Ngebesan

Sebenarnya prosesi ini dilakukan  oleh pihak laki-laki  ke rumah pengantin wanita. Akan tetapi proses ngebesan juga terjadi ketika pihak laki-laki akan mengadakan acara ambil ngendong dirumahnya. Apalagi jika pengantin tersebut anak bontot (baca:bungsu_pen) atau anak laki-laki satu-satunya di keluarga.

Acara ngebesan dalam budaya Betawi di Cikarang adalah sebuah upacara datangnya rombongan pengantin pria sebelum acara akad nikah atau ijab kabul. Pelaksanaannya dilakukan secara terbuka. Pengantin laki-laki akan datang  dengan rombongan para pengiring yang besar, yakni calon pengantin tersebut diapit oleh para alim ulama, para penabuh rebana atau biasanya dengan marawis dan di belakang terdapat rombongan besar dengan bawaan yang terdiri dari mahar/mas kawin, kue-kue dan makanan, peralatan rumah tangga untuk sang calon pengantin (dandang tembaga, kompor, rak piring, lemari, tempat tidur,dll), baju calon pengantin wanita, dan peralatan lain yang cukup banyak.

Persiapan Akad Nikah

Persiapan Akad Nikah

Biasanya sang calon pengantin laki-laki sebelum acara ngebesan ini dimulai, berkeliling kampung untuk nyambat (baca:mengundang_pen) para kerabat untuk ikut serta dalam acara ini. Pengantin pria akan memberitahukan ke pihak wanita perkiraan jumlah orang yang akan turut serta pada acara tersebut. Sehingga nantinya tidak terjadi kesalahpahaman tentang perkiraan jumlah makanan atau sajian berupa kue untuk besan tersebut. Karena biasanya jika sesuatu hal yang tidak enak terjadi pada rombongan besan ini, akan berdampak cukup signifikan pada acara ambil ngendong nanti di rumah pengantin laki-laki.

Rombongan Besan

Rombongan Besan

Pengalaman saya sendiri ketika melaksanakan acara ini pada tahun 2005 lalu, membutuhkan sekitar 20 kendaraan pribadi, puluhan sepeda motor dan 5 pick-up serta truk turut ikut serta. Bisa terbayang jumlah para rombongan besan yang ikut dalam rombongan ini. Salah-salah jika terjadi salah komunikasi, maka rombongan besan ini akan terlantarkan. Oleh karena itu beberapa jam sebelum berangkat, biasanya terjadi komunikasi yang intensif dari keluarga laki-laki dan perempuan sehingga hal yang buruk tersebut tidak akan terjadi.

Pengiring Pengantin

Pengiring Pengantin

Acara ngebesan ini biasanya dilakukan menjelang sore hari dan dilakukan bertepatan pada hari kumpulan pada acara keriaan atau hari terakhir resepsi berlangsung. Semakin banyak rombongan besan membawa barang bawaan serta orang yang ikut datang mengantar pengantin laki-laki kepada sang pengantin wanita, akan semakin menambah wibawa dari kedua orang tua pengantin. Mungkin pepatah Betawi “biar tekor asal kesohor” ada benarnya juga di sini. Karena biasanya selepas acara keriaan tersebut berlangsung, para tetangga pasti membicarakannya.

Bawaan Besan

Bawaan Besan

Nah, disinilah harus dituntut kebijaksanaan dari kedua belah pihak. Dimana dalam posisi ini kedua-duanya harus rajin bermusyawarah dan menjalin komunikasi yang intensif sehingga dari kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan. Jika dinilai dengan nilai rupiah, mungkin acara ini cukup menelan banyak biaya. Akan tetapi setelah semua prosesnya selesai nanti, kedua pasangan yang baru menikah ini tidak akan direpotkan lagi untuk memikirkan barang-barang rumah tangga. Sehingga apabila mereka hendak keluar dari rumah orang tua untuk mandiri dengan cara mengontrak atau menepati rumah barunya, mereka sudah siap segalanya. Meskipun hanya perlengkapan rumah tangga yang seadanya, akan tetapi minimal dengan barang bawaan ini nantinya akan menjadi bekal mereka untuk memulai hidup baru.

Semoga saja…

 

~RTM
07-05-2014

Iklan

16 thoughts on “Ngebesan

  1. saya baru beberapa minggu yang lalu berturut-turut papasan sama orang ngebesan ini, awalnya saya kirain orang pindahan, lho pestanya belum selesai, kok udah ngangkut barang-barang, eh ternyata hantaran mempelai pria 🙂

  2. di tempat saya tinggal masih ada tradisi ini. cuma nggak pake pengiring alim ulama, cuma kerabat dan tetangga. tapi mobilnya nggak banyak. kalau jumlah orangnya mungkin sekitar 50-70 rang

  3. Ping-balik: Ambil Ngendong | rindutanahbasah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s