Semalam Di Tanah Lombok

Untuk urusan delay, memang maskapai L*on air ini memang jagonya. Bagaimana tidak untuk penerbangan Balikpapan – Mataram yang semestinya hanya kurang lebih 3 jam itupun dengan transit sebentar di Surabaya ini malah molor selama hampir lebih dari 5 jam. Cukup fantastis memang dengan jumlah penumpang yang semakin hari semakin bertambah ini. Sepertinya kendala dan alasan teknis selalu menjadi biang keladi dari semuanya. Alasan klasik, tetapi begitulah kenyataanya entah sampai kapan semua itu akan berubah.

Berawal dari browsing di oom google untuk tempat menginap yang sedikit agak nyaman dan dekat dengan pusat kota, akhirnya ku putuskan untuk menginap di hotel yang terletak di jalan Cakranegara ini. Dengan harapan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Batu Hijau Sumbawa besok paginya, malam hari ini masih bisa keliling kota untuk menikmati kuliner khas Lombok dan mencari kain tenun untuk oleh-oleh. Apalagi dengar dari kabar teman-teman yang pernah ke sini, bahwa untuk urusan oleh-oleh harganya cukup murah di bandingkan tempat lain.

Dengan membayar taksi bandara seharga Rp.100.000,- dari Bandara Internasional Lombok yaitu sebuah bandara baru yang di siapkan untuk mengganti Bandara Selaparang, taksi dengan pengemudi bernama Pa Hasan membawaku menyusuri hamparan sawah sepanjang perjalanan menuju hotel. Jarak dari bandara ke kota terasa agak lebih jauh di bandingkan dengan bandara selaparang karena hampir memakan waktu kurang lebih 45 menit. Akan tetapi semuanya tidak terasa lama karena di suguhi pemandangan yang luar biasa mulai dari hamparan sawah, angkuhnya puncak gunung rinjani yang serasa memanggilku untuk mencumbui dan merayapi hamparan sabananya.

Jika saja bukan untuk tugas kantor, mungkin saja tidak akan kulewatkan kesempatan ini karena begitu dekat dengan salah satu gunung yang wajib di daki ini. Belum saja hilang rasa sedih karena masih belum bisa mencumbui indahnya lereng rinjani ini, hembusan angin dingin menerpa serasa mengingatkanku dengan kondisi alam tanah parahiyangan. Dengan rata-rata suhu yang cukup sejuk, kiranya jika memiliki sedikit tanah di sini akan menjadi salah satu tempat berlibur paling nyaman di tanah air tercinta ini.

Betul saja, tidak sia-sia memilih hotel ini. Dengan harga yang cukup standar, fasilitas kamarnya cukup nyaman. Apalagi dengan kondisi kamar yang sebenarnya mirip sebuah cottage ketimbang kamar hotel karena kamarnya sengaja di buat berjejer dan terpisah. Kolam renang di depan kamar semakin menambah indah pemandangan. Beberapa gazebo yang sengaja di persiapkan sebagai tempat untuk beristirahat terlihat sangat rapi susunannya dan lorong yang terbuat dari pohon yang merambat semakin menyejukan dan membuat orang yang berkunjung akan betah untuk berlama-lama di sini.

View dari Gazebo

View dari Gazebo


Selepas berisitirahat sebentar, dengan berjalan kaki beberapa ratus meter ke arah kanan hotel ku temukan sebuah toko oleh-oleh dan kebetulan di depannya terdapat sebuah pedagang kaki lima yang menjajakan makanan khas pulau lombok. Tidak usah pergi terlalu jauh dari hotel, oleh-oleh khas pulau lombok dapat ku peroleh dengan harga yang cukup murah dan tidak memakan tenaga yang banyak untuk berkeliling kota karena besoknya aku harus melanjutkan perjalanan menuju Lombok Timur untuk kemudian menyeberang menuju Sumbawa. Hari yang indah di pulau 1000 masjid ini, semoga saja kelak aku bisa kembali untuk berlibur dan menikmati indahnya Danau segara anak di puncak Gunung Rinjani.
Asri dan Nyaman

Asri dan Nyaman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s