Sabar Menghadapi Kemacetan

Sejauh Mata Memandang

Sejauh Mata Memandang

Macet menjadi momok yang sangat menakutkan dan merupakan satu hal yang paling dihindari oleh masyarakat yang hidup di perkotaan. Lebih baik melintasi jalur yang lebih jauh, ketimbang harus berlama-lama terjebak di kemacetan. Mendengar kata “Macet”, mungkin saja sudah terbayang antrian panjang kendaraan yang berhenti bergerak karena keadaan tak biasa. Secara umum, macet dapat diartikan sebagai terhentinya atau tidak berjalannya suatu proses sebagaimana keadaan yang semestinya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (kkbi) v1.1, macet didefinisikan sebagai tidak dapat berfungsi dengan baik.

Stuck Di Pinggir Kali

Stuck Di Pinggir Kali

Kini semakin banyak orang yang peduli akan kondisi transportasi dalam kota. Dengan beberapa alasan tentunya, seperti : kondisi dimana kegiatan sehari hari atau rutinitas mereka sudah terganggu. Bukan apa-apa, biasanya perjalanan yang bisa di tempuh dalam waktu beberapa menit jika tidak macet akan menjadi perjalanan yang cukup menyita banyak waktu jika sudah terjadi kemacetan.

Sejuta umpatan bahkan mungkin caci maki para pengemudi kendaraan bermotor yang terjebak kemacetan akan banyak terdengar jika kondisi jalanan berhenti total. Bukan itu saja, para pejalan kaki pun merasa sedikit terusik. Karena ada sebagian oknum pengendara yang mengambil hak-hak mereka dengan mengambil jalan yang telah disediakan untuk mereka. Terkadang ada saja sebagian dari kita yang sengaja menutup jalan bagi mereka yang akan menyembrang jalan dengan alasan buru-buru atau apalah. Padahal jika kita mau sedikit saja untuk bersabar, toh tidak akan memakan waktu sampai 5 menit. Sungguh perbuatan yang kurang terpuji hidup ditengah-tengah masyrakat yang katanya menjunjung tinggi toleransi dan hormat-menghormati.

Nah, bagaimana rasanya jika terjebak kemacetan di perkampungan? Mungkin sebuah hal yang tidak biasa jika kita harus terjebak suasana macet di perkampungan. Tapi saya pernah beberapa kali merasakan hal tersebut. Terjebak dalam kondisi yang membuat emosi dan suasana hati di hari tersebut menjadi tidak menyenangkan. Bagaimana tidak? Terjebak kemacetan selama hampir 8 jam membuat siapapun yang berada dalam posisi tersebut agak meradang.

Macet Di Kampung

Macet Di Kampung

Apa yang terjadi di depan sana yang menyebabkan kemacetan di jalan ini menjadi , padahal jalan ini terletak jauh dari pusat kota yang berjarak hampir 35 km dari lokasi saya terjebak macet. Sialnya lagi, saya terjebak macet di bantaran kali. Pastinya tidak ada jalan keluar lain selain menunggu kemacetan ini akan terurai. Ya… dengan bersabar meski badan ini bermandikan keringat karena terjemur hampir seharian.

Tidak Sabar Menunggu Macet

Tidak Sabar Menunggu Macet

Kebiasaan masyarakat kita selalu tidak sabar dan ingin didahulukan semua, jadinya jalanan penuh sesak dalam waktu yang bersamaan. Sebenarnya macet ini bisa diatasi dengan mudah jika semuanya bersabar. Intinya tertib dimulai dari diri sendiri, kemudian penerapan aturan lalu lintas dijalankan dengan tegas! Jika ingin lancar, coba biasakan dahulukan kepentingan bersama.

Sabar Menunggu Macet :D

Sabar Menunggu Macet πŸ˜€

Semoga saja semakin banyak para pengendara lebih arif dan bijaksana dalam menghadapi kemacetan, sehingga hak-hak para pengguna jalan lain tidak merasa dirugikan. Dengan begitu pula minimal kecelakaan lalulintas bisa sedikit diminimalisir. Semoga saja…

Keep Safety Driving…

~RTM
24-03-2014

Iklan

13 thoughts on “Sabar Menghadapi Kemacetan

  1. macet emang di mana-mana. solusinya ya jalan lebih pagi biar nggak telat sampe kantor. jumat dan senin ini, jalur yang biasa nggak macet ada sedikit kemacetan…. mungkin harus cari jalan alternatif lain πŸ˜€

    • Ngebayanginnya aja udah males mas dani, apalag ngalamin kaya saya yang kejebak hampir 8 jam 😦

      Betul harus di mulai dari diri sendiri agar santun berkendara di jalan…

  2. macet udah seperti pakaian aja ya,
    semua tempat macet, kalau seperti kasus dibantaran kali, biar ga terpancing emosi, lihat disekitar kemudian jadikan bahan lucuan.
    *Udah tau macet kok yo mau nyalip πŸ˜›

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s