Balada Sang Pengguna Jalan Raya

Ilustrasi Kecelakaan

Ilustrasi Kecelakaan sumber

Pagi ini entah mengapa perasaan hati sepertinya badan ini enggan untuk melakukan perjalanan menuju kantor. Bukan karena isu demo buruh dikawasan industri Pulo gadung yang membuat badan ini rasanya malas untu bergerak. Bukan pula, karena semalam bergadang menyatukan visi untuk aksi diakhir bulan nanti. Ah, tak tahulah kenapa mata ini sulit untuk diajak melakukan kebiasaan setiap harinya.

Waktu sudah menunjukan jam 05.05 bbwi, seperti biasa setelah melakukan shalat shubuh saya ditemani sepeda motor setengah tua melakukan perjalanan lebih dari 40 km untuk sampai di kantor. Perjalanan panjang yang ditempuh dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam bisa ditempuh dalam waktu 45 menit saja jika jalanan kosong. Tapi di kondisi yang normal, perjalanan setiap harinya saya lahap dalam waktu lebih dari 1,5 jam. Terbayang sudah berapa waktu yang terbuang menunggu macet yang tidak berujung.

Kondisi pagi ini cukup lengang, maklum saya melakukan perjalanan melawan arus. Maksudnya begini, kawasan industri banyak di daerah saya, dan kebanyakan para karyawan bertempat ditinggal diarah barat. Oleh karena itu para karyawan yang mengendarai motor kebanyakan dari Bekasi menuju Cikarang. Nah, Pengendara dari arah Cikarang menuju bekasi agak sedikit berbahagia karena sebagian jalan agak sedikit lengang. Baru nanti jika bertemu pertigaan kota legenda Tambun, jalanan akan sedikit padat merayap.

Setelah melewati pertigaan Toyogiri dan akan masuk ke area Suzuki, satu unit sepeda motor dari arah saya lepas kendali dan menyerempet mobil kijang disebelahnya. Rupanya motor tersebut akan mendahului mobil. Akan tetapi karena kecepatan mobil yang tinggi, sang pengendara motor tidak bisa mengendalikan motornya dan terjatuh hingga terseret beberapa puluh meter. Beruntung, dari arah berlawanan tidak ada motor yang melintas sehingga kecelakaan beruntun tidak terjadi. Saya yang berada hampir 500 meter darinya hanya bisa menghela nafas panjang menyaksikan kejadian didepan mata ini. Dalam hati saya berkata “semoga saja pengendaranya selamat”.

Puluhan pengendara pun banyak yang berhenti menyaksikan kejadian ini, bahkan sempat membuat macet beberapa ratus meter jalan kali malang tersebut. Akan tetapi yang membuat saya tidak habis pikir dari sekian banyak mereka yang behenti, tidak ada seorangpun yang berniat menolong si korban. Padahal mereka sudah berhenti dan turun dari motornya. Masyaallah… jika melihat kondisinya yang terkapar dengan kepala yang tertimpa setang motor dan kaki yang meronta-ronta seperti meminta tolong, rasanya saya tidak bisa membayangkan seperti apa kondisi si korban tersebut. Saya tidak habis pikir membayangkan saya yang berada diposisi si korban. Jika dirinya sadar, mungkin sepenuhnya akan mengumpat dan mengeluarkan sumpah serapah pada para pengendara motor yang hanya diam tanpa bertindak sedikitpun….!!! Dimanakah rasa kepedulian kita sesama para pengguna jalan melihat seorang yang butuh pertolongan tergeletak tak berdaya ditengahj jalan aspal…. ?

Tanpa pikir panjang, akhirnya saya bergegas mengangkat si korban ke arah pinggir jalanan. Motorpun saya standarkan ditengah jalanan dengan harapan mereka yang akan lewat akan sedikit mengurangi laju kendaraannya. Bukan ingin dianggap sebagai pahlawan atau mencari ketenaran, akan tetapi saya membayangkan bagaimana jika saudara atau bahkan teman kita sendiri dan mungkin malah kita sendiri yang berada diposisinya. Meski tak sepenuhnya menyalahkan para pengguna jalan, akan tetapi toh tak ada salahnya jika kita meluangkan sedikit waktu untuk berbuat kebaikan pada mereka yang membutuhkan pertolongan.

Alhamdulillah setelah beberapa menit, sang pengendara mobil yang disenggol sikorban membawanya ke rumah sakit terdekat. Sehingga sayapun bisa kembali melanjutkan perjalanan menuju kantor di kawasan industri pulo gadung. Sebuah pengalaman berharga lagi yang saya dapat dari jalanan, sehingga saya bisa lebih berhati-hati dalam berkendara di jalan raya.

Keep safety mas bro…

~RTM
21-08-2014

Iklan

16 thoughts on “Balada Sang Pengguna Jalan Raya

      • Hahaha… bener juga sih bang…
        Ane juga sempet kepikiran ke situ, akan tetapi hati kecil ane tetap gak bisa membiarkan seseorang tergeletak tanpa daya di tengah aspal.

        beruntung, sang pengemudi langsung ngebawa sikorban ke RS sehingga gak ada urusan sama pak polisi

  1. Tulisan ini menggambarkan rasa kepedulian yang rasanya kian menghilang dari orang-orang zaman sekarang. Mungkin karena masing2 telah terjebak dgn urusannya sendiri yang seperti dikejar-kejar waktu…

    Tetap berhati-hati dijalan ya kang…

    Salam,

    • Bener juga kang, mungkin masing-masing sudah terjebak dengan urusannya. Semoga kita masih bisa peduli dengan mereka yang membutuhkan…

      Terima kasih kang dan tetap santun dan berhati-hati dijalan juga,,,,

  2. Apa kepedulian sudah mulai luntur ya mas?. Tapi saya yakin masih banyak orang baik di negeri ini. Dulu pas hampir kena jambret dan jatuh dari motor, saya ditolong bakal2 penjual sayur yang baik hati. pas main ke rumahnya, ternyata keluarga bapak itu hebat2, putra putrinya semuanya berprestasi 🙂

    • Betul mbak…
      Kepedulian sudah mulai luntur terkikis zaman. Mungkin semua orang sudah sibuk dengan urusan masing-masing sehingga semakin merasa tidak memiliki dan peduli satu sama lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s