Menabrak Kucing Bisa Sial Atau Celaka ?

Kucing

Kucing Source

Si Kumbang seorang arsitek ternama pagi ini nampak murung dan tidak bergairah sama sekali. Bukan karena pekerjaan kantor yang menumpuk atau ada masalah keluarga yang membuat dirinya seperti itu. Saat di tanya apa yang sedang terjadi, dia berkata bahwa pagi tadi saat berkendara menuju kantor, ada seekor kucing hitam yang memotong jalannya.

Lain lagi cerita si bunga, suaminya yang seorang manager procurement di salah satu perusahaan asing bingung bukan kepalang. Masalahnya, suaminya sudah hampir seminggu ini tidak mau membawa kendaraan pribadi dan memilih untuk naik transportasi umum. Padahal menurutnya jarak dari rumah ke kantornya lebih dari 60 kilometer. Usut punya usut ternyata pada minggu lusa, suaminya telah menabrak kucing ketika hendak pulang ke rumah.

Cerita diatas hanya sekedar gambaran dari kondisi masyarakat kita hingga saat ini. Sebegitu merasuknya mitos tentang kucing merasuk kedalam pikiran masyarakat? Tidak hanya mereka yang hidup di pedesaan, bahkan mereka yang hidup diperkotaan dan berpendidikan tinggi pun malah ikut-ikutan terkena mitos yang satu ini.

Karakter dan sifat kucing yang misterius membuat orang terpesona. Melewati berbagai zaman dan kebudayaan dimana kucing ditakuti dan dipuja-puja. Di waktu lain kucing dibinasakan karena dipercaya sebagai pertanda buruk.

Tidak hanya di dalam negeri, ternyata diluar negeri kucing dipercaya mampu melihat hal-hal gaib. Oleh karena itu sering digunakan sebagai jimat, pelet, obat perangsang dan dipercaya dapat membawa keberuntungan. Banyak bagian tubuh kucing digunakan untuk penyembuhan. Salah satu yang banyak digunakan adalah ekornya. Beberapa tempat di Inggris masih menggunakan ekor kucing untuk menyembuhkan bengkak kelopak mata bagian atas (tembelan/bintitan). Hanya pada abad ke 13 pengadilan penyihir mulai dilakukan di Eropa. Di abad ini kucing mendapat reputasi jelek, karena dianggap sebagai roh yang membantu para penyihir. Sehingga nyawa kucing pada saat itu mulai terancam.

Di negeri tercinta sendiri, cerita seperti diatas sering kita dengan dari para sopir yang hampir tiap harinya selalu berada di jalan. Mereka bahkan tak segan-segan untuk menghindar dari menabrak kucing dan membanting kemudinya demi terhindar dari menabrak kucing. Bahkan saya sendiri yang kemarin merasa melindas kucing pun merasa demikian, padahal saya tidak percaya dengan yang namanya mitos.

Sebenarnya ketika pulang kantor melewati jalan pengairan di depan Rumah sakit H*ermina Bekasi motor saya sudah pelan dan berhenti karena dari kejauhan terlihat dua ekor anak kucing sedang bermain dijalan. Setelah terasa aman, saya pun berjalan kembali dengan memakai tuas persneling pada gigi 1. Tetapi alangkah terkejutnya saya, ketika ban saya terasa sedikit mengganjal dan saya lihat sang kucing menggelapar tetapi tidak mati. Masyaallah, kenapa bisa terjadi padahal saya tadi sudah melihat kondisi aman dan saya pun bisa melanjutkan perjalanan. Mungkin kucing tersebut kembali melintas ketika motor saya mulai berjalan, dan saya tidak memperhatikannya. Karena kondisi jalanan yang cukup padat dan dekat persimpangan, saya tidak bisa berlama-lama dan hanya melihat kondisi kucing tersebut dari kejauhan. Saya berharap anak kucing tersebut bisa selamat dan saya merasa cukup bersalah atas kejadian kemarin sore tersebut.

Jika kita memahami arti dari semua yang sudah terjadi, sebenarnya bukan menabrak kucing terus lantas sial tapi semua itu kembali pada akhlak kita terhadap sesama mahluk walaupun manusia itu derajatnya lebih tinggi tapi ahklak yang buruk bisa membuat kita jauh lebih rendah derajatnya. Mungkin menabrak mahluk yang tak pernah berniat menyakiti manusia dan justru Allah azza wajalla ciptakan untuk menemani manusia kita tabrak dengan seenaknya kemudian kita tinggal begitu saja yang membuat akhlak kita jelek sehingga dzalim terhadap mereka. Dan segala sesutu kedzaliman yang kita berikan terhadap orang lain atau semut sekalipun ada perhitungannya bisa di dunia atau akhirat. Jadi kalau yang kita tabrak itu kelinci, anjing sekalipun kalau kita mengganggap remeh kita akan mendapat perhitungannya atas kelakuan kita.

Jadi bukan sial sebenarnya jika menabrak kucing tapi alangkah buruknya ahlak kita jika menabrak kucing dan membiarkan badannya hancur tersebut tidak kita kubur dengan layak. Kita pasti mendapat balasan-Nya. Ada beberapa hal positif yang bisa kita petik dari mitos tentang menabrak kucing seperti :

  1. Kita tidak bisa semena-mena terhadap binatang, bukan hanya kucing melainkan binatang lainnya juga.
  2. Kita bisa jadi lebih menyayangi binatang peliharaan.
  3. Kita bisa lebih berkonsentrasi dalam berkendara.

Mungkin saja cerita yang terjadi sehingga mitos tersebut begitu kuat adalah banyak pengendara yang merasa sangat bersalah  karena sudah menabrak kucing hingga mati. Rasa bersalah tersebut begitu hebat menghantui pikirannya sehingga dirinya tidak lagi fokus dan konsentrasi dalam berkendara. Akibatnya sudah pasti kecelakaan akibat kurang konsentrasilah yang menjadi penyebab utamanya, bukan karena kesialan menabrak kucing tersebut.

Wallahu A’lam Bishawab…

~Diolah dari berbagia sumber

RTM

22-04-2014

Upacara Mangkeng

Di Blog ulang dari kampungbetawi.com
Oleh Yahya Andi Saputra

 

Masyarakat Betawi memiliki berbagai kearifan lokal yang dipegang teguh turun-temurun. Kearifan itu tercermin dalam upacara adat. Salah satunya adalah Upacara Mangkeng. Upacara ini begitu penting dalam banyarakat Betawi, lantaran pelaksanaan ucapara ini berada pada etape krusial dalam siklus hidup masyarakat Betawi. Upacara ini diselenggarakan pada saat dilaksanakannya upacara akad nikah atau resepsi akad nikah atau upacara-upacara lain yang melibatkan publik dan berdurasi panjang.

“Mangkeng” berasal dari “Pangkeng”. Pangkeng adalah kamar atau ruangan di dalam rumah. Dalam satu bangunan rumah biasanya terdapat beberapa pangkeng, dan untuk membedakannya sering diberi keterangan tambahan. Pangkeng tamu ialah ruangan untuk menerima tamu. Pangkeng tengah yaitu ruangan yang berada di bagian tengah rumah, digunakan untuk bermacam keperluan. Pangkeng tidur adalah kamar tidur. Pangkeng pendaringan yakni tempat menyimpan pendaringan atau tempat beras. Karena itu pangkeng pendaringan disebut juga pangkeng pemberasan.

Dukun Pangkeng

Dukun Pangkeng

Upacara mangkeng dipimpin oleh dukun, yaitu Dukun Pangkeng. Kegiatan pemimpin upacara mangkeng (dukun pangkeng lebih banyak dilakukan di dalam pangkeng yaitu di pangkeng yang ada pendaringan), selama hajatan atau keriaan berlangsung, tetap berada di dalam pangkeng sambil berpuasa. Hanya sekali-kali saja keluar bila perlu, misalnya buang air atau sebentar pulang ke rumahnya. Dukun pangkeng tidak boleh mandi sepanjang menjalankan tugasnya. Puasa dukun pangkeng agak lain dengan puasa dalam ajaran Islam. Ia harus berpuasa di tempat orang hajatan atau keriaan akan tetapi boleh makan minum di rumahnya sendiri. Biasanya pada waktu tertentu sekitar jam dua belas malam hari. Karena kegiatan upacara itu banyak dikerjakan di dalam pangkeng, maka upacara itu disebut upacara “Mangkeng”.

Pekerjaan dukun pangkeng di dalam pangkeng lebih banyak dilakukan sambil duduk, namun ia tidak semata-mata duduk sambil berdiam diri. Sesudah membuka upacara, ia membantu pekerjaan lain. Dukun pangkeng diserahi pula pekerjaan mengatur makanan dan minuman untuk keperluan para tamu yang datang. Ia pun menjadi pusat penerima barang bingkisan atau hadian yang dibawa para tetangga maupun undangan. Ia juga yang mengatur mulangin, yaitu mengisi kue-kue dan sebagainya ke tempat bekas bingkisan yang akan dibawa kembali pulang oleh para tetangga dan undangan.

Dengan kemampuan jampe-jampenya, Dukun pangkeng, akan berupaya menarik minat dan hati undangan untuk berduyun-duyun datang ke rumah orang yang punya hajatan. Selain itu, undangan dibuat sangat ingin menikmati santapan yang disediakan tuan rumah, namun apa yang dimakan sang tamu alakadarnya saja. dengan kata lain, nafsu makan undangan dapat dikendalikan oleh kemampuan jampe yang dirapal oleh Dukun Mangkeng.

Upacara Mangkeng

Upacara Mangkeng

Karena peran dan fungsinya, Dukung Pangkeng, sebenanarnya paling mengetahui kondisi kampungnya dan rahasia masyarakat kampungnya. Namun begitu, sebagai seoang yang dpercaya masyarakat, tentu saja ia menutup erat rahasia yang dimilikinya dari konsumsi publik. Sebab sekali saja aia membuka aib warga, maka integritasnya sudah tecemar. Ia tak lagi dipercaya.

Dalam melakanakan tugasnya, Dukun pangkeng dibantu oleh dukun air dan dukun masak. Dukun air menyediakan semua keperluan air untuk hajatan atau keriaan mulai dari menimba, memasak hingga menyajikannya. Dukun masak menyiapkan hidangan untuk para tamu maupun para pekerja. Pembantu dukun pangkeng tak cukup hanya seorang, biasanya paling sedikit tiga orang. Mereka harus bekerja sama dalam mengemban tugas yang dipercayakan agar tidak memalukan tuan rumah. Dukun pangkeng bertindak selaku pengatur dan para pembantunya sebagai pelaksana. Tanggung jawab tertinggi dipikul oleh dukun pangkeng.

Selama pesta berlangsung, tuan rumah sebaiknya tidak sering datang ke pangkeng pendaringan apalagi turut campur tangan mengatur hidangan. Bila hal ini dilakukan sering menimbulkan salah faham. Dukun pangkeng merasa tak dipercayai tuan rumah dalam melakukan pekerjaannya. Oleh karena itu tuan rumah lebih suka melalui perantara pembantu dukun pangkeng bila perlu menyarankan sesuatu. Yang sering berhubungan dan datang ke pangkeng hanyalah para pembantunya. Ada kalanya yang datang para tamu yang ingin tahu siapa dukun pangkengnya atau memang mereka sudah kenal sebelumnya.

Dukun pangkeng disebut juga “Dukun Dudukin” dan upacara magnkeng sama dengan menduduki pendaringan. Sebutan itu timbul karena dalam kenyataannya hanpir seluruh kegiatan atau pekerjaannya, dukun pangkeng melakukannya sambil duduk. Dudukin diartikan juga sebagai kias, untuk mendudukan persoalan di dalam masyarakat. Persoalan tentang kedudukan seseorang atau keluarga dalam masyarakatnya. Mendudukan atau memperlihatkan seseorang akan kepatuhannya terhadap adat. Mendudukan dalam arti menentukan tata cara penghormatan terhadap para makhluk halus di samping manusia.

Di daerah lain ada semacam dukun pangkeng yang sering disebut “Dukun Nyarang” atau “Dukun Nolak Ujan”. Pekerjaan pokoknya seperti dukun pangkeng yaitu menolak atau mengalihkan turunnya hujan, akan tetapi tidak merangkap mengurus hidangan. Sasaran pemakainya sering lebih luas, tidak hanya hajatan atau keriaan perorangan akan tetapi pesta-pesta masal seperti peringatan Hut Kemerdekaan RI, Maulid, dan HUT Kota Jakarta dan sebagainya. Dukun pangkeng umumnya wanita sedangkan dukun nyarang lebih sering laki-laki.

Di dalam masyarakat Betawi, profesi perdukunan sebagaimana diuraikan di atas, tentu saja masih ajeg. Memang upacara itu (Upacara Mangkeng) sifatnya sangat tertutup. Namun bagaimana pun tertutupnya, masyarakat mempercayai dan merasakan manfaat kehdiran dukun-dukun dimaksud.

Pembuatan Sesajen

Bagi beberapa masyarakat Betawi, terutama yang hidup di daerah pinggiran kota pada umumnya masih banyak yang percaya dengan keberadaan mahluk halus. Mahluk tersebut pada umumnya berpangkalan di bawah pohon kayu yang besar atau di simpang jalan yang agak sepi. Keluarga yang telah meninggal dunia pun dianggap arwahnya masih berada di sekitar rumah, sehingga masih banyak orang yang masih menyuguhkan sesaji atau ancak. Meskipun saya sendiri tidak melakukannya, ini adalah sebuah sistem kepercayaan serta tradisi yang turun-temurun.

Persiapan Pembuatan Sesajen

Persiapan Pembuatan Sesajen

Yang intinya pada sistem ini meyakini arwah, setan, dan makhluk halus lainnya masih mempengaruhi kehidupan manusia di alam nyata. Bahkan masih memiliki kekuatan. Orang Betawi mengatakan bahwa orang mati itu bukanlah sebuah kedebongan pisang, batang pisang yang sudah tidak berguna sama sekali.

Masyarakat Betawi masih memiliki warisan-warisan animisme yang sampai sekarang masih dapat dilihat dalam perkawinan Betawi, setiap akan diadakan hajatan kawinan (keriaan) biasanya yang punya hajat terlebih dahulu mengadakan ritual dibarengi dengan pemberian sesajen, maka di empat penjuru pekarangan rumahnya selalu dipasang sesajen (ancak). Begitu juga dibagian atas atap rumahnya, hal ini diyakini untuk memberi makanan para mahluk halus lain yang menghuni kampung atau roh nenek moyang mereka.

Dengan menyediakan sesajen itu dimaksudkan untuk menjaga supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama penyelenggaraan hajatan berlangsung. Di sinilah terjadi negosiasi dalam perkawinan Betawi, di mana unsur agama dan budaya lokal bertemu dalam satu tempat. Begitulah kenyataannya, dua unsur bertemu dan saling mengisi ruang kosong diantara keduanya sehingga tetap berjalan selaras dan seimbang. Meski hal ini merupakan sebuah tradisi akan tetapi mereka melakukannya secara sukarela dan dilakukan dengan khidmat.

Kue Apem

Kue Apem

Pembuatan sesajen yang saya maksud dalam tulisan ini adalah pembuatan beberapa macam makanan yang nantinya akan diletakan di dalam pangkeng pemberasan. Pangkeng pemberasan atau biasa disebut kamar pendaringan adalah ruangan untuk menyimpan beras. Biasanya setelah makanan tersebut telah matang, para tetua langsung membawa sesaji tersebut ke dalam untuk nantinya dilakukan upacara mangkeng.

Kue Pepe Sebelum Di Potong

Kue Pepe Sebelum Di Potong

Makanan yang dipakai untuk sesajen ini terdiri dari beberapa macam yaitu : kue uli, kue geplak, kue wajik, kue tape ketan, kue pepe, kue apem, kue pais, kue bugis, tumpeng nasi kuning, bubur merah, bubur putih, pisang ambon, gula, lisong, dll.

Kue Pais

Kue Pais

Kue Apem :D

Kue Apem 😀

Sebenarnya setelah upacara mangkeng selesai, makanan tersebut tidak dibuang. Akan tetapi diberikan kepada mereka yang datang dan yang terlibat dalam keriaan. Jadi makanan tersebut tidak mubazir, sehingga masih bisa kita makan lagi. Biasanya para orang tua akan melarang beberapa orang untuk memakan makanan tersebut seperti para gadis dan bujang perawan dengan alasan takut kualat nantinya. Entah karena rasanya yang sudah tidak enak atau apa, akan tetapi biasanya selalu ada makna dibalik semua larangan para orang tua.

Upacara Mangkeng

Upacara Mangkeng

~RTM

17-04-2014

Pembuatan Plampang

Dalam berbagai macam keriaan atau perayaan penting yang melibatkan ribuan massa dan berdurasi panjang, terutama jika keriaan diselengarakan pada musin hujan atau musim kemarau biasanya masyarakat di negeri tercinta selalu menggunakan tempat untuk berteduh atau berkumpul. Mulai keriaan resepsi pernikahan, festival budaya, acara resmi pemerintah maupun swasta, dan sebagainya. Plampang atau plangpang adalah sebuah tempat yang sengaja dibuat untuk oarang yang berkepentingan dalam acara tersebut menerima tamu, memasak, membuat kue atau bisa juga untuk tamu yang berkunjung untuk beristirahat dan makan agar tidak sampai kepanasan atau kehujanan. CMIIW.

Tampak Plampang Yang Sudah Jadi

Tampak Plampang Yang Sudah Jadi

Biasanya pembuatan plampang ini dilakukan minimal beberapa hari sebelum acara hajat/keriaan ini berlangsung. Mungkin juga karena masyarakat betawi yang biasanya selalu beranggotakan keluarga besar, diharapkan plampang ini mampu menampung sanak keluarga yang datang dari jauh untuk bisa datang sekedar untuk menemani sang punya hajat pada malam-malam sebelum acara keriaan tersebut berlangsung. Bisa juga plampang ini digunakan sebagai tempat untuk proses masak-memasak ketika acara keriaan berlangsung atau tempat untuk membuat sesajen.

Pembuatan plampang biasanya dilakukan oleh kaum laki-laki mulai dari yang masih berusia muda hingga mereka yang sudah uzur. Pada hakikatnya para laki-laki yang sudah berumur akan melakukan beberapa metoda yang menurut mereka tidak bertentangan dengan tradisi yang sudah ada. Biasanya plampang terbuat dari rangkaian bambu yang dirakit secara sempurna hingga menyerupai tenda dan dibagian sisinya ditutup oleh lembaran kain terpal sehingga bisa melindungi orang-orang yang berada didalamnya.

Tiang Bendera & Kukusan Nasi

Tiang Bendera & Kukusan Nasi

Untuk pertama kali biasanya para sesepuh selalu menancapkan tiang bambu dengan mengikatkan bendera merah putih dan kukusan nasi di ujung tiang pancang tersebut. Entah kenapa maksud dan tujuannya, yang pasti ada sebuah nilai yang sakral bagi mereka sehingga mereka melakukan hal tersebut. Sebagai seorang yang masih belia, kiranya sangat tidak pantas jika saya menanyakan hal tersebut ditengah kondisi saat ini. Setelah itu tiang pancang yang lain ikut pula kami tancapkan, sehingga nanti akan membentuk sebuah rangkaian bambu yang menyerupai tenda. Ikatan tersebut dibuat dari bilahan batang bambu yang diiris tipis, sehingga lentur dan bisa mengikat rangkaian tenda tersebut.

Ada hal unik dalam proses pembuatan plampang ini yaitu ketika bagian ujung dari bambu tersebut disatukan. Ternyata ada sebuah alat yang berfungsi sebagai penguat ikatan mirip dengan klem pada jaman sekarang. Saya sendiri lupa namanya, mungkin karena merasa cukup asing di telinga hingga sulit untuk mengingatnya.

Ikatan Penguat

Ikatan Penguat

Setelah ikatan cukup kuat, barulah dipasang semacam reng di atas ikatan bambu tersebut untuk mengikatkan kain terpal agar tidak terbang ketika ada angin kencang. Kain terpal berfungsi agar mereka yang beristirahat tidak merasa kepanasan atau kehujanan. Proses akhir pembuatan plampang ini adalah dengan menutup bagian sisi plampang agar mereka yang berada didalamnya bisa lebih leluasa bekerja atau tidak terganggu dari luar area plampang tersebut.

Beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pada proses pembuatan plampang ini adalah :

  1. Tiang plampang paling luar tidak boleh diikatkan kepada pohon, sehingga mau-tidak mau tiang bagian luar harus dibuatkan tiang dari bambu.
  2. Susunan bambu harus sama dari bagian ujung yang satu hingga ujung lainnya sehingga tidak boleh berselang.
  3. Pembuatan plampang ini harus menunggu hari baik dari seorang yang dituakan, sehingga tidak bisa dilakukan sembarangan.

Memang terkesan agak sedikit tidak masuk di akal, akan tetapi mungkin ada beberapa hikmah yang terkandung didalamnya sehingga sesuatu yang tidak baik bisa diminimalisir. Demikianlah salah satu keunikan yang masih ada di kampung halaman saya, yang kiranya sangat sayang untuk tidak dibagikan…

~RTM

16-04-2014

Tradisi Kebudayaan Betawi Di Cikarang

Setelah beberapa lama disibukan oleh acara keriaan (baca:hajatan_pen) ncing, rasanya ada perasaan kangen juga untuk kembali menulis. Apalagi ketika hampir beberapa minggu ke belakang, saya menemukan beberapa hal unik ketika kembali ke kampung halaman di Cikarang. Rasanya sayang betul jika semua itu harus saya simpan sendiri.

Keriaan Ncing

Keriaan Ncing

Sebagai seorang yang terlahir di kawasan Bekasi pinggiran, mungkin akan terbiasa dengan hal-hal yang sedikit berbeda dengan masyarakat perkotaan. Mungkin karena dulunya kawasan tempat saya dilahirkan adalah pedesaan dan merupakan daerah pertanian, maka tak salah begitu banyak tradisi dan budaya yang sampai saat ini masih terlihat meski hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah tua serta sudah dilakukan secara turun temurun.

Adanya perkawinan dua unsur yaitu adat dan agama, seperti yang terjadi di kampung halaman saya membuktikan adanya sebuah reproduksi kebudayaan (reproduksi kultural) yakni proses melakukan kembali upaya produksi atas sebuah kebudayaan. Pada sisi lain, pada dasarnya terjadi dinamika tersendiri dalam masyarakat, dimana ada resistensi yang sangat rentan kearah pengguguran nilai sekaligus bentuk.

Disatu sisi masyarakat kampung saya terutama para orang tua masih berkehendak untuk mempertahankan ritual adat dan budayanya namun disisi lain, kepercayaan agama menjadi persoalan lain dimana dalam ajaran agama Islam sangat tidak dibenarkan ada yang namanya anisme dan dinamisme. Hingga pada akhirnya, masyarakat sendiri nanti yang akan memilih mengambil jalan tengah dengan tetap melaksanakan ritual adatnya dengan bentuk aslinya, namun ada nilai atau makna-makna yang dirubah.

Beberapa upacara adat saat ini tidak lagi semata-mata ditujukan kepada para leluhur atau meminta keberkahan kepada leluhur, akan tetapi kini diarahkan tetap kepada ajaran Islam yakni meminta kepada Allah SWT.

Saya akan coba bahas satu persatu beberapa tradisi kebudayaan ketika acara keriaan sedang berlangsung, termasuk sebelum acara keriaan tersebut dimulai seperti pembuatan plampang, pembuatan sesajen, upacara mangkeng, dll.

Dirgahayu Anakku

Anakku sayang…
Detik berlalu tanpa pernah kita pahami
Waktu 8 tahun berjalan tanpa pernah kita sadari
Semua telah kita lalui dengan indah di alam fana ini

Anakku sayang…
Lama aku terdiam di malam ini dalam kesendirianku
Terhanyut dalam dekapan malam yang selalu menghampakan benakku
Sejenak anganku kembali menerawang jauh mengingatmu

Anakku sayang…
Tetaplah berada di sampingku dengan memegang erat tanganku
Tetaplah hadir ketika aku membutuhkanmu
Tetaplah mencintaiku seperti kami sangat mencintaimu

Anakku lentera hidupku…
Hidup tak selamanya sesuai dengan keinginanmu
Berjuanglah dengan segenap daya dan upayamu
Karena kami tak akan pernah sedikitpun meninggalkanmu

Anakku permata hatiku…
Telah kutaruh setetes bening embun dihatimu
Telah kutabur benih kasih dalam jiwamu
Agar mereka tetap merasa nyaman jika bersanding denganmu.

Anakku Rinjani…
Tersenyumlah nak, karena senyum dari bibir manismu pelipur dukaku
Tertawalah nak, anggaplah semua duka tak pernah ada di benakmu
Tetaplah seperti saat pertama kau hadir ke dunia sebagai penghiburku…

Anakku Rinjani…
Kami tak pernah berharap kau membalas semua yang telah kami lakukan untukmu
Kami hanya ingin kau mencintai kami seperti kami sangat mencintaimu

Anakku Rinjani…
Semakin banyak do’a yang tak bisa kutuliskan untukmu…
Dirgahayu nak, semoga barokah di usiamu…
Dan tetaplah engkau menjadi permata hatiku…

Dirgahayu nak...

Dirgahayu nak…

~RTM
04-04-2014

Standar Keselamatan Pekerja Tambang Bag.2

Tulisan kedua ini adalah lanjutan dari tulisan pertama saya tentang safety di area pertambangan pada postingan sebelumnya.

Area Dumping Over Burden

Area Dumping Over Burden

Setelah semua proses safety induction sudah kita lalui, maka kita bisa memasuki area pertambangan. Ketika memasuki areal pertambangan lebih dalam lagi, kita akan disuguhkan dengan peraturan keselamatan kerja yang semakin ketat  lagi. Yang perlu diperhatikan jika kita memasuki area operasional pertambangan atau Pit Area, kita harus menggunakan Alat pelindung diri (APD) standar seperti : memakai seragam yang bereflektor, memakai safety helmet, memakai kacamata, memakai safety shoes, dan sebagainya.

APD Pekerja Tambang

APD Lengkap Pekerja Tambang

Akan tetapi meskipun kita sudah diizinkan masuk ke area operasi pertambangan, masih ada beberapa lokasi yang tetap tidak diperbolehkan kita memasukinya seperti : Area Bahan Peledak, Area Peledakan, Area Maintenance Unit, dll. Hanya orang-orang yang berkepentingan dan kompeten saja yang bisa memasuki are tersebut. Jadi pastikan untuk selalu melihat safety sign (tanda keselamatan) pada setiap area sehingga kita akan terhindar dari bahaya.

Jangan berharap anda akan berjalan kaki di areal operasi pertambangan berlama-lama, karena aktivitas kendaraan yang sangat padat merupakan salah satu bahaya yang cukup riskan. Akan tetapi semuanya sudah diatur dengan jelas, sehingga para operator alat berat tersebut mentaati peraturan yang diberikan oleh pihak safety. Terkadang yang saya perhatikan adalah “Para pekerja tambang lebih mentaati perturan lalulintas tambang, daripada mentaati peraturan lalulintas di jalan raya”. Mungkin konsekuensinya jelas bila melanggar maka mereka harus keluar dari site dan tidak bisa bekerja lagi atau mungkin kecelakaan yang terjadi akan sangat fatal seperti kejadian dibawah ini.

Accident in Pit Area

Accident in Pit Area

Berikut saya sampaikan beberapa peraturan keselamatan kerja dalam berkendara di area pertambangan :

  1. Setiap pengendara yang boleh mengendarai kendaraan di areal pertambangan adalah mereka yang telah ikut Training safety driving dan lulus uji serta mempunyai KIMPER (Kartu Izin Mengendarai Mobil Perusahaan) yang diterbitkan oleh perusahaan.
  2. Setiap pengemudi harus memastikan dirinya dan penumpangnya mengenakan sabuk pengaman. Batas penumpang tidak boleh melebihi jumlah tempat duduk. Jadi jangan berharap dapat tumpangan gratis jika tempat duduk sudah penuh.
  3. Setiap pengemudi dan penumpang harus bisa menunjukan ID Cardnya disetiap pos penjagaan baik di area non pit maupun area pit.
  4. Setiap operator truk besar dan unit besar lainnya wajib mengikuti training dan mengikuti simulasi mengemudi setiap beberapa bulan sekali.
  5. Setiap operator truk besar dan unit besar lainnya wajib memarkirkan kendaraannya di tempat yang sudah ditentukan, dan wajib mengikuti instruksi spoter di bawah. Spoter adalah orang yang berkompeten untuk memarkirkan alat berat (juru parkir) dan spoter tersebut harus telah mengikuti training dan bersertifikat.
  6. Kendaraan dilarang parkir di sembarang tempat, dan ketika memarkirkan kendaraanya harus menggunkan pengganjal ban yang diletakan di ban depan dan belakang.
  7. Kendaraan harus berhenti ketika melihat tanda “STOP” di perempatan jalan dan boleh berjalan kembali setelah 8 detik berhenti atau keadaan kiri-kanan serta depan kendaraannya sudah aman.
  8. Kendaraan harus benar-benar berhenti total, yang ditandai dengan ban depan yang tidak bergerak.
  9. Untuk berbelok ke kanan/kiri harus memberikan tanda beberapa meter sebelumnya dan tepat pada tikungan kendaraan harus benar-benar berhenti sebelum berbelok.
  10. Kendaraan kecil yang dapat memasuki areal pit adalah kendaraan khusus dengan penggerak 4WD serta mempunyai tiang dan bendera setinggi 3 meter atau lebih, berwarna body putih, Berlampu flashing light dan bereflektor.
Kendaraan Tambang 4 WD

Kendaraan Tambang 4 WD

Jadi jangan berharap untuk mengendarai segala jenis kendaraan baik itu kendaraan kecil, kendaraan besar, Forklift dan sebagainya jika anda tidak memiliki KIMPER atau didampingi orang yang terlatih karena taruhannya adalah pekerjaan & nyawa kita sendiri.

Tempat Parkir Alat Berat

Tempat Parkir Alat Berat

Bersambung…

~RTM
Diolah dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi

02-04-2014

Standar Keselamatan Pekerja Tambang Bag.1

Seperti yang pernah saya bahas di tulisan saya sebelumnya tentang pekerja tambang, ada beberapa hal yang membuat para pencari kerja selalu melirik dan berharap agar bisa bekerja di sektor pertambangan adalah tentang jaminan “Safety, Health & Environment” yang rata-rata mungkin sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan perusahaan manufaktur. Untuk itu tidak ada salahnya jika pada kesempatan saat ini, saya akan mencoba membahas beberapa tahapan bagi seorang pekerja baru yang hendak bekerja di sektor pertambangan atau mereka yang hendak berkunjung masuk ke area pertambangan.

Pekerjaan pertambangan adalah pekerjaan yang memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi jika dibandingkan pekerjaan sektor lainnya. Jadi untuk meminimalisir resiko tersebut, maka dibuatlah beberapa peraturan yang harus diterapkan oleh perusahaan tambang. Aturan tersebut sifatnya mengikat dan tegas, sehingga bagi yang melanggar peraturan tersebut jangan berharap untuk bisa kembali bekerja ke site tersebut dalam waktu dekat. Lebih baik membuang 1 orang yang melanggar daripada membiarkan 1 orang tersebut menyusahkan 1 area tambang. Mungkin hal itulah yang menyebabkan peraturan di hampir keseluruhan site sedikit agak keras. Karena apabila terjadi sebuah kejadian fatality (kematian) pekerja tambang, maka akan sedikit rumit bagi semua orang yang bekerja di site tersebut. Akan tetapi semuanya dilakukan secara transparan sehingga bagi mereka yang telah melanggar peraturan akan mengikuti seluruh proses  investigasi  kecelakaan dengan pihak safety dan meskipun harus keluar dari site, hal tersebut sudah melalui berbagai macam pertimbangan. Untuk itulah setiap seseorang yang hendak masuk ke area pertambangan harus mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan pemilik lahan.

Sebelum seseorang dapat melakukan pekerjaan atau hanya sekedar ingin melihat area kerja di pertambangan, maka ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Untuk diketahui para pembaca, area pertambangan dibagi menjadi dua kategori yaitu : Area Non Pit (Bukan Tambang atau biasanya lokasi kantor kontraktor) serta Area Pit (Area Pertambangan dimana di area ini terdapat aktivitas alat berat yang aktif).

Hal pertama yang harus dilewati agar bisa masuk ke area pertambangan adalah dengan lulus medical check up (MCU) secara general. Jadi jangan harap anda bisa masuk ke dalam kedua area tersebut jika dalam MCU anda saja, ada beberapa penyakit yang di derita. Hasil MCU sendiri nantinya akan di cek kembali oleh team dokter dari site, sehingga tetap ada klarifikasi dari penerbit hasil MCU dengan team dokter tambang.

Jika anda telah lulus MCU, hal kedua yang harus anda lewati adalah mengikuti Safety induction. Safety Induction merupakan kegiatan safety yang diberikan kepada pekerja baru, tamu proyek atau pihak-pihak yang perlu mengetahui tentang keselamatan di suatu proyek. Safety Induction dapat dikatakan sebagai wujud nyata dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor satu tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja. Safety induction sendiri terdiri dari beberapa session, bisa penjelasan dari para safety officer maupun video.

Safety induction sign

Safety induction sign

Berikut adalah hal-hal yang biasanya disampaikan oleh safety officer pada saat kegiatan Safety Induction :

  1. Profil Perusahaan.
  2. HSE Perusahaan(Commitment, Policy, Safety commitee).
  3. Definisi Safety.
  4. Standard APD (Alat Pelindung Diri) yang harus digunakan.
  5. Safety Sign yang ada di tambang.
  6. Sanksi pelanggaran jika melanggar.
  7. Video Safety Induction ( jika ada ).
  8. Contoh bahaya dan risiko di lokasi kerja.
  9. Tanggap darurat yang meliputi jalur evakuasi, informasi pelaksanaan keadaan darurat, tanda-tanda darurat, peralatan keadaan darurat, dan nomor-nomor yang dapat dihubngi jika terjadi keadaan darurat.
  10. Dan Lain-lain.

Setelah pelaksanaan Safety Induction, untuk para pekerja baru akan dilakukan post test dengan nilai minimal 90%. Serta harus menandatangani komitmen bersama melalui Statement Letter, bahwa pekerja bersangkutan sudah memahami dan bersedia melakukan peraturan K3. Setelah selesai maka mereka akan mendapatkan ID card untuk masuk ke area pertambangan.

Di Gate KPC Coal Mine Project Sengatta Kal-Tim

KPC Coal Mine Project Sengatta Kal-Tim

Cukupkah sampai disini? Ternyata belum, ID Card tersebut hanya bisa digunakan untuk masuk ke area Non Pit saja. Sedangkan untuk masuk ke area Pit (tambang) maka kita harus melakukan safety induction kedua dengan pihak dari safety officer plant departement. Pada prinsipnya kedua safety induction tersebut sama, akan tetapi untuk plant dept lebih mengkhususkan pada mereka yang akan bekerja di unit alat berat, area peledakan dan operasi pertambangan lainnya. Sehingga akan berkutat di masalah bagaimana cara meminimalkan resiko dan mengunci energi agar ketika kita bekerja dalam kondisi aman. Tahapannya juga sama, dan pada akhir session akan dilakukan post test dan akan mendapatkan personal danger tag & personal lock holder.

ID Card Untuk Masuk Area Pertambangan

ID Card Untuk Masuk Area Pertambangan

Bersambung

~RTM
Diolah dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi

01-04-2014