Tabah Sampai Akhir Dian & Alif…

Alif & Dian

Alif & Dian


Kabar duka kembali menyelimuti dunia pecinta olahraga alam terbuka, khususnya para pendaki gunung. Dua mahasiswa STIESIA Surabaya, Alif Hazen Rahmansyah (24) dan Dian Meitami (18) ditemukan meninggal dunia di Selangkangan Gunung Kembar II oleh Tim SAR setelah tujuh hari dalam pencarian, Senin (27/1/2014). Innalillahi wa innailaihi roji’un….

Alif dan Dian dinyatakan hilang pada Senin (20/1/2014). Saat itu juga Tim Mahapala mencarinya, namun tidak membuahkan hasil. Para Rabu (22/1/2014), baru dilakukan pencarian Tim SAR gabungan hingga akhirnya keduanya berhasil ditemukan Senin (27/1/2014).

Sebelumnya, rombongan anggota Mahapala Stiesia membuka kemah di kawasan Lengkean Minggu (19/1/2014). Mereka rencananya membatalkan naik ke Gunung Welirang, dikarenakan cuaca kurang bagus. Sebelum mereka turun, Alif dan Dian berencana naik ke Gunung Kembar II, yang jangka tempuhnya dari tempat kemah sekitar 30 menit. Namun tidak lama kemudian, badai datang. Hingga malam hari keduanya belum kembali, akhirnya esok hari keduanya dinyatakan hilang.

Semoga saja kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih waspada dan selalu mengutamakan keselamatan di atas segalanya. Selalu mempersiapkan segala sesuatunya dengan persiapan yang matang sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Terima kasih kami ucapkan kepada para relawan TIM SAR yang sudah membantu pencarian dan evakuasi kedua saudara kita.

Selamat jalan saudaraku Alif dan Dian…
Semoga amal ibadahmu di terima Tuhan dan yang ditinggalkan di beri ketabahan….
Semua telah Kau tunjukkan, yang gelap telah Kau berikan Cahaya & yang lemah telah Kau berikan kekuatan (Quote from Bintang Timur)

TABAH SAMPAI AKHIR….!!!
Tuhan akan selalu bersama orang berani….!!!

Sumber :
1. Sini
2. Sini

~RTM
27-01-2014

Si Kecil Ikut Mendaki Gunung…?

Rinjani Tetap Semangat

Rinjani Tetap Semangat

Pernahkah anda melihat anak-anak kecil mendaki gunung ataupun berpanjat tebing bersama orangtuanya? Olahraga yang terkesan ekstrim dan biasanya hanya dilakukan oleh beberapa orang dewasa (itupun hanya sebagian orang) ini sebenarnya bisa juga dilakukan oleh si kecil, apalagi jika anak kita merupakan tipikal yang menyukai tantangan.

Belajar bersahabat dengan alam memang harus dimulai semenjak usia dini, sehingga diharapkan si kecil nantinya akan terbiasa untuk bekerja keras dan belajar mencintai lingkungannya. Jika sudah terbiasa otomatis jika dia besar nanti si anak pasti ingin sesuatu yang sejuk dan sehat, jika dia tidak mendapatkannya maka dia akan membuat sebuah kondisi dimana lingkungan tersebut sama sejuknya dengan pengalaman dia di waktu kecil (Amien).

Apakah anda tertarik mengajaknya berpetualang ?

Hal pertama yang harus diketahui terlebih dahulu adalah riwayat kesehatan si anak tersebut. Jika si anak memiliki riwayat penyakit yang lumayan agak berat, maka sebaiknya niat mendaki diurungkan saja dulu sembari menunggu kesehatan anak tersebut pulih kembali.

Apabila kegiatan ini adalah yang pertama kali, tak perlu ajak si kecil sampai ke puncak. Sebaiknya hanya melakukan trekking saja sampai ke pintu gerbang pos pendakian atau beberapa ratus meter dari pos pendakian. Setelah sering mengajaknya, anda bisa naikkan tingkat kesulitannya mulai mendaki ketinggian yang agak lumayan sampai yang sedikit lebih berat. Bagi anda yang pernah mendaki gunung gede-pangrango, sepertinya lokasi air terjun Cibeureum bisa dijadikan patokan.

Atau jika anda berada di sekitar Jakarta dan Jawa Barat, Anda bisa mengajaknya di Citalahab yang terletak di Sukabumi dan Gunung Bunder di Bogor. Keduanya masih masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Halimun.

Baby Carrier

Baby Carrier sumber

Mungkin bagi Anda, hanya menggendong si kecil dengan Baby Backpack khusus hiking tak terkesan menantang bagi si kecil. Namun, ini bisa menjadi pengenalan awal untuk anak Anda. Untuk usia balita, Anda bisa membawa si kecil dengan Baby Backpack khusus untuk hiking. memang harganya relatif cukup mahal dan sangat sulit untuk di dapat akan tetapi jika anda ingin mengenalkan keindahan gunung kepada anak sejak usia dini, peralatan ini akan sangat membantu anak mengikuti hobby orang tuanya.

Rinjani Terlelap Di Tenda

Rinjani Terlelap Di Tenda


Setelah terbiasa melakukan perjalanan mereka akan menolak untuk di gendong, seperti yang penulis alami. Dia bilang “Bisa jalan sendiri, udah gede kok masa di gendong ?” 😀

Jika semuanya dilakukan sesuai dengan prosedur dan lengkapnya peralatan, sebenarnya mendaki gunung adalah sebuah olahraga yang aman. Karena selain kita bisa mengajarkan si kecil untuk lebih dekat dengan alam, kita juga semakin bisa mendekatkan diri kepada Tuhan semesta alam.

Menuju Gerbang Pos Pendakian G. Salak

Menuju Gerbang Pos Pendakian G. Salak

Satu hal yang akan selalu membekas dibenakknya kelak adalah bagaimana cara dia mensiasati alam. Karena sejatinya alam tidak akan mungkin bisa taklukan oleh manusia akan tetapi sebenarnya manusialah yang menaklukkan diri sendiri.

Full Member

Full Member

Ketika bertanya di salah satu forum, ternyata jawabannya beragam juga.

Diolah berbagai sumber dan pengalaman pribadi.

~RTM
25-01-2014

Buah Kecapi Daun, Flora Identitas Kota Bekasi

Mungkin kali ini saya mesti lebih banyak bersyukur lagi kepada Tuhan, karena berkah hujan yang diturunkan pagi hari ternyata bersambung hingga siangnya. Entah sudah berapa lama semenjak saya meninggalkan kampung halaman untuk merantau jauh ke negeri seberang hingga pada selasa siang kemarin, saya menemukan sebuah buah di dalam kulkas ketika sedang berkunjung ke rumah ibu. Serasa di pertemukan kembali dengan kawan lama, buah kecapi daun yang masih segar menyapa saya untuk memeluknya erat.

Ya… Buah kecapi, buah kenangan yang menjadi teman penghilang lapar sehabis main ketika zaman sekolah dasar dulu. Selain menjadi maskot (flora identitas) dari kota kelahiran saya yaitu Bekasi, pohon kecapi atau pohon sentul (Sandoricum koetjape) ternyata mengilhami penamaan banyak tempat utamanya di pulau Jawa.

Buah kecapi biasanya dimakan dalam keadaan segar atau diolah menjadi manisan, ‘chutney’, selai, jeli ‘marmelade’, juga diawetkan atau digunakan dalam hidangan-hidangan sebagai pengharum alami. Baik kulit buah maupun daging buahnya (yang mungkin melekat pada biji atau terlepas) dapat dimakan. Buah kecapi beraneka macam, ada yang kulit buah atau daging buahnya lebih tebal dan rasanya lebih enak. Setiap 100 g bagian yang dapat dimakan mengandung: air 83,9 g, protein 0,7 g, lemak 1 g, karbohidrat 13,7 g, serat 1,1 g, abu 0,7 g, kalsium 11 mg, fosfor 20 mg, besi 1,2 mg, kalium 328 mg, dan vitamin C 14 mg. Nilai kalorinya sebesar 247 kJ/100 g.

Buah Kecapi Daun Hasil Kebun Sebelah (Koleksi pribadi)

Buah Kecapi Daun Hasil Kebun Sebelah (Koleksi pribadi)

Terkadang ketika kami masih kecil dahulu, ibu mengambil beberapa sendok perasan daging buah kecapi sentul untuk dijadikan sebagai bahan penyedap masakan pengganti cuka. Pohon kecapi merupakan pohon yang rimbun dan besar sehingga dapat mencapai tinggi 30 m, meskipun umumnya di pekarangan biasa hanya mencapai sekitar 20-an meter. Batang pohonya dapat mencapai diameter 90 cm, bergetah seperti susu.

Buah Kecapi Daun

Buah Kecapi Daun Source

Sangat disayangkan untuk saat ini jumlah pohon yang ada di kebun milik saudara hanya menyisakan 1 pohon saja yaitu kecapi daun. Dahulu ada sekitar 4 pohon kecapi daun dan 1 pohon kecapi sentul. Mungkin kakek buyut dahulu menanam pohon ini sebagai penanda batas tanahnya dengan tanah milik orang lain. Dan beruntung kini masih tersisa 1 pohon kecapi hasil menanam kakek buyut yang telah berpulang pada tahun 1987 silam.

Pohon Kecapi

Pohon Kecapi Source

Manfaat :
Berbagai bagian dari pohon kecapi memiliki khasiat sebagai obat. Rebusan daunnya digunakan sebagai penurun demam. Serbuk kulit batangnya untuk pengobatan cacing gelang. Akarnya untuk obat kembung, sakit perut dan diare; serta untuk penguat tubuh wanita setelah melahirkan. Terkadang karena daunnya sangat pahit bisa digunakan untuk gurah dan penangkal nyamuk. Ketika masih kecil, kami sering melakukannya untuk menangkal nyamuk. Kayu kecapi bermutu baik sebagai bahan konstruksi rumah, bahan perkakas atau kerajinan, mudah dikerjakan dan mudah dipoles.

Source :
1. Sini
2. Sini

~RTM
16-01-2014

Nasi Timbel Cikarang

Cikarang barat, sebuah kota kecamatan di kabupaten Bekasi provinsi Jawa barat memang punya segudang tradisi unik dan menarik. Bukan hanya terkenal karena keberagaman budaya serta tradisinya yang merupakan perpaduan antara sunda, betawi, jawa dan cina sehingga terjadilah asimilasi kebudayaan yang sangat unik dari perpaduan tersebut.

Beruntung selasa kemarin, saya berkesempatan mengintip dari dekat pembuatan nasi timbel pada persiapan acara haul salah satu kerabat kami yang meninggal 100 hari yang lalu. Mulai dari proses awal hingga akhir yang memakan waktu cukup lama ini saya lakukan semata hanya untuk melihat bagaimana proses ini berlangsung sehingga tidak satupun proses yang terlewat.

Nasi Timbel adalah sebuah cara penyajian nasi khas Sunda. Tujuannya adalah mempertahankan supaya nasi tetap pulen pada saat disantap siang hari, walaupun dimasak pagi-pagi sebelum berangkat kerja ke sawah atau ladang. Yang wajib ditemui untuk disantap bersama dengan nasi timbel adalah lalap dan sambal yang diulek.

Pada kesempatan kali ini nasi timbelnya agak sedikit berbeda dari biasanya, karena yang digunakan adalah nasi uduk bukan nasi putih. Sehingga proses penggulungan nasi di daun pisang membutuhkan kesabaran, karena jika tidak daun pisang tersebut bisa robek.

Proses Pembuatan Nasi Timbel :D

Proses Pembuatan Nasi Timbel

Untuk proses pembuatannya, mungkin akan saya bahas lain kali karena harus melakukan pendalaman informasi ke berbagai pihak yang terlibat pada proses pembuatan nasi timbel ini :D.

~ RTM
15-01-2014

Anak Supir Pengejar S3

Entah kenapa penerbangan kali ini benar-benar sungguh menyiksaku, berulang kali ku lihat jam tangan ditangan masih saja enggan untuk bergerak jauh. Penerbangan selama 2 jam 10 menit yang biasanya sangat ku nikmati ini, mendadak terasa begitu sangat lama. Penerbangan tidak lagi menjadi suatu hal yang menyenangkan bagiku. Terlebih lagi kejadian di awal tahun 2011 kemarin dimana pesawat tujuan Surabaya – Balikpapan yang aku tumpangi 3 kali lebih turun secara mendadak di atas laut jawa. Keringat sebesar biji jagung dengan nafas yang terengah-engah dan mulut yang tak henti-hentinya berdo’a agar penerbangan ini segera berakhir dan cepat mendarat dengan sempurna di Sepinggan Balikpapan.
DSCN4663
Begitu juga kali ini, meski maskapai pesawatnya berbeda dengan yang ku tumpangi ketika itu akan tetapi phobia terhadap CAT (clear air turbulence) tetap saja menghantui pikiranku. Itulah sebabnya mengapa untuk kali ini sengaja kupilih kursi dilorong pesawat, bukan tepat di jendela seperti yang biasanya ku lakukan. Alasannya sangat sederhana agar aku tidak melihat cuaca buruk dan gumpalan awan hitam yang semakin menambah phobia ini. Akan tetapi ternyata manusia hanya bisa merencanakan, Tuhanlah yang menentukan segala Nya. Entah mengapa penerbangan pertama Balikpapan – Jakarta hari ini bangkunya banyak yang kosong, sehingga tetap saja aku bisa melihat dengan jelas ke arah luar jendela pesawat. Meskipun omelet dan segelas juice apel telah masuk ke dalam perut, malah semakin menambah ketakutanku untuk terbang.

Omelete & Jus Apel Di Ketinggian

Omelete & Jus Apel Di Ketinggian

Sebuah hal yang mustahil sebenarnya bagiku jika mengingat semua yang terjadi secara serba kebetulan. Berawal di tahun 1998, mimpi seorang supir menjadi kenyataan. Bagaimana tidak, terlahir sulung dari 3 bersaudara dari keluarga yang sangat sederhana ini bermimpi untuk menjadi seorang yang berpendidikan tinggi. Jangankan untuk menjadi seorang sarjana, bisa lulus sekolah menengah saja sudah sangat beruntung. Dengan penghasilan orang tua yang serba pas-pasan, belum lagi biaya pendidikan yang tinggi membuat semuanya terasa begitu mustahil. Begitupun juga dengan nilai-nilaiku, semuanya tidak ada yang istimewa. Hanya saja semenjak SD, Allhamdulillah diriku belum pernah terperosok dari 5 besar.

Pertengahan tahun 1998 menjadi sebuah tonggak sejarah bagi perjuanganku meraih mimpi. Mimpi untuk menjadi seorang insinyur dan jika memungkinkan bisa lulus sampai S3.
Pepatah “Gantungkan Mimpimu Setinggi Langit, Suatu saat Kau akan Meraihnya” benar adanya. Karena dengan berbekal keyakinan dan usaha, niscaya kamu bisa merealisasikannya.

Ketika guru di sekolah SMK menawarkan sebuah pekerjaan di salah satu perusahaan otomotif di bilangan sunter jakarta yang sudah kami sepakati bahwa setelah lulus nanti aku akan meng’iyakan’ permintaannya untuk bekerja diperusahaan tersebut. Akan tetapi sebelum kelulusanku, krisis moneter melanda negeri tercinta ini. Jangankan untuk menerima karyawan baru, yang ada justru perusahaan berlomba-lomba memecat karyawannya. Perasaan kecewa karena gagal untuk bekerja di salah satu perusahaan elite membuatku harus menerima kenyataan bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur.

Di sela menunggu pengumuman kelulusan, akhirnya utarakan niatku untuk melanjutkan kuliah kepada keluarga. Akan tetapi pro dan kontra antara kedua orang tuaku tak terelakan. Abah bukannya tak setuju dengan niatku untuk melanjutkan pendidikan, akan tetapi semata-mata dia hanya memikirkan dari mana uang untuk biaya kuliahku? Mungkin karena insting seorang ibu yang lebih mengerti kekuatan tekad anaknya lah dengan berat hati mengizinkanku untuk kuliah dengan syarat harus ikut UMPTN dan mengambil kuliahnya di Jakarta atau Bandung saja.

Dengan berbekal ilmu fisika dan matematika yang seadanya ku putuskan untuk mengambil jurusan teknik mesin ITB dan UNS. Itupun tanpa sepengetahuan mereka ku pilih pilihan kedua UNS, dengan alasan apapun juga tetap saja tidak mungkin aku bisa lulus. Gila… dan nekad memang, karena hanya akan membuang-buang waktu dan uang saja untuk ikutan test ini. Dan akhirnya juga bisa di ketahui bahwa namaku tidak tertera di koran kompas waktu itu alias tidak lulus.

Sudah terbayang dipikiran, pupuslah harapan untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Sehingga dengan perasaan yang tak menentu ku putuskan untuk berangkat ke Ciamis tepatnya tepatnya Panjalu sekedar untuk menenangkan pikiran yang sedikit kacau. Semoga setelah pulang nanti otak ini akan sedikit lebih fresh karena terbiasa dengan udara dingin di sana dan semoga saja ada kabar baik dari keluarga sehingga aku mendapat izin untuk melanjutkan pendidikan. Rupanya kali ini keputusanku tepat. Karena ketika aku memutuskan untuk pergi ke Ciamis keadaan di Jakarta sedang rusuh oleh penjarahan, sehingga dengan berada di panjalu keselamatan jiwaku masih terjamin. Beruntung, kakak temanku menelpon ke rumah dan mengabarkan bahwa aku baik-baik saja .

Selepas kembali dari ciamis, ku beranikan diri untuk menanyakan mengenai kelanjutan studiku di teknik mesin pada keluarga. Besar harapan mereka mau menerima keputusanku untuk melanjutkan pendidikan di kota Bandung. Alhamdulillah, mereka merestui meskipun si abah masih tetap dengan pendiriannya. Akan tetapi hatinya luluh juga oleh ketegasan emak dan nenek yang mengatakan akan membiayai jika mereka tidak mampu serta jaminan nenek dengan tanah yang dimilikinya jika memang tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Mantap pikirku, tak sia-sia perjalanan ke ciamis dan memanjatkan do’a di rantau orang semakin membuatku lebih dekat ke mimpiku.

Dengan sigap langsung ku menuju terminal cikarang untuk naik bus primajasa tujuan bandung, sehingga bisa mendaftar di salah satu universitas di kota tersebut. Karena tak banyak tahu nama kampus di bandung, tanpa ragu kuputuskan mendaftar di universitas pasundan.

Entahlah mengapa temanku membawaku masuk ke kampus ini, mungkin sudah tidak ada pilihan lain lagi atau mungkin hanya kampus inilah yang biayanya masih terjangkau. Ya dengan hanya membayar DPP sebesar Rp.100.000 ku putuskan untuk ikut test dan hanya mengambil 1 pilihan yaitu teknik mesin. Karena pikirku dengan berbekal sekolah di STM dahulu akan lebih memudahkan nantinya. Tak ada sedikitpun fikiran untuk mengambil pilihan lain seperti teknik industri atau lainnya apalagi untuk ekonomi, fisip maupun hukum.

Unpas Teknik - Kampus II Jl. Lengkong Besar

Unpas Teknik – Kampus II Jl. Lengkong Besar Sumber

Instingku kali ini mengatakan bahwa dengan sedikit belajar aku mungkin bisa lulus meskipun dengan uang bangunan yang sangat kecil, berbeda dengan teman-teman lain yang membayar 10 – 20 kali lipat. Pikirku jika memang tak lulus ujian saringan masuk di sini, mungkin aku akan bekerja dahulu sehingga bisa menabung untuk tahun depan.

Beruntung aku bisa lulus ujian saringan masuk meskipun harus di kelas malam. Entah karena uang DPP yang kecil atau memang hasil ujian yang kurang atau mungkin karena kesalahan panitia akhirnya aku diterima sebagai mahasiswa teknik mesin dengan NRP : 9871.02960. Alhamdulillah, selesai sudah langkah awal menuju impianku…

Terminal Leuwi Panjang, Tempat Menginap Di Awal Menjadi Mahasiswa

Terminal Leuwi Panjang, Tempat Menginap Di Awal Menjadi Mahasiswa Sumber

Hari-hari pertama menjadi mahasiswa ku lalui dengan tidur di terminal leuwi panjang selama beberapa hari, maklum tidak ada sanak saudara yang bisa ku tinggali. Beruntung tidak beberapa lama aku bertemu dengan teman-teman dari bekasi dan mengajakku untuk menginap di tempatnya sambil mencari-cari tempat kos. Dan aku bersyukur sekali karena aku mendapatkan tempat kos yang cukup murah dengan hanya membayar Rp.1.000.000 untuk satu rumah. Memang jauh dari layak, akan tetapi cukup untuk menampung kami berlima. Lokasinya pun dekat dengan kampus yang hanya berjarak sekitar 100 meter saja.

Teman-teman Kost Di Bandung :D

Teman-teman Kost Di Bandung 😀

Ternyata menjalani mahasiswa teknik mesin tidak semudah yang dibayangkan, dan jauh dari perkiraan seperti ketika STM dahulu. Sehingga banyak dari teman-temanku yang pindah ke jurusan lain. Seleksi alam ini terjadi pada awal-awal semester, sehingga membuatku sedikit shock untuk melanjutkan. Tapi ini adalah pilihanku, ku bulatkan tekad untuk tetap melanjutkan pertarungan hingga selesai.

Keluarga besar Mesin Unpas 98

Keluarga besar Mesin Unpas 98

Mahasiswa Karatan

Ketika Menjadi Mahasiswa

Meskipun agak sedikit tercecer karena Mekanika Fluida yang harus ku ambil hampir 3 kali. Alhamdulillah, dengan keyakinan yang kuat di sertai do’a aku berhasil menyelesaikan sidang sarjana pada tanggal 18 november 2003 dengan judul skripsi “Analisa mesin uji tekuk untuk produk las hasil rancang bangun”.

Akhirnya...

Akhirnya…

Sepertinya mimpi-mimpi ini akan semakin mendekati kenyataan apabila kita memang berusaha untuk terus menggapainya. Karena saat ini aku sedang menjalani kuliah S2 dan insyaallah setelah lulus nanti aku bisa langsung melanjutkan ke S3 di teknik mesin pula.

Proses Menuju Impian

Proses Menuju Impian

Semoga saja ilmu yang kudapat ini bisa menjadikanku sebagai seorang hamba yang bisa lebih bersyukur atas karunia-Nya serta bisa bermanfaat untuk bangsa dan agamaku kedepannya. Amien…

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Kolaborasi : Apa Impianmu?

giveaway-kolaborasi-banner-ii

Akhir Cerita Di Benua Etam

Gatot Kaca Office

Gatot Kaca Office

Sungguh bukan waktu yang lama untuk kembali berada di penghujung tahun 2013 ini, tahun yang penuh dengan puluhan peristiwa penting dalam siklus hidupku. Mulai dari awal tahun yang penuh dengan suka cita bertugas di sisi selatan kalimantan dengan orang-orang yang sangat bersahabat hingga akhirnya efek krisis global terpaksa memisahkan kami semua hingga menyebar ke berbagai daerah.

Bandara Warukin

Bandara Warukin

Pertengahan tahun yang membuatku harus kembali berpindah ke sebuah tempat baru di sebuah kota indah nan sejuk dan bersahabat bernama Tanjung Tabalong. Kembali berkumpul bersama sahabat-sahabat lama yang sempat ku tinggalkan selama lebih dari setahun di sengatta. Hingga akhirnya pilihanku kembali mengharuskanku sejenak melepaskan keramah-tamahan penduduk kalimantan untuk kembali berkumpul bersama keluarga di tanah jawa.

Meskipun pada akhirnya insting untuk kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga jauh lebih besar dari apapun, akan tetapi ada satu tempat kosong di dalam hati ini jika mengingat puluhan peristiwa yang telah ku lewati bersama mereka di sana. Entah karena merasa senasib karena sama-sama berada di rantau atau karena proses yang telah membuat kami begitu dekat sehingga mereka ku anggap seperti keluargaku sendiri.

Keceriaan Di Tanah Rantau

Keceriaan Di Tanah Rantau

Susah dan senang selama mengadu nasib di kampung orang selama beberapa tahun ke belakang semakin membuatku berfikir bahwa menjadi seorang kepala keluarga merupakan sebuah amanah yang tidak bisa kita anggap sebelah mata. Memikul tanggung jawab yang sangat besar untuk menghidupi keluarga yang jauh di seberang pulau membuat kami kuat untuk menahan perasaan rindu, jenuh serta letih selama dalam bertugas. Hanya dengan kawan seperjuanganlah tempat kami berbagi kisah, entah kisah sedih ataupun kisah senang.

Pengobat Rindu Kampung Halaman :D

Pengobat Rindu Kampung Halaman 😀

Semoga saja mereka yang kini masih bertahan dengan kondisi meninggalkan keluarga untuk bertugas akan menjadikan sebuah catatan amal kebaikan yang akan menjadikannya sebagai pahlawan jihad bagi keluarga mereka.

Semoga mereka yang kini sedang berjuang untuk kesejahteraan keluarga mereka akan segera berkumpul kembali dengan orang yang di cintainya dan tabah dalam menjalani tugas ganda baik sebagai seorang ayah dan seorang karyawan bagi tempatnya bekerja. Semoga saja….

Samapai Jumpa Lagi Balikpapan.... :D

Sampai Jumpa Lagi Balikpapan…. 😀

See you next time Balikpapan..

~RTM
30-12-2013

Sampahmu Bukan Untukku…!!!

Tumpukan sampah :'(

Tumpukan sampah 😥

Kesal juga ngelihat pemandangan seperti ini, apalagi pemandangannya masih berada di dekat tempat tinggalku saat ini. Serasa pedih melihatnya, apalagi semuanya dilakukan dengan penuh kesadaran bahkan mereka sengaja membawa sampah dari sebuah perusahaan untuk di sortir dan jika tidak terpakai akan dibuang begitu saja seperti pemandangan ini.

Penduduk Di Bantaran Kali

Rumah Penduduk Di Bantaran Kali

Bukannya sok menjadi pahlawan lingkungan akan tetapi semata-mata untuk warisan anak cucu kita nanti. Bagaimana generasi kita nantinya akan cerdas jika air yang menjadi sumber kehidupan sudah terkontaminasi oleh racun. Haruskah secara frontal menyadarkan mereka sehingga para penduduk di sekitar bantaran kali tidak melakukan aksi sperti ini.

Tumpukan Sampah tak Terpakai

Tumpukan Sampah tak Terpakai

Sampah Yang Mungkin Diizinkan :D

Sampah Yang Mungkin Diizinkan 😀

Sungguh menyedihkan… 😥

Jajanan Sehat Saat SD

Sepertinya arah menuju kawasan wisata tanjung pakis kali ini tidak akan bisa kita kunjungi karena sampai jam 14.00 kami masih terjebak sekitar 5 km lagi dari lokasi. Bukan apa-apa karena kami sudah terjebak macet total selama hampir 3 jam lebih. Mustahil rasanya jika jam segini memaksakan diri untuk tetap ke lokasi. Apalagi jika melihat kendaraan dari arah selatan yang tak henti-hentinya berdatangan, semakin membuat semrawut saja lokasi jalan. Di tambah lagi oleh tanah becek dengan air yang menggenang, seolah mengamini penderitaan di siang ini.

Alih-alih mata ngantuk dan tenggorokan yang sudah mulai mengering, akhirnya mata ku tertuju pada sebuah warung di bahu jalan untuk sekedar beristirahat dari panas dan menghilangkan haus serta kantuk yang terasa amat menyiksa. Warung sangat sederhana yang hanya berbilik bambu dengan wanita paruh baya sebagai pemiliknya menawarkan minuman serta makanan ringan kepadaku.

Pemilik : “ mau pesan apa dik ?” (dengan logat betawi yang kental).

Aku      : “ ada kopi bu…? “

Pemilik : “ada… kopi apa nih ?”

Aku      : “ kopi hitam deh, 2 gelas…!”

Tak menunggu beberapa lama akhirnya kopi panas pun segera hadir di hadapan mata, dengan asap yang masih mengepul pertanda bahwa airnya sangat panas. Tanpa pikir panjang, langsung saja kopi tersebut ku minum untuk sedikit meredakan rasa kantuk yang sejak macet tadi terasa mendera. Sambil di iringi obrolan kecil mengenai tanggul di sebelah kiri warung, mataku terpana melihat sesuatu yang tidak begitu asing berada tepat dihadapanku di dalam toples kecil berwarna putih.

Isinya sangat ku kenal beberapa puluh tahun ke belakang, tepatnya ketika masih duduk di bangku SD dulu. Sebungkus susu raos dengan merek “raos” masih ada di zaman modern seperti ini pikirku. Sungguh sesuatu yang sangat langka ku dapatkan, apalagi di tempat tinggalku sekarang ini. Jajanan sehat bernama susu raos ini dahulu pada tahun 80an memang sebuah jajanan favorit. Karena ketika SD dahulu untuk membeli susu kaleng rasanya sangat sulit. Apalagi untuk susu kaleng coklat, untuk mampu membeli rasanya sangat tidak mungkin. Jadilah akhirnya susu raos ini sebagai alternatif pilihan untuk mengganti keberadaan susu kaleng coklat.

Susu Raos :D

Susu Raos

Untuk mendapatkan susu raos ini ternyata saat ini sangat sulit, karena jajanan ini perlahan mulai menghilang tergantikan oleh jajanan modern seperti susu kotak. Padahal rasa dan aroma susunya tidak jauh berbeda dengan susu kotak. Begitupula dengan harganya yang masih di bandrol dengan harga Rp.500. Sungguh sebuah jajanan murah nan sehat yang seharusnya patut dilestarikan. Bukan itu saja, ternyata di warung tersebut masih menyimpan beberapa jajanan masa kecilku dulu masih terpajang di sini, seperti minuman sari akar.

Sari Akar :D

Sari Akar

Pembuat & Exp datenya

Pembuat & Exp datenya

 

Meskipun hari ini tidak bisa menuju lokasi pantai tanjung pakis karena macet yang tak kunjung selesai, rasanya semua terobati oleh reuni dengan makanan ketika aku kecil dahulu. Semoga saja makanan-makanan sehat ini akan tetap lestari, sehingga kelak cucu-cucuku bisa merasakan juga nikmatnya meminum susu raos ini 😀 .

Secangkir Susu Raos :D

Secangkir Susu Raos 😀

 

~RTM
02-01-2014
Satui, Tanah Bumbu Kalimantan Selatan