Menapaki Tangga Terjal Menuju Curug Cipamingkis

Jadwal cuti proyek yang sangat pendek yang hanya menyisakan beberapa hari setelah lebaran 1434 H, membuat isi kepala sedikit berputar menentukan lokasi mana yang tepat untuk melakukan liburan. Bukan masalah waktu saja, akan tetapi sebagai seorang pekerja rendahan yang hanya menghasilkan sedikit uang tentu saja agak sedikit malas untuk mengambil beberapa tempat yang agak mewah untuk dijadikan tempat liburan keluarga. Begitulah nasib para pekerja seperti kami yang hanya bisa gigit jari ketika uang gajian yang sudah di tunggu selama satu bulan hanya transit selama beberapa jam saja di rekening tabungan. Belum lagi untuk bayar kontrakan serta cicilan kredit beberapa barang yang mengharuskan kami memutar otak sehingga gaji sebulan tidak habis dalam waktu beberapa jam. Dan jika bisa masih menyisakan sedikit untuk tabungan dan bekal di masa depan.

Dengan kondisi yang serba sulit seperti ini karena harga batu bara yang turun drastis, memaksa perusahaan untuk melakukan efisiensi besar-besaran. Bukan hanya jam kerja yang dikurangi, tetapi beberapa fasilitas dan kegiatan yang tidak menghasilkan profit terpaksa dihilangkan. Efekya tentu saja terjadi pada kami para pekerja. Untuk itu suatu pilihan yang tepat di usulkan oleh salah seorang teman yang kebetulan memiliki keluarga di daerah seputaran kabupaten bogor mengajak kami sekeluarga untuk berlibur sekaligus silaturahmi dengan orang tuanya. Selain bisa berwisata alam karena kebetulan selama hampir 3 tahun ke belakang kegiatanku mendaki gunung agak vakum, kami juga masih bisa memangkas beban biaya yang akan timbul ketika berwisata. Agak sedikit pelit memang, tapi begitulah kenyataannya karena minggu depan biaya kuliah S2 harus sudah dilunasi.

Curug Cipamingkis adalah sebuah tempat wisata alternatif untuk keluarga yang terletak di Kabupaten Bogor tepatnya di Kecamatan Sukamakmur. Air terjun yang tingginya tidak lebih dari 40 meter ini dapat di jangkau dengan mudah dari berbagai arah, karena letaknya tepat di jalur ramai. Dengan kondisi jalan yang cukup baik meskipun beberapa menit sebelum sampai lokasi ada jalan yang rusak tetapi untuk akses ke sini sangat baik. Kombinasi pemandangan pematang sawah, gunung dan liukan sungai sangat memanjakan mata.

Pintu Masuk Ke Curug

Pintu Masuk Ke Curug


Menuju Pintu Masuk

Menuju Pintu Masuk


Apalagi kondisi jalan yang cukup membuat jantung ini sedikit berdebar kencang karena sempitnya jalan dan tanjakan yang cukup terjal, bisa membuat kita sedikit berolahraga jantung. Disarankan untuk memeriksa kondisi fisik dan kendaraan dahulu jika kita berniat mengunjungi tempat ini. Karena beberapa tanjakan terjal dapat membuat kondisi fisik anda terkuras dan kondisi kendaraan anda sedikit bekerja keras. Maka dari itu selalu utamakan “Safety riding” sehingga anda bisa dengan nyaman berwisata ke tempat ini.
Fresh Setalah 2.5 Bulan Terjemur Di Tambang

Fresh Setalah 2.5 Bulan Terjemur Di Tambang


Berbasah Ria Bersama Si Kecil

Berbasah Ria Bersama Si Kecil


Agak sedikit heran ketika memasuki kawasan wisata curug cipamingkis ini, karena letaknya yang di apit beberapa gunung sehingga suhu udara di sini berkisar 200 – 240 C sehingga cukup membuat anda yang tidak terbiasa dengan dingin agak sedikit menggigil. Pohon pinus yang tumbuh di sepanjang jalan menuju pintu masuk dan di gerbang pintu masuk semakin menambah sejuk suasana dan membuatku betah untuk berlama-lama sejenak di lokasi ini.
Aliran Sungai

Aliran Sungai


Aroma tanah basah dan harumnya batang pinus membangkitkan semangat untuk mendaki dan melihat curug ini dari dekat meski fisik yang sudah sedikit melebar ini sepertinya menolak untuk membakar kalori. Bagaimana tidak untuk dapat melihat curug ini lebih dekat, kita harus melalui tanjakan yang hampir 900 dengan kondisi jalan yang sangat licin. Karena si kecil Rinjani yang penasaranlah akhirnya ku putuskan untuk menaiki anak tangga untuk sampai di curug ini.
Curug Cipamingkis

Curug Cipamingkis


Ternyata untuk sampai ke curug ini hanya dengan menaiki anak tangga tersebut saja, karena setelah menaiki anak tangga tersebut jalanan sudah datar dan langsung sampai ke lokasi curug cipamingkis. Curug yang memiliki ketinggian kurang dari 40 meter ini memiliki debit air yang cukup deras sehingga dengan berdiri di depan curug meskipun cukup jauh jaraknya, baju yang kami pakai sudah basah. Setelah mengambil beberapa photo untuk dijadikan dokumentasi kami putuskan untuk kembali pulang karena jam sudah menunjukan lewat tengah hari.
Makan Di Bawah Pohon Pinus

Makan Di Bawah Pohon Pinus


Fasilitas untuk pengunjung saya rasa cukup lengkap mulai dari toilet, mushola dan warung-warung yang berjejer di sepanjang jalan masuk sehingga memudahkan pengunjung untuk memilih beristirahat setelah berkeliling mengunjungi curug ini. Untuk mereka yang hobby berbasah ria, dapat memilih spot mandi di sungai aliran curug yang terletak di sebelah anak tangga menuju lokasi curug. Kebersihan air sungai dan lokasi curug ini cukup terawat sehingga penulis merekomendasikan tempat ini untuk menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang ingin berwisata alam dengan biaya murah dan cukup dekat lokasinya dari Bekasi, Karawang Maupun Cianjur.

Iklan

3 thoughts on “Menapaki Tangga Terjal Menuju Curug Cipamingkis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s