Rel Kereta Dan Jalan Hidup…

Jalan lurus

Jalan lurus

Sebenarnya tak ada hal istimewa pada gambar di atas ini, hanya saja entah kenapa setiap kali aku melihatnya ada sesuatu yang sangat spesial. Entah karena memang momennya yang tepat karena gambar ini ku ambil di pagi hari selepas olahraga pagi bersama anak dan istriku tercinta. Atau entah karena hal yang kebetulan saja karena rel yang berada di belakang rumah mertuaku ini menampilkan sesuatu yang istimewa di pagi itu. Atau karena gambar ini ku ambil di saat hanya menyisakan waktu 2 hari lagi tepat hari lahirku. Entahlah….

Jika saja kehidupan ini lurus-lurus saja seperti rel kereta api  ini, mungkin ceritanya akan sedikit berbeda karena pastinya tidak ada sesuatu yang bisa diceritakan. Mungkin sebuah hal yang mustahil jika hidup kita akan lurus-lurus saja seperti rel kereta ini. Pada awalnya mungkin saja hidup ini akan berjalan lurus saja, akan tetapi ketika sampai pada satu titik dimana hidup yang kita jalani terasa tidak lurus dan banyak ganjalan. Ganjalan-ganjalan tersebut mungkin akan semakin banyak seiring dengan bertambah dewasanya diri kita. Jika saja kita mengalami hal seperti ini, yang harus kita lakukan adalah mulai menata kembali hidup ini dengan perlahan-lahan menyingkirkan hambatan tersebut satu persatu dan berusaha untuk menapakinya selangkah demi selangkah. Pelajari dan evaluasilah apa saja yang bisa di benahi dari langkah yang telah kita lalui tersebut berdasarkan pengalaman kita. Kemudian kembalilah ke jalan awal hidup kita dengan panduan agama kita sehingga kita akan kembali ke jalan lurus tadi.

Bukankah hidup ini seperti sebuah roda? Terkadang posisi kita berada di atas dan terkadang berada di bawah. Ketika kita di bawah, tetaplah bersemangatlah dan berpengharapan. Karena Tuhan tidak akan membiarkan kita untuk selalu di bawah. Dan… ketika diri kita sedang berada di atas, maka hendaknya bersikap rendah hatilah karena suatu ketika Tuhan mungkin akan mengembalikan posisi kita di bawah untuk mengajarkan tentang makna apa itu nikmatnya hidup berada di atas?

Jika saat kita di atas berlaku seenaknya, maka ketika kita jatuh tak akan ada orang sudi mengulurkan tangan hanya sekadar untuk menyemangati moral kita. Begitulah hukum kehidupan, semoga saja hidup ini akan lurus-lurus saja seperti rel kereta api ini. Dan jika memang ada ganjalan, semoga saja kita bisa untuk menghadapinya dan mampu melaluinya dengan berpegang teguh pada Allah sang pencipta.

Lurus sejauh mata memandang dan menuju satu titik …

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s