Naik Pick Up Truck, Sebuah Tradisi Yang Nyaris Punah

Mobil barang atau Pick up truck biasa kami menyebutnya adalah sebuah kendaraan beroda empat yang biasanya digunakan untuk mengangkut barang pada hari-hari biasa. Akan tetapi untuk hari istimewa misalnya hari besar seperti lebaran (Idul Fitri), kendaraan ini biasanya digunakan untuk mengangkut penumpang berupa manusia. Memang terlihat agak beresiko jika kita sebagai orang yang mengutamakan “Safety di atas segalanya” melihat perbuatan tersebut, akan tetapi jika hal tersebut merupakan sebuah tradisi yang sudah turun menurun mustahil rasanya untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Bukan karena tidak mampu untuk membeli kendaraan yang cukup nyaman untuk membawa mereka kemanapun mereka inginkan, akan tetapi ada satu hal yang tak bisa di ungkapkan untuk melukiskan sensasinya.

Tradisi Kebersamaan

Tradisi Kebersamaan


Terdengar kurang masuk akal memang hidup di zaman yang serba mewah dan serba di manjakan ini. Akan tetapi satu hal yang masih dipegang oleh nenek moyang ku bahwasanya : “ Kebersamaan adalah segalanya….!!!”. Sebagai mahluk sosial, memang manusia tidak bisa lepas dari saling ketergantungan dengan orang lain. Apalagi nenek ku yang notabene adalah keluarga besar yang terdiri dari 13 orang besaudara, hal tersebut menjadi hal yang utama. Maka tak salah jika prinsip kebersamaan menjadi hal yang sangat di elu-elukannya. Dan pilihan untuk memiliki sebuah kendaraan pick up menjadi pilihan yang tepat untuk dapat mengangkut seluruh keluarga besarnya ketimbang memiliki kendaraan station wagon, Sub Urban ataupun Minibus. Sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Ya…dengan memiliki kendaraan pick up selain bisa mengangkut puluhan karung padi ketika musim panen tiba, bisa juga untuk mengangkut keluarga besar jika mereka akan bepergian ke suatu tempat.

Jika kebanyakan orang kota beranggapan bahwa kenyamanan adalah segalanya, maka orang yang biasanya hidup di kampung atau di daerah pedesaan biasanya lebih mementingkan kebersamaan. Maka tak salah jika mereka lebih memilih membeli kendaraan pick up dibandingkan dengan kendaraan minibus yang hanya dapat memuat beberapa orang saja. Karena hal tersebut, tak salah jika momen seperti hari lebaran atau hari libur menjadi saat yang dinantikan oleh keluarga besarku. Selain bisa bersantai dan mengunjungi beberapa tempat wisata, mereka bisa melupakan sejenak aktifitas sehari-hari yang menyita waktu mereka.

Terkadang orang tuaku sengaja meluangkan waktu beberapa hari untuk mempersiapkan kendaraannya sehingga terasa cukup nyaman untuk bepergian. Mulai dari memasang tutup dari plastik tebal, dan membuat semacam pegangan di atas bak terbuka sehingga mereka yang nantinya akan menaiki mobil ini terasa tidakkepanasan dan cukup nyaman. Bukan hal yang mustahil apabila mereka yang menaiki mobil ini serasa menaiki kendaraan mewah. Karena segala sesuatu apabila di syukuri akan terasa lebih nikmat bukan? Untuk itulah meski hanya di saat-saat tertentu saja dapat menaiki kendaraan ini di jalan umum, kesan yang tersirat pada setiap orang yang pernah merasakan menaiki kendaraan ini selalu menunjukan ekspresi yang cukup membuat kita sedikit berbangga.

Tak ada salahnya untuk mencoba karena meskipun agak sedikit beresiko untuk menaiki kendaraan ini, kesan pertama yang ditimbulkan selalu saja membuat kita sedikit tersenyum. Semoga saja bapak-bapak pejabat tidak melarang tradisi bepergian menggunakan kendaraan terbuka, karena hal ini bukan hanya sebuah tradisi akan tetapi ada sebuah pesan tersembunyi yang ingin mereka sampaikan bahwa : “ Kebersamaan adalah hal yang utama….!”.

Iklan

2 thoughts on “Naik Pick Up Truck, Sebuah Tradisi Yang Nyaris Punah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s