Si Kecil Ikut Mendaki Gunung…?

Rinjani Tetap Semangat

Rinjani Tetap Semangat

Pernahkah anda melihat anak-anak kecil mendaki gunung ataupun berpanjat tebing bersama orangtuanya? Olahraga yang terkesan ekstrim dan biasanya hanya dilakukan oleh beberapa orang dewasa (itupun hanya sebagian orang) ini sebenarnya bisa juga dilakukan oleh si kecil, apalagi jika anak kita merupakan tipikal yang menyukai tantangan.

Belajar bersahabat dengan alam memang harus dimulai semenjak usia dini, sehingga diharapkan si kecil nantinya akan terbiasa untuk bekerja keras dan belajar mencintai lingkungannya. Jika sudah terbiasa otomatis jika dia besar nanti si anak pasti ingin sesuatu yang sejuk dan sehat, jika dia tidak mendapatkannya maka dia akan membuat sebuah kondisi dimana lingkungan tersebut sama sejuknya dengan pengalaman dia di waktu kecil (Amien).

Apakah anda tertarik mengajaknya berpetualang ?

Hal pertama yang harus diketahui terlebih dahulu adalah riwayat kesehatan si anak tersebut. Jika si anak memiliki riwayat penyakit yang lumayan agak berat, maka sebaiknya niat mendaki diurungkan saja dulu sembari menunggu kesehatan anak tersebut pulih kembali.

Apabila kegiatan ini adalah yang pertama kali, tak perlu ajak si kecil sampai ke puncak. Sebaiknya hanya melakukan trekking saja sampai ke pintu gerbang pos pendakian atau beberapa ratus meter dari pos pendakian. Setelah sering mengajaknya, anda bisa naikkan tingkat kesulitannya mulai mendaki ketinggian yang agak lumayan sampai yang sedikit lebih berat. Bagi anda yang pernah mendaki gunung gede-pangrango, sepertinya lokasi air terjun Cibeureum bisa dijadikan patokan.

Atau jika anda berada di sekitar Jakarta dan Jawa Barat, Anda bisa mengajaknya di Citalahab yang terletak di Sukabumi dan Gunung Bunder di Bogor. Keduanya masih masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Halimun.

Baby Carrier

Baby Carrier sumber

Mungkin bagi Anda, hanya menggendong si kecil dengan Baby Backpack khusus hiking tak terkesan menantang bagi si kecil. Namun, ini bisa menjadi pengenalan awal untuk anak Anda. Untuk usia balita, Anda bisa membawa si kecil dengan Baby Backpack khusus untuk hiking. memang harganya relatif cukup mahal dan sangat sulit untuk di dapat akan tetapi jika anda ingin mengenalkan keindahan gunung kepada anak sejak usia dini, peralatan ini akan sangat membantu anak mengikuti hobby orang tuanya.

Rinjani Terlelap Di Tenda

Rinjani Terlelap Di Tenda


Setelah terbiasa melakukan perjalanan mereka akan menolak untuk di gendong, seperti yang penulis alami. Dia bilang “Bisa jalan sendiri, udah gede kok masa di gendong ?” πŸ˜€

Jika semuanya dilakukan sesuai dengan prosedur dan lengkapnya peralatan, sebenarnya mendaki gunung adalah sebuah olahraga yang aman. Karena selain kita bisa mengajarkan si kecil untuk lebih dekat dengan alam, kita juga semakin bisa mendekatkan diri kepada Tuhan semesta alam.

Menuju Gerbang Pos Pendakian G. Salak

Menuju Gerbang Pos Pendakian G. Salak

Satu hal yang akan selalu membekas dibenakknya kelak adalah bagaimana cara dia mensiasati alam. Karena sejatinya alam tidak akan mungkin bisa taklukan oleh manusia akan tetapi sebenarnya manusialah yang menaklukkan diri sendiri.

Full Member

Full Member

Ketika bertanya di salah satu forum, ternyata jawabannya beragam juga.

Diolah berbagai sumber dan pengalaman pribadi.

~RTM
25-01-2014

Iklan

42 thoughts on “Si Kecil Ikut Mendaki Gunung…?

  1. Kalau orang tuanya anak gunung terutama bapaknya, biasanya anaknya suka dilatih atau diperkenalkan dengan dunia panjat gunung dan kemah sepertinya ya..

    Anak-anaknya paman saya juga, malah salah satu anaknya sekarang ikut jejak ayahnya anggota wanadri.

    • Semoga saja kelak dia menjadi sosok seperti itu mbak…

      Yups, nama lengkapnya RE Rinjani Permata Hati Rahmat, Filosopinya dari cita-cita ayahnya yang sampai saat ini belum bisa menapakan kaki di sana. Cuma bisa menatap dari kejauhan saja πŸ˜€

    • Biasanya untuk di atas ketinggian agak susah untuk buang air apalagi pup. jadi masih relatif aman, karena kita pasti sediakan tissue basah untuk keperluannya…

      Untuk dinginnya sendiri kita bisa siasati dengan SB dan jaket yang tebal serta pelukan bundanya πŸ˜€

    • Untuk anak saya pribadi sebenarnya sudah dimulai keti berumur 2.5 tahun, akan tetapi baru sampai rute curug saja. Baru ketika dia sudah terbiasa dengan ketinggian, saya coba di usia 3.5 tahun…

      Nah ketika usianya 4 tahun, kami rayakan ulang tahnunnya di Baduy. Dan alhamdulillah ternyata si kecil yang ngajak terus untuk naik gunung, karena saya tidak ingin memaksa anak harus mengikuti hobby kedua orang tuanya πŸ˜€

  2. Ping-balik: Inilah Tanda – Tanda Anda Tergila – Gila Mendaki Gunung | Blog Toko Outdoor

  3. Di gunung kan banyyak hal2 mistis bang,, nah cara siasatin biar anak gak dapet gangguan2 itu gmana?? Apalagi anak sgitu kan masih bisa liat yg macem2,,takutnya kalo malem campt trus ada yg ganggu,,, 1 hal itu tuhh yg saya takutin, padahal pengen banget ajak sikecil hiking

    • Percaya bahwa Tuhan Semesta alam selalu ada bersama orang yang berani. Kemudian Percaya dan yakin bahwa manusia itu lebih mulia dari syaitan dan jin. Itu saja, kemudian usahakan si kecil agar tidak banyak melamun. Yang ketiga banyak berdo’a karena alam adalah jarak terdekat antara manusia dengan sang Khalik. Buatlah dia seakan-akan berada di tengah keramaian dengan banyak mengajaknya bercanda. Insyaallah gangguan seperti itu tidak akan terjadi….

  4. Mas anak saya usia baru 9 tahun pengen ikut naik gunung gede jalur gn putri, dibujuk2 biar ga ikut tetep maksa. Saya sendiri blm pengalaman. Rencana naik brg kelompok 17 orang. Gimana ya.. ? Udah bisa blm sih usia segitu..? Lagi khawatir banget nih soalnya… makasih infonya ya..

    • Mas Deny… Anak saya ketika pertama kali diajak naik gunung pada usia kurang dari 3.5 tahun. Dan alhamdulillah jika persiapan dan perlengkapan kita matang tidak akan terjadi apa-apa. Usahakan perlengkapan untuk si kecil telah dilengkapi. Jika sikecil baru pertama kali diajak naik gunung, ada baiknya jangan bawa dirinya ke puncak. Ada baiknya aklimatisasi dulu hingga dia menjadi lebih terbiasa. Mengapa tidak mengambil jalur Cibodas yang lebih sedikit landai jalurnya dan lebih banyak tempat untuk sekedar menikmati alam. Semoga bisa sedikit membantu πŸ™‚

      • Terima kasih atas infonya mas Rahmat, Perlengkapan standar sepertinya sudah (sleeping bag, jaket, sarung tangan, sepatu, kupluk) apa ada yang khusus lagi mas? Mau tanya juga cara aklimatisasinya gimana ya buat si kecil? soalnya jalur naik dari gn.putri, menginap di surya kecana, lalu turun via Cibodas, jadi pasti lewat puncak.

        Kalau jalur pendakian sepertinya teman2 sidah fix, tapi mohon sekali sarannya mas Rahmat, kalau dirasa tidak baik buat si kecil, saya mau mundur aja dari rencana naik besok.

  5. Wah senangnya ada teman yg senang bawa anak ke gunung. September ini saya berniat bawa anak2 ke Ciremai via Apuy-Palutungan, rencana sudah matang tapi kemudian dengar gosip bahwa anak2 gak akan diperbolehkan naik Ciremai. Apa mas Rahmat punya info atau bahkan pengalaman soal ini? Makasih banyak sebelumnya.

    • Untuk Ciremai sepertinya bisa contact teman-teman di base camp AKAR jika mbak berniat lewat Palutungan. Mungkin jalur dan kondisi track yang cukup signifikan serta air yang tidak ada mengharuskan pengelola melakukan pelarangan tersebut. Lain halnya dengan Gunung Gede atau Semeru yang meskipun lebih tinggi tetapi lebih aman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s