Jika Kita Sudah Tervonis Mati…

Alangkah terkejutnya saya ketika seorang teman berkata : “Sepertinya hampir semua orang indonesia selalu menganggap enteng tentang waktu…!!! “

Ilustrasi

Ilustrasi


Entah karena kesal karena jadwal ujian yang selalu berubah-ubah atau karena kesal menunggu dosen dari pagi yang tak kunjung datang atau karena hal lain yang membuat beliau seperti itu. Akan tetapi ada sebuah hal menarik yang membuat saya kembali menulis untuk masalah ini.

Ya… “Waktu” sebuah kata yang sangat familiar di telinga kita dan sudah sangat akrab dengan segala macam hal yang berhubungan dengan itu. Waktu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Tiap masyarakat memilki pandangan yang relatif berbeda tentang waktu yang mereka jalani. Sebagai contoh: masyarakat Barat melihat waktu sebagai sebuah garis lurus (linier). Konsep garis lurus tentang waktu diikuti dengan terbentuknya konsep tentang urutan kejadian. Dengan kata lain sejarah manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak zaman dulu, zaman sekarang dan zaman yang akan datang. Berbeda dengan masyarakat Barat, masysrakat Hindu melihat waktu sebagai sebuah siklus yang terus berulang tanpa akhir. Cara pandang terhadap waktu bukan hanya sekedar cara melihat detikan arloji pada dinding yang terus berputar tanpa henti dan menunggu komando dari setiap orang, namun waktu lebih dilihat sebagai kesempatan, uang dan karya yang terus berlangsung mengukir hidup yang tiada hentinya. Kebebasan waktu terjadi di mana orang mampu memberikan segala karya, cipta, dan karsanya bagi semua.

Waktu atau kesempatan yang gratis akan menjadi sangat berharga jika kita memanfaatkan setiap detiknya untuk hal-hal bermanfaat sebagaimana diperintahkan untuk membangun kualitas diri menjadi manusia terbaik yang dapat memberikan manfaat bagi manusia-manusia lainnya baik di hadapan Tuhan maupun dimata manusia lainnya. Jika tidak ada waktu berarti tak ada hari esok apalagi hari kemarin. Tidak akan ada siang maupun malam, dan tidak akan ada dunia ini.

Kembali ke awal, bagi sebagian orang-orang yang hidup di negeri tercinta ini terkadang dengan tenangnya mereka menyepelekan waktu ini. Contoh kasus : ketika sedang melakukan pertemuan baik dalam rangka pekerjaan atau masalah lain yang membutuhkan pembahasan di suatu majelis, terkadang ada sebagian orang yang sengaja untuk datang di akhir waktu ketika pertemuan akan selesai. Atau ketika akan shalat, banyak diantara kita yang terkadang sengaja menunda-nunda waktu shalat hingga akhir waktu padahal ketika itu kita sedang tidak sibuk. Apakah tidak terfikir oleh kita bahwa waktu yang tidak akan pernah akan kembali. Waktu akan terus berjalan dan semakin jauh berjalan meninggalkan kita.

Coba kita lihat beberapa ayat dari al-qur’an yang membahas tentang waktu :

Al Ashr 1-3

Al Ashr 1-3


Sumber gambar
Demi Waktu
Sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi…
Kecuali bagi orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal shaleh
serta saling menasihati tentang kebenaran dan kesabaran.
(QS Al Ashr: 1-3)

Coba kalian perhatikan baik-baik…!
Dalam surat tersebut Allah mengawalinya dengan sumpah “Demi waktu.” Mengapa Allah bersumpah demi waktu? Ada apa dengan waktu? Bagaimana cara pemanfaatan waktu yang baik? Ini dia jawabannya…
Karena waktu adalah:
1. Sesuatu yang paling berharga
2. Sesuatu yang yang PASTI selalu hilang
Penjelasan :

Waktu adalah sesuatu yang paling berharga
Mengapa…? Karena waktu tidak bisa berulang, apabila sudah terlewat maka waktu akan jauh dan akan semakin menjauh meninggalkan kita yang masih tanpa sadar bahwa sanya kesempatan hanya akan datang satu kali. Jadi apabila kesempatan itu terlewat jangan berharap bahwa kesempatan tersebut akan datang untuk kedua kalinya bagi kita. Maka beruntunglah orang-orang yang masih di beri kesempatan untuk yang kedua kalinya.

Ilustrasi

Ilustrasi


Oleh karena itu jika saat ini kita masih di beri kesempatan untuk bernafas dan masih bisa menghirup udara segar maka jangan sia-siakan kesempatan ini, karena kesempatan kita hidup hanya sekali. Jadi perbanyaklah ibadah dan berbuat baiklah terhadap sesama sehingga kelak jika kita mati kita akan di kenang sebagai seorang yang pernah melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Dengan begitu kita akan di kenang sebagai sosok pahlawan meskipun hanya bagi sebagian orang.

Waktu akan terus bergulir meninggalkan masa lalu yang tak akan pernah terulang, sedang umur kita sejatinya akan berkurang dan berkurang hingga sampai suatu saat kita akan mati. Ya mati… sebuah hal yang sangat di takuti oleh sebagian orang yang masih hidup. Siap atau tidak siap kita pasti akan bertemu dengannya, entah dalam keadaan baik atau dalam keadaan buruk. Marilah sejenak kita renungkan sobat, bahwa segalanya akan berakhir. Entah hari ini, esok atau nanti… Persiapkan bekal kita selagi masih di beri kesempatan, karena waktu tidak akan kembali untuk kedua kalinya….!

Semoga saja kita akan mati dalam keadaan khusnul khatimah….
Semoga saja…

Sumber di sini :
1. Lihat

Iklan

3 thoughts on “Jika Kita Sudah Tervonis Mati…

    • Betul kembang sepatu sama daun puring, mungkin juga ada filosofi yang tersirat di sana. Mungkin nanti akan saya tanyakan ke nenek hakikatnya..

      Biasanya ada juga ditambahkan daun pandan wangi…

  1. Ping-balik: Tabah Sampai Akhir | Blog Toko Outdoor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s