Belajar Bersyukur Dari Orang Yang Cacat

 

Apa yang anda pikirkan ketika pertama kali melihat gambar di atas ?
Seorang cacat yang sedang menyesali hidupnya dan diam menekur diri.

Barangkali sebagian besar dari kita menganggap mereka kurang beruntung dari hidup kita. Akan tetapi pernahkah kalian berpikir bahwa mereka ternyata jauh-jauh lebih beruntung dari kita. Mengapa saya bisa berpendapat demikian ? Mereka mempunyai sesuatu yang lebih di antara kita, sesuatu yang luar biasa itu adalah kesabaran dan keiklasan bersyukur dan menjalani hidup seperti layaknya manusia normal , meskipun mereka cacat. Ketika berpikir mengenai orang cacat, biasanya yang terlintas dalam pikiran kita adalah mereka akan meminta belas kasihan dari kita. Jika kita yang normal bisa beribadah dengan kesehatan kita, maka orang yang cacat bisa beribadah dengan kesabaran sebagai bentuk bukti cinta mereka terhadap Tuhan.

Tidak ada satupun yang cacat di mata Tuhan, sesungguhnya kecacatan fisik yang terjadi kepada para saudara-saudara kita ini, adalah sebuah bentuk bukti tanda-tanda kekuasaan dan kemahabesaran Tuhan. Bahwa setiap kromosom dalam sel genetika yang bersatu, dalam pembuahan “bibit” manusia dalam rahim itu tidak bisa di prediksi oleh manusia. Tak ada manusia yang bisa mengubah kecacatan meskipun itu dalam kandungan sekalipun.

Gambar tersebut saya adalah gambar seorang pendaki gunung berkursi roda dengan nama Bob Coomber. Bob Coomber mengidap penyakit diabetes saat berusia awal 20-an. Bob berjuang dengan penyakit dan komplikasinya yang dideritanya. Beliau menjadi cacat setelah perjuangan panjang dengan diabetes yang menyebabkan osteoporosis parah dan tidak dapat diubah. Setelah beberapa kaki, pergelangan kaki dan lutut patah tulangakhirnya beliau mengambil nasihat dokter dan mulai hidup di kursi roda.

Kursi roda bisa membatasi, tetapi untuk dia kursi itu hanya sebuah tantangan lain. Karena sudah menjadi pendaki gunung sepanjang hidupnya, dia segera mulai bereksperimen dengan melakukan olahraga outdor. Beberapa kursi rodanya kemudian rusak dan menjadi sebuah topik dari koran dan televisi lokal, yang  menunjukkan bahwa pria di kursi roda yang tidak akan percaya pada keterbatasan. Pada 24 Agustus 2007 Bob menjadi orang pertama di kursi roda yang mendaki untuk 3 puncak tertinggi di California, White Mountain (14.246 Ft). Bob juga yang pertama di kursi roda mendaki ke dua puncak favorit lokal, Gunung Diablo dan North Peak, serta Mission Peak di Fremont.

Ketika Melewati Satu Tanjakan

Ketika Melewati Satu Tanjakan

Bob Coomber

Bob Coomber

Begitupula pengalaman berbicara dengan pedagang asongan cacat yang saya temui ketika rehat disela interview di Jababeka Cikarang. Meski fisiknya kekurangan, beliau tidak pernah mengeluh sedikitpun. Bermodalkan 1 gerobak usang yang dibelinya melalui hasil menabung, dirinya berkeliling menjajakan barang dagangannya disepanjang jalan kawasan.

Si Abang Pedagang Minuman

Si Abang Pedagang Minuman

Baru beberapa bulan ini dirinya memilih untuk menetap disalah satu persimpangan karena alasan udara panas yang sudah tidak lagi bersahabat. “Tak ada yang tak bisa dilakukan jika kita mau…!” katanya. Jadi tak usah malu, berusaha untuk terus bersyukur dengan segala kondisi yang ada menjadikan saya lebih bisa menghargai hidup ini.

Gerobak Minuman Miliknya

Gerobak Minuman Miliknya

Seperti postingan saya sebelumnya tentang pelajaran hidup diatas bus patas 122 Senen – Cikarang dan berhenti mengeluh, seharusnya kita malu menyaksikan mereka yang masih bisa melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain. Mulailah untuk mengambil waktu bersyukur setiap hari. Bersyukurlah atas semua yang telah Tuhan berkan padamu seperti : pekerjaanmu, kesehatanmu, keluargamu atau apapun yang dapat kamu syukuri. Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah bahwa hidup ini akan menjadi lebih mudah dan keberuntungan senantiasa akan selalu bersama kita, karena kita dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan karena kita terlalu sibuk mengeluh.

Jadi jika semakin banyak kita bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini, maka semakin banyak hal yang akan bisa kita miliki untuk disyukuri. Berarti semakin banyak kita mengeluh atas masalah yang di alami, maka jangan heran jika rasanya semakin banyak masalah yang kita alami untuk dikeluhkan. Jangan mengeluh bila menghadapi kesulitan-kesulitan hidup, tetapi lakukanlah hal berikut ini ; Tutuplah mata mu, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut , lalu buka mata mu, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti kamu akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.

 

Sumber :
1. Sini 
2. Sini

~RTM
08-10-2014

 

Iklan

18 thoughts on “Belajar Bersyukur Dari Orang Yang Cacat

  1. Salah satu cara mengubah takdir adalah berusaha, karena hanya doa saja tidak akan cukup. Orang2 tuna daksa seperti ini lah yang patut diacungi jempol,diapresiasi apa yg telah dilakukan, dan seharusnya yang sehat tapi mudah putus asa harusnya malu akan hal ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s