Tips Dalam Memilih Tas Carrier Atau Ransel

Sebagai salah seorang pecinta kegiatan alam terbuka dan sering bepergian karena melakukan pekerjaan didalam hutan,  tas carrier merupakan salah satu unsur yang penting untuk diperhatikan. Karena dengan tas carrier, seluruh perlengkapan yang akan saya pergunakan bisa terbawa. Oleh karenanya sebuah tas carrier haruslah nyaman untuk dipakai, dan dapat secara efisien menampung segala kebutuhan atau perlengkapan yang dibutuhkan selama berkegiatan. Saya juga tidak tahu mengapa saya menyukai betul menggendong tas carrier dibandingkan dengan tas koper. Entah itu karena alasan ringkas atau apa, saya sudah menghabiskan kurang lebih 3 buah tas carrier selama kurun waktu 15 tahun ini. Sebenarnya dari 3 tas tersebut masih layak pakai, hanya saja karena rasa kebersamaan ketiga tas tersebut harus saya relakan hingga lenyap tanpa bekas.

Baiklah, saya akan coba paparkan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tas carrier sebelum membeli.

Kapasitas Tas Carrier

Terlalu Kecil

Terlalu Kecil sumber

Pilihlah ukuran tas carrier sesuai kebutuhan anda.  Untuk perjalanan sehari tentu berbeda ukurannya ketika kita akan melakukan perjalanan panjang yang memakan waktu hingga berhari-hari. Lokasi dimana kegiatan akan dilakukan juga akan sangat mempengaruhi pertimbangan kita dalam hal memilih jenis tas yang tepat yang akan kita gunakan nantinya.

Terlalu Besar

Terlalu Besar sumber

Untuk perjalanan singkat selama satu hari atau ultralight hiking  ke hutan atau gunung, bawalah tas carrier berukuran 30-40 liter. Ukurannya sudah cukup memadai sebagai tempat untuk membawa perlengkapan anda yang terbatas seperti kamera, tabir surya, makanan dan perlengkapan lainnya. Untuk pendakian atau perjalanan yang mengharuskan anda menginap satu malam, ukuran 50-55 liter akan lebih baik, karena anda harus membawa perlengkapan yang lebih banyak. Sedang untuk perjalanan panjang yang memakan waktu berhari-hari ukuran 65-70 liter merupakan ukuran yang cocok agar perlengkapan yang akan anda bawa seperti tenda, alat masak, makanan, dan pakaian dapat masuk ke dalamnya.

Pilihlah bahan tas yang tahan air, kalau perlu lengkapi dengan penutup ransel (cover bag). Jangan lupa membungkus perlengkapan/pakaian dengan bahan yang tidak tembus air seperti trash bag.

 Tali Pinggang

Tali Pinggang

Tali Pinggang sumber

Tali pinggang merupakan salah satu komponen penting yang akan menentukan tingkat kenyamanan anda saat menggendong tas carrier, karena sebagian besar berat tas tersebut akan ditopang oleh tali pinggang yang jatuh tepat pada posisi tonjolan tulang pinggang. Pilihlah tas yang mempunyai tali pinggang dengan bantalan empuk dan tidak gampang turun dari pinggang, karena pingganglah yang akan menahan beban lebih banyak dibanding bahu.

Tali Penyeimbang Samping & Tali Bahu

Stabilizer Starp

Stabilizer Starp sumber

Tali penyeimbang samping berfungsi untuk mengatur tegangan antara tali pinggang dan punggung tas carrier saat anda menggendongnya. Fungsi lain adalah untuk mengatur kestabilannya saat anda berjalan.

Bantalan bahu harus empuk dan terdapat webbing pengatur yang dihubungkan dengan bagian atas tas. Bantalan bahu tersebut juga idealnya berbentuk kurva melengkung agar kenyamanan dan posisi jatuh di bahu juga enak, terutama untuk wanita. Bahan bantalan bahu juga harus lembut di kulit maupun pakaian anda.

Tali Pengatur Atas

Kecenderungan alami sebuah tas carrier yang berisi adalah akan menggelantung ke belakang, sehingga anda akan selalu melawan kecenderungan itu dengan membungkukkan badan anda ke depan. Untuk membuat nyaman sebuah tas carrier, maka harus mempunyai ikatan pengatur tambahan di antara badan tas dan puncak bantalan bahu yang berfungsi untuk mendekatkan tas tersebut dengan punggung pembawa, sehingga carrier akan tetap tegak di punggung pembawa. Penggunaan pengatur atas ini juga bermanfaat untuk membantu menyebarkan titik beban antara puncak bahu dan tulang leher.

Shoulder Harness & Tali Dada

Shoulder harness

Shoulder harness sumber

Pada umumnya hampir semua tas carrier dapat diatur panjang punggung tas sesuai dengan panjang punggung pemakai, dengan cara menaikturunkan pengatur yang terbuat dari aluminum, plastik atau webbing. Fungsi shoulder harness ialah untuk menjaga agar bagian atas tas carrier kita dekat atau nempel dengan tubuh kita, jadi bisa membagi beban berat yang tidak tertumpu pada satu titik aja.

Tali dada selian berfungsi untuk menahan bantalan bahu agar tetap di tempatnya, dan juga membantu sebagai penyeimbang tas.

 Bantalan Punggung

Bantalan Punggung

Bantalan Punggung sumber

Bantalan pungung adalah titik utama sentuhan antara tas carrier dan punggung anda, oleh karenanya harus nyaman dan mudah untuk diatur. Pilih yang mempunyai mempunyai bantalan di lumbar dan scapula. Bantalan punggung ini juga harus mempunyai rongga udara di bagian punggung. Bahan bantalan punggung ini juga harus cepat kering dan memberi ruang untuk sirkulasi udara.

Sistem Suspensi

Sistem Suspensi sumber

Kenyamanan merupakan urutan terpenting dibanding kekuatan, kualitas, dan harga.

Ruang Utama

Kompartemen Tas

Kompartemen Tas sumber

Kompartemen

Kompartemen

Ruang utama ini merupakan tempat anda menaruh tenda, pakaian, dan bahan makanan anda. Aturlah agar benda terberat yang anda bawa dekat dengan punggung. Beberapa  tas carrier menggunakan bahan anti air.

Ruang Dasar

Ketika tas carrier anda dibagi menjadi dua ruang, pemisah ruang tersebut bisa saja tetap atau dapat di buka. Namun yang jelas masing-masing akan mempunyai pintu tersendiri. Ruang bawah itu biasanya untuk menempatkan barang yang ringan tetapi mempunyai volume yang besar misalnya kantong tidur.

Kantong Samping

Tidak setiap tas carrier dilengkapi dengan kantong samping. Adapula yang kantong sampingnya merupakan tambahan dan dapat dibongkar pasang. Untuk kegiatan panjat tebing atau naik gunung yang berlereng terjal, tas carrier tanpa kantong samping merupakan pilihan yang terbaik. Namun saat anda pergi trekking di gunung atau hutan dan membutuhkan tempat untuk pernak-pernik anda seperti botol air minum, atau botol bahan bakar, kantong samping akan sangat bermanfaat.

Lid

Sebagian besar tas carrier juga dilengkapi dengan penutup ruang utama yang dapat berfungsi pula sebagai penambah ruang isi tas, di mana di bagian atasnya dilengkapi pula dengan tali pengikat yang dihubungkan dengan gesper di bagian belakang tas carrier.

Kantong Atas

Kantong atas merupakan tempat terbaik untuk menyimpan beberapa perlengkapan yang paling sering digunakan, seperti kaos tangan, makanan kecil, topi dan lain-lain.

Rangka Dalam

Tidak seperti rangka luar, rangka dalam sebuah tas carrier mempunyai fungsi yang lebih baik karena lebih ramping dan makin mendekatkan tas tersebut dengan punggung pemakai sehingga memperbaiki kestabilan dan kenyamanan. Pada umumnya rangka dalam ini dibuat dengan alumunium ataupun lembaran plastik yang ringan.

Fitur Lain

Dengan punggungan yang dapat diatur, tak hanya anda yang dapat menggunakan tas carrier tersebut, tetapi juga anggota keluarga atau teman-teman anda. Di samping itu, anda tetap dapat memendekkan punggungan itu tanpa merubah kapasitas tas. Hanya saja pada punggungan yang bisa disetel biasanya mempunyai berat yang lebih dibanding tas carrier yang mempunyai punggungan yang tetap.

Pengikat tambahan yang menempel di luar ransel, dapat berfungsi untuk berbagai keperluan, seperti untuk menaruh matras atau perlengkapan lainnya yang dibutuhkan.

Tas carrier Khusus Perempuan

Perempuan mempunyai punggung yang lebih pendek dibanding laki-laki. Pinggul perempuan juga mempunyai bentuk yang berbeda dengan laki-laki. Tak hanya itu, di bagian dada pun mempunyai bentuk yang berbeda sehingga membutuhkan rancangan dan konstruksi yang berbeda.

Ransel khusus untuk perempuan pada punggung bagian bawah biasanya mempunyai kecenderungan untuk menjauh di bagian pinggul untuk menghindari kontak, sehingga konstruksi tali pinggul harus betul-betul nyaman. Sedang pada bantalan bahu titik awalnya lebih dekat dibanding ransel laki-laki dan bentuknya juga lebih melengkung disesuaikan dengan bentuk umum dada seorang perempuan.

Referensi :
1. Pengalaman pribadi
2. Boris
3. Sectionhiker4. Backapacking-guide

 

 

~RTM
30-05-2014

Iklan

Gadis Kecil 9 Tahun ini Menderita Tumor yang Terus Membesar di Bahu Kanannya

Di Blog ulang dari Blognya Pak Budi dan Mbak Niken

Yeni Wahyuningsih... Sumber : Foto merupakan dokumentasi Yayasan Solopeduli

Yeni Wahyuningsih…
Sumber : Foto merupakan dokumentasi Yayasan Solopeduli

Siapa yang tidak merasa kasihan melihat foto di atas. Bongkahan “daging” yang bentuknya tak beraturan dan tidak pada tempatnya, mengganggu dan menutupi paras cantik gadis cilik ini. Dia pun tak bisa bebas bermain dan beraktivitas sebagaimana anak seusianya. Hati saya terasa teriris pedih  melihat foto-foto ini, bagaimana tidak gadis seusia anak saya ini telah diuji oleh Tuhan dengan ujian berat seperti ini.

Yeni Wahyuningsih, gadis kecil berusia 9 tahun yang sekarang ini duduk di Kelas 3 SDN 2 Karanggeneng ini hanya bisa menahan sakit karena penyakit Tumor yang berada di bahu sebelah kanan karena terus membesar. Penyakit tumor yang diderita Yeni ini bermula dari benjolan kecil yang tumbuh di bahu sebelah kanannya tiga tahun lalu ketika Yeni masih berusia 6 tahun.

Kedua orang tua Yeni hanyalah seorang buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu setiap harinya. Untuk tempat tinggal mereka pun hanya menempati sebuah kamar di bangunan yang merupakan milik Pemerintah Desa Karanggeneng. Alamat lengkap orang tuanya di Dukuh Sari Asih, Desa Karanggeneng, Kecamatan/Kabupaten Boyolali.

Awal mula ketika muncul benjolan di bahu, orang tua Yeni ragu untuk memeriksakan anaknya ke dokter dikarenakan mereka tidak memiliki biaya. Namun, demi untuk kesembuhan anaknya akhirnya mereka membawa Yeni ke dokter. Beruntung orangtuanya memiliki jamkesmas, namun tidak sepenuhnya dapat meringankan biaya pengobatan anaknya.

Menurut penuturan orang tuanya, Yeni sudah mengalami dua kali operasi untuk menyembuhkan penyakit tersebut, namun tumor itu masih tetap tumbuh dan semakin terus membesar. Kemungkinan dibutuhkan operasi lagi untuk penyembuhan tumor dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Bagi pembaca yang mungkin mau berpartisipasi untuk meringankan biaya pengobatan Yeni bisa menyalurkan bantuan atau menghubungi terlebih dahulu ke Hotline atau Customer Service Yayasan SoloPeduli. Apapun bentuk bantuan pembaca semoga dapat meringankan biaya pengobatan dan penyembuhan Yeni. Semoga Yeni bisa menatap masa depannya dengan ceria. Terima kasih atas kesediaan teman-teman untuk membaca dan menshare tulisan ini.

Sementara  Solopeduli mencoba mengetuk hati para dermawan untuk membantu pengobatan Yeni. Bagi yang ingin membantu pengobatan Yeni, donasi bisa melalui rekening bank atas nama  Solopeduli yaitu :
  1. BCA: 392.027.8000
  2. BSM: 704.444.111.4
  3. BRI Syariah: 100.80.16.778

Bila Anda sudah mentransfer sebaiknya mengirim SMS pemberitahuan ke nomor 0812 263 5530.

Walau bentuk tubuhnya terlihat aneh, Yeni mencoba ceria. Setiap hari dia juga tetap berangkat menuntut ilmu ke  SDN Karanggeneng 2 Boyolali.  Mohon kesediaanya bagi teman-teman untuk me-reblog atau menshare tulisan ini. Barangkali semoga ada pembaca dan para dermawan yang terketuk hatinya untuk membantu meringankan penderitaan gadis kecil ini. Walaupun saya belum pernah bertemu langsung, namun menurut penuturan teman yang kebetulan tetangganya memang demikian adanya kondisi gadis kecil ini.

Sumber:

1. Pak Budi

2. Mbak Niken

 

 

RTM

26-05-2014

Hanya Sebuah Panggilan Sayang

Masih ingatkah kalian dengan panggilan sayang ketika kita masih kecil dahulu? Atau panggilan akrab teman-teman sepermainan kita. Secara gak sadar, panggilan tersebut mungkin masih membekas di benak kita hingga saat ini. Atau bahkan panggilan ketika kecil maupun ejekan teman sepermainan tersebut hingga saat ini menjadi panggilan kita sehari-hari yang terkadang bagi sebagian orang nama panggilan tersebut lebih terkenal dibandingkan nama aslinya sendiri.

Tilang & ii @ Papandayan 2003

Tilang & ii @ Papandayan 2003

Nah, gara-gara si cantik Rinjani pengen dipanggil dengan sebutan “Kaka”, akhirnya si bunda juga ikut latah pengen dipanggil sama waktu kaya dulu masih pacaran. Sebenarnya sich gak masalah manggil dengan sebutan kaya masih pacaran dulu, biar semakin nambah perasaan sayangnya. Cuman nyang jadi masalah, rasanya rada kurang enak di dengernya aja. Apakah intonasinya yang rada nanggung atau sebenernya ane aja yang canggung manggil si bunda dengan panggilan tersebut. Rasanya emang aneh bener, pas manggil si bunda dengan panggilan “ii”. Padahal semua orang termasuk   dengan keponakan-keponakannya sendiri mereka memanggilnya dengan panggilan tersebut bahkan teman-teman di komunitas pendaki gunung manggil dia seperti itu. Begitupun juga dengan Rinjani, dia manggilnya dengan panggilan bunda “ii”.

Emang udah hampir 9 tahun setelah menikah ditahun 2005 lalu, panggilan itu sedikit demi sedikit mulai hilang karena emang setelah menikah dia otomstid pangsay ane buat dia adalah “bunda”. Semenjak pacaran ditahun 1997 ane panggil dia dengan nama asli karena maklum masih abegeh labil jadi blom tau nyang namanya manggil nama dengan panggilan sayang. Baru pas tahun 1999 setelah sempat putusan hampir setahun, ane panggil dia dengan panggilan sayang “ii”. Biar cuman dua huruf aja, kaya nya membekas banget di hati si bunda. Buktinya dia pengen dipanggil kaya dulu lagi.

Ya… dulu pas kami pacaran sekitar ampir kurang lebih 15 taon nyang lalu, kita berdua biasa manggil dengan sebutan “abang tilang dan mpok ii”. Tilang sebenernya adalah sebuah ejekan yang di sematkan temen SMP ane waktu kelas 3 dulu karena pas cukur rambut, bentuknya mirip dengan burung kutilang. Kebayang khan… ? Cukuran kuno taun ’96 dulu…

Ntu ejekan ternyata ngebawa hokie buat ane, karena cuman atu-atunya di kota tercinta. Hahaha… Malah pas teman kuliah dari Bandung pas tahun 2000 dulu nyasar pengen maen ke rumah ane, seisi kampung nyang nota bene hampir kenal semua dengan penduduk aslinya malah kagak ada nyang kenal sama nama asli ane “Rahmat”. Aneh, padahal ntu nama rahmat adalah pemberian orang tua dan nyang ngasih namanya aja kudu pake nasih putih, nasi kuning ama bubur merah. Eh malah kagak terkenal, kalah sama tilang nyang aslinya cuman ejekan waktu kecil dulu.

Sebenernya banyak juga sih panggilan waktu kecil seperti Jipit, Sipit, Cadel juga Q-Young. Tapi gak tau juga, ane ngerasa nyaman banget kalo ada temen nyang manggil dengan panggilan tilang. Mungkin terasa familiar dan lebih akrab di telinga, karena ane udah biasa dipanggil seperti itu. So… nanti kalau suatu hari ente nyoba maen ke rumah ane, kalo nyasar silahkan cari ane dengan nama tilang aja. Insyaallah, akan diberikan petunjuk yang sejelas-jelasnya.

Nah, gak ada salahnya khan kalo ane mao nyoba manggil dengan panggilan sayang itu lagi. Biar nambah sayang sama si bunda nyang lagi ngandung ade nya Rinjani, siapa tau dia lebih bersemangat menjalani hari-harinya yang cukup berat karena ngerasain mual yang berlebihan. Sekalian juga sambil ngingetin kalo sebentar lagi kami bakal ngerayain 9 taun pernikahan kami. Semoga saja “ii” akan ngerasa nyaman kalo ane panggil dia dengan sebutan itu lagi…

~RTM

23-05-2014

Seni Packing Tas Carrier Yang Benar

Bagi para pecinta olahraga kegiatan alam terbuka (KAT), packing  atau menyusun peralatan merupakan sebuah seni tersendiri yang wajib dilakukan saat hendak bepergian baik untuk  perjalanan selama beberapa hari atau perjalanan dalam waktu singkat. Bahkan sering pula dikatakan bahwa cara seseorang dalam melakukan packing merupakan cermin dari karakter pribadinya sendiri. Seni packing ini pada dasarnya bertujuan untuk efisiensi pada peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa ketika melakukan sebuah perjalanan.

Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba untuk mengupas sedikit tentang cara melakukan packing yang baik yang telah saya lakukan ketika akan melakukan sebuah perjalanan baik itu dalam melakukan pendakian, ultralight hiking, backpackeran atau hanya sekedar melakukan perjalan dinas untuk pekerjaan.

Packing Tas Carrier

Packing Tas Carrier

Meskipun barang yang akan dibawa cukup banyak pada saat melakukan perjalanan, namun bisa ditampung semuanya ke dalam ransel atau tas carrier serta nyaman dan tidak merepotkan saat dipakai selama perjalanan. Jika cara packing tersebut salah, maka akan menyebabkan ransel tersebut menjadi berat dan tidak seimbang sehingga tentunya akan membahayakan bagi si pemakai. Apalagi jika kita akan melakukan sebuah pendakian gunung yang berada di atas ketinggian lebih dari 2000 mdpl (meter diatas permukaan laut).

Ada empat hal mendasar yang harus di perhatikan dalam seni menyusun barang ke dalam tas carrier sebelum melakukan pendakian, yaitu :

  1. Barang terberat harus berada di bagian paling atas dan yang paling ringan berada di bagian paling bawah dari tas carrier. Hal ini bertujuan agar barang terberat tidak membebani pinggul yang dapat menyebabkan anda susah melangkah sehingga lebih banyak menghabiskan tenaga.Cara packing juga menentukan letak CG (Center of Grafity/ titik berat) ransel. Peletakan beban berat sedekat mungkin dengan punggung akan meminimalis jarak antara CG  tubuh dengan CG ransel. Dengan jarak yang minimum, maka momen yang terjadi ketika berjalan menjadi minimum. Dampaknya, otot-otot yang harus bekerja ekstra adalah otot yang memang biasa dipakai untuk menopang tubuh, seperti pinggang, punggung, dan bahu. Dalam proses pendakian, kaki harus di upayakan lebih bebas bergerak sehingga dapat mempercepat langkah dan juga tidak cepat membuat anda lelah. Perlu juga di perhatikan, penempatan barang-barang yang lebih berat diusahakan untuk lebih mendekati punggung. Hal ini agar beban lebih memberikan dorongan ke depan bukan ke belakang yang dapat menghabiskan tenaga anda untuk menahannya dan juga lebih rentan membuat anda terjungkal ke belakang saat dalam pendakian.
  2. Seimbangkan berat tas carrier antara sisi kiri dan kanannya. Hal ini berguna agar bagian pundak dapat lebih nyaman saat mengangkat ransel. Selain itu pula lebih memudahkan anda dalam menjaga keseimbangan selama pendakian, terutama saat melintasi jalur yang rawan dan berbahaya seperti saat berada di tepi jurang.
  3. Sesuaikan ukuran tas carrier dengan kemampuan kita untuk membawanya. Para pendaki pemula biasanya selalu membawa tas carrier dengan ukuran yang besar untuk sekedar gagah-gagahan pada saat hendak bepergian, padahal hal tersebut sangat fatal akibatnya. Karena dengan fisik yang sudah terkuras sebelum memulai pendakian, tentunya akan memberikan kesulitan ketika kita mulai melakukan perjalanan yang menanjak.
  4. Cari informasi yang terkait dengan gunung atau tempat yang akan kita datangi sehingga kita bisa mengestimasi berapa banyak barang bawaan dan bekal yang harus dibawa. Jangan terlalu memaksakan ingin membawa tas carrier dengan ukuran di atas 50 liter jika kita hendak melakukan perjalanan yang membutuhkan waktu singkat atau ultralight hiking.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dengan berpegang pada empat hal mendasar di atas, maka kita dapat memulai packing. Berikut tips-tips yang bisa anda lakukan ketika akan memulai packing.

  • Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat checklist barang-barang sebelum dan sesudah anda packing. Hal ini berguna untuk meminimalisir terjadinya kehilangan barang atau lupa pada saat packing.
Membuat Check List

Membuat Check List

  • Masukkan matras secara melingkar di sisi dalam tas carrier sehingga matras tersebut berfungsi sebagai frame pada tas carrier. Hal ini  juga berguna agar lebih mudah untuk menyusun ataupun mengambil barang di dalam ransel. Selain itu pula dengan memasukkan matras melingkar di sisi dalamnya, bentuk ransel akan lebih tegak dan lebih rapi. Biasanya matras yang melingkar di dalam ransel ini dibungkus pula dengan kantong plastik atau biasa kami sebut trash bag besar seukuran ransel. Hindari untuk meletakkan matras di luar ransel karena kurang efektif, terutama jika melakukan pendakian pada jalur yang memiliki vegetasi lebat karena rentan tersangkut dan membuat matras kotor duluan sebelum digunakan.
Matras

Matras

  • Jadikan barang dalam satu wadah sesuai dengan kegunaannya. Seperti kumpulan alat mandi, pakaian dan beberapa barang lain yang tidak boleh terpisah. Usahakan wadah yang digunakan kedap air sehingga lebih aman dari rembesan air. Untuk pakaian sendiri sebaiknya wadahnya di pisah antara yang bersih dan yang kotor.
  • Selain mempertimbangkan berat barangnya, anda juga harus mempertimbangkan waktu penggunaannya. Barang yang sewaktu-waktu akan digunakan seperti jas hujan, P3K dan cemilan, sebaiknya letakkan di atas atau pada tempat yang mudah di jangkau. Sedangkan barang yang penggunaannya belakangan seperti slepping bag atau selimut dapat ditaruh di bagian paling bawah ransel. Jika masih memungkinkan, anda dapat pula membawa sebuah tas kecil  (wash bag) untuk diisi barang yang sering digunakan tadi.
Wash Bag

Wash Bag

  • Bawalah barang yang memiliki fungsi ganda (multi fungsion) dan sebisa mungkin terbuat dari bahan ringan dan tidak mudah pecah. Seperti misalnya aluminium foil yang bisa menggantikan piring dan jika membawa piring, bawalah yang berbahan plastik atau aluminium. Barang ini bisa dengan mudah kita dapatkan di pasaran, seperti contohnya barang-barang milik TNI.
Tool Multifungsion

Tool Multifungsion

  • Manfaatkan ruang-ruang kosong pada peralatan seperti nesting atau panci sehingga lebih menghemat tempat. Ruang kosong tersebut bisa anda isikan dengan beras, telur ataupun dengan yang lainnya.
  • Selalu sediakan kantong plastik cadangan. Selain berguna untuk mengganti kantong yang rusak, hal ini berguna pula sebagai wadah sampah yang anda hasilkan untuk dibawa turun kembali nantinya.
  • Packinglah semua barang yang anda bawa ke dalam ransel. Hindari meletakkannya di luar ransel karena selain terkesan tidak rapi dan merepotkan saat di perjalanan, hal ini pula akan mengundang tindak pencurian atau kehilangan akibat tercecer di jalan.

Demikianlah cara menyusun barang atau packing di dalam tas ransel  atau carrier merupakan suatu seni tersendiri sehingga dalam prosesnya tergantung pada tingkat keahlian dan selera dari masing-masing individu. Selain itu pula desain ransel yang digunakan juga dapat menjadi salah satu faktor perbedaaan dalam penyusunan barang. Namun meskipun tergantung pada itu semua, penyusunan barang ke dalam ransel ini tetap harus memperhatikan hal-hal mendasar yang sudah di jelaskan di atas yaitu berat, ukuran, informasi dan keseimbangannya.

Semoga dengan melakukan teknik packing yang benar, kita bisa lebih aman dalam melakukan sebuah perjalanan dalam mendaki gunung sehingga perjalanan tersebut akan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Nah… selamat berpacking ria kawan, selamat berpetualang!

Referensi :

  1. Pengalaman Pribadi
  2. Wisata Gunung
  3. 360 Derajat
  4. Nirmunir
  5. Alam Endah
  6. Mapalagegama

~RTM

21-05-2014

THE LIEBSTER AWARD : From Bang Jampang

Liebster Award

Liebster Award

Karena kesibukan tugas kampus sehingga harus melakukan kunjungan industri ke luar kota, selama beberapa minggu ini saya jarang sekali membuka blog ini. Apalagi untuk menulis dan berbagi. Entah karena sugesti atau hanya rindu dan tidak ingin pondok saya ini mulai berdebu pagi ini saya kembali membukanya, sekedar menjadi silent reader pada awalnya.

Ternyata tidak mudah juga menjadi silent reader, karena banyaknya komentar ditulisan-tulisan saya yang mesti dijawab. Saya sangat tidak bisa tetap cuek membiarkan komentar tersebut menunggu lama jawabannya karena saya pada dasarnya sama seperti mereka. Karena menunggu adalah hal yang menjengkelkan bukan? Begitupun jika ada yang komentar pasti langsung saya timpali jika saya masih on line…

Begitupun juga ketika akhirnya komentar dari bang Rifki (si Jampang) tentang tongkat estafet The Liebster Award saya kembali diingatkan bahwa saya masih punya PR untuk melanjutkan tongkat estafet tersebut. Berhubung saya punya waktu luang di awal minggu ini, jadi saya akan coba untuk mengerjakan PR tersebut.

Bagi saya pribadi, ini adalah kali pertama saya mendapat AWARD dan merupakan sesuatu yang sangat bersejarah buat saya pribadi dalam hal ngeblog. Jujur saja meski saya sudah ngeblog sejak tahun 2006 diblogger dan MP (kedua blog ini bahkan sudah lupa , tapi baru di bulan maret tahun 2013 saya bisa aktif untuk menulis di WP. Pada kesempatan ini pula saya aku ucapakan terima kasih banyak buat bang Rifki (si Jampang) yang sudah memberi kesempatan manis ini buat saya dan melanjutkan Tongkat estafet  The Liebster Award ini kepada saya.  Terima kasih banyak bang…

Karena saya mendapat Tongkat Estafetnya dari dia, maka saya harus menjawab beberapa pertanyaan yang telah di berikan kepada saya dari dia. Kemudian Saya akan memberikan Tongkat Estafet ini kepada beberapa teman blog saya yang paling banyak berkunjung serta menginspirasi saya,  meskipun semua teman juga sangat berkesan buat saya. Terima kasih buat semuanya.

AWARD ini sebenarnya mempunyai tujuan yaitu untuk lebih saling mengenal dan lebih menjalin keakraban lagi di antara para blogger dan siapa tahu  bisa menambah teman lagi sekaligus saudara.Jadi menulisnya jangan di buat susah dan siapa yang aku timpuk nanti, saya harap bisa melanjutkan tongkat Estafet ini 🙂

Berikut adalah cara untuk meramaikan The Liebster Award :

  1. Post award ke blog anda
  2. Sampaikan terima kasih kepada blogger yang mengenalkan award ini & link back ke blognya
  3. Share 11 hal tentang diri anda
  4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan kepada anda
  5. Pilih 11 blogger lainnya dan berikan mereka 11 pertanyaan yang anda inginkan

Baiklah sekarang saya akan mulai menceritakan sedikit tentang siapa saya sebenarnya , meskipun di profil saya saya sudah menceritakannya.

  1. Nama saya cukup singkat yaitu : Rahmat, terlahir sulung dari 3 bersaudara (1 laki-laki dan 2 perempuan) dan penghujung Desember nanti Insyaallah saya tepat berusia 34 Tahun.
  2. Lahir dari perpaduan antara budaya Betawi dan Sunda, maka saya binggung juga jika ditanya keturunan suku apa ? 😀
  3. Sebenarnya saya adalah seorang ambivert (perkawinan antara introvert dan extrovert). Easy Going, serta saya senang berkumpul dengan banyak orang dan membicarakan banyak hal akan tetapi disisi lain saya juga senang menikmati kesendirian  saya dan menjauh dari keramaian.
  4. Sangat tergila-gila dengan olahraga kegiatan alam terbuka hingga senang berambut gondrong, serta memiliki keinginan untuk menapakan kaki di seluruh bumi nusantara
  5. Senang jika harus melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, bahkan ketika tiba ditempat yang baru saya rela untuk mengelilingi kota tersebut dengan cara berjalan kaki seperti yang pernah saya lakukan di Bandung dahulu.
  6. Menyukai suara bising dari effect distorsi dan gitar Ibanez RG daripada petikan suara gitar akustik. Masih menyimpan keinginan untuk tetap memilikinya 1 unit gitar Ibanez tersebut.
  7. Meskipun sangat panas dengan rata-rata temperatur diatas 32 0C setiap harinya, saya betah tinggal di kota Cikarang, Bekasi.
  8. Kota Bandung mengambil sebagian besar pengalaman hidup yang paling berharga dari saya, dari mulai hidup cadas hingga titik dimana saya masih diberi kesempatan untuk kembali berada di jalan-Nya.
  9. Saya paling benci dengan pekerjaan “menunggu” meskipun terkadang saya rela melakukannya disaat-saat penting hingga berjam-jam.
  10. Cita-cita terbesar saya adalah memberangkatkan orang tua ke Baitullah, meski harapan ini harus kandas karena ternyata Allah menakdirkan mereka harus berangkat dengan biaya mereka sendiri di tahun 2016 besok.
  11. Pekerjaan saya saat ini adalah seorang pemeriksa logam las atau welding inpector di salah satu dealer alat berat di Jakarta.

Informasi lain tentang saya mungkin bisa dibaca di postingan “Siapa RTM”

Berikutnya saya akan menjawab pertanyaan yang ditimpuk ke saya dari bang Jampang, yaitu :

1. Sejak kapan Anda nge-blog dan di mana..?

Saya ngeblog pertama kali tahun 2006 di Blogger dan WP. Semuanya gak keurus hingga saya kembali ngeblog di WP pada maret 2013 dengan postingan pertama akhirnya di Selatan Kalimantan. Kalau baca tulisannya bikin ketawa, masih berantakan 😀 namanya juga belajar kan tidak salah.

2. Apa manfaat nge-blog menurut Anda..?

Mafaat ngeblog buat saya adalah untuk memperpanjang umur karena bisa bersilaturahmi dan memperbanyak saudara. Nah yang kedua tentunya menambah wawasan dan keilmuan saya.

3. Pernahkah Anda mendapatkan kebahagiaan atau kesedihan karena nge-blog? Tentang apa itu?

Kebahagiaan saat ngeblog adalah ketika tulisan kita dibaca oleh orang lain serta dikomentari mereka. Kesedihannya ketika semua ide yang telah ada mesti hilang seketika ketika kita akan menuangkannya ke dalam tulisan.

4. Apa pekerjaan impian Anda?

Pekerjaan impian saya adalah menjadi seorang yang berguna bagi orang lain.

5. Apa makanan favorit Anda?

Karena terlahir di Cikarang, makanan favorite saya jelas adalah JENGKOL dan Tumis Kangkung. Barangkali satu-satunya makanan yang meskipun salah bumbu enak adalah “JENGKOL”. 😀

6. Apakah tempat yang paling sering Anda kunjungi untuk refreshing?

Sudah pasti Gunung dan Hutan.

7. Apa judul buku atau film yang paling berkesan bagi Anda?

Judul buku yang paling saya suka adalah Naar de ‘Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) karya Tan Malaka sedangkan film yang paling berkesan bagi saya adalah “In To Thin Air Death On Everest”.

8. Kapan momen terindah dalam hidup Anda?

Momen terindah dalam hidup saya adalah ketika si cantik Rinjani lahir ke dunia ini.

9. Kapan momen terburuk dalam hidup Anda?

Momen terburuk adalah ketika beberapa kali saya merasakan bahwa nyawa saya terancam.

10. Tuliskan satu hal yang ingin kalian wujudkan di tahun ini?

Jika diizinkan saya ingin membangun RUMAH MUNGIL di bulan agustus ini.

11. Apa hal-hal yang mengingkatkan semangat dan motivasi kalian?

Hal yang membuat saya bersemangat dalam hidup adalah ketika melihat orang yang lebih tidak beruntung dari saya bisa tersenyum bahagia.

Akhirnya terjawab sudah 11 pertanyaan dari bang Jampang.  Nah Selanjutnya saya akan berikan tongkat estafet  The Liebster Award ini kepada sebelas teman saya, maunya karena mereka punya sesuatu yang membuat saya tetap menulis. Mereka itu adalah :

  1. Dinzula http://dinzula.wordpress.com
  2. Mas Jonaz http://johanesjonaz.wordpress.com
  3. Mbak Sash http://ranselhitam.wordpress.com
  4. Kang Asa http://sisihidupku.wordpress.com
  5. Mas Budi http://bapakesalma.wordpress.com
  6. Mas Hasan http://hasannote.wordpress.com
  7. Pak Ahsan http://ahsanfile.com
  8. Teh Wina http://winabungsu.wordpress.com
  9. Bu Made http://nimadesriandani.wordpress.com
  10. Mas Wahyu http://inisayadanhidupsaya.wordpress.com
  11. Mbak Yulia http://rumahijaubelokiri.wordpress.com

Semoga tidak merepotkan ya dan saya akan memberi beberapa pertanyaan-pertanyaan berikut :

  1. Sejak kapan Anda nge-blog dan di mana?
  2. Apa manfaat nge-blog menurut Anda?
  3. Apa impian terbesar anda?
  4. Tempat mana yang paling ingin anda kunjungi untuk berlibur?
  5. Siapa orang yang ingin sekali anda jumpai?
  6. Siapa orang yang paling berjasa dalam hidup anda?
  7. Kenangan apa yang paling membekas di hati anda?
  8. Apa judul buku atau film yang paling berkesan bagi Anda?
  9. Makanan apa favorit kamu ?
  10. Tempat mana yang paling indah dan wajib kita kunjungi?
  11. Apakah pekerjaan anda sesuai dengan disiplin ilmu yang anda ambil ketika sekolah dulu? Jika tidak apakah anda menyesalinya ?

Akhirnya PR dari bang Jampang selesai juga dan semoga bermanfaat bagi yang ingin mengenal saya. Dan bagi teman-teman yang kena timpuk tongkat estafet dari saya semoga tidak merepotkan yach. Dan yang belum kena timpuk dari saya boleh kok mengajukan diri… Dijamin gak bakalan sakit kok nimpuknya 😀

 

Ambil Ngendong

Akhirnya setelah menyita waktu, dana, tenaga dan pikiran selama hampir 3 bulan, acara hajatan untuk menikahkan ncing (baca:bibi_pen) saya yang bontot (baca : bungsu_pen), akhirnya selesai juga. Bukan apa-apa, rangkaian acara yang dimulai pada bulan maret sampai akhir juni sangat menyita semua anggota keluarga. Bukan hanya saya yang merasakan, akan tetapi para anggota keluarga yang lain pun merasakan hal demikian. Bisa dibayangkan sudah berapa angka yang mesti keluar untuk melaksanakan prosesi pernikahan ini? Di lain sisi, dengan adanya acara keriaan ini merupakan ajang reuni keluarga besar dari kakek buyut kami H. Ca’eng bin H.Lai’in yang mempunyai anak sekitar 13 orang. Bisa dibayangkan, jika dari 13 orang tersebut rata-rata memiliki 5 orang anak? Ya… karena hanya keluarga dari saya saja yang memiliki 2 orang anak, selebihnya rata-rata memiliki 5 orang anak. Sebuah reuni keluarga besar tentunya dan hanya bisa terjadi hanya pada acara-acara besar seperti ini, karena biasanya pada saat idul fitri sebagian anak cucunya yang memiliki pasangan dari luar pulau terkadang tidak bisa hadir dan memilih pulang ke kampung pasangannya.

Acara terakhir dari rangkaian proses ini adalah ambil ngendong atau biasa kami bilang juga balik bale. Nah, terdengar cukup asing mungkin di telinga kita semua. Acara ambil ngendong sebenarnya adalah sebuah keriaan atau acara resepsi yang dilakukan dirumah orang tua sang pengantin laki-laki. Dalam hal ini kami harus menyiapkan berbagai macam persiapan seperti acara ngebesan.

Kue dan Sayur Bawaan

Kue dan Sayur Bawaan

Meski bawaan untuk acara ambil ngendong tersebut tidak sebanyak seperti ngebesan atau ngerudat, akan tetapi tetap saja pengantin wanita harus mempersiapkan berbagai macam kue seperti kue dodol, kue geplak, kue uli, kue uli, kue pepe dan sayur seperti sayur so’un, rendang daging, opor & semur ayam serta bandeng pesmol. Gak lupa juga menu favorite keluarga seperti semur jengkol terkadang dipersiapkan juga.

Mempersiapkan Jengkol :D

Mempersiapkan Jengkol 😀

Makanan tadi nantinya akan dibawa oleh rombongan besan dari pengantin wanita ke acara resepsi pengantin laki-laki. Satu hal unik yang perlu diketahui oleh para pembaca adalah semua bawaan tersebut nantinya harus dibayar oleh sang pengantin laki-laki. Meskipun tidak mematok harga, akan tetapi mereka biasanya hanya mengira-ngira saja berapa harga yang pantas dari bawaan tersebut. Begitupun juga jika nanti setelah acara resepsinya selesai, dan pengantin membawa tentengan rantang yang isinya bawaan dari pengantin wanita. Jangan coba-coba untuk mencicipinya, karena jika kita mencicipinya berarti kita sudah siap membayar makanan tersebut. Mungkin mengeluarkan uang untuk makanan tersebut tidak seberapa besar, akan tetapi dari tradisi ini dapat saya tarik kesimpulan bahwa sebenarnya orang Betawi sangat senang untuk berbagi. Dan uang tersebut merupakan bantuan ala kadarnya dari para saudara dekat mempelai laki-laki yang sudah mengeluarkan banyak biaya untuk proses pernikahannya.

Sebuah tradisi yang cukup unik dan masih terpelihara dengan baik di kampung halaman saya…

~RTM

07-05-2014

Ngebesan

Sebenarnya prosesi ini dilakukan  oleh pihak laki-laki  ke rumah pengantin wanita. Akan tetapi proses ngebesan juga terjadi ketika pihak laki-laki akan mengadakan acara ambil ngendong dirumahnya. Apalagi jika pengantin tersebut anak bontot (baca:bungsu_pen) atau anak laki-laki satu-satunya di keluarga.

Acara ngebesan dalam budaya Betawi di Cikarang adalah sebuah upacara datangnya rombongan pengantin pria sebelum acara akad nikah atau ijab kabul. Pelaksanaannya dilakukan secara terbuka. Pengantin laki-laki akan datang  dengan rombongan para pengiring yang besar, yakni calon pengantin tersebut diapit oleh para alim ulama, para penabuh rebana atau biasanya dengan marawis dan di belakang terdapat rombongan besar dengan bawaan yang terdiri dari mahar/mas kawin, kue-kue dan makanan, peralatan rumah tangga untuk sang calon pengantin (dandang tembaga, kompor, rak piring, lemari, tempat tidur,dll), baju calon pengantin wanita, dan peralatan lain yang cukup banyak.

Persiapan Akad Nikah

Persiapan Akad Nikah

Biasanya sang calon pengantin laki-laki sebelum acara ngebesan ini dimulai, berkeliling kampung untuk nyambat (baca:mengundang_pen) para kerabat untuk ikut serta dalam acara ini. Pengantin pria akan memberitahukan ke pihak wanita perkiraan jumlah orang yang akan turut serta pada acara tersebut. Sehingga nantinya tidak terjadi kesalahpahaman tentang perkiraan jumlah makanan atau sajian berupa kue untuk besan tersebut. Karena biasanya jika sesuatu hal yang tidak enak terjadi pada rombongan besan ini, akan berdampak cukup signifikan pada acara ambil ngendong nanti di rumah pengantin laki-laki.

Rombongan Besan

Rombongan Besan

Pengalaman saya sendiri ketika melaksanakan acara ini pada tahun 2005 lalu, membutuhkan sekitar 20 kendaraan pribadi, puluhan sepeda motor dan 5 pick-up serta truk turut ikut serta. Bisa terbayang jumlah para rombongan besan yang ikut dalam rombongan ini. Salah-salah jika terjadi salah komunikasi, maka rombongan besan ini akan terlantarkan. Oleh karena itu beberapa jam sebelum berangkat, biasanya terjadi komunikasi yang intensif dari keluarga laki-laki dan perempuan sehingga hal yang buruk tersebut tidak akan terjadi.

Pengiring Pengantin

Pengiring Pengantin

Acara ngebesan ini biasanya dilakukan menjelang sore hari dan dilakukan bertepatan pada hari kumpulan pada acara keriaan atau hari terakhir resepsi berlangsung. Semakin banyak rombongan besan membawa barang bawaan serta orang yang ikut datang mengantar pengantin laki-laki kepada sang pengantin wanita, akan semakin menambah wibawa dari kedua orang tua pengantin. Mungkin pepatah Betawi “biar tekor asal kesohor” ada benarnya juga di sini. Karena biasanya selepas acara keriaan tersebut berlangsung, para tetangga pasti membicarakannya.

Bawaan Besan

Bawaan Besan

Nah, disinilah harus dituntut kebijaksanaan dari kedua belah pihak. Dimana dalam posisi ini kedua-duanya harus rajin bermusyawarah dan menjalin komunikasi yang intensif sehingga dari kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan. Jika dinilai dengan nilai rupiah, mungkin acara ini cukup menelan banyak biaya. Akan tetapi setelah semua prosesnya selesai nanti, kedua pasangan yang baru menikah ini tidak akan direpotkan lagi untuk memikirkan barang-barang rumah tangga. Sehingga apabila mereka hendak keluar dari rumah orang tua untuk mandiri dengan cara mengontrak atau menepati rumah barunya, mereka sudah siap segalanya. Meskipun hanya perlengkapan rumah tangga yang seadanya, akan tetapi minimal dengan barang bawaan ini nantinya akan menjadi bekal mereka untuk memulai hidup baru.

Semoga saja…

 

~RTM
07-05-2014