Mengapa Ayah Mengajakmu Mendaki Gunung

Rinjani Tetap Semangat

Rinjani Tetap Semangat (koleksi pribadi)

Entah sudah berapa kali ayah mengajakmu menaiki tangga-tangga terjal hanya untuk sampai dipuncak gunung dan melihat kebesaran ciptaan-Nya. Mungkin sudah ratusan kali kita bertiga berjalan bersama kemudian beristirahat sejenak hanya sekedar untuk melepas rasa lelah yang mendera disela udara tipis, rasa dingin dan nafas yang tersengal. Dirimu tak pernah mengeluh letih, meski sering kulihat rasa itu terkadang sangat menyiksamu. Kamu hanya mengeluh lapar dan haus, meski sudah hampir beberapa botol air putih sudah masuk melalui sela-sela kerongkonganmu.

Masih ingatkah nak, ketika pertama kali ayah ajak kau bermain dengan alam di usiamu yang baru beranjak 2,5 tahun dulu ? Ketika itu ayah membawamu menapaki puluhan anak tangga dikaki Gunung Sanggabuana hanya untuk melihat dan merasakan kebesaran ciptaan Tuhan. Kamu masih tetap berlari kecil manapaki anak tangga, sementara kami berdua sudah kelelahan dengan keringat yang membasahi baju.

Mengapa ketika itu ayah tidak mengajakmu ke mall atau ke tempat lain yang teman seusiamu datangi ? Ayah tidak ingin dirimu menjadi gadis yang lemah. Dengan bermain di mall, kamu tidak akan pernah bisa merasakan nikmatnya angin dingin mendekap tubuh. Ayah tidak ingin kamu menjadi manja. Dengan bermain ditempat tersebut, kamu tidak akan pernah merasakan nikmatnya bermain dengan alam sekitar.

Ah anakku… ayah bangga memiliki putri sepertimu. Kamu tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik tapi perkasa. Semangatmu sama seperti bundamu yang tak pernah letih membimbing ayahmu ini. Bicaramu lantang meski sekelilingmu mencemooh apa yang kau lakukan. Kau menjadi sosok yang bisa diandalkan ketika teman-teman lain seusiamu masih ditemani mama nya untuk memperkenalkan diri didepan kelas. Kamu bisa memimpin dan mengatur mereka meskipun kebanyakan dari mereka berbadan lebih besar dan berusia lebih tua darimu. Dibalik semua itu, dirimu masih tetap putri kami yang cantik dan anggun. Meski sikap manjamu terhadap kami terkadang berlebihan, tapi kami yakin kamu adalah gadis yang tegar. Tegar dalam menghadapi kesulitan hidup dan bisa menjadi seorang yang bisa kami andalkan kelak.

Kelak kamu pasti akan mengerti nak, mengapa ayah mengajakmu mendaki gunung…

~RTM
25-09-2014

Iklan

52 thoughts on “Mengapa Ayah Mengajakmu Mendaki Gunung

  1. Salut banget anaknya bisa diajak untuk jalan-jalan ke luar, ke alam. Sesekali mengenalkan alam kepada anak-anak itu baik. Sampai sekarang saya belum keturutan untuk melakukan seperti itu

  2. Kata orang, menanamkan kepribadian memang harus sejak dini. Lebih-lebih sejak dalam kandungan. Sama seperti putri temanku, dia PA, dan sejak mengandung sudah mengenalkan calon baby-nya dengan alam πŸ™‚

    Semoga jadi sholihah yang membanggakan ya, Nak πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s