Salahkah Jika Aku Mempunyai Sebuah Mimpi….?

“Mak…akankan hidupku seindah mimpi-mimpiku ?” Berulang kali, kata-kata tersebut melintas di otakku. Mungkin karena terlalu banyak khayalan yang membuatku terus hidup dibelenggu keadaan, atau karena efek dari sebuah kekosongan jiwa yang jauh di perantauan. Ataukah hanya sebuah titik jenuh setelah bekerja hampir sehari penuh, pergi pagi shubuh dan pulang selepas isya. Dunia terasa pahit jika memikirkan sesuatu yang tidak mungkin, akan tetapi salahkah jika aku mempunyai sebuah mimpi ?
Sebagai seorang Engineer seharusnya diriku bisa untuk merekayasa segala sesuatu yang kelihatannya tidak mungkin menjadi mungkin. Akan tetapi bagaimana caranya aku untuk merekayasa jiwaku yang seolah kosong dan tak berjiwa lagi. Setiap derap langkah kakiku menuju tempat mencari sebongkah berlian yang dulunya sangat semangat, kini setiap bangun dari tidurku hanya rasa jenuh dan suntuk selalu menghampiri. Tidak ada lagi “Semangat Pagi – Luar Biasa” yang selalu diucapkan ketika safety talk tertanam di jiwa ini. Apakah aku sudah bosan dengan hingar bingar dan deru kendaraan besar pengangkut batu bara atau hanya secuil perasaan kangen terhadap mereka yang selalu menantu kepulanganku?

Sebagai seorang yang bisa survive selama hampir 3 tahun setelah malang melintang di hampir seluruh site pertambangan, sepertinya itu bukan masalah yang besar bagiku. Bukankan hal itu adalah keinginanmu Rahmat? Mengapa setiap kali dirimu berada di titik yang nyaman, selalu saja ada sebuah rencana lain yang mengharuskan dirimu meninggalkan posisi tersebut? Tidakkah kau sedikit bersabar sehingga rencana dan mimpi yang dulu dirimu dan mereka yang menyayangimu terlaksana dahulu. Apakah hal tersebut tidak bisa kau lakukan? Sejuta pertanyaan selalu menghantui dan selalu membuat dirimu terbangun ketika malam? Apakah kamu tidak yakin dengan sikap yang kau lakukan?

Aku begitu sangat mencintai pekerjaanku, akan tetapi ketika suara itu memanggilku dan melanjutkan pendidikan adalah mimpiku sejak dahulu dengan terpaksa harus kutinggalkan pekerjaan yang begitu sangat aku cintai ini. Tidakkah berlebihan jika aku memilih keluarga dan melanjutkan pendidikan di Jakarta?

Hanya Tuhan yang tahu segala sesuatu, dan dengan Istikharah sudah mantap dalam hati jika aku harus kembali pulang dan berkumpul bersama mereka lagi. Salahkah jika aku bermimpi untuk dekat dengan keluarga dan melanjutkan S2 ku? Sebuah mimpi kecil yang selalu mengusik tidurku di tengah gelap malam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s