Sengatta Journey Part I

Menyusuri jalanan kota Sengatta kabupaten Kutai Timur provinsi Kalimantan Timur memang agak sedikit membuat kita berpikir dua kali untuk melakukannya. Bukan cuma jalanannya yang rusak akan tetapi kendaraan yang terparkir sembarangan di bahu kiri dan kanan jalan. Ditambah dengan kemacetan di beberapa tempat yang cukup membuat stress bagi orang yang belum pernah berkunjung ke sini. Belum lagi debu beterbangan yang melebihi kotornya kota jakarta serta sampah berserakan di setiap tempat membuat kota ini tidak sebaik kota tetangganya seperti Bontang. Padahal dengan penduduk yang sangat padat dan ekonomi di atas rata-rata kebanyakan kabupaten lain, seharusnya kota ini bisa lebih mempercantik diri dengan cara berbenah dan melakukan berbagai kebijakan sehingga para pengunjung dan penduduk yang berkunjung ke sini bisa betah untuk tinggal berlama-lama di kota ini.

Meskipun dengan keadaan seperti inipun banyak dari para pendatang betah tinggal berlama-lama di kota ini bahkan ada diantara mereka yang enggan balik ke kampung halaman meski masa tugasnya sudah berakhir. Entah karena keramahtamahan masyrakat sini atau alasan lain sehingga mereka lebih memilih menghabiskan masa tuanya di sini. Padahal menurut hematku, dengan biaya hidup yang sangat tinggi di sini alangkah baiknya mereka memilih kembali pulang ke kampung halaman. Sehingga uang tabungan yang telah mereka kumpulkan selama bekerja di pertambangan bisa lebih bermanfaat ketimbang habis untuk biaya sehari-hari. Tetapi itulah salah satu fenomena yang cukup unik di sini. Mungkin juga karena rasa aman di sini, karena untuk tempat parkiran motor adalah sejauh mata memandang. Karena dimanapun kita parkir dan sampai berapa lamapun kendaraan kita akan aman dari pencurian meskipun kendaraan itu ditinggal selama berhari-hari.

Hotel Tempat Menginap

Hotel Tempat Menginap

Menyusuri kota sengatta lama, dan menginap selama beberapa hari di hotel kutai permai membuatku serasa bernostalgia setelah hampir 2 tahun tidak mengunjungi kota ini. Tidak ada perubahan yang begitu berarti, selain hamparan para karyawan tambang yang berjejer rapih di sepanjang jalan dan berbagai macam toko yang menjual kebutuhan sehari-hari masih terlihat dari ujung sengatta lama sampai area masuk tambang. Untuk itulah aku singgah di sebuah toko cindera mata untuk membeli beberapa oleh-oleh, yang jaraknya hanya beberapa meter saja dari tempatku kost dahulu.

Ada hal menarik di sini, karena setelah sekian lamanya aku tidak berkunjung ke toko yang di beri nama Mahdhalena ini si pemiliknya ternyata masih mengenalku. Mungkin karena dulu setiap akan berangkat pulang untuk cuti, pasti ku sempatkan untuk mampir ke toko ini membeli beberapa oleh-oleh sebagai buah tangan untuk kerabat di bekasi. Bukan hanya 1 atau 2 buah saja, akan tetapi puluhan buah baju sudah ku beli di sini. Mungkin hal tersebutlah yang membuat sang pemilik masih mengenalku. Di toko ini menjual berbagai macam cendera mata mulai dari kaos-kaos bertemakan pulau kalimantan, ada juga gantungan kunci, kain batik khas dayak dan obat-obatan khas kalimantan.

Toko Souvenir Mahdalena

Toko Souvenir Mahdalena

Karena harga yang cukup terjangkau dan hanya berkisar antara Rp. 35.000 – Rp. 40.000/kaos, maka ku putuskan untuk membeli beberapa buah. Karena jika nanti membeli di bandara sepinggan balikpapan harga akan menjadi 2 kali lipat dari harga di toko ini. Selain kaos ada beberapa kain songket dan kain khas dayak yang menjadi pilihanku untuk ku beli. Padahal sebenarnya aku menginginkan kain untuk ikat kepala seperti yang pernah ku dapatkan dari flores NTT. Dua lembar khas dayak dan 1 songket sudah ku dapatkan, tinggal mencari beberapa item lagi untuk pesanan teman di kampung halaman. Hanya dengan merogoh kocek yang tidak terlalu dalam, ternyata masih bisa mendapatkan oleh-oleh yang begitu banyak di sengatta. Dan ternyata masih ada barang murah dengan kualitas yang cukup baik di sini.

Bersambung…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s