Jika kami menuntut untuk bisa bertahan dari gaji yang kami dapatkan sebulan….!!!

Kami tidak menuntut sesuatu yang bukan menjadi hak kami
Kami tidak meminta sesuatu yang tidak mungkin di penuhi
Kami tidak memaksa semua yang kami minta di turuti
Kami hanya ingin kalian mendengar keluh kesah kami….!!!

Kami sudah berikan apa yang kami bisa
kami sudah lakukan apa yang menjadi kewajiban
Kami sudah jalankan apa yang kalian inginkan
Kami hanya ingin kalian mendengar keluh kesah kami….!!!

Kami hanya menuntut apa yang menjadi hak kami
Kami hanya meminta sesuatu yang harus kalian penuhi
Kami hanya memaksa atas apa yang harus kalian turuti
Kami hanya ingin kalian mendengar keluh kesah kami….!!!

Apakah itu semua berlebihan…?
Jika kami menuntut untuk bisa bertahan dari gaji yang kami dapatkan sebulan….!!!

Kami hanya ingin kalian mendengar keluh kesah kami sebagai kaum pekerja….!!!!

Iklan

Selamat Jalan Sahabat Sekaligus Orang Tua Kami…

Jum’at 04 oktober 2013, seperti biasa selepas menunaikan tugas bekerja sebagai seorang buruh di pulo gadung, aku sempatkan untuk meluangkan waktu sejenak untuk menunaikan shalat maghrib di salah satu mushala di bulak kapal bekasi. Meskipun agak sedikit telat dikarenakan kondisi jalan dari pulo gadung menuju bekasi yang dahulunya hanya 15 menit saja kini mungkin bisa lebih dari 1 jam. Apalagi jika kita naik mobil umum dan berangkat di saat jam-jam sibuk seperti pagi hari ataupun di saat karyawan pulang kerja.

Entah kenapa ada perasaan tak karuan ketika mengimami shalat maghrib kali ini. Bukan karena perasaan grogi atau malu karena mengimami beberapa orang yang lebih tua umurnya dariku akan tetapi karena dering telepon sebanyak 3 kali yang mengusik ketenangan ibadahku saat itu. Mungkin ada kabar penting pikirku dalam hati. Ah nanti saja selepas shalat dan berdoa baru akan ku panggil ulang si penelpon, barangkali ada kabar yang penting sehingga menelponku berulang kali.

Perasaaan tak karuan dan rasa was-was menyelimutiku saat itu, karena rupanya panggilan tersebut dari sepupuku. Benar saja, berita duka datang dari keluargaku di rumah. Kakek, Orang tua, sekaligus salah satu sahabatku telah pergi mendahului kami. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun… semoga Allah menempatkan beliau di tempat yang layak dan semoga almarhum di ampuni segala dosanya dan di terima iman islamnya. Bukan kali ini saja, perasaan kehilangan kembali menyelimuti diri ini. Karena orang-orang terkasih dan tercinta telah di panggil sang khalik.

Kematian adalah rahasia yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala. Kematian datang secara tiba-tiba tanpa bisa disangka waktu dan tempatnya. Oleh karenanya sudah seharusnya kita senantiasa mempersiapkan bekal amal shalih sebaik-baiknya untuk menghadap Allah Ta’ala, sebelum kematian datang menjemput kita.

Subhanallah… orang yang selama ini istiqomah melakukan shalat jamaah dan tidak pernah absen berjamaah di masjid kini telah tiada. Tiada lagi orang yang selalu menegur dan mengajak bercanda serta pendengar setia ketika aku berkunjung ke rumah keluargaku. Tiada lagi sosok bersahaja dan sederhana yang selalu mengenakan baju koko ketika tiba saat shalat. Tiada lagi sosok panutanku untuk berlomba-lomba untuk kebajikan akhirat.

Selamat jalan Engkong, Abah, Orang tua sekaligus Sahabat kami tercinta H. Irun Bin Ciung, semoga apa yang kau peroleh selama di dunia mampu menerangi alam kuburmu dan menjadikan kami yang ditinggalkan semakin istiqomah di jalan Allah. Semoga dilapangkan kubur kalian dan di ampuni segala dosa serta di terima iman islammu, dan semoga saja ibadah shalatmu yang selalu di awal waktu menjadikanmu khusnul khatimah. Amien….
Selamat jalan juga untukmu Mas Mulyadi bin Pulan, semoga amal ibadahmu di terima Allah SWT.
Amien….

Dua sahabat terbaikku telah pergi, semoga Allah meridhoi kalian….

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ “
Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Tidak ada seorang muslim pun yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad no. 6582 dan At-Tirmidzi no. 1074)

” مَنْ مَاتَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ وُقِيَ فِتْنَةَ الْقَبْرِ “
“Barangsiapa meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at maka ia akan dilindungi dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad no. 6646).