Mereduksi Kantong Plastik Sejak Dini

Sore sehabis pulang kerja, seperti biasa kami sempatkan diri untuk mampir sejenak di salah satu minimart di depan rumah untuk membeli keperluan bulanan. Beberapa keperluan bulanan seperti keperluan dapur telah bunda masukan ke dalam keranjang belanja. Tinggal mencari makanan kecil dan minuman ringan untuk keperluan semingu seperti susu untuk si kecil dan susu untuk bunda yang sedang hamil. Dengan bergerak cepat kami menyambar kedua benda tersebut, sehingga waktu kami tidak terbuang karena belum sempat melakukan shalat maghrib.

Setelah semuanya lengkap langsung bunda menuju meja kasir untuk menghitung belanjaan kami. Suasana sore itu agak padat, mungkin karena tanggal 25 dimana hampir seluruh karyawan pada hari tersebut mendapat pembayaran gaji sehingga mereka pun sama-sama membeli kebutuhan bulanan pada saat bersamaan. Satu persatu barang belanjaanku di hitung dengan teliti.

Kami Anti Kresek...

Kami Anti Kresek… Sumber


“Gak usah pake kantong mbak…!” Pinta bunda sembari tersenyum..
“Loh, tapi ini kan banyak belanjaannya bu?” Tanyanya keheranan..
“Gak apa-apa, saya pake tas ini aja…” Jawab bunda sambil melihat reaksi mereka yang di samping dan belakangku.
“Baik bu…” Meski merasa sedikit heran dengan sikap bunda

Aneh memang, beberapa orang terlihat heran dengan sikap kami. Entah apa yang ada di benak mereka melihat tingkah kami yang menolak menggunakan kantong plastik. Mungkin saja mereka berfikir, bahwa kami bertiga terlalu mengada-ngada dan sok menjadi pahlawan lingkungan. Tapi memang kebiasaan mereduksi kantong plastik sudah kami lakukan sejak tahun 2007 yang lalu, sejak umur si cantik Rinjani belum genap 1 tahun. Kebiasaan tersebut kami tularkan juga untuk si kecil, dimana setiap kali dia berbelanja kami usahakan untuk tidak membawa pulang kantong plastik atau meminta kantong plastik jika memang tidak terlalu dibutuhkan.

Bukan apa-apa jika sehari saja si kecil berbelanja 3 kali, berarti sehari ada 3 buah kantong plastik yang akan menjadi tumpukan sampah di depan rumah. Itu belum ditambah dengan si bunda dan saya, berarti jika rata-rata kami berbelanja 3 kali maka total setiap harinya kami menambah 9 buah kantong plastik yang akan menjadi tumpukan sampah. Itu baru dari keluarga kami, belum lagi dari keluarga-keluarga lain. Bisa saja dalam sehari mungkin dari 1 RT dilingkungan kami akan menghasilkan 1 truk kantong plastik yang terbuang percuma. Meski saat ini kantong plastik yang ada ramah lingkungan, akan tetapi tetap saja jika kantong plastik tersebut sudah tertumpah sesuatu seperti air atau robek, kantong plastik tersebut tidak akan bisa terpakai lagi.

Barangkali hal tersebutlah yang menjadi pemikiran kami untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik dan menggantinya dengan tas daypack sehingga apabila tas tersebut kotor maka kami akan langsung mencucinya bukan membuangnya seperti kantong plastik.

Jangan Pakai Kantong Plastik

Jangan Pakai Kantong Plastik Sumber


Meski hanya untuk keluarga kecil kami saja kebiasaan ini kami lakukan, semoga hal ini akan menjadi pembelajaran bagi si kecil agar bisa menularkan kebiasaan ini untuk keluarganya kelak. Semoga saja apa yang kami lakukan, akan memberikan sedikit kontribusi untuk sedikit mengurangi beban bumi yang sudah tua ini. Semoga saja…

~RTM
29-03-2014

Setahun Ngeblog

Minal Milad (Ilustrasi)

Minal Milad (Ilustrasi)

Menurut ebox29 angka 1 kalau di lihat dari bentuknya saja sudah menunjukan berkarakter tegas, hanya garis lurus, tidak berbelok dan simple. Angka 1 menurut primbon : Melambangkan sifat Matahari, ego, bijaksana, memimpin, pionir, ide. Begitu juga menurutku, angka 1 merupakan angka spesial yang menjadi penggagas dalam hal apapun di kehidupan ini.

Alhamdulillah, tepat hari ini jum’at 28 maret 2014 blog RTB genap berusia 1 tahun. Sepertinya kurang sreg kalau aku tidak membahas sedikit ulasan tentang perjalanan blog ini selama setahun ke belakang. Diawali tulisan pertama dengan judul tulisan akhirnya keberadaan blogku ini mulai dikenal. Sebenarnya awal kali ngeblog tahun 2006 di friendster serta tahun 2007 di MP dengan id rephr dan di blogger akan tetapi karena padatnya pekerjaan mencari rupiah ketiga blog tersebut tidak terurus dengan baik. Beruntung aku mendapatkan load pekerjaan saat ini yang tidak begitu banyak karena bekerja di field maintenance, dimana jika bajuku tidak kotor berarti pekerjaanku sangat bagus. Begitupun sebaliknya jika bajuku kotor, maka ada yang tak beres dengan pekerjaanku.

Meskipun dari segi kuantitas serta kualitas tulisanku masih sangat-sangat mengecewakan, aku masih bersyukur blogku ini masih bisa bertahan selama setahun. Berbeda sekali dengan 3 kakaknya terdahulu yang hanya bertahan beberapa bulan saja. Mungkin dengan pengalaman 3 kakaknya yang lalu, membuatku bertekad untuk menjaga blog ini sampai kapanpun juga. Ibarat bayi yang terlahir kembali, usia 1 tahun ini kulalui dengan berlatih dan berjalan meski harus tertatih-tatih. Meskipun dari segi kuantitas serta kualitas tulisanku ini masih sangat mengecewakan, aku masih bersyukur, blog ini bisa bertahan selama ini. Akan tetapi terkadang muncul juga perasaan kurang percaya diri, melihat serta mengetahui kemampuan menulis yang sangat baik dari para sahabat bloger lain. Aku bersyukur bisa mengenal mereka, mereka yang selama ini mengajarkanku dan membuka mataku untuk terus mau belajar menulis.

Sebagai pemilik blog RTB yang sah, tentunya aku merasa senang apabila blog serta tulisan-tulisanku dikenal sahabat bloger lainnya. Untuk itulah sebisa mungkin setiap hari aku sempatkan melakukan blog walking ke beberapa blog sahabat lainnya serta tak lupa untuk meninggalkan jejak ditulisannya sehingga blogku bisa dikenal oleh mereka. Dari aktifitas tersebut, aku mendapati begitu banyak keunikan dan pelajaran berharga dari mereka. Terlalu banyak tulisan-tulisan hebat dari mereka yang jika dibandingkan dengan tulisanku yang masih dalam tahap pembelajaran.

Memang terkadang muncul rasa tidak puas ketika membaca tulisan-tulisanku sendiri. Apalagi jika membaca tulisan-tulisanku yang lalu, malu rasanya melihat susunan kata serta pola penulisan yang sangat mengecewakan dan jauh dari harapan. Entahlah dari 93 tulisan yang kubuat, mungkin hanya beberapa tulisan saja yang enak untuk di baca. Tetapi cukuplah sudah, tulisan-tulisanku ini bukan untuk mencari ketenaran atau sensasi dan ingin eksis di dunia maya. Tulisanku ini hanya untuk mewakili perasaan hatiku saja serta menjadi cara ampuh pengobat lupa. Karena sudah sifat manusia yang pelupa sehingga aku menuliskannya, karena itu cara ampuh untuk mengingatnya dan membuatnya abadi.

Blog ini merupakan saranaku untuk belajar, belajar dan belajar untuk menulis. Cukuplah saja aku mengingat, bahwa dengan ngeblog mungkin menjadi salah satu caraku untuk meninggalkan jejak bagi anak-anakku kelak. Biarpun semuanya masih jauh dari kesempurnaan, kelak mereka mungkin akan membaca tulisan-tulisan yang mewakili perasaan ayahnya di blog ini. Dan aku berharap semoga mereka kelak mempunyai kemampuan menulis yang jauh lebih baik dari ayahnya

Semoga saja…

~RTM
28-03-2014

Sekilas Tentang Pekerja Tambang

Siapa yang menginginkan untuk bekerja di sektor pertambangan?

Para Pekerja Tambang

Para Pekerja Tambang

Mungkin dari 3/4 orang yang saya tanya akan mengacungkan jarinya ke atas dan berharap semoga mereka mempunyai kesempatan untuk bekerja di sektor ini.

Area Pertambangan Batu Bara

Area Pertambangan Batu Bara

Sumpah, memang dahulu selepas orang tua tidak mengizinkan saya untuk bekerja di sektor migas setelah mendapat panggilan dari sebuah perusahaan luar karena daerah ekplorasinya berada di negara Mexico dan Ukraina, saya sebenarnya sudah tidak berkeinginan untuk bekerja di sektor ini. Akan tetapi, Tuhan berkata lain. Meski sekalipun tidak pernah merasa pernah apply, saya tetap bekerja di pertambangan. Hal itu juga saya sampaikan ketika saya interview, bahwasanya saya tidak berkompeten dan tidak pernah merasa memasukan lamaran akan tetapi tetap saja saya lulus dan bekerja dipertambangan di Sengatta Kalimantan Timur.

Pekerja Tambang at Open Pit Rama - Satui, South Borneo

Pekerja Tambang at Open Pit Rama – Satui, South Borneo

Dunia pertambangan sejak dulu memang menjadi salah satu barometer untuk mencari lapangan pekerjaan bagi para pelajar serta mahasiswa/i yang akan menamatkan studi belajarnya. Tidak hanya orang-orang yang berilmu pengetahuan di bidang ilmu bumi, ilmu keteknikan dan ilmu lainnya, akan tetapi orang dari semua cabang ilmu lain yang terkait di dalam penyelenggaraan tambang akan berlomba-lomba untuk ikut menjaring rejeki di sektor ini. Mulai dari pekerjaan yang memiliki keterampilan khusus seperti ilmu material, keterampilan mengoperasikan kendaraan besar, hingga sebagai pekerja bangunan atau pekerjaan helper seperti pencungkil lumpur di track shoe alat berat semuanya dibutuhkan.

Nasib di ujung bucket

Nasib di ujung bucket

Pada dasarnya pekerjaan pertambangan terbagi menjadi dua kategori, yaitu pekerjaan Field (Lapangan) dan pekerjaan Office (kantor). Akan tetapi tidak menutup kemungkinan menjadi lintas pekerjaan, karena pada hakikatnya hampir 75% pekerjaan di area pertambangan melakukan hal tersebut. Oleh karena itu setiap individu diharapkan mampu untuk menjalani dua profesi pekerjaan dan harus pintar-pintar membagi pekerjaan antara bekerja di kantor dan bekerja di lapangan.

Terdapat beberapa faktor yang selalu menarik perhatian para mahasiswa/i atau calon pencari kerja di sektor ini. Dengan ming-iming gaji yang tinggi, fasilitas yang diberikan oleh perusahaan, banyaknya peluang kerja di semua lini perusahaan, teknologi pertambangan yang berkembang cepat, keselamatan dan kesehatan kerja yang sangat baik serta bonus pencapaian produksi yang hasilnya bisa mencapai lebih dari 15x gaji pokok. Hal ini didukung dengan informasi media yang memberikan informasi berupa iklan perusahaan tambang atau berita-berita yang terkait di dalamnya, sehingga membuat sektor ini semakin di minati oleh para pencari kerja.

Belum lagi dengan luasnya area ekplorasi penambangan di negeri tercinta ini dengan semakin banyaknya perusahaan-perusahaan pertambangan, menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para pencari kerja. Banyaknya wilayah kontrak karya yang belum di ekploitasi oleh beberapa perusahaan pemegang konsensi pertambangan membuat peluang untuk berkarya di bidang ini masih terbuka lebar. Diluar itu semua, beberapa hal yang sudah diketahui sangat jelas oleh para pencari kerja untuk sektor ini adalah dampak sosial, dampak lingkungan atau minimnya hubungan sosial dengan dunia luar karena resiko kita bekerja berada di daerah yang cukup terpencil. Beruntunglah jika mendapatkan pekerjaan di lokasi penambangan yang dekat dengan perkotaan seperti Sengatta Kalimantan Timur.

Akan tetapi apa yang terjadi jika kita sudah memasuki dunia tambang ? Semuanya akan berubah drastis dan jauh dari apa yang diimpikan selama ini. Beberapa kesulitan yang akan menjadi benturan dan batu sandungan bagi para pekerja yang baru memasuki dunia tambang adalah sulit untuk memisahkan maupun menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Seperti yang diketahui bersama, pekerjaan ekplorasi dilakukan dalam 24 jam secara nonstop setiap harinya tanpa ada kompromi sama sekali agar lebih memaksimalkan alat berat. Penggunaan alat berat lebih menguntungkan apabila dioperasikan daripada harus standby. Sehingga otomatis para operator harus siap bekerja selama 12 jam nonstop, dan hanya bisa istirahat agak lama jika alat tersebut rusak atau dalam perbaikan.

Salah Satu Camp Tempat Pekerja Beristirahat

Salah Satu Camp Tempat Pekerja Beristirahat

Pekerjaan ekplorasi yang terus menerus mengharuskan para pekerja untuk siap bekerja dalam keadaan dan kondisi apapun. Konsekuensi adalah jam kerja dan waktu istirahat yang tidak sesuai dengan hari kerja/libur dari kalender nasional atau pemerintah, hari kerja/libur akan disesuaikan sendiri oleh masing-masing perusahaan, akan tetapi tetap tidak menyimpang dari kaedah perundang-undangan tenaga kerja yang berlaku. Maka tidak jarang ditemui kami harus melakukan shalat idul fitri di lokasi penambangan. Jangan berharap untuk bisa bersilaturahmi atau makan ketupat dan opor ayam setelah hari raya, selepas shalat mereka harus kembali bekerja. Memang tidak seefektif hari biasa akan tetapi itu adalah konsekuensi yang harus di terima pekerja tambang jika jatah cuti mereka tidak bertepatan dengan hari libur nasional.

Semua hak pekerja akan dipenuhi dan semuanya jelas hitungannya. Mulai dari perhitungan uang lembur, uang project, uang safety, dan uang kehadiran apabila kita bekerja di hari libur. Begitu juga jika kita bekerja di saat kita cuti project. Bisa saja kita mendapatkan uang setengah dari basic salary jika kita bekerja pada hari libur dan hari besar nasional. Tetapi apakah semua itu akan bisa menggantikan momen-momen paling indah dalam hidup yang digantikan dengan hari kerja ? Mungkin karena hal inilah sebabnya, seorang pekerja tambang akan mempunyai penghasilan yang rata-rata lebih besar dari pada pekerja lain yang bekerja di industri lainnya. Penghasilan inilah yang menggantikan kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga dan momen-momen indah yang terlewat dalam hidup.

Bahkan untuk cuti setiap pekerja yang dilakukan dalam waktu 4 minggu kerja dan 2 minggu OFF sudah diatur sedemikian rupa sehingga pekerja tidak merasa dirugikan. Semuanya sudah diketahui sebelum mereka mulai bergabung di perusahaan, akan tetapi proses menjalankan nantinya merupakan satu hal yang sangat sulit dilakukan.

Meskipun perusahaan sudah semaksimal mungkin untuk membuat berbagai macam fasilitas yang dirasa menunjang bagi kebutuhan aktifitas kehidupan para pekerja, akan tetapi semuanya terasa hambar. Lingkungan mess maupun camp tempat para pekerja beristirahat adalah lingkungan tambang yang beroperasi 24 jam penuh, sehingga tetap saja kurang maksimal. Seluruh penghuni lingkungan tersebut adalah para pekerja tambang dan mereka semua yang datang serta menginap untuk kepentingan penambangan. Oleh karena itu jangan heran jika mereka yang telah bekerja beberapa tahun di sana akan merasa terasing jika pulang ke daerahnya masing-masing terutam bagi mereka yang hidup di kota besar dahulunya.

Untuk itulah, seorang pekerja tambang harus bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya masing-masing. Sehingga momen-momen indah yang terlewatkan bersama keluarga selama beberapa tahun akan terbayar dengan hasil yang indah, meski harus rela kehilangan momen indah seperti hari raya, masa kecil sang anak dan beberapa hal lain yang tidak bisa terulang.

Semoga saja mereka yang telah rela mengorbankan momen indah bersama keluarga, meninggalkan kampung halaman demi segenggam impian akan mendapatkan apa yang selama ini mereka impikan. Semoga saja…

Diolah dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi…

~RTM
26-03-2014

Kumpul Gak Kumpul Asal Makan

Sebagai seorang yang lahir dan besar di negeri tercinta INDONESIA pepatah “makan gak makan asal kumpul” tentunya sudah kita ketahui bersama. Secara tidak sadar pun, pepatah tersebut sangat akrab di telinga kita karena terus menerus selalu diucapkan dan didengarkan secara berulang. Hal tersebut sedikit banyak akan memberi dampak yang cukup besar bagi pola pikir dan pola hidup seseorang atau dalam sebuah kelompok. Bagi sebagian orang, tentunya hal tersebut memiliki ruang tersendiri dihatinya bagi kenangan akan kebersamaan bersama kawan-kawan atau keluarga. Hal ini tentunya sangatlah mahal, bahkan tidak bisa dibeli dengan uang rupiah atau dolar sekalipun.

Makan Di Bawah Pohon Pinus

Makan gak makan kumpul

Beberapa orang rela untuk tidak mengambil promosi jabatan sehingga mereka tidak dimutasikan jauh dari keluarga besarnya. Bahkan pada beberapa kasus, mereka rela melepaskan karir atau jabatannya sehingga tetap bisa berada di tengah-tengah keluarga. Begitulah fenomena yang terjadi di kampung halaman saya, mereka lebih baik tetap berkumpul bersama keluarga meski terkadang untuk makan satu hari saja sulit. Padahal jika mereka mau berusaha, tentunya ditempat yang sedikit jauh banyak peluang untuk mencari rejeki dan tentunya dengan tidak meninggalkan keluarga.

Sekarang bagaimana jika pepatah tersebut di balik menjadi “Kumpul gak kumpul asal makan” ? Bagi sebagian orang pepatah tersebut tentu sangat mengena dan mereka tentunya mempunyai alasan yang kuat sehingga menjadi follower pepatah kedua. Begitu juga dengan saya, memilih jauh dari keluarga tercinta dan teman-teman tersayang untuk mencari sesuap nasi di negeri orang merupakan suatu hal yang sangat berat untuk dijalani. Untuk itulah selama menjalani cuti beberapa minggu untuk pulang ke kampung halaman, sebisa mungkin akan saya kunjungi beberapa orang teman maupun keluarga untuk tetap menjaga tali silaturahmi.

Beberapa alasan kuat yang membuat seseorang melakukan hal ini pernah saya bahas disini. Barangkali alasan untuk mengambil resiko pekerjaan yang jauh dari keluarga adalah karena pekerjaan tersebut biasanya menghasilkan pendapatan yang jauh di atas rata-rata. Sehingga banyak dari kami yang bekerja jauh dari keluarga adalah dengan alasan tersebut.

Sekarang tinggal bagaimana kita semua menyikapi kedua pepatah tersebut. Memang tidak ada yang salah dengan kedua pepatah tersebut, tinggal bagaimana kita melihat dan menilainya sehingga semuanya bisa berjalan sesuai dengan harapan kita masing-masing. Kalau saya sendiri, untuk kondisi saat ini saya lebih memilih untuk “kumpul gak kumpul asal makan” demi satu tujuan yang pada akhirnya makan gak makan asal kumpul juga.

Bagaimana dengan anda…?

~RTM
25-03-2014

Sabar Menghadapi Kemacetan

Sejauh Mata Memandang

Sejauh Mata Memandang

Macet menjadi momok yang sangat menakutkan dan merupakan satu hal yang paling dihindari oleh masyarakat yang hidup di perkotaan. Lebih baik melintasi jalur yang lebih jauh, ketimbang harus berlama-lama terjebak di kemacetan. Mendengar kata “Macet”, mungkin saja sudah terbayang antrian panjang kendaraan yang berhenti bergerak karena keadaan tak biasa. Secara umum, macet dapat diartikan sebagai terhentinya atau tidak berjalannya suatu proses sebagaimana keadaan yang semestinya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (kkbi) v1.1, macet didefinisikan sebagai tidak dapat berfungsi dengan baik.

Stuck Di Pinggir Kali

Stuck Di Pinggir Kali

Kini semakin banyak orang yang peduli akan kondisi transportasi dalam kota. Dengan beberapa alasan tentunya, seperti : kondisi dimana kegiatan sehari hari atau rutinitas mereka sudah terganggu. Bukan apa-apa, biasanya perjalanan yang bisa di tempuh dalam waktu beberapa menit jika tidak macet akan menjadi perjalanan yang cukup menyita banyak waktu jika sudah terjadi kemacetan.

Sejuta umpatan bahkan mungkin caci maki para pengemudi kendaraan bermotor yang terjebak kemacetan akan banyak terdengar jika kondisi jalanan berhenti total. Bukan itu saja, para pejalan kaki pun merasa sedikit terusik. Karena ada sebagian oknum pengendara yang mengambil hak-hak mereka dengan mengambil jalan yang telah disediakan untuk mereka. Terkadang ada saja sebagian dari kita yang sengaja menutup jalan bagi mereka yang akan menyembrang jalan dengan alasan buru-buru atau apalah. Padahal jika kita mau sedikit saja untuk bersabar, toh tidak akan memakan waktu sampai 5 menit. Sungguh perbuatan yang kurang terpuji hidup ditengah-tengah masyrakat yang katanya menjunjung tinggi toleransi dan hormat-menghormati.

Nah, bagaimana rasanya jika terjebak kemacetan di perkampungan? Mungkin sebuah hal yang tidak biasa jika kita harus terjebak suasana macet di perkampungan. Tapi saya pernah beberapa kali merasakan hal tersebut. Terjebak dalam kondisi yang membuat emosi dan suasana hati di hari tersebut menjadi tidak menyenangkan. Bagaimana tidak? Terjebak kemacetan selama hampir 8 jam membuat siapapun yang berada dalam posisi tersebut agak meradang.

Macet Di Kampung

Macet Di Kampung

Apa yang terjadi di depan sana yang menyebabkan kemacetan di jalan ini menjadi , padahal jalan ini terletak jauh dari pusat kota yang berjarak hampir 35 km dari lokasi saya terjebak macet. Sialnya lagi, saya terjebak macet di bantaran kali. Pastinya tidak ada jalan keluar lain selain menunggu kemacetan ini akan terurai. Ya… dengan bersabar meski badan ini bermandikan keringat karena terjemur hampir seharian.

Tidak Sabar Menunggu Macet

Tidak Sabar Menunggu Macet

Kebiasaan masyarakat kita selalu tidak sabar dan ingin didahulukan semua, jadinya jalanan penuh sesak dalam waktu yang bersamaan. Sebenarnya macet ini bisa diatasi dengan mudah jika semuanya bersabar. Intinya tertib dimulai dari diri sendiri, kemudian penerapan aturan lalu lintas dijalankan dengan tegas! Jika ingin lancar, coba biasakan dahulukan kepentingan bersama.

Sabar Menunggu Macet :D

Sabar Menunggu Macet 😀

Semoga saja semakin banyak para pengendara lebih arif dan bijaksana dalam menghadapi kemacetan, sehingga hak-hak para pengguna jalan lain tidak merasa dirugikan. Dengan begitu pula minimal kecelakaan lalulintas bisa sedikit diminimalisir. Semoga saja…

Keep Safety Driving…

~RTM
24-03-2014

Rasa Kebersamaan Saat Menumpang Kendaraan Bak Terbuka

Setelah sempat beberapa pekan hanya menjadi penoton dan membaca hasil karya orang lain, kali ini saya akan coba mengupas kembali beberapa tradisi yang masih ada di tanah kelahiran saya tecinta yaitu Cikarang. Meski sudah pernah saya bahas pada tulisan saya sebelumnya, akan tetapi rasanya masih kurang jika melihat isi foto didalam external hardisk yang menampilkan begitu banyak koleksi menumpang kendaraan bak terbuka.

Tradisi Atau Sensasi ? :D

Tradisi Atau Sensasi ? 😀

Seperti yang kita telah ketahui bersama, bahwa menumpang kendaraan bak terbuka merupakan sesuatu yang dilarang. Mungkin sudah puluhan kali mereka yang menumpang kendaraan tersebut kena razia, bahkan di tilang pak polisi. Meski dari pihak kepolisian sudah menginstruksikan menindak tegas para sopir yang mengizinkan penumpang naik di kendaraan bak terbuka.

Pihak kepolisian pun sebenarnya sudah tidak kurang sosialisasi atau larangan mengangkut/membawa penumpang dengan menggunakan mobil jenis ini. Akan tetapi fakta di lapangan, entah mungkin karena tidak memiliki kendaraan yang mewah atau karena sudah menjadi kebiasaan yang melekat hingga menjadi tradisi rasanya mereka tidak pernah merasa jera.

Tradisi Kebersamaan

Tradisi Kebersamaan

Ternyata banyak temannya :D

Ternyata banyak temannya 😀

Terkadang memang cukup dilematis dengan kondisi yang seperti ini. Apalagi jika hidup di kampung atau di daerah pedesaan yang biasanya lebih mementingkan kebersamaan serta ekonomis. Sedangkan alasan keselamatan adalah menjadi hal yang nomor sekian dibandingkan dengan kebersamaan.

Kondisi seperti ini bisa terjadi dimana saja, yang penting adalah peran dari pak sopir sendiri yang harusnya lebih sabar dalam memacu kendaraannya. Jangan mentang-mentang kendaraannya baru dan berat muatannya ringan, dia mengendarai kendaraan dengan kecepatan yang tinggi. Begitupula dengan para penumpangnya sendiri, jangan mentang-mentang yang penting happy mereka malah mengesampingkan faktor keselamatan.

View Saat Terjebak Kemacetan

View Saat Terjebak Kemacetan

Semoga saja masalah ini bisa diselesaikan secara arif dan bijaksana di antara pihak kepolisian yang ingin menegakkan aturan yang telah di buat dan sebagian kecil kelompok masyarakat yang ingin memelihara tradisi bepergian bersama dengan menumpang kendaraan bak terbuka.

Yang Penting Happy :(

Yang Penting Happy 😦

Semoga saja…

~RTM
21-03-2014

Ide Menulis Hilang ?

Lama juga rasanya gak posting disini. Bukan karena sok sibuk atau apa, mungkin karena begitu banyak masalah hidup yang saat ini datang silih berganti membuat ide menulis sedikit demi sedikit mulai beterbangan entah kemana. Maklum saja, di tengah kondisi seperti ini rasanya tidak mungkin untuk menulis. Disatu sisi rasanya tangan ini sudah gatal buat nuangin ide, tapi ketika di depan layar laptop semua ide yang ada di kepala raib tak berbekas.

Menulis Itu Sulit

Menulis Itu Sulit Sumber gambar

Satu per satu beberapa file yang memang sengaja saya siapkan dalam bentuk konsep terbuka dalam format MS Word, namun hanya lembaran kosong. Tak ada satupun kata-kata terangkai di sana, apalagi sebuah bait ?

Apakah ini adalah salah satu tanda mati nya kreatifitas saya ?

Lebih dari sepekan rasanya keadaan seperti ini menghantui dan terus membayangi setiap kali saya ingin kembali menulis.

Haruskah saya hanya menjadi seorang penonton disini ?

Rasanya tidak mungkin, saya harus bisa membalikan keadaan ini. Masih banyak disana teman-teman saya yang menantikan saya untuk meramaikan dunia maya. Masih banyak pengalaman indah serta pelajaran hidup dari saya yang mungkin akan berguna bagi mereka. Masih banyak teman-teman saya disini menantikan tulisan saya, meskipun tulisan saya hanya sebagai pemandu sorak dan hanya ikut meramaikan saja.

Saya harus bangkit… !!!
Saya pasti bisa… !!!

Di sudut kamar RS menunggu nenek yang terbaring lemah
~RTM
17-03-2014

Bunda Positif Hamil

Seperti biasanya menjelang jam 3 pagi, bunda selalu beranjak dari tempat tidur untuk menunaikan shalat tahajud. Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan dalam melaksanakannya, hingga  membuat dirinya berasa ringan untuk bangkit dari tidur malamnya. Berbeda sekali dengan suaminya yang masih asyik berlindung di balik selimut tebalnya, padahal jika si bunda bangun, aku pasti ikut terbangun juga. Sumpah rasanya malas betul untuk bangun di pagi buta, padahal jika dulu masih bekerja dan tinggal di mess perusahaan kegiatan ini allhamdulilah rutin ku lakukan. Entah mengapa kini saat kembali pulang dan bekerja di dekat rumah, sulit betul rasanya untuk bangun di tengah malam dan melakukannya.

Tetapi ada yang berbeda kali ini, biasanya ada kecupan manis si bunda yang selalu membangunkan diriku maupun sebaliknya untuk sama-sama mengajak shalat atau hanya sekedar mengantarnya ke kamar mandi untuk mengantarnya wudhu karena aslinya si bunda memang penakut. Kali ini dia melakukan semuanya sendiri tanpa bantuanku sama sekali. Barangkali mungkin karena dia kasihan melihatku yang pulang agak larut malam sehabis pulang bekerja dari kawasan industri pulo gadung.

Selepas menunaikan shalat, seperti biasa bunda kembali untuk tidur sejenak hingga waktu shubuh tiba. Karena setelah bangun shubuh nanti, rentetan rencana sudah tersusun rapi hingga jam 8 malam nanti. Alhasil, waktu seharian mungkin akan terasa begitu cepat dilalui olehnya. Padahal sebagai seorang suami aku merasa kasihan terhadapnya. Mungkin sudah berulang kali menyarankan dirinya untuk cuti sejenak dari mengajar dan hanya melakukan aktivitas mengantar si cantik Rinjani bersekolah saja jika ingin program anak kedua. Tetapi dirinya selalu mengelak dan berkata bahwa akan jenuh rasanya jika terus-terusan di rumah.

Rasanya waktu shubuh terasa begitu cepat menjelang atau apakah karena rumah tempat tinggal kami terlalu berdekatan dengan dua tempat ibadah? Karena kebiasaan di kampung kami jika menjelang shubuh, biasanya ada yang mengaji dengan volume suara yang sedikit agak keras. Sehingga penghuni dari rumah yang berada di samping masjid dan mushala akan terjaga dari tidur dan ikut melaksanakan shalat shubuh berjamaah.

Si bunda kembali terbangun dan langsung menuju kamar mandi, untuk kembali melaksanakan shalat shubuh. Aku pun terjaga dari tidur, sementara si cantik Rinjani masih asyik di buai mimpi. Biarlah pikirku, karena hari ini hari sabtu dan dia libur sekolah. Karena biasanya satu kecupan manis selalu mendarat di kening manisnya setiap kali aku terbangun dari tidur.

10 menit telah berlalu, tapi si bunda belum juga kembali dari kamar mandi. Ada yang salah pikirku? Tapi semuanya ku tepis, karena mungkin air di bak mandi yang kosong dan dia harus mengisinya kembali. Karena meskipun tinggal di kampung, kampung kami dikelilingi 2 pabrik besar yang membuat aliran air sedikit menurun drastis.

Baru saja aku beranjak dari tempat tidur untuk melihat apa yang telah terjadi di kamar mandi sehingga si bunda berlama-lama di sana. Terdengar lari kecil dirinya dari belakang yang membuatku semakin penasaran, gerangan apa yang telah terjadi? Perasaan was-was menghantui pikiranku. “jangan-jangan ada sesuatu yang membuat sibunda ketakutan, hingga berlari”. Tetapi ada sesuatu hal yang membuat perasaan khawatir itu lenyap ketika kulihat di tangan kanannya memegang alat test pack pregnancy.

“Ay… ii positif”, ucapnya manja. Allhamdulilah Ya Allah, Engkau memberikan amanah kedua untuk keluarga kami. Entahlah, begitu banyak perasaan yang bergumul di hati ini. Antara perasaan senang, syukur dan khawatir serta cemas karena beberapa rencana yang sudah kami susun di tahun ini mungkin akan tertunda dan mungkin juga akan di batalkan.

Test Pack (Ilustrasi)

Test Pack Pregnancy (Ilustrasi) Source

Pagi itu Aku dan istri hanya bisa terdiam. Masih penuh pertanyaan dengan perasaan antara bersyukur, berharap, dan masih sulit untuk percaya sepenuhnya bahwa kami masih diberi kepercayaan oleh Tuhan menjadi orang tua bagi seorang gadis kecil dan janin yang kini masih berusia sekitar 6 minggu.

Bismillahirrahmannirrahiim…

~RTM
03-03-2014