Jika Keluarga ku Pecinta Alam

Kamu tahu sayang… ?

Jika kamu bertanya kepada ku tentang sebuah tempat tujuan liburan kita diakhir tahun ini, mungkin aku akan meminta Rinjani, bukan Bali atau Bandung yang lebih romantis. Aku lebih memilih tenda dengan kapasitas empat orang jika dibandingkan kamar hotel berbintang yang megah. Setelah menikmati puncak dimana Dewi Anjani bersemayam, kita bersama akan turun dan melepaskan penat di danau Segara Anak lalu melanjutkan perjalanan kita ke hulu sungai Koko Puteq, Goa Susu, Goa Manik, Goa Paying, Tiga Gili, Pantai Kuta, Pantai Sengiggi dan desa adat di Lombok. Jika memungkinkan, aku akan mengajakmu dan 2 anak kita melihat garis pantai pulau Sumbawa yang begitu membuatku begitu terpesona dengan desiran ombaknya dan juga Gunung Tambora yang berdiri kokoh seakan menantang untuk di sambangi.

Gunung Rinjani

Gunung Rinjani

Jika kamu bertanya mengapa aku lebih memilih gunung dibanding tempat romantis lainnya, maka aku katakan bahwa aku sudah terlanjur cinta dengan indahnya alam pegunungan negeri ini. Entahlah, aku merasa benar-benar menjadi seorang manusia sejati ketika menjejakan kaki di pos pendakian. Tidak sampai puncak pun tidak menjadi masalah, karena mendaki dan berpetualang bersama kalian lebih kuinginkan di banding menegakkan merah putih di semua titik tertinggi negeri ini.

Kamu tahu tentang Gunung Semeru sayang ? Gunung tertinggi di pulau Jawa. Jika kamu belum pernah ke sana, kamu harus pergi ke sana. Nanti di bulan juni yang cerah, padang Oro-oro Ombo akan menyapamu di balik tanjakan cinta, dengan hamparan lavender ungu yang begitu menggoda mata indahmu. Aku akan merasa sangat bahagia melihatmu dan anak-anak kita berlari kecil ditengah padang savana sambil berputar. Aku merasa merdeka tidur di rerumputan sambil menggigit bunga rumput diujung bibir. Sesekali aku akan mengajak kalian menatap indahnya mentari tenggelam di ufuk barat hingga menjelang malam.

Ketika malam telah tiba, kita akan duduk bersama di depan tenda dengan beralaskan matras hangat dan hangatnya api unggun serta beratapkan taburan bintang tanpa sekat. Aku yakin, kamu akan membuatkan secangkir kopi panas dan jahe panas untuk kami. Kita akan membicarakan masa depan anak-anak kita. Anak-anak kita nantinya harus dibesarkan oleh alam, bukan dibesarkan oleh kota besar. Anak laki-laki kita harus bisa memanjat pohon, terbiasa berjalan kaki, bermain di sawah dan membawa perlengkapannya sendiri. Anak perempuan kita juga harus pandai berenang, sehingga kelak bisa mengarungi lautan luas ini.

Rinjani Terlelap Di Tenda

Rinjani Terlelap Di Tenda

Jika pagi telah tiba selepas shalat shubuh nanti, biarkanlah mereka melihat indahnya mentari pagi di Ranu kumbolo. Biarkan mereka merasakan dinginnya air dari danau tersebut yang akan membuat mereka menjadi lebih kuat menghadapi terpaan badai dalam hidup.Percayalah, alam akan membentuk mereka semua menjadi pribadi yang mandiri dan berjiwa besar. Saat mereka bisa berbuat baik pada kucing yang terluka, maka mereka akan dengan sangat mudah mencintai sesama. Saat mereka berjalan dikeheningan malam tanpa rasa takut, berani menyapa kuda, bahkan menungganginya maka mereka juga tak akan pernah takut untuk terjatuh. Saat mereka tanpa ragu untuk melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan kita, mereka tidak akan pernah merasa dimanjakan. Saat mereka tanpa malu menyapa orang-orang sekitar yang baru dikenalnya, mereka adalah orang-orang yang sosial.

Kebersamaan

Kebersamaan

Saat mereka berdua menunjukan kehebatannya dalam bekerja sama memenangkan sebuah permainan, maka kita berdua tahu bahwa mereka kelak akan menjadi orang yang hebat. Kamu tau kenapa sayang…? Ketika Allah berfirman menjadikan manusia di muka bumi sebagai khalifah, sebuah amanah yang bahkan semesta ini pun tak sanggup memikulnya. Maka biarkan anak-anak kita menjalankan amanah itu. Begitu pula dengan kita.

Sayangku,

Kesederhanaan ini telah menjadi bagian dari hidupku. Bahkan meski aku lahir dan dibesarkan di kota besar, aku akan tetap mencintai pedesaan. Kamu tahu kenapa? Karena kesederhanaan itulah yang banyak mengajarkanku pada banyak hal. Dan hal itulah yang kusukai darimu wahai istriku. Kamu yang tetap sederhana, meskipun kamu mungkin orang yang bisa segalanya. Kesederhaan itu juga yang membuatku ingin cepat pulang setalah menyelesaikan sebuah pendakian. Kesederhanaan itu pula lah yang akan tetap membuatku berada di sampingmu, bahkan di masa-masa terpurukmu sekalipun.

Semoga saja…

~RTM
17-10-2014

Iklan

33 thoughts on “Jika Keluarga ku Pecinta Alam

  1. Meski keelokan Rinjani berbonus Segara anak ataupun menjulangnya Semeru berbonus Ranukumbala tak mampu terjangkau tulang tua saya tetap cinta alam Mas, sawah sungai dekat rumah tetap memaparkan keelokannya.
    Kompaknya nih kelg Mas Rahmat pecinta alam. Salam

  2. saya suka gunung, karena kampung saya di Gunung Batur… walaupun saya belum pernah mendaki gunung apapun selain Gunung Batur itu sendiri…
    – padang lavendernya indah sekali ya Pak … nggak nyangka itu ada di tanah air kita..

  3. aaaah…bahagianya bisa camping bareng keluargaa.. aku belum pernah.. suami blm mau diajakin beginian.. padahal dulu hobi banget amping dan hiking.. mudah2an kesampaian camping bareng keluarga

  4. Ping-balik: Api Unggun Ternyata Dapat Memperkuat Ikatan Sosial | rindutanahbasah

  5. Mencintai Keluarga serta semesta, dan mengajak Keluarga untuk mencintainya pula..
    Satu Keputusan yang amat sangat diperlukan saat ini..

    Hanya setelah POHON terakhir ditebang..
    Hanya setelah SUNGAI terakhir dicemari..
    Hanya setelah ikan terakhir ditangkap..
    Pada SAAT itu pula KITA akan menyadari bahwa
    “UANG TIDAK DAPAT DIMAKAN”

    #SalamLestari
    #G4D4Adventure

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s