba dtang lg ke tabalong. alhamdulillah tahun 2015 tabalong sudah mulai ada pembangunan seperti Tanjung City Center, juga ada sportcenter, kabarnya nanti juga ada dbangun Pusat perbelanjaan 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s