Posting lagi setelah Vakum

Alhamdulillah… setelah beberapa lama gak pernah ngabsen di dunia nge-blog, baru hari ini saya kesampaian untuk nyoba kembali menulis. Setelah beberapa tugas dari kampus diselesaikan meskipun tetap saja proposal tesis masih ditolak oleh jurusan karena dianggap terlalu ringan untuk mahasiswa S2, hal ini tidak menyurutkan semangat saya untuk tetap berjuang hingga bisa seminar tepat waktu.

Begitu pula dengan beberapa tugas dari kantor yang membuat saya harus merapat sedikit ke pinggiran laut, maklum saja teknisi alat berat dengan ukuran Giant Excavator yang mungkin ukurannya hampir sama dengan rumah type 29 rasanya tidak mungkin dilakukan di kantor pusat. Pekerjaan yang cukup menyita otot dan otak ini, akhirnya dapat terselesaikan selama hampir 1,5 bulan. Biasalah customer besar di daerah Sorowako sana, meminta alat mereka sudah siap untuk delivery pertengahan januari kemarin.

Giant Unit (Ilustrasi)

Giant Unit (Ilustrasi)

Bahkan atasan saya yang nun jauh diseberang laut sana, tutup mana mengenai jam kerja kawan-kawan. Tak pelak, saya kelimpungan menghitung jumlah overtime rekan kerja yang jumlahnya jauh diatas rata-rata. Padahal jobdesk saya adalah senior technician, kesampaian juga jadi seorang HRD yang harus menghitung absen dan tetek bengek termasuk tiket pesawat dan hotel tempat mereka menginap. Rasanya cukup membuat saya mengernyitkan dahi melihat pekerjaan yang menumpuk yang mesti terselesaikan dalam kurun waktu 1,5 bulan tersebut.

Itulah alasan mengapa saya menghilang beberapa saat ke belakang. Bukan tidak ingin menulis dan berbagi cerita dengan kawan-kawan, akan tetapi kesibukanlah menjadi kendala saya untuk menulis. Mudah-mudahan selepas semuanya berlalu, saya bisa kembali menulis dan tetap berbagi cerita kepada kalian tentang hal apa saja.

Do’akan saya ya…
Semoga bisa tetap berbagi….

~RTM
30-01-2015

Iklan

Catatan Akhir Tahun 2014

Waktu

Waktu source

Rasanya telinga ini semakin memerah karena di kejutkan oleh ratusan suara petasan yang memecah kesunyian di tengah malam 31-12-2014 ini. Ketika semua orang bersuka cita dengan meniupkan terompet dan menyalakan kembang api serta petasan, entah mengapa diri ini rasanya seperti kosong. Bukan karena tidak senang dengan perayaan pergantian tahun ini, akan tetapi semakin aku terhanyut mengikuti arus semakin hampa rasanya hidup ini.

Apa yang sudah kau lakukan di tahun 2014 kemarin ?
Apakah semua rencanamu di tahun kemarin sudah terealisasi dan berapa banyak rencanamu yang masih belum terealisasi ?
Seakan tak henti-hentinya hati kecil ini berkata “ibadahmu apakah semakin mantap ?
Bukankah semakin bertambahnya umurmu seharusnya semakin menambah ketaqwaanmu kepada-Nya?

Puluhan pertanyaan seperti menghantui, entah karena beberapa sahabat-sahabat terbaikku telah mendahuluiku untuk berjumpa dengan-Nya. Ataukah karena proses yang terus berjalan ini hingga memaksaku harus memikirkan bekal apa yang sudah kusiapkan hingga pada suatu saat nanti jika memang aku dipanggil oleh-Nya, aku telah siap dengan sepenuh hati.

Berat memang untuk melakukan semuanya, akan tetapi siap tidak siap kita memang harus siap dengan konsekuensi kita sebagai mahluk yang bernyawa. Karena sesungguhnya perjalanan kita di dunia ini akan segera berakhir dan kita harus siap mempertanggung jawabkan amal perbuatan kita di dunia.

Raport merah mungkin akan kuterima dari dua semester di tahun 2014 yang sudah terlewat ini, karena peluang untuk lebih mendekatkan diri dan menjadi seorang hamba yang takwa sepertinya masih jauh dari harapan. Entah karena masih disibukan oleh urusan duniawi atau karena rasa malas yang selalu datang ketika panggilan untuk beribadah berkumandang. Sungguh sebuah hal yang sangat sulit dilakukan meskipun teguran sering datang dan terkadang aku hanya bisa menyesali apa yang sudah terjadi.

Ya Allah… semoga saja di tahun 2015 ini, semuanya akan terasa lebih mudah. Mudah dalam beribadah, mudah menjadi seorang kepala keluarga dan seorang ayah hingga mereka yang menjadi tanggung jawabku ini mampu menjadikan amal baik untukku. Meski kembali harus bersedih karena jatah hidupku di dunia ini berkurang lagi, tak ada salahnya jika di awal tahun ini aku berharap semua rencana yang telah ku buat akan segera terealisasi.

Meski tak ikut merasakan dan merayakan pergantian tahun baru Masehi ini, tak ada salahnya ku susun kembali rencana kehidupan dalam mengisi jatah waktu ku yang semakin berkurang.

Selamat datang tahun 2015…..

Penghujung tahun 2014
~RTM
31-12-2014