Dusun Lok Padee Dan Jembatan Gantung Yang Mendebarkan

Kangen juga rasanya naik mobil double cabin menyusuri jalan hauling dari simpang sumpol sungai danau menuju kantor di area tambang satui Tanah Bumbu. Bukan karena bisa istirahat sejenak sebelum bekerja, karena perjalanannya yang memakan waktu hampir 1 jam lebih akan tetapi karena pemandangan sepanjang jalan hauling tersebut yang membuatku rindu akan suasana hijau di sana. Apalagi jika dahulu masih di area office gatot kaca ketika hanya perusahaan kami yang di tinggal sendirian di sana karena semua kontraktor yang lain pindah ke area yang baru. Selain suasananya yang sedikit agak sunyi, ada beberapa titik yng menurutku sangat spesial dan menjadi salah satu tempat favoritku ketika rindu dengan suasana kampung halaman.

Memasuki gerbang desa bukit baru kita akan melewati kampung pabilahan, sebuah kampung di tengah area kontrak karya pertambangan milik PT. Arutmin Indonesia ini mungkin satu tempat yang paling ramai di banding desa-desa yang lain. Karena kampung yang di apit oleh dua buah area pertambangan ini terdapat beberapa rumah permanen milik para penduduk kampung. Kampung yang berjarak kurang lebih 30 km dari kecamatan satui ini telah memiliki fasilitas listrik sehingga para penduduk tidak kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Setelah melewati jembatan di pabilahan yang di bangun oleh salah satu pemilik lahan untuk kelancaran mengangkut batu-bara ke pelabuhan kita akan memasuki perempatan yang akan menuju area pertambangan dan desa lok padi.

Nich dia Jembatan Gantungnya

Nich dia Jembatan Gantungnya


Di Tengah Banjir

Di Tengah Banjir


Desa lok padi sendiri berada di sebelah utara area tambang dan berjarak kurang lebih 10 kilometer dari simpang tersebut. Dahulu sebenarnya ada jalan yang di buat oleh pengusaha tambang yang menuju ke desa ini, akan tetapi karena area ini sudah mulai di tambang jalan akses yang menuju desa pun kini sudah di tutup sehingga kita harus memutar sejenak untuk sampai ke desa lok padi. Jika kita memakai kendaraan yang memiliki akses di tambang, maka kita dapat melalui jalan ini dan akan menemukan beberapa spot menarik seperti danau bekas lahan tambang yang sudah di tinggalkan dan pemandangan pegunungan meratus yang nampak dari kejauhan serta jembatan gantung di tengah sungai lok padi yang sangat sayang untuk di lewatkan.
Dari Kejauhan

Dari Kejauhan


Di Sisi Jembatan

Di Sisi Jembatan


Sunrise Menyambutku

Sunrise Menyambutku


Jembatan ini biasanya digunakan oleh penduduk ketika jalan untuk ke perkebunan sawit tidak bisa di lewati karena banjir akibat hujan di hulu sungai. Sebenarnya agak sedikit iseng juga untuk mencoba melewati jembatan ini. Karena jembatan gantung yang memiliki panjang lebih dari 50 meter ini memiliki ketinggian yang cukup membuat jantung ini sedikit berdebar. Akan tetapi bukan tingginya yang ku takutkan, tetapi ketinggian air sungai akibat banjir dan arusnya yang begitu kencanglah yang membuatku sedikit menahan nafas untuk melewatinya. Belum lagi efek dari jembatan yang bergoyang akibat di depanku sudah ada yang lewat dengan cara berlari makin membuat keringat dingin sedikit bermunculan.
Safety Sign...

Safety Sign…


Menegangkan....

Menegangkan….


Bukan pecinta kegiatan alam terbuka jika harus melewatkan momen yang menegangkan ini, karena mungkin momen banjir ini tidak setiap hari aku dapatkan. Dengan perasaan tak karuan akhirnya kuberanikan diri menjejakan kaki di papan pertama jembatan gantung ini. Satu per satu papan terlewati, akan tetapi setelah beberapa saat keadaanjembatan mulai sedikit bergoyang dan memaksaku untuk menahan langkah sejenak di tengah sungai yang sedang banjir dengan arus yang sangat kencang dan debit air yang sangat tinggi. Wow… pengalaman yang tak bisa terlupakan bagaimana tidak di saat para pekerja lain di evakuasi, kami malah masuk ke zona bahaya. Setelah jembatan agak sedikit berhenti goyangannya, akhirnya kulanjutkan untuk menyebrangi sungai ini.
Bikin Ciut Nyali Juga Nich :D

Bikin Ciut Nyali Juga Nich 😀


Sebuah pengalaman menakjubkan, melewati jembatan gantung di desa lok padi ketika banjir dan menenggelamkan jalan menuju kantor kami….
Di Tengah Jembatan

Di Tengah Jembatan

Iklan

6 thoughts on “Dusun Lok Padee Dan Jembatan Gantung Yang Mendebarkan

  1. Aaaah… satui, satu titik diperjalanan ku juga mas. Titik yg cukup panjang hingga tak lagi cuma menjadi sekedar titik, anywaay…. life goes on for both of us for better or worse. Yg pasti satui dan kenangan nya selalu ada di hati 😀

  2. saya sedang mencari informasi ttg Sungai Pabilahan, terutama tentang kondisi vegetasi, dan kalau memungkinkan juga mengenai informasi lebihd etil ttg Flora dan Fauna di sepanjang Sungai Pabilahan.. O ya, saya Spesialis Biodiversity (Keanekaragaman Hayati) yg sering di minta untuk melakukan biodiversity assessment oleh lembaga pemerintah atau perusahaan, utamanya untuk kegiatan AMDAL atau semacamnya.. kalau ada, please emails aya yah, di duanaud@gmail.com * salam, Duan di Bogor *

    • Terima kasih telah mampir di rumah saya yang sangat sederhana ini, untuk informasi mengenai kondisi vegetasi sungai pabilahan sepertinya saya tidak punya banyak informasi. Mungkin nanti jika saya bertemu dengan orang2 dari PT Arutmin atau Thiess yang kebetulan bekerja di HSE akan saya mintakan pak. Salam kenal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s