Bunda Positif Hamil

Seperti biasanya menjelang jam 3 pagi, bunda selalu beranjak dari tempat tidur untuk menunaikan shalat tahajud. Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan dalam melaksanakannya, hinggaΒ  membuat dirinya berasa ringan untuk bangkit dari tidur malamnya. Berbeda sekali dengan suaminya yang masih asyik berlindung di balik selimut tebalnya, padahal jika si bunda bangun, aku pasti ikut terbangun juga. Sumpah rasanya malas betul untuk bangun di pagi buta, padahal jika dulu masih bekerja dan tinggal di mess perusahaan kegiatan ini allhamdulilah rutin ku lakukan. Entah mengapa kini saat kembali pulang dan bekerja di dekat rumah, sulit betul rasanya untuk bangun di tengah malam dan melakukannya.

Tetapi ada yang berbeda kali ini, biasanya ada kecupan manis si bunda yang selalu membangunkan diriku maupun sebaliknya untuk sama-sama mengajak shalat atau hanya sekedar mengantarnya ke kamar mandi untuk mengantarnya wudhu karena aslinya si bunda memang penakut. Kali ini dia melakukan semuanya sendiri tanpa bantuanku sama sekali. Barangkali mungkin karena dia kasihan melihatku yang pulang agak larut malam sehabis pulang bekerja dari kawasan industri pulo gadung.

Selepas menunaikan shalat, seperti biasa bunda kembali untuk tidur sejenak hingga waktu shubuh tiba. Karena setelah bangun shubuh nanti, rentetan rencana sudah tersusun rapi hingga jam 8 malam nanti. Alhasil, waktu seharian mungkin akan terasa begitu cepat dilalui olehnya. Padahal sebagai seorang suami aku merasa kasihan terhadapnya. Mungkin sudah berulang kali menyarankan dirinya untuk cuti sejenak dari mengajar dan hanya melakukan aktivitas mengantar si cantik Rinjani bersekolah saja jika ingin program anak kedua. Tetapi dirinya selalu mengelak dan berkata bahwa akan jenuh rasanya jika terus-terusan di rumah.

Rasanya waktu shubuh terasa begitu cepat menjelang atau apakah karena rumah tempat tinggal kami terlalu berdekatan dengan dua tempat ibadah? Karena kebiasaan di kampung kami jika menjelang shubuh, biasanya ada yang mengaji dengan volume suara yang sedikit agak keras. Sehingga penghuni dari rumah yang berada di samping masjid dan mushala akan terjaga dari tidur dan ikut melaksanakan shalat shubuh berjamaah.

Si bunda kembali terbangun dan langsung menuju kamar mandi, untuk kembali melaksanakan shalat shubuh. Aku pun terjaga dari tidur, sementara si cantik Rinjani masih asyik di buai mimpi. Biarlah pikirku, karena hari ini hari sabtu dan dia libur sekolah. Karena biasanya satu kecupan manis selalu mendarat di kening manisnya setiap kali aku terbangun dari tidur.

10 menit telah berlalu, tapi si bunda belum juga kembali dari kamar mandi. Ada yang salah pikirku? Tapi semuanya ku tepis, karena mungkin air di bak mandi yang kosong dan dia harus mengisinya kembali. Karena meskipun tinggal di kampung, kampung kami dikelilingi 2 pabrik besar yang membuat aliran air sedikit menurun drastis.

Baru saja aku beranjak dari tempat tidur untuk melihat apa yang telah terjadi di kamar mandi sehingga si bunda berlama-lama di sana. Terdengar lari kecil dirinya dari belakang yang membuatku semakin penasaran, gerangan apa yang telah terjadi? Perasaan was-was menghantui pikiranku. “jangan-jangan ada sesuatu yang membuat sibunda ketakutan, hingga berlari”. Tetapi ada sesuatu hal yang membuat perasaan khawatir itu lenyap ketika kulihat di tangan kanannya memegang alat test pack pregnancy.

“Ay… ii positif”, ucapnya manja. Allhamdulilah Ya Allah, Engkau memberikan amanah kedua untuk keluarga kami. Entahlah, begitu banyak perasaan yang bergumul di hati ini. Antara perasaan senang, syukur dan khawatir serta cemas karena beberapa rencana yang sudah kami susun di tahun ini mungkin akan tertunda dan mungkin juga akan di batalkan.

Test Pack (Ilustrasi)

Test Pack Pregnancy (Ilustrasi) Source

Pagi itu Aku dan istri hanya bisa terdiam. Masih penuh pertanyaan dengan perasaan antara bersyukur, berharap, dan masih sulit untuk percaya sepenuhnya bahwa kami masih diberi kepercayaan oleh Tuhan menjadi orang tua bagi seorang gadis kecil dan janin yang kini masih berusia sekitar 6 minggu.

Bismillahirrahmannirrahiim…

~RTM
03-03-2014

Iklan

49 thoughts on “Bunda Positif Hamil

  1. Barakallah… semoga bunda dan dede janinnya sehat selalu…
    Wah… anak pertamanya namanya Rinjani, obsesi ayahnya ini ya?
    Jadi kalau yang kedua laki2 mau dikasih nama apa? Hehehe…
    Masku juga terobsesi kasih nama gunung kayaknya, atau sesuatu yg berhubungan dengan alam, cuma belum tau apa..

  2. Selamat Mas Rahmat. Maap baru bisa mampir ke sini. Turut bahagia Mas. Semoga istri dan semuanya sehat selalu dan diberikan kelancaran sampai persalinan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s