Mereduksi Kantong Plastik Sejak Dini

Sore sehabis pulang kerja, seperti biasa kami sempatkan diri untuk mampir sejenak di salah satu minimart di depan rumah untuk membeli keperluan bulanan. Beberapa keperluan bulanan seperti keperluan dapur telah bunda masukan ke dalam keranjang belanja. Tinggal mencari makanan kecil dan minuman ringan untuk keperluan semingu seperti susu untuk si kecil dan susu untuk bunda yang sedang hamil. Dengan bergerak cepat kami menyambar kedua benda tersebut, sehingga waktu kami tidak terbuang karena belum sempat melakukan shalat maghrib.

Setelah semuanya lengkap langsung bunda menuju meja kasir untuk menghitung belanjaan kami. Suasana sore itu agak padat, mungkin karena tanggal 25 dimana hampir seluruh karyawan pada hari tersebut mendapat pembayaran gaji sehingga mereka pun sama-sama membeli kebutuhan bulanan pada saat bersamaan. Satu persatu barang belanjaanku di hitung dengan teliti.

Kami Anti Kresek...

Kami Anti Kresek… Sumber


“Gak usah pake kantong mbak…!” Pinta bunda sembari tersenyum..
“Loh, tapi ini kan banyak belanjaannya bu?” Tanyanya keheranan..
“Gak apa-apa, saya pake tas ini aja…” Jawab bunda sambil melihat reaksi mereka yang di samping dan belakangku.
“Baik bu…” Meski merasa sedikit heran dengan sikap bunda

Aneh memang, beberapa orang terlihat heran dengan sikap kami. Entah apa yang ada di benak mereka melihat tingkah kami yang menolak menggunakan kantong plastik. Mungkin saja mereka berfikir, bahwa kami bertiga terlalu mengada-ngada dan sok menjadi pahlawan lingkungan. Tapi memang kebiasaan mereduksi kantong plastik sudah kami lakukan sejak tahun 2007 yang lalu, sejak umur si cantik Rinjani belum genap 1 tahun. Kebiasaan tersebut kami tularkan juga untuk si kecil, dimana setiap kali dia berbelanja kami usahakan untuk tidak membawa pulang kantong plastik atau meminta kantong plastik jika memang tidak terlalu dibutuhkan.

Bukan apa-apa jika sehari saja si kecil berbelanja 3 kali, berarti sehari ada 3 buah kantong plastik yang akan menjadi tumpukan sampah di depan rumah. Itu belum ditambah dengan si bunda dan saya, berarti jika rata-rata kami berbelanja 3 kali maka total setiap harinya kami menambah 9 buah kantong plastik yang akan menjadi tumpukan sampah. Itu baru dari keluarga kami, belum lagi dari keluarga-keluarga lain. Bisa saja dalam sehari mungkin dari 1 RT dilingkungan kami akan menghasilkan 1 truk kantong plastik yang terbuang percuma. Meski saat ini kantong plastik yang ada ramah lingkungan, akan tetapi tetap saja jika kantong plastik tersebut sudah tertumpah sesuatu seperti air atau robek, kantong plastik tersebut tidak akan bisa terpakai lagi.

Barangkali hal tersebutlah yang menjadi pemikiran kami untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik dan menggantinya dengan tas daypack sehingga apabila tas tersebut kotor maka kami akan langsung mencucinya bukan membuangnya seperti kantong plastik.

Jangan Pakai Kantong Plastik

Jangan Pakai Kantong Plastik Sumber


Meski hanya untuk keluarga kecil kami saja kebiasaan ini kami lakukan, semoga hal ini akan menjadi pembelajaran bagi si kecil agar bisa menularkan kebiasaan ini untuk keluarganya kelak. Semoga saja apa yang kami lakukan, akan memberikan sedikit kontribusi untuk sedikit mengurangi beban bumi yang sudah tua ini. Semoga saja…

~RTM
29-03-2014

Iklan

25 thoughts on “Mereduksi Kantong Plastik Sejak Dini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s