Bekerja Sebagai Seorang Welding Inspector

Mengapa saya begitu mencintai pekerjaan ini ? Dari beberapa pekerjaan yang saya dapatkan setelah lulus dari bangku kuliah, mungkin pekerjaan inilah yang merupakan pekerjaan yang dulu pernah saya impikan dan sekarang menjadi kenyataan. Sebagai seorang engineer, mungkin bekerja di bidang yang sesuai dengan pendidikan ketika di bangku sekolah menjadi harapan bagi setiap orang. Meskipun pada beberapa kasus, banyak juga teman-teman satu jurusan bekerja pada bidang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan jurusan ketika kuliah dahulu. Memang pada akhirnya adalah penghasilan, akan tetapi jika pekerjaan sehari-hari itu dilakukan dengan penuh kecintaan dan keikhlasan semuanya terasa lebih indah. Tak peduli apapun pekerjaannya, yang penting keikhlasan dalam beribadah untuk segenggam rejeki bagi keluarga itulah yang paling utama.

On Job

On Job


Menjadi seorang Inspektor las atau bahasa kerennya ”Welding Inspector (WI)” adalah salah satu tantangan tersendiri bagi kami lulusan teknik mesin. Meski terkadang banyak juga seorang WI bukan dari jurusan teknik mesin maupun teknik material. Ya itulah pekerjaan yang sudah hampir tiga tahun belakangan ini saya geluti. Sebelum kita membahas pekerjaan ini, ada baiknya kita mengenal dulu apa yang di maksud dengan WI dan mengapa banyak sekali orang yang tertarik untuk bekerja sebagai inspektor las ?

Apa sih tugas-tugas pokok seorang welding inspector ?

Naik ke unit yang lumayan tinggi

Naik ke unit yang lumayan tinggi


Seorang welding inspector bertugas memastikan bahwa sambungan pengelasan yang telah di las oleh seorang juru las sudah betul-betul baik dan sesuai sengan standar yang di harapkan. Tugas WI sebagai penanggung jawab masalah kualitas pengelasan. Semua variable pengelasan harus sesuai dengan WPS, PQR, dan Code yg telah ditetapkan sebelumnya. Jika pada suatu sambungan terjadi indikasi cacat maka tugas WI lah untuk menentukan dengan cepat apakah indikasi ini termasuk defect atau tidak. Jika iya, maka apakah masih dalam batas toleransi Code atau tidak. Jika tidak maka harus dilakukan repair.

Sebagai Quality Control (QC) seorang WI harus mengawasi, memeriksa dan memverifikasi semua hal, dari sebelum, pada saat, dan setelah proses pengelasan. Item yg harus dicek banyak sekali mulai dari kelengkapan dokumen-dokumen sampai ke welder dan inspectornya . Maka tak heran jika WI lebih banyak di lapangan daripada di office. Naik naik ke unit yang tinggi hingga merayap masuk ke dalam vessel yg sempit untuk memeriksa hasil lasan welder.

Naik naik ke unit yang tinggi :D

Naik naik ke unit yang tinggi 😀

Untuk bisa menjadi seorang welding inspector, anda harus mengikuti pelatihan selama beberapa ratus jam atau kurang lebih selama 3 bulan di Balai Besar Bahan & Barang Teknik (B4T) Bandung dengan biaya kurang lebih hampir Rp. 14.000.000,- dan itu belum termasuk untuk penginapan selama 3 bulan. Akan tetapi ada beberapa lembaga lain yang menyelenggarakan pelatihan welding inspector untuk waktu yang lebih cepat dan biaya yang lebih murah.

Saya sendiri belum pernah mengikuti pelatihan ini, karena pas ketika mendaftarkan diri mengikuti pelatihan WI pada bulan desember tahun 2010 lalu saya keburu di panggil untuk bekerja sebagai welding inspector meskipun nihil pengalaman. Rejeki, tanpa ada keahlian khusus dan tanpa berbekal sertifikat sebagai welding inspectorakhirnya saya bisa lulus test masuk kerja. Aneh memang, akan tetapi ada hikmahnya juga karena selama kurang lebih satu tahun harus belajar untuk mendapatkan sertifikasi dari QC Center HITACHI Construction Machinery Japan Co.,Ltd.

Menegangkan, pelatihan seminggu seharga kurang lebih hampir Rp. 36.000.000,- jika harus pulang dengan tangan hampa tanpa mendapatkan sertifikat UT License. Tak ayal jika selama pelatihan meski tidur larut malam dengan harapan ketika ujian nanti bisa lolos dan mendapatkan lisensi dari perusahaan induk di Jepang.

Bersambung

Iklan

130 thoughts on “Bekerja Sebagai Seorang Welding Inspector

  1. malem mas,saya mau tanya ne,saya sekarang msih kuliah,rencananya setelah lulus mau ngambil training WI mas,tapi saya msih bingung ne mas,saya soal nya minim pengalamn & gak ngerty autocad mas,apakah saya bisa ngambil WI,gambaran kerja di bidang WI itu kya gmna sih mas???terima kasih mas sebelumnya.

    • Pagi Mas Yopi,

      Saya sendiri kurang memahami Auto CAD, dan masih terus belajar meski sedikit terlambat. Karena masih kuliah, ada baiknya anda lebih intens belajar auot cad, karena WI sendiri harus bisa membaca gambar. Untuk gambaran kerjanya mungkin sama saja, kita hanya menginspeksi sambungan las. Untuk perancangan mungkin lebih ke jobnya seorang WE. Semoga bisa sedikit membantu.

  2. Malem mas…,
    Saya mau nanya mas..? Sekolah Welding Inspector (WI) yang bagus dimana yah..? Klo sekolah WI dijamin langsung dapet kerjaan yah mas..? Atau ada ngga, sekolah WI yang ikatan dinas gitu..?

  3. mas, saya mau tanya bedanya NDT technician dengan welding inspector apa ya ?
    karena jika dilihat dari job desc kan sama saja ya, yaitu mengecek hasil las apakah sesuai atau tidak.
    jika seseorang sdh berstatus NDT technician level II apakah dia bkn Welding inspector ?

    • Sebenarnya untuk technician lebih ke arah aplikasi saja Kali mas. Soalnya unutk para teknisi biasanya langsung terjun ke lapangan. Jika seseorang sudah berstatus NDT technician level II tentunya dia sudah seorang WI.

      Kalau menurut saya sendiri sih kedua istilah itu sama saja.

  4. Assalamualaikum slam knal kang rahmat, sy mau tanya usia sy 37th lulusan SMU IPA, februari 2016 slesai magang di jepang slama 3 tahun di pengelasan kapal. Apakah sy masih bisa ikut pelatihan WI dan kalo lulus kesempatan sy bekerja di bagian WI apakah masih bisa mengingat usia sy sdh 37th dan sampai sekarang sy masih menganggur.

    • Walaikum salam, kang Asep..
      Wah …wah..wah, klo lulusan IMM mah sepertinya sayang kang klo kerja di WI. Tapi it’s ok lah, rejeki mah dari mana saja. Untuk WI biasanya harus minimal 5 tahun bekerja di industri pengelasan jika di B4T. tapi belum tentu jika ditempat lain, mungkin masih ada kelonggaran. Kalau untuk bekerja mah itu Allah yang mengatur, toh semuanya tergantung diri-Nya bukan…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s