Mimpi Si Kaka

Kebersamaan yang indah

Kebersamaan yang indah

“Gak usah kembali ke Kalimantan lagi ya yah, biar ayah tetap disini aja…!”, pinta si kaka dengan mata berkaca-kaca…

Kembali pernyataan si kaka menohok telinga saya. Bukan untuk yang pertama, akan tetapi untuk yang ke sekian kalinya kalimat tersebut meluncur tanpa terbendung dari si kaka. Entah apa yang ada dibenaknya saat itu, sehingga dia kembali mengingatkan saya untuk tidak pernah meninggalkannya kembali ke tanah seberang.

Hidup di tengah himpitan ekonomi memang gampang-gampang susah. Di satu sisi, saya dengan istri sudah sepakat bahwa saya akan bekerja dengan sepenuh tenaga untuk menjamin kesejahteraan bagi keluarga kami di masa depan nanti. Dan saya baru akan kembali setelah modal untuk pendidikan kedua anak kami nanti sudah sedikit terjamin. Akan tetapi di satu sisi  kehilangan kasih sayang seorang ayah bagi si kaka  yang ditinggalkan bekerja dinegeri seberang selama hampir 3 bulan memberikan dampak yang cukup besar bagi psikologis nya.

Sepertinya selalu saja saya di hadapkan pada dua masalah rumit yang terkadang sangat menyita waktu dan pikiran. Untuk saat ini, memang kondisi keuangan keluarga agak sedikit aman. Bahkan untuk si kaka, kami sudah memiliki tabungan pendidikan untuknya kelak yang mungkin meskipun tidak seberapa akan tetapi saya pikir cukup untuk menunjang dirinya melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Tekadang hal ini menjadi dilematis, apalagi saat dirinya sedang membutuhkan saya seperti saat sekarang ini. Bayangkan saja ketika teman-temanya datang ke sekolah ditemani oleh ayahnya, dirinya malah hampir setiap hari berangkat ke sekolah dengan si bunda. Bukan tak ingin mengantar dirinya ke sekolah, akan tetapi lokasi pekerjaan yang terlampau jauh memaksa saya harus berangkat ke kantor ba’da shubuh ketika dirinya masih terlelap di buai mimpi. Terkadang, meskipun sebelum berangkat saya selalu sempatkan untuk mencium kedua pipinya tetap saja dirinya menanyakan apakah ayah sudah berangkat atau belum ?

Ah…semoga saja saya bisa memutuskan satu dari beberapa hal yang terbaik dari masalah ini. Semoga saja, saya tidak akan lagi mendengar dirinya untuk memohon kepada saya hanya untuk menahan agar saya tidak kembali ke tanah seberang. Semoga saja nak,  karena jujur saja ayah jauh lebih menyayangi kamu dan bunda bila dibandingkan dengan pekerjaan ayah…

~RTM
25-05-2016

Iklan

15 thoughts on “Mimpi Si Kaka

  1. sebuah pilihan memang selalu mempunyai konsekuensi ya,
    semoga bisa menemukan jalan keluar terbaik,
    bisa juga saat bersama kaka, waktunya dimaksimalkan dengan sebaik2nya, jadi kalau ayah kerja si kaka bisa memahami.

  2. Hi Kaka minta ayah cerita kerjaan di tanah seberang dalam bahasa anak yook, kita buat permainan deal yook ayah buat A, kaka buat B, semoga ketemu pemecahan bersamanya.
    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s