Asyik….Waktu Mudik Telah Tiba

Mudik….? Satu kata cukup singkat tetapi penuh dengan jutaan makna. Satu kata kerja yang cukup membuat semua orang yang melakukannya tidak bisa tidur semalaman atau bahkan mungkin beberapa hari sebelum hari H tersebut tiba. Bukan karena letihnya perjalanan atau mungkin berdesak-desakannya sesama pemudik di angkutan umum, akan tetapi moment yang paling di tungggu selama setahun ini memang memberikan kesan tersendiri bagi kami para pekerja yang jauh meninggalkan keluarga di tanah seberang.

Tradisi Mudik

Tradisi Mudik

Sumber gambar
Tradisi mudik adalah tradisi Indonesia yang saya rasa sangat unik. Tradisi ini rasanya tidak akan dijumpai di negara-negara lain. Bahkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah umat Islam, maka tradisi mudik ini tidak dijumpai. Yang ada adalah tradisi silaturahmi yang memang sudah ada semenjak lama, yaitu ketika Islam turun di Negara Arab. Jika tradisi silaturahmi memang ada relevansi teksnya, misalnya Sabda Nabi Muhammad saw, “man kana yu’minu billahi wal yaumil akhiri fal yashil rahimah”. Yang artinya, bahwa “barang siapa mempercayai Allah dan hari akhir, maka hendaknya menyambung tali silaturahmi”. Kemudian, di dalam tradisi Jawa juga didapatkan tradisi sungkeman, yaitu tradisi yang dilakukan oleh yang lebih muda kepada yang lebih tua atau dari anak, cucu atau kerabat yang lebih muda kepada yang lebih tua atau dituakan. Misalnya di dalam tradisi mantenan atau perkawinan, dan bahkan ketika ada acara pertemuan keluarga dan sebagainya.

Tradisi mudik adalah dialog antara tradisi Islam dengan tradisi Jawa, yaitu tradisi silaturrahmi dengan tradisi sungkeman di dalam tradisi Jawa. Jika di dalam tradisi Islam memang didapatkan teks mengenai aktivitas untuk saling berkunjung ke rumah, maka di dalam acara sungkeman yang khas Jawa adalah tradisi yang sesungguhnya diprakarsai oleh para raja dan keturunannya, namun juga menjadi tradisi masyarakat yang masih mengagungkan budaya Jawa. Hingga kini tradisi ini memang masih menjadi pola bagi tindakan sebagian masyarakat kita.

Beban yang paling berat yang dihadapi dalam mudik adalah penyediaan sistem transportasinya karena secara bersamaan jumlah masyarakat menggunakan angkutan umum atau kendaraan melalui jaringan jalan yang ada sehingga sering mengakibatkan penumpang/pemakai perjalanan menghadapi kemacetan, penundaan perjalanan. Mungkin bagi orang luar negeri, perjalanan mudik adalah penyiksaan dan bahkan pengalaman yang traumatic. Akan tetapi kemacaten bagi para pelaku mudik adalah bagian dari tradisi mudik. Bahkan jika seandainya mudik tanpa macet, maka tradisi mudik menjadi kurang bermakna. Justru mudik yang penuh dengan kemacetan dan kesulitan itu bisa dilampaui maka rasa mudik menjadi sebuah cerita yang menarik. Maka memikirkan mudik tanpa macet rasanya juga tidak menjadi signifikan. Yang penting adalah bagaimana mengatur agar ketika terjadi kemacetan mereka tetap nyaman berkendaraan. Hanya saja yang diperlukan adalah bagaimana menihilkan kecelakaan di saat mudik. Oleh karena itu, yang diperlukan adalah memanej perjalanan kendaraan agar sesuai dengan aturan. Jadi, tradisi mudik merupakan tradisi yang khas dan kemacetan di dalam tradisi mudik juga menjadi bagian dari festival mudik yang memang harus terjadi.

Well… Meski sudah berulangkali melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman di Cikarang, tetap saja perjalanan mudik kali ini serasa menguras tenaga. Mulai dari packing barang bawaan sampai tetek bengek oleh-oleh buat keluarga dan si kecil di sana menjadikan satu keunikan tersendiri bagi diri saya. Semoga perjalanan mudik malam nanti di mudahkan. Dan semoga saja tidak ada lagi delay pesawat dari Banjarmasin, sehingga planing untuk sampai rumah tepat pagi hari bisa terlaksana. Amien…

Iklan

One thought on “Asyik….Waktu Mudik Telah Tiba

  1. Ping-balik: Beberapa Tips Saat Hendak Liburan Dan Mudik | rindutanahbasah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s