Ternyata Ayah Itu….?

Seorang Ayah

Seorang Ayah

Bicara soal perhatian, seorang ibu memang jauh lebih perhatian dibandingkan seorang ayah. Tetapi apakah kalian menyadari jika seorang ayah sebenarnya lebih memperhatikan kalian, hanya saja dia tak ingin di sebut seorang yang bawel. Merantau jauh di negeri seberang atau menjadi seorang istri yang ikut suaminya bertugas atau whatever bagi mereka yang jauh dari kedua orang tuanya terkadang merasa sangat rindu sekali dengan kehadiran seorang ibu. Lalu….apakah kalian juga rindu dengan kehadiran seorang ayah? Setelah mengorek-ngorek keterangan dari beberapa teman yang senasib di mess perusahaan, ternyata hampir semua dari mereka mengatakan “Ayah jarang sekali menelpon kami atau ayah tidak pernah peduli dengan keadaan kami di sini…!!!”. Astagfirullah…Apakah karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari atau sering bercerita dan lebih terbuka terhadapmu maka kamu merasa ayah tidak peduli. Akan tetapi tahukah kamu …bahwa ternyata karena Ayah-lah yang selalu mengingatkan ibu untuk segera menelponmu dan menanyakan tentang kabarmu diseberang sana.

Memang ayah jarang sekali bercerita atau meluangkan waktu untuk mendongengkan sebuah dongeng seorang putri untuk mengantar kita beranjak ke tempat tidur. Jarang sekali dia menunggu kita dengan sabar di samping ranjang empuk untuk bercerita dan membelai kita ketika hendak tidur. Tapi tahukah kamu jika dia akan mencium keningmu ketika kamu sudah terlelap atau membuka pintu kamarmu hanya untuk memastikan bahwa anaknya telah beristirahat dengan nyaman. Tahukah kamu, dia rela menjadi sebuah alas yang cukup empuk dan menjadi tempat duduk terbaik ketika ada parade ataupun pawai lewat di depan rumah dengan memangkumu di atas pundaknya. Dia tidak pernah bisa untuk berkata “Tidak…!” akan tetapi dia akan bilang “Tanya saja pada ibumu” untuk menunjukan bahwasanya dia tia tidak setuju dengan permintaanmu.

Teringat kembali saat masih anak-anak dulu, ketika pulang malam dari menonton sebuah hiburan rakyat yang waktu itu masih sangat jarang ada. Ayah selalu setia menggendongku meskipun dirinya sendiri saat itu merasakan kantuk yang teramat sangat, dan pegal yang berkepanjangan. Di satu sisi ia adalah pribadi yang tegar mengahadapi berbagai macam tantangan hidup, akan tetapi di sisi lain ia merupakan seorang yang lemah lembut melebihi kelembutan seorang ibu. Meskipun kini usiaku sudah hampir kepala 4 akan tetapi dia tetap saja menganggapku seorang jagoan kecilnya. Bahkan meskipun dirinya jarang sekali berbicara empat mata denganku, aku tahu ada kasih yang tulus dari dalam hatinya ketika menatapku melangkah menjauh dari rumah untuk waktu yang cukup lama.

Begitulah ayah, dia tidak akan pernah meneteskan air mata meratapi kepergian anaknya jauh ke negeri seberang. Pantang bagi dirinya untuk menangis dan meneteskan air mata didepan anaknya, meski hatinya terasa terkoyak. Ayah akan lari menjauh dan tidak akan menatap anaknya berlama-lamaΒ  untuk memastikan bahwa anaknya tersebut akan kuat dan bisa bertahan meski jauh darinya.Β  Ayah akan menatap dirimu dari kejauhan hanya untuk memastikan bahwa kamu “BISA” melakukannya.

~RTM
09-12-2013
Dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi

Iklan

33 thoughts on “Ternyata Ayah Itu….?

  1. “…bahwa ternyata karena Ayah-lah yang selalu mengingatkan ibu untuk segera menelponmu dan menanyakan tentang kabarmu diseberang sana”

    kalimat yang di atas beneerrrr bangett… Ayahku bingiiitttssss… πŸ™‚ Jadi terharu…

  2. baca postingan yang ini, mendadak jadi kangen (alm) Papa saya.
    Papa saya itu orangnya sangat hangat, tempat cerita, dan selalu telepon di jam makan siang hanya buat nanya: “udah makan? menunya apa?”
    jadi terinspirasi mau posting tentang (alm) Papa jadinya πŸ™‚

  3. saya lebih dekat dengan ibu, anak bungsu soalnya, bapak kesannya dingin
    ditinggal bapak umur 13 tahun
    setelah dewasa, saya baru sadar kalo bapak itu sayang banget ke saya sebagai anak laki2 satu2nya,
    ————————————————————————————-
    dan kayaknya saya mewarisi sifat bapak yang cool, namun juga sayang ke anak2 walau mereka menganggapnya terlalu banyak aturan….. tujuannya baik
    walau anak2 juga lebih dekat ke mamanya, yah semoga mereka juga akan menyadari hal yang sama

    • Sebagai seorang ayah, saya juga terkesan cool sama si kecil
      Bahkan sibunda bilang kalau saya jarang bercanda dengan anak.
      Tapi kalau ditanya seberapa besar rasa sayang saya terhadap mereka? Mungkin saya rela menukarkan hidup saya demi si kecil…

      Semoga mereka akana menyadari hal yang sama mas bro.. πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s