Api Unggun Ternyata Dapat Memperkuat Ikatan Sosial

Api Unggun - Koleksi Pribadi

Api Unggun – Koleksi Pribadi

“Bagi banyak orang sekarang cahaya buatan telah mengubah waktu yang seharusnya menjadi waktu berkumpul dengan orang-orang menjadi waktu yang benar-benar produktif karena masih digunakan untuk bekerja,” kata Wiessner. Penelitian yang dilakukan dikalangan masyarakat di pedalaman Kalahari menunjukan duduk berkumpul di sekitar api unggun pada malam hari mampu memunculkan perbincangan, penuturan cerita dan keterikatan sosial yang jarang terjadi di siang hari. Ketua penelitian ini, Dr Polly Wiessner, profesor Antropologi dari Universitas Utah menganalisa 174 rekaman percakapan yang didokumentasikan baik pada siang hari dan di malam hari dikalangan warga pedalaman, dan juga 68 bahan tulisan yang diterjemahkan.

“Saya menemukan ternyata ada perbedaan yang sangat mencolok antara percakapan di siang hari dan percakapan di sekitar api unggun di malam hari,” kata Wiessner mengenai hasil risetnya yang diterbitkan pekan ini di Jurnal Proceedings dari Akademi Nasional Ilmu Pengetahuan.

Api unggun merupakan salah satu bentuk kegiatan dialam terbuka khususnya pada malam hari. Api unggun sebagai kegiatan dialam terbuka dapat mengembangkan aspek-aspek kejiwaan pada para penggiat alam, sehingga tepat kiranya jika dikatakan bahwa api unggun merupakan suatu alat pendidikan. Selain untuk menghangatkan tubuh ketika dingin menerpa, api unggun juga mempunyai fungsi untuk menjaga diri kita dari binatang buas, isyarat keadaan bahaya, atau sebagai perapian untuk memasak makanan.

Sebagai salah seorang yang senang menggeluti kegiatan alam terbuka, tentunya momen membuat api unggun adalah salah satu kegiatan yang sangat saya nanti-nantikan. Puncak kebahagiaan bagi seorang pendaki adalah tawa hangat sepanjang perjalanan atau kala berdiam di api unggun bersama teman mendaki dibalik tenda saat mengusir dingin di waktu malam hari.

Suasana Yang Selalu Di Tunggu

Suasana Yang Selalu Di Tunggu

Api unggun adalah jiwa dari tim itu sendiri. Saat baru saja merasakan lelah setelah seharian mendaki, berkumpul bersama di api unggun adalah tujuan utama para pendaki. Tawa-tawa ceria yang muncul saat api unggun mendekap hangatnya, dikelilingi suara-suara alam yang mengawang. Kesunyian membuat manusia mengakrabi dirinya sendiri dan mulai mengenal organ-organ tubuh dan sistem kebutuhannya. Hal ini membawa manusia lebih peduli pada penderitaan orang menjadikan kita lebih sabar dan bersikap tegar.

Api unggun tampaknya berdampak pada evolusi kognisi manusia; kisah yang disampaikan di sekitar api unggun disampaikan dengan bahasa yang lebih indah, bahkan mungkin dapat meningkatkan kemampuan linguistik dan imajinasi yang mendengarnya, ketika berada di kegelapan malam yang dihiasi api unggun ada banyak rangsangan yang bisa dilepaskan dan imajinasi bisa tercipta. Nah jika kita ingin mendapat sebuah tulisan yang bagus, mungkin ada benarnya juga kita mengonsep sebuah tulisan didepan api unggun ditengah malam.

Semoga saja…
Sumber : Disini

~RTM
29-10-2014

Iklan

21 thoughts on “Api Unggun Ternyata Dapat Memperkuat Ikatan Sosial

  1. bener banget kalimat di awal tulisan di atas. ketika listrik nyala, anggota keluarga punya aktifitas masing-masing, mainin gadget, nonton tv, kerja pake PC/laptop.
    pas mati lampu dan terang bulan, pada ngumpul di teras dan ngobrol.

    di api unggun juga gitu

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Rahmat…

    Acara unggun api memang sangat menyegarkan sehingga tidak terasa masa berlalu pantas. Ada yang tidak tidur sampa ke pagi kerana asyiknya ngobrol di sisi unggun api yang marak menyala. Semasa menjadi Scout di sekolah menengah dahulu, acara ini sering ditunggu-tunggu untuk berkumpul bersama sambil nyanyi-nyanyi dan makan-makan.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    • Waalikum salam bunda….

      Betul, acara api unggun ini selalu ditunggu ketika acara sekolah. Tapi semenjak mendaki gunung, sepertinya saya jarang sekali terjaga sampai pagi meski terkadang sangat enggan untuk meninggalkan acara tersebut.

      Salam sejahtera juga dari Cikarang, Bekasi 🙂

      • Kalau sudah mendaki gunung itu, pasti sangat lelah dan memerlukan istirehat yang panjang. Saya juga pernah mendaki gunung tetapi semua itu dibuat ketika sekolah dahulu.

        Ia sangat melelahkan sehingga kalau tidur sangat pulas sekali. Kedua-dua aktiviti ini mempunyai nikmat tersendiri apabila dapat berkumpul bersama teman-teman.

        Salam ceria selalu. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s