Tradisi Kebudayaan Betawi Di Cikarang

Setelah beberapa lama disibukan oleh acara keriaan (baca:hajatan_pen) ncing, rasanya ada perasaan kangen juga untuk kembali menulis. Apalagi ketika hampir beberapa minggu ke belakang, saya menemukan beberapa hal unik ketika kembali ke kampung halaman di Cikarang. Rasanya sayang betul jika semua itu harus saya simpan sendiri.

Keriaan Ncing

Keriaan Ncing

Sebagai seorang yang terlahir di kawasan Bekasi pinggiran, mungkin akan terbiasa dengan hal-hal yang sedikit berbeda dengan masyarakat perkotaan. Mungkin karena dulunya kawasan tempat saya dilahirkan adalah pedesaan dan merupakan daerah pertanian, maka tak salah begitu banyak tradisi dan budaya yang sampai saat ini masih terlihat meski hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah tua serta sudah dilakukan secara turun temurun.

Adanya perkawinan dua unsur yaitu adat dan agama, seperti yang terjadi di kampung halaman saya membuktikan adanya sebuah reproduksi kebudayaan (reproduksi kultural) yakni proses melakukan kembali upaya produksi atas sebuah kebudayaan. Pada sisi lain, pada dasarnya terjadi dinamika tersendiri dalam masyarakat, dimana ada resistensi yang sangat rentan kearah pengguguran nilai sekaligus bentuk.

Disatu sisi masyarakat kampung saya terutama para orang tua masih berkehendak untuk mempertahankan ritual adat dan budayanya namun disisi lain, kepercayaan agama menjadi persoalan lain dimana dalam ajaran agama Islam sangat tidak dibenarkan ada yang namanya anisme dan dinamisme. Hingga pada akhirnya, masyarakat sendiri nanti yang akan memilih mengambil jalan tengah dengan tetap melaksanakan ritual adatnya dengan bentuk aslinya, namun ada nilai atau makna-makna yang dirubah.

Beberapa upacara adat saat ini tidak lagi semata-mata ditujukan kepada para leluhur atau meminta keberkahan kepada leluhur, akan tetapi kini diarahkan tetap kepada ajaran Islam yakni meminta kepada Allah SWT.

Saya akan coba bahas satu persatu beberapa tradisi kebudayaan ketika acara keriaan sedang berlangsung, termasuk sebelum acara keriaan tersebut dimulai seperti pembuatan plampang, pembuatan sesajen, upacara mangkeng, dll.

Iklan

6 thoughts on “Tradisi Kebudayaan Betawi Di Cikarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s