Gara-Gara Benda Kecil Berwarna Biru

Awalnya buka-buka koleksi fhoto jadul di hardisk external, entah karena perasaan kangen melihat perjalanan hidup selama beberapa tahun kebelakang atau karena waktu cuti project yang akan datang sudah menunggu hitungan hari, mata ini tertuju kepada satu folder yang hanya berisi beberapa fhoto aneh tentang sebuah stick alarm. Satu batang biru yang cukup membuat seluruh karyawan panik, karena bunyi alarmnya yang cukup memekakan telinga dan hanya bisa dimatikan oleh si pemegang kuncinya. Nah itu dia yang jadi masalahnya, salah satu pemegangnya adalah aku dan bertanggung jawab untuk area gedung perusahaan.

Bendanya

Bendanya


ukan karena tidak percaya dengan bapak security akan tetapi karena semata-mata sudah menjadi prosedur perusahaan untuk tetap mengamankan aset milik para customer yang mencapai puluhan juta dollar yang mereka titipkan untuk kami kelola. Main job dari perusahaanku dahulu adalah warehousing & logistic, maka tak heran jika perusahaan induk di jepang memiliki standar yang cukup ketat untuk masalah keamanan barang milik customer. Dengan hanya total sekitar 17 orang termasuk staff dan 8 orang yang bertanggung jawab di area gudang, masuk akal jika perusahaan menetapkan standar ganda untuk keamanan.
Dengan memegang kunci dan stick biru ini adalah akses untuk menjadi juru kunci seperti mbah marijan sang juru kunci gunung merapi. Untuk itulah maka semua aset perusahaan dan barang jadi milik customer otomatis berada di tangan sang pemegang kunci. Satu tanggung jawab yang cukup besar dengan salary yang cukup kecil di saat itu.

Amanah ataukah memang hanya diriku yang mempunyai rumah paling dekat dengan perusahaan, sehingga bos mempercayakan kunci dan stick biru ini kepadaku. Sebenarnya jumah stick alarm untuk area warehouse ini ada 2 buah, yang satunya di pegang oleh salah seorang temanku sehingga kami terkadang berbagi tugas untuk mematikan alarm tergantung dari siapa yang datang terlebih dahulu di lokasi perusahaan.

Pernah suatu hari ketika sedang menjalani job customer untuk perusahaan AC D*nso, karena kesalahan dari proses pengambilan barang dengan sistem milk run yang melewatkan satu cycle untuk mengambil barang di gudang kami terpaksa kami harus kembali datang ke perusahaan sekitar jam 02.00 pagi. Karena hanya kami berdua yang mempunyai akses dan bisa mematikan alarm tersebut. Meskipun di pagi harinya sang bucho (General Manager) dengan tanpa rasa ragu memberikan ucapan terima kasih yang tulus dengan sengaja langsung datang ke meja kerjaku tetap saja perasaan terbebani oleh benda biru kecil tersebut sangat menggangguku.

Entah karena perasaan yang sudah terbiasa atau menjalankan amanah dari perusahaan, tetap saja meskipun terasa sangat mengganggu di waktu malam akan tetapi amanah tersebut ku jalani selama hampir selama 3.5 tahun lebih. Karena di akhir bulan oktober tahun 2010, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang alat berat mengajakku bergabung dan dengan leganya akhirnya beban pemegang kunci dan stick alarm biru tersebut ku limpahkan kepada karyawan lain. Dan kini setelah hampir 3 tahun ku tinggalkan, terkadang diriku bertanya penasaran : “ Siapa yang memegang stick alarm tersebut sekarang ?…”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s