Semalam Di Tanah Lombok

Untuk urusan delay, memang maskapai L*on air ini memang jagonya. Bagaimana tidak untuk penerbangan Balikpapan – Mataram yang semestinya hanya kurang lebih 3 jam itupun dengan transit sebentar di Surabaya ini malah molor selama hampir lebih dari 5 jam. Cukup fantastis memang dengan jumlah penumpang yang semakin hari semakin bertambah ini. Sepertinya kendala dan alasan teknis selalu menjadi biang keladi dari semuanya. Alasan klasik, tetapi begitulah kenyataanya entah sampai kapan semua itu akan berubah.

Berawal dari browsing di oom google untuk tempat menginap yang sedikit agak nyaman dan dekat dengan pusat kota, akhirnya ku putuskan untuk menginap di hotel yang terletak di jalan Cakranegara ini. Dengan harapan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Batu Hijau Sumbawa besok paginya, malam hari ini masih bisa keliling kota untuk menikmati kuliner khas Lombok dan mencari kain tenun untuk oleh-oleh. Apalagi dengar dari kabar teman-teman yang pernah ke sini, bahwa untuk urusan oleh-oleh harganya cukup murah di bandingkan tempat lain.

Dengan membayar taksi bandara seharga Rp.100.000,- dari Bandara Internasional Lombok yaitu sebuah bandara baru yang di siapkan untuk mengganti Bandara Selaparang, taksi dengan pengemudi bernama Pa Hasan membawaku menyusuri hamparan sawah sepanjang perjalanan menuju hotel. Jarak dari bandara ke kota terasa agak lebih jauh di bandingkan dengan bandara selaparang karena hampir memakan waktu kurang lebih 45 menit. Akan tetapi semuanya tidak terasa lama karena di suguhi pemandangan yang luar biasa mulai dari hamparan sawah, angkuhnya puncak gunung rinjani yang serasa memanggilku untuk mencumbui dan merayapi hamparan sabananya.

Jika saja bukan untuk tugas kantor, mungkin saja tidak akan kulewatkan kesempatan ini karena begitu dekat dengan salah satu gunung yang wajib di daki ini. Belum saja hilang rasa sedih karena masih belum bisa mencumbui indahnya lereng rinjani ini, hembusan angin dingin menerpa serasa mengingatkanku dengan kondisi alam tanah parahiyangan. Dengan rata-rata suhu yang cukup sejuk, kiranya jika memiliki sedikit tanah di sini akan menjadi salah satu tempat berlibur paling nyaman di tanah air tercinta ini.

Betul saja, tidak sia-sia memilih hotel ini. Dengan harga yang cukup standar, fasilitas kamarnya cukup nyaman. Apalagi dengan kondisi kamar yang sebenarnya mirip sebuah cottage ketimbang kamar hotel karena kamarnya sengaja di buat berjejer dan terpisah. Kolam renang di depan kamar semakin menambah indah pemandangan. Beberapa gazebo yang sengaja di persiapkan sebagai tempat untuk beristirahat terlihat sangat rapi susunannya dan lorong yang terbuat dari pohon yang merambat semakin menyejukan dan membuat orang yang berkunjung akan betah untuk berlama-lama di sini.

View dari Gazebo

View dari Gazebo


Selepas berisitirahat sebentar, dengan berjalan kaki beberapa ratus meter ke arah kanan hotel ku temukan sebuah toko oleh-oleh dan kebetulan di depannya terdapat sebuah pedagang kaki lima yang menjajakan makanan khas pulau lombok. Tidak usah pergi terlalu jauh dari hotel, oleh-oleh khas pulau lombok dapat ku peroleh dengan harga yang cukup murah dan tidak memakan tenaga yang banyak untuk berkeliling kota karena besoknya aku harus melanjutkan perjalanan menuju Lombok Timur untuk kemudian menyeberang menuju Sumbawa. Hari yang indah di pulau 1000 masjid ini, semoga saja kelak aku bisa kembali untuk berlibur dan menikmati indahnya Danau segara anak di puncak Gunung Rinjani.
Asri dan Nyaman

Asri dan Nyaman

Gara-Gara Benda Kecil Berwarna Biru

Awalnya buka-buka koleksi fhoto jadul di hardisk external, entah karena perasaan kangen melihat perjalanan hidup selama beberapa tahun kebelakang atau karena waktu cuti project yang akan datang sudah menunggu hitungan hari, mata ini tertuju kepada satu folder yang hanya berisi beberapa fhoto aneh tentang sebuah stick alarm. Satu batang biru yang cukup membuat seluruh karyawan panik, karena bunyi alarmnya yang cukup memekakan telinga dan hanya bisa dimatikan oleh si pemegang kuncinya. Nah itu dia yang jadi masalahnya, salah satu pemegangnya adalah aku dan bertanggung jawab untuk area gedung perusahaan.

Bendanya

Bendanya


ukan karena tidak percaya dengan bapak security akan tetapi karena semata-mata sudah menjadi prosedur perusahaan untuk tetap mengamankan aset milik para customer yang mencapai puluhan juta dollar yang mereka titipkan untuk kami kelola. Main job dari perusahaanku dahulu adalah warehousing & logistic, maka tak heran jika perusahaan induk di jepang memiliki standar yang cukup ketat untuk masalah keamanan barang milik customer. Dengan hanya total sekitar 17 orang termasuk staff dan 8 orang yang bertanggung jawab di area gudang, masuk akal jika perusahaan menetapkan standar ganda untuk keamanan.
Dengan memegang kunci dan stick biru ini adalah akses untuk menjadi juru kunci seperti mbah marijan sang juru kunci gunung merapi. Untuk itulah maka semua aset perusahaan dan barang jadi milik customer otomatis berada di tangan sang pemegang kunci. Satu tanggung jawab yang cukup besar dengan salary yang cukup kecil di saat itu.

Amanah ataukah memang hanya diriku yang mempunyai rumah paling dekat dengan perusahaan, sehingga bos mempercayakan kunci dan stick biru ini kepadaku. Sebenarnya jumah stick alarm untuk area warehouse ini ada 2 buah, yang satunya di pegang oleh salah seorang temanku sehingga kami terkadang berbagi tugas untuk mematikan alarm tergantung dari siapa yang datang terlebih dahulu di lokasi perusahaan.

Pernah suatu hari ketika sedang menjalani job customer untuk perusahaan AC D*nso, karena kesalahan dari proses pengambilan barang dengan sistem milk run yang melewatkan satu cycle untuk mengambil barang di gudang kami terpaksa kami harus kembali datang ke perusahaan sekitar jam 02.00 pagi. Karena hanya kami berdua yang mempunyai akses dan bisa mematikan alarm tersebut. Meskipun di pagi harinya sang bucho (General Manager) dengan tanpa rasa ragu memberikan ucapan terima kasih yang tulus dengan sengaja langsung datang ke meja kerjaku tetap saja perasaan terbebani oleh benda biru kecil tersebut sangat menggangguku.

Entah karena perasaan yang sudah terbiasa atau menjalankan amanah dari perusahaan, tetap saja meskipun terasa sangat mengganggu di waktu malam akan tetapi amanah tersebut ku jalani selama hampir selama 3.5 tahun lebih. Karena di akhir bulan oktober tahun 2010, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang alat berat mengajakku bergabung dan dengan leganya akhirnya beban pemegang kunci dan stick alarm biru tersebut ku limpahkan kepada karyawan lain. Dan kini setelah hampir 3 tahun ku tinggalkan, terkadang diriku bertanya penasaran : “ Siapa yang memegang stick alarm tersebut sekarang ?…”

Masih Saja Aku….

Terlalu banyak meminta
Terlalu banyak memohon
Terlalu banyak berharap
Dan mungkin terlalu banyak mengiba kasih-MU…

Entah berapa lama meminta
Entah berapa lama memohon
Entah berapa lama berharap
Dan entah berapa lama aku mengiba….

Tuhan….
Tak kuasa berkata
Tak sanggup lagi meminta
Terlalu banyak nikmat-MU yang ku dustakan….

Tuhan…
Aku malu untuk memohon
Aku malu untuk meminta
Dan aku malu melakukan itu…

Tuhan…
Tak sanggup aku memohon
Tak sanggup aku meminta
Tak sanggup lagi tanganku menengadah…

 

Ditulis ulang dari blog lamaBekasi, 30-06-2010

Jika Kau Membaca Tulisan ini Sahabatku…

Pernahkah kalian berfikir apa jadinya diri kalian sepuluh tahun ke depan? Ya… setelah sepuluh tahun lagi, akan seperti apa diri kita masing-masing. Apakah akan tetap seperti sekarang ini ataukah ada perubahan yang berarti bagi diri kita? Memang sang waktu akan berlalu begitu cepat seperti halnya cahaya yang merambat di kegelapan, dan kita semua baru menyadarinya jika sudah tua dan ternyata masih banyak hal-hal lain yang belum kita lakukan.

Siklus kehidupan akan terus berjalan, maka jangan sampai ada sesuatu yang tertinggal di kehidupan yang sekarang kita jalani ini. Jangan sampai ketika mendekati ajal kita baru menyadari betapa hidup kita ini sia-sia, dan sudah saatnya bagi kita untuk membuat hidup ini lebih berharga. Sudah saatnya kita hidup saling berdampingan, dan cobalah buka lagi buku telepon yang lama tersimpan di ujung dompet anda. Temukan beberapa teman anda yang selama beberapa tahun ini tidak pernah berkomunikasi. Cukup dengan mengucapkan salam dan apa kabar kiranya akan membuat mereka yang telah lama kita lupakan akan sedikit terhenyak dan tersenyum manis.

Bukan kiriman hadiah atau hadirnya diri anda yang mereka harapkan untuk saat ini, akan tetapi komunikasi yang sedikit saja akan sangat berharga bagi mereka yang mungkin saat ini membutuhkan anda. Ingatlah saat-saat anda dahulu bersama di saat-saat sedang sulit, dan ingatlah betapa kesulitan itu membuat diri anda dan teman-teman lama anda begitu dekat hingga melebihi saudara sendiri.

Percayalah bahwasanya, sahabat-sahabat lama kita menunggu kabar indah dari kita. Jangan menunggu dia untuk menanyakan kabar, akan tetapi mulailah dari diri kita sendiri untuk menanyakan kabar mereka. Mungkin saja mereka sibuk dengan rutinitas dan keluarganya sehingga agak sedikit lupa dengan kita, akan tetapi selalu ada ruang di hati mereka untuk diri kita. Jadi tunggu apalagi? Buat mereka sedikit tersenyum di bulan yang penuh berkah ini, dengan sedikit sms ataupun bbm, chat, whatsup, atau yang lainnya dari hp anda. Cukup katakan : “ apa kabar sahabatku, aku rindu kamu dan rindu saat-saat indah di mana kita saling berbagi “.

Apa kabar kawan ?

Apa kabar kawan ?


Jujur gua kangen elo semua bray...

Jujur gua kangen elo semua bray…


Kangen saat seperti ini

Kangen saat seperti ini


Sahabat sekaligus keluarga besar KPA RANTING

Sahabat sekaligus keluarga besar KPA RANTING


Keluarga besar Mesin Unpas 98

Keluarga besar Mesin Unpas 98


Keluarga Dedes 17 Bandung

Keluarga Dedes 17 Bandung

Setelah hampir 10 tahun berpisah

Setelah hampir 10 tahun berpisah


Anda mau melakukannya…?

Di Balik Cerita Misteriusnya Bunga Wijaya Kusuma, Sang Midnight Lady…

Andai saja ada seseorang yang pernah mengabadikan saat-saat mekarnya bunga ini di tengah malam, mungkin tidur hampir pagi tidak akan ku lakukan. Di dorong oleh rasa penasaran yang karena beberapa mitos yang berkembang di masyarakat tentang saat-saat ketika bunga ini akan mekar, membuatku berinisiatif untuk mengabadikan momen yang menurutku cukup langka ini. Berbekal dua buah kamera digital, akhirnya momen menegangkan ini bisa ku abadikan meski imbalannya adalah ngantuk yang teramat sangat.

Sang midnight lady atau Bunga wijayakusumah memang salah satu jenis bunga yang cukup unik karena hanya akan mekar pada saat tengah malam dan akan layu ketika pagi hari. Bunga yang termasuk jenis kaktus ini cukup terkenal di masyarakat, apalagi bagi mereka yang masih memegang mitos dan klenik. Karena menurut beberapa orang, bunga ini berbeda dari bunga yang lainnya. Bunganya akan semerbak mewangi ketika mekar.

Sang midnight lady

Sang midnight lady


Konon zaman dulu raja-raja di Indonesia yang akan naik tahta harus memetik bunga Wijaya Kusuma dalam keadaan mekar. Bunga Wijaya Kusuma hanya akan mekar sesaat dan waktunya pada malam hari saja. Biasanya bunga Wijaya Kusuma banyak tumbuh dikarang. Pulau Nusakambangan adalah salah satu tempat dimana bunga Wijaya Kusuma tumbuh, namun selain di pula Nusakambangan banyak pula terdapat di pulau Kepulauan Seribu, Karimunjawa, Madura dan Bali. Jika menilik asal dari bunga ini adalah dari daratan Amerika Selatan, yang kemudian menyebar ke Cina dan masuk ke Indonesia di jaman Majapahit.

Ada salah satu mitos yang cukup terkenal yaitu “ jika bunga ini sedang berkembang, maka pemilik dari bunga ini akan mendapatkan rejeki yang berlebih “. Sehingga banyak masyarakat di pulau Jawa percaya bahwa siapa saja yang bisa melihat mekarnya bunga Wijaya Kusuma maka maka ia akan mendapatkan rejeki. “Bunga Wijaya Kusuma atau nama latinnya adalah Epiphyllum Anguliger berjenis kaktus, masuk pada divisi anthophita, bangsa opuntiales dan kelas dicotiledoneae. Terdapat sekitar 1.500 jenis (famili) dari kaktus. Tumbuhan kaktus bisa hidup subur pada daerah sedang hingga tropis.

Kebetulan sekali ketika pohon wijayakusumah milikku berbunga ada sedikit lebih rejeki di keluargaku. Bukan percaya dengan mitos tersebut, akan tetapi mungkin saja momennya tepat sehingga orang terkadang menganggap semua itu bawaan dari bunga ini. Astagfirullah…bukankah rejeki itu dari Tuhan YME?

Sang midnight lady

Sang midnight lady


Tepat jam 19:00 bbwi, kelopak bungaku sudah menampakan akan mekar karena bagian luarnya sudah terlihat agak sedikit terbuka. Yang menarik bunga Wijaya Kusuma hanya akan mekar di saat tengah malam saja dan hanya untuk beberapa saat, namun keesokan paginya bunga sudah layu kembali.
Jam 21:00 ketika mulai mekar

Jam 21:00 ketika mulai mekar

Tidak semua tanaman Wijaya Kusuma mudah berbunga, semuanya tergantung pada iklim, kesuburan tanah dan cara pemeliharaannya. Akhirnya setelah menunggu hampir selama 4 jam lebih, hampir jam 24:00 barulah bungaku ini mekar dengan sempurna.
Jam 23:00 mulai mekar sempurna

Jam 23:00 mulai mekar sempurna


Jam 24:00 mekar sempurna

Jam 24:00 mekar sempurna


Ada perasaan tak karuan ketika menunggu bunga ini mekar, karena jujur saja harum yang dikeluarkan dari bunga ini cukup membuat bulu kuduk merinding. Wanginya tidak biasa, sehingga meskipun hanya beberapa saat terasa sekali wangi yang sedikit aneh.
Jam 07:00, Bungaku Layu

Jam 07:00, Bungaku Layu


Untung saja, meski percaya dengan hal gaib karena diriku seorang muslim akan tetapi karena kita manusia lebih mulia dari syaitan maka segala perasaan aneh ku tepis jauh-jauh. Meskipun perasaan bulu kuduk ini berdiri dan keringat dingin bercucuran tetap saja ku yakinkan untuk tetap mengabadikan momen terbaik ini. Semoga saja bunga-bunga ini akan mekar di saat aku pulang cuti besok…

Bekerja Sebagai Seorang Welding Inspector II

Untuk ikut pelatihannya pun bukan hal yang mudah, karena perusahaan yang akan mengirimkan kandidatnya harus membeli tool seharga Rp. 270.000.000,- mungkin seharga kijang inova. Sehingga sebelum mengikuti training ini para petinggi perusahaan sudah memikirkan masak-masak dan berharap semoga investasi yang sudah mereka tanam akan memperoleh minimal kembali modal dalam beberapa tahun saja. Jadi jika di total jumlah pengeluaran perusahaan untuk kami berempat mulai dari tiket pesawat sampai biaya akomodasi hotel sekitar Rp. 500.000.000,-. Sebuah angka yang cukup fantastis ditengah harga batu bara dan kondisi bisnis yang sedang lesu. Maka tak salah jika ancaman pemotongan gaji oleh sang Bucho (baca : General Manager) di ucapkan sebelum kami berangkat. Meski dia hanya bercanda, akan tetapi ucapannya menjadi cambuk bagi kami terutama saya karena teman yang lain sudah lulus sertifikasinya walaupun ada seorang teman yang sudah mempunyai lisensi akan tetapi karena dari perusahaan lama maka dia di wajibkan untuk ikut kembali ujian sertifikasi.

Mencari cacat pada spesimen lasan baru

Mencari cacat pada spesimen lasan baru


Panas dingin memang, karena saya sebelumnya belum pernah menggunakan tool yang satu ini. Bagaimana tidak, sang traineernya adalah orang jepang asli yang sengaja di datangkan khusus untuk mengajarkan kami bagaimana cara menggunakan tools ultrasonics test. Parahnya, sang traineer tidak begitu fasih berbahasa inggris sehingga sebagian dari kita harus bersusah payah mengikuti kemana arah pembicaraan sang traineer. Beruntung ada Pak Heru Kristianto, sehingga dengan fasihnya dia berusaha menerjemahkannya. Meski terkadang ada beberapa kata yang terkadang sulit di mengerti akan tetapi dengan kehadiran pak heru di ruangan tersebut suasananya lebih hidup. Thank for your advice sir

Akhirnya di setelah hanya 2 hari di ajarkan cara untuk menggunakan tool, tiba saatnya untuk ujian sertifikasinya. Jum’at 16 desember 2011, saat menegangkan untuk saya. Di hadapan sang traineer Yamamoto san, saya di uji untuk bisa mencari cacat pada spesimen uji yang sudah di modifikasi sedemikian rupa sehingga cacat yang ada di spesimen tersebut mungkin agak sedikit aneh. Jangankan untuk menengok kiri atau kanan, dengan gerakan mencurigakan sedikit saja kami akan langsung di diskualifikasi. Jadi kejujuran adalah hal yang paling utama sebenearnya dalam ujian ini. Waktu yang diberikan pun sangat minim, kami diberikan waktu sekitar 30 menit untuk proses kalibrasi tools dan pencarian cacat.

Kontan keringat dingin sebesar biji karet 😀 bermunculan, karena sayalah orang yang pertama di panggil untuk di uji dengan alasan bahwasanya kami datang dari jauh dan sekarang sedang di tunggu untuk melaksanakan tugas di site. Well… dengan membaca bissmillah, akhirnya saya lakukan. Dan ternyata….. Gagal 😥 . Gagal karena ada pemahaman dan persepsi yang salah antara saya, interpreter dan sang traineer. Sehingga apa yang di ucapkan oleh traineer di tanggapi berbeda oleh penerjemah dan termasuk saya, oleh karena itu saya diperbolehkan diberi kesempatan untuk melakukannya lagi. Memang jika sudah adem, ada aja kejadian yang bikin jantung hampir copot. Sedang asyik-asyiknya mencari indikasi cacat, eh baterai toolnya habis. Kontan saja display tool tersebut mati total, sehingga ujian saya dilaksanakan pada hari berikutnya.

Hari kedua ujian yang sebenarnya tidak ada dalam jadwal terpaksa dilakukan, karena battearai tool yang habis. Karena mendapat kesempatan yang lebih, akhirnya persiapan diri yang matang membawa saya melakukan ujian ini hanya dalam waktu beberapa menit saja. Sehingga tinggal menunggu saja di kantor untuk hasil akhirnya apakah lulus atau gagal. Butuh waktu hampir sebulan untuk mendapatkan hasilnya, dan beruntung email di inbox memberitahukan bahwasanya saya lulus untuk sertifikasinya. Malang ada beberapa teman se-angkatan yang tidak lulus, termasuk salah satu teman sekantor saya meskipun dulu dia sudah pernah lulus akan tetapi ketika ujian kedua bersama saya kali ini dia gagal.

Alhamdulillah… lisensinya sudah keluar, sehingga dengan berbekal lisensi ini saya bisa keliling site di seluruh nusantara untuk melakukan pengujian pada unit-unit yang perusahaan kami jual. Berbekal lisensi ini pula, saya jadi semain percaya diri dalam bekerja. Berbekal lisensi ini pula saya menjadi semakin bersemangat untuk melanjutkan pendidikan S2 saya dan jika Tuhan mengizinkan mungkin bisa sampai jenjang S3. Semoga saja, ilmu yang saya dapatkan ini akan bermanfaat buat diri saya pribadi khususnya dan untuk mereka yang membutuhkan jasa saya sebagai seorang welding inspector

NDT License from HCM jepang

NDT License from HCM jepang

Bekerja Sebagai Seorang Welding Inspector

Mengapa saya begitu mencintai pekerjaan ini ? Dari beberapa pekerjaan yang saya dapatkan setelah lulus dari bangku kuliah, mungkin pekerjaan inilah yang merupakan pekerjaan yang dulu pernah saya impikan dan sekarang menjadi kenyataan. Sebagai seorang engineer, mungkin bekerja di bidang yang sesuai dengan pendidikan ketika di bangku sekolah menjadi harapan bagi setiap orang. Meskipun pada beberapa kasus, banyak juga teman-teman satu jurusan bekerja pada bidang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan jurusan ketika kuliah dahulu. Memang pada akhirnya adalah penghasilan, akan tetapi jika pekerjaan sehari-hari itu dilakukan dengan penuh kecintaan dan keikhlasan semuanya terasa lebih indah. Tak peduli apapun pekerjaannya, yang penting keikhlasan dalam beribadah untuk segenggam rejeki bagi keluarga itulah yang paling utama.

On Job

On Job


Menjadi seorang Inspektor las atau bahasa kerennya ”Welding Inspector (WI)” adalah salah satu tantangan tersendiri bagi kami lulusan teknik mesin. Meski terkadang banyak juga seorang WI bukan dari jurusan teknik mesin maupun teknik material. Ya itulah pekerjaan yang sudah hampir tiga tahun belakangan ini saya geluti. Sebelum kita membahas pekerjaan ini, ada baiknya kita mengenal dulu apa yang di maksud dengan WI dan mengapa banyak sekali orang yang tertarik untuk bekerja sebagai inspektor las ?

Apa sih tugas-tugas pokok seorang welding inspector ?

Naik ke unit yang lumayan tinggi

Naik ke unit yang lumayan tinggi


Seorang welding inspector bertugas memastikan bahwa sambungan pengelasan yang telah di las oleh seorang juru las sudah betul-betul baik dan sesuai sengan standar yang di harapkan. Tugas WI sebagai penanggung jawab masalah kualitas pengelasan. Semua variable pengelasan harus sesuai dengan WPS, PQR, dan Code yg telah ditetapkan sebelumnya. Jika pada suatu sambungan terjadi indikasi cacat maka tugas WI lah untuk menentukan dengan cepat apakah indikasi ini termasuk defect atau tidak. Jika iya, maka apakah masih dalam batas toleransi Code atau tidak. Jika tidak maka harus dilakukan repair.

Sebagai Quality Control (QC) seorang WI harus mengawasi, memeriksa dan memverifikasi semua hal, dari sebelum, pada saat, dan setelah proses pengelasan. Item yg harus dicek banyak sekali mulai dari kelengkapan dokumen-dokumen sampai ke welder dan inspectornya . Maka tak heran jika WI lebih banyak di lapangan daripada di office. Naik naik ke unit yang tinggi hingga merayap masuk ke dalam vessel yg sempit untuk memeriksa hasil lasan welder.

Naik naik ke unit yang tinggi :D

Naik naik ke unit yang tinggi 😀

Untuk bisa menjadi seorang welding inspector, anda harus mengikuti pelatihan selama beberapa ratus jam atau kurang lebih selama 3 bulan di Balai Besar Bahan & Barang Teknik (B4T) Bandung dengan biaya kurang lebih hampir Rp. 14.000.000,- dan itu belum termasuk untuk penginapan selama 3 bulan. Akan tetapi ada beberapa lembaga lain yang menyelenggarakan pelatihan welding inspector untuk waktu yang lebih cepat dan biaya yang lebih murah.

Saya sendiri belum pernah mengikuti pelatihan ini, karena pas ketika mendaftarkan diri mengikuti pelatihan WI pada bulan desember tahun 2010 lalu saya keburu di panggil untuk bekerja sebagai welding inspector meskipun nihil pengalaman. Rejeki, tanpa ada keahlian khusus dan tanpa berbekal sertifikat sebagai welding inspectorakhirnya saya bisa lulus test masuk kerja. Aneh memang, akan tetapi ada hikmahnya juga karena selama kurang lebih satu tahun harus belajar untuk mendapatkan sertifikasi dari QC Center HITACHI Construction Machinery Japan Co.,Ltd.

Menegangkan, pelatihan seminggu seharga kurang lebih hampir Rp. 36.000.000,- jika harus pulang dengan tangan hampa tanpa mendapatkan sertifikat UT License. Tak ayal jika selama pelatihan meski tidur larut malam dengan harapan ketika ujian nanti bisa lolos dan mendapatkan lisensi dari perusahaan induk di Jepang.

Bersambung

Nasib Sang Pawang Hujan

Seperti biasanya cuaca di kalimantan beberapa bulan kebelakang agak sedikit mendukung para pekerja tambang dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Atau mungkin karena do’a beberapa petani di sini, karena menurut mereka biasanya para petani selalu meminta hujan agar tanaman yang mereka tanam bisa tumbuh dengan baik. Maka tak ayal ketika turun hujan, para petani lah yang selalu mendapat getahnya padahal sebenarnya jika boleh jujur pasti para karyawan pun berharap demikian. Memang hujan merupakan bonus tersendiri bagi pekerja di tambang, karena dengan turunnya hujan otomatis mereka akan lebih banyak beristirahat. Maka tak salah di dalam tambang pun ada yang dinamakan seorang pawang hujan.

Ilustrasi

Ilustrasi

Ya… dialah yang bertanggung jawab terhadap kondisi di area tambang untuk cuaca nya. Meski terdengar tidak masuk akal, tetapi begitulah kondisi di negeri tercinta. Maka tak ayal para pawang hujan pun mendapat tempat yang lumayan enak dengan fasilitas seorang staff. Menurut beberapa sumber, keahlian untuk menangkal hujan ini bisa mendapatkan penghasilan yang cukup lumayan. Dengan penghasilan antara Rp.8 Jt – Rp.10 Jt per bulan atau lebih dan cuti proyek mengikuti staff 4 Minggu Kerja dan 2 Minggu Off Kerja, kiranya seorang pawang hujan di tambang adalah mereka yang paling beruntung dibandingkan para karyawan lain. Jadi cukup bermodalkan keahlian menangkal hujan dan tidak perlu sekolah terlalu tinggi, penghasilan cukup fantastis bisa di dapatkan.

Mungkin gurauan tersebut bukanlah isapan jempol belaka karena dari beberapa lokasi penambangan yang pernah penulis datangi, cerita dan celotehan karyawan tentang pawang hujan ini begitu santer terdengar. Terkadang mereka ternyata memperhatikan gerak-gerik dari aksi para pawang hujan tersebut. Ada yang malah dengan sengaja memakan atau mencuri beberap sesaji yang telah dipersiapkan oleh pawang tersebut, sehingga terjadi hujan yang cukup lebat di daerah tersebut dan sang pawang pun terpaksa kehujanan dan basah kuyup serta berlindung di bawah pohon besar. Sehingga sang pawang pun mendapat cemoohan dan ejekan dari beberapa orang operator alat berat.

Memang pekerjaan yang cukup kontroversial ini sangat dibenci oleh pekerja lapangan. Jujur saja, setelah beberapa jam bekerja di area terbuka dengan cuaca yang sangat panas dan baju yang penuh dengan keringat tak salah jika mereka mengharapkan ada bonus tambahan waktu beristirahat. Jadi tak salah juga ketika awan hitam sudah mengumpul dan hembusan angin dingin yang sangat kencang tiba-tiba lenyap, tak ayal sejuta sumpah serapah pasti di sematkan kepada sang pawang. Padahal belum tentu juga dia yang berbuat demikian.

Nasib pawang hujan

Nasib pawang hujan

Sumber
Ada baiknya tetap percaya bahwasanya hujan dan panas sudah menjadi takdir serta ketetapan yang maha kuasa jadi kita tidak boleh sedikitpun mendahuluinya. Syukuri saja jika memang sebulan belakangan ini hujan dan nikmati saja apabila panas terasa mendera tubuh. Bukankah hal tersebut menjadi berkah tersendiri dalam mencari rejeki demi keluarga yang ditinggalkan? Amien….

Well, selamat berjuang pak pawang…!!! Meski pekerjaanmu terkadang mendapat sisi negatif di mata pekerja lain. Gammbatte ….!!!

Sejuta Kesal Saat Safety Induction

Ini adalah untuk yang ke tiga kalinya menunggu selama hampir 1 bulan hanya untuk mendapatkan izin bekerja di area pekerjaan yang baru. Ya… Selama belum mendapatkan permit atau izin tersebut, jangan berharap untuk dapat melakukan pekerjaan. Sebenarnya hal tersebut sangat menguntungkan karyawan, apalagi di bulan puasa ini seperti yang kalian ketahui bahwasanya bekerja di lapangan sangat menguras tenaga. Tetapi apa jadinya jika selama 1 bulan tersebut, kita hanya berpangku tangan dan melihat teman-teman memeras keringat. Kiranya sangat tidak pantas bukan? Akan tetapi begitulah peraturan keselamatan, nyaris tanpa kompromi. Karena kecelakaan tidak akan mengenal kata kompromi, untuk itulah selama lebih dari 1 bulan badge untuk izin bekerja masih belum ada. Sehingga kami harus menunggu jadwal untuk melakukan safety induction untuk mendapatkan izin tersebut.

Safety induction sign

Safety induction sign

Sumber
“Safety induction” satu kalimat yang mungkin cukup asing di telinga kita, terutama bagi mereka yang sebagian bekerja di bidang pemerintahan atau bagi teman-teman kita yang bekerja pada perusahaan kecil yang belum memaksimalkan bidang Keselamatan dan kesehatan kerja. Bukan bermaksud untuk mengecilkan perusahaan tempat mereka bekerja, mungkin saja dengan perusahaan kecil dengan manajemen yang cukup bagus tentunya segala sesuatu yang berhubungan dengan keselamatan pekerja menjadi hal yang penting. Bukankah karyawan adalah aset untuk perusahaan? Bagaimana seorang karyawan akan bekerja secara maksimal jika keselamatan dirinya dalam bekerja tidak diperhitungkan oleh perusahaan tersebut.

Kebiasaan ini biasanya dilakukan untuk para kayawan yang bekerja pada pekerjaan dimana resiko untuk cederanya serius bahkan bisa berakibat kematian. Maka safety induction menjadi hal prioritas yang dilakukan ketika pertama kali akan memasuki area kerja. Bahkan di beberapa perusahaan kontraktor pertambangan ada yang menerapkan kebijakan safety induction setiap karyawan tersebut melakukan cuti project.

Safety induction atau dalam bahasa indonesianya biasa di sebut Induksi tentang keselamatan adalah sebuah tahapan pengenalan area kerja untuk para pekerja baik itu di bidang pertambangan, minyak dan gas, kimia, manufaktur maupun perusahaan lainnya yang mempunyai potensi resiko yang sangat besar. Di dalam safety induction biasanya pembawa materi atau traineer selalu mengulas tentang keselamatan di area pekerjaan baik dikantor maupun diluar ruangan. Akan tetapi tidak hanya materi keselamatan saja yang dibahas di forum tersebut, terkadang isue tentang lingkungan dan segala sesuatu tentang kesehatan juga dibahas. Maka tak salah memang, jika terkadang safety induction dilakukan selama sehari penuh bahkan terkadang sampai berminggu-minggu karena jadwal dan para pesertanya belum memenuhi quota.

Sebenarnya ini mungkin sudah yang ketiga kalinya untuk melaksanakan induction temporary bagi pengunjung yang hanya berlaku selama 14 hari saja. Sehingga selama tenggang waktu tersebut kita bisa bekerja akan tetapi dengan pengawasan yang ketat dari seorang safety officer. Akan tetapi pekerjaan saat ini meskipun temporary akan tetapi tenggang waktunya selama 2 tahun, masa mesti bolak-balik setiap 2 minggu sekali untuk mengurus izinnya. Semoga saja proses ini akan cepat selesai, sehingga bisa melakukan pekerjaan bersama teman-teman lainnya yang sudah lebih dulu tergabung sebagai Special Teams For Hauling Truck HITACHI EH3500 ACII Mandatory di site ini…

Membunuh Sepi Di Saat Tugas

Meninggalkan keluarga untuk bekerja di seberang pulau selama beberapa bulan adalah hal tersulit bagi sebagian orang, meskipun hal tersebut telah rutin dilakukannya selama beberapa tahun ke belakang. Ada perasaan yang tak bisa diungkapkan betapa rindunya mereka untuk berkumpul bersama keluarga karena hal tersebut teramat sangat mereka rindukan. Bukan karena takut akan kehilangan pekerjaan, akan tetapi ada beberapa hal yang mungkin bisa membuat sebagian orang menerima nasib untuk tetap bekerja jauh dari keluarga. Awalnya memang terasa sangat sulit dilakukan, akan tetapi setelah beberapa lama pun memang masih sulit dilakukan. Ada beberapa alasan mengapa sebagian dari kami enggan untuk mengungkapkan mengapa kami mengambil jalan ini.

Terkadang laptop, gitar maupun kegiatan olahraga dilakukan hanya sekedar untuk membunuh rasa sepi dan rindu dengan keluarga yang jauh di seberang sana. Bermain berjam-jam di depan laptop mulai dari browsing hal-hal yang tidak perlu sampai video call hingga bosan mereka lakukan. Tapi bagaimana jika tempat kerja dan mess untuk mereka menginap terdapat jauh di dalam hutan dengan sinyal telekomunikasi yang nyaris tidak ada? Mungkin memancing adalah hobby yang bisa sedikit memberi angin segar ketika sedang suntuk. Bahkan untuk diriku sendiri ketika menjalani tugas dan ditempatkan di daerah yang hampir tidak ada sinyal HP, salah satu cara yang paling efektif adalah dengan mengajak beberapa teman dari lokasi tersebut untuk berkunjung ke arah perkampungan yang lebih dalam sehingga kita bisa melihat budaya dan kehidupan mereka yang masih jauh dari peradaban kota.

Meskipun hal tersebut terkadang masih belum mampu membunuh rasa sepi dan rindu untuk tetap berkumpul bersama keluarga tercinta. Ditengah kesepian yang mendera tersebutlah, kawan-kawan sepekerjaan yang selalu menjadi penghibur setelah seharian penuh bekerja di lapangan. Gurauan kecil dan celotehan khas pekerja lapangan selalu menghiasi percakapan ketika malam, sembari di temani petikan suara gitar dan lengkingan suara vokalis yang entah bernyanyi dengan syair yang bagus atau tidak. Tetapi tetap saja kegembiraan akan hadir di tengah ketika berkumpul bersama, bernyanyi bersama dan saling menguatkan di antara kita yang terpisah jauh dari rumah.

Semoga saja kegembiraan itu akan selalu bersama kita kita sobat..
Dan aku rindu kebersamaan bersama kalian lagi…