Nasi Timbel Cikarang

Cikarang barat, sebuah kota kecamatan di kabupaten Bekasi provinsi Jawa barat memang punya segudang tradisi unik dan menarik. Bukan hanya terkenal karena keberagaman budaya serta tradisinya yang merupakan perpaduan antara sunda, betawi, jawa dan cina sehingga terjadilah asimilasi kebudayaan yang sangat unik dari perpaduan tersebut.

Beruntung selasa kemarin, saya berkesempatan mengintip dari dekat pembuatan nasi timbel pada persiapan acara haul salah satu kerabat kami yang meninggal 100 hari yang lalu. Mulai dari proses awal hingga akhir yang memakan waktu cukup lama ini saya lakukan semata hanya untuk melihat bagaimana proses ini berlangsung sehingga tidak satupun proses yang terlewat.

Nasi Timbel adalah sebuah cara penyajian nasi khas Sunda. Tujuannya adalah mempertahankan supaya nasi tetap pulen pada saat disantap siang hari, walaupun dimasak pagi-pagi sebelum berangkat kerja ke sawah atau ladang. Yang wajib ditemui untuk disantap bersama dengan nasi timbel adalah lalap dan sambal yang diulek.

Pada kesempatan kali ini nasi timbelnya agak sedikit berbeda dari biasanya, karena yang digunakan adalah nasi uduk bukan nasi putih. Sehingga proses penggulungan nasi di daun pisang membutuhkan kesabaran, karena jika tidak daun pisang tersebut bisa robek.

Proses Pembuatan Nasi Timbel :D

Proses Pembuatan Nasi Timbel

Untuk proses pembuatannya, mungkin akan saya bahas lain kali karena harus melakukan pendalaman informasi ke berbagai pihak yang terlibat pada proses pembuatan nasi timbel ini :D.

~ RTM
15-01-2014

Iklan

14 thoughts on “Nasi Timbel Cikarang

    • Dahulunya nasi timbel ini di gunakan untuk para petani yang akan berangkat ke ladang pada pagi hari. Berhubung jarak yang jauh, jadi mereka mulai memasak pada jam 2-3 pagi dengan harapan akan tiba di sawah jam 6 pagi. Karena pada waktu itu media penyimpanan yang sederhana adalah daun pisang, makanya mereka membungkus nasi tersebut dengan harapan nasi itu akan cukup bertahan lama sampai siang atau sore nanti.

      “Kata Nimbel” dalam bahasa sunda dan betawi berarti membawa bekal entah itu bekal makanan ataupun yang lainnya. Nah, kebiasaan membungkus nasi dengan daun pisang ini bertujuan untuk bekal para petani yang akan berangkat ke sawah.

      Jadilah lama-kelamaan nasi bekal ini dinamakan dengan nasi timbel.. πŸ˜€

      CMIIW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s