Rasa Kebersamaan Saat Menumpang Kendaraan Bak Terbuka

Setelah sempat beberapa pekan hanya menjadi penoton dan membaca hasil karya orang lain, kali ini saya akan coba mengupas kembali beberapa tradisi yang masih ada di tanah kelahiran saya tecinta yaitu Cikarang. Meski sudah pernah saya bahas pada tulisan saya sebelumnya, akan tetapi rasanya masih kurang jika melihat isi foto didalam external hardisk yang menampilkan begitu banyak koleksi menumpang kendaraan bak terbuka.

Tradisi Atau Sensasi ? :D

Tradisi Atau Sensasi ? πŸ˜€

Seperti yang kita telah ketahui bersama, bahwa menumpang kendaraan bak terbuka merupakan sesuatu yang dilarang. Mungkin sudah puluhan kali mereka yang menumpang kendaraan tersebut kena razia, bahkan di tilang pak polisi. Meski dari pihak kepolisian sudah menginstruksikan menindak tegas para sopir yang mengizinkan penumpang naik di kendaraan bak terbuka.

Pihak kepolisian pun sebenarnya sudah tidak kurang sosialisasi atau larangan mengangkut/membawa penumpang dengan menggunakan mobil jenis ini. Akan tetapi fakta di lapangan, entah mungkin karena tidak memiliki kendaraan yang mewah atau karena sudah menjadi kebiasaan yang melekat hingga menjadi tradisi rasanya mereka tidak pernah merasa jera.

Tradisi Kebersamaan

Tradisi Kebersamaan

Ternyata banyak temannya :D

Ternyata banyak temannya πŸ˜€

Terkadang memang cukup dilematis dengan kondisi yang seperti ini. Apalagi jika hidup di kampung atau di daerah pedesaan yang biasanya lebih mementingkan kebersamaan serta ekonomis. Sedangkan alasan keselamatan adalah menjadi hal yang nomor sekian dibandingkan dengan kebersamaan.

Kondisi seperti ini bisa terjadi dimana saja, yang penting adalah peran dari pak sopir sendiri yang harusnya lebih sabar dalam memacu kendaraannya. Jangan mentang-mentang kendaraannya baru dan berat muatannya ringan, dia mengendarai kendaraan dengan kecepatan yang tinggi. Begitupula dengan para penumpangnya sendiri, jangan mentang-mentang yang penting happy mereka malah mengesampingkan faktor keselamatan.

View Saat Terjebak Kemacetan

View Saat Terjebak Kemacetan

Semoga saja masalah ini bisa diselesaikan secara arif dan bijaksana di antara pihak kepolisian yang ingin menegakkan aturan yang telah di buat dan sebagian kecil kelompok masyarakat yang ingin memelihara tradisi bepergian bersama dengan menumpang kendaraan bak terbuka.

Yang Penting Happy :(

Yang Penting Happy 😦

Semoga saja…

~RTM
21-03-2014

Iklan

23 thoughts on “Rasa Kebersamaan Saat Menumpang Kendaraan Bak Terbuka

  1. mungkin jalan-jalan yang dilalui masih relatif aman, mas. dan sopirnya tahu diri dengan apa yang dibawa….

    paling lucu lihat foto pada istirahat pas macet itu πŸ˜€

    • Betul bang, untuk jalan Cikarang ke arah utara biasanya relatif masih sepi…

      Foto waktu istirahat ane ambil pas kena macet 5 jam menuju pantai tanjung pakis tuh πŸ˜€

  2. Mas, itu transportku selama 6 tahun sekolah smp dan sma dulu… bak terbuka itu tergantung dari sudut pandang orangnya lah… kalau mereka yang tinggal dikota ya akan heran melihat kondisi seperti itu, tapi bagi yang didesa seperti saya, itu sebuah fasilitas yang sangat bermanfaat..

    asyik bener lihat foto-foto itu, jadi inget 15 tahun yang lalu

    • Hahaha…. untuk pak ahsan mungkin serasa bernostalgia, tapi bagi saya sendiri kondisi ini masih saya rasakan hingga saat ini.

      Tapi tetap saja menurut pihak kepolisian, hal seperti ini tidak diperbolehkan 😦

      • harus bijak tuh pak polisinya… soalnya gak semua daerah sudah ada transportasi yang sesuai standar mereka… dan aku sendiripun naik bak terbuka itu pokoke jadi lebih terasa kekeluargaanya

      • Betul pak, tidak semua daerah moda transportasinya sudah mendukung…
        Yang penting bersikap bijak antara pak polisi dan para pengemudi saja, sehingga kejadian seperti di Probolinggo tidak terulang lagi.

  3. Di daerah Pasuruan-Probolinggo jg msh sering ngeliat yg beginian mas, dan kejadian terakhir bbrp bulan yg lalu korbannya juga lumayan banyak..semua penumpang kaya’nya meninggal gara2 supirnya ugal2an..ngebut…. 😦

  4. Saya juga pernah merasakannya dulu di kampung dari kecil sampai SMP,
    dan tradisi seperti ini masih berlangsung juga dikampung saya,
    tapi Alhamdulillah sampai saat ini semua masih aman-aman saja,
    yang penting sopir tau muatan yang dibawa dan kondisi kendraannya πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s