Catatan Akhir Tahun 2014

Waktu

Waktu source

Rasanya telinga ini semakin memerah karena di kejutkan oleh ratusan suara petasan yang memecah kesunyian di tengah malam 31-12-2014 ini. Ketika semua orang bersuka cita dengan meniupkan terompet dan menyalakan kembang api serta petasan, entah mengapa diri ini rasanya seperti kosong. Bukan karena tidak senang dengan perayaan pergantian tahun ini, akan tetapi semakin aku terhanyut mengikuti arus semakin hampa rasanya hidup ini.

Apa yang sudah kau lakukan di tahun 2014 kemarin ?
Apakah semua rencanamu di tahun kemarin sudah terealisasi dan berapa banyak rencanamu yang masih belum terealisasi ?
Seakan tak henti-hentinya hati kecil ini berkata “ibadahmu apakah semakin mantap ?
Bukankah semakin bertambahnya umurmu seharusnya semakin menambah ketaqwaanmu kepada-Nya?

Puluhan pertanyaan seperti menghantui, entah karena beberapa sahabat-sahabat terbaikku telah mendahuluiku untuk berjumpa dengan-Nya. Ataukah karena proses yang terus berjalan ini hingga memaksaku harus memikirkan bekal apa yang sudah kusiapkan hingga pada suatu saat nanti jika memang aku dipanggil oleh-Nya, aku telah siap dengan sepenuh hati.

Berat memang untuk melakukan semuanya, akan tetapi siap tidak siap kita memang harus siap dengan konsekuensi kita sebagai mahluk yang bernyawa. Karena sesungguhnya perjalanan kita di dunia ini akan segera berakhir dan kita harus siap mempertanggung jawabkan amal perbuatan kita di dunia.

Raport merah mungkin akan kuterima dari dua semester di tahun 2014 yang sudah terlewat ini, karena peluang untuk lebih mendekatkan diri dan menjadi seorang hamba yang takwa sepertinya masih jauh dari harapan. Entah karena masih disibukan oleh urusan duniawi atau karena rasa malas yang selalu datang ketika panggilan untuk beribadah berkumandang. Sungguh sebuah hal yang sangat sulit dilakukan meskipun teguran sering datang dan terkadang aku hanya bisa menyesali apa yang sudah terjadi.

Ya Allah… semoga saja di tahun 2015 ini, semuanya akan terasa lebih mudah. Mudah dalam beribadah, mudah menjadi seorang kepala keluarga dan seorang ayah hingga mereka yang menjadi tanggung jawabku ini mampu menjadikan amal baik untukku. Meski kembali harus bersedih karena jatah hidupku di dunia ini berkurang lagi, tak ada salahnya jika di awal tahun ini aku berharap semua rencana yang telah ku buat akan segera terealisasi.

Meski tak ikut merasakan dan merayakan pergantian tahun baru Masehi ini, tak ada salahnya ku susun kembali rencana kehidupan dalam mengisi jatah waktu ku yang semakin berkurang.

Selamat datang tahun 2015…..

Penghujung tahun 2014
~RTM
31-12-2014

Iklan

6 thoughts on “Catatan Akhir Tahun 2014

  1. Tahun 2014 kmrin itu tahun paling mantab untuk aq. Wlaupun engga berhasil khatam alquran.huhu
    Tapi setidaknya setelah putus dr si mantan, ibadah jauh lebih fokus dan mulai pelan-pelan rutin bangun solat mlm.
    Alhamdulillah juga ramadhan 2014 puasa ngga ada yg bolong,senengnya bukan main.pdhl tamu bulanan biasanya dtg tepat waktu, eh malah pas puasa telat dtgnya. Alhamdulillah ya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s