CATPER 1 : Angkot Padang Bikin Takjub

Sesuai dengan janji dan tekad saya di postingan sebelumnya, bahwa saya akan mencoba untuk menulis kembali minimal 1 tulisan 1 minggu. Gak perlu target mesti setiap hari 1 tulisan, meskipun terkadang pengen rasanya bisa menulis 1 hari 1 halaman. Tapi mau dikata apa, kesibukan ini betul-betul menyita habis waktu saya. Baiklah, saya akan coba menulis catatan perjalanan melakukan perjalanan dinas ke kota Padang kemarin.

Jika sebagian orang akan terpukau dengan indahnya pesona alam di tanah Sumatera, lain halnya dengan saya. Maklum, ini adalah kali pertama saya menjejakan kaki di bumi Sumatera setelah sekian lama hanya bisa berharap dapat bertugas ke sini. Tepat tanggal 15 Februari 2015 yang lalu, dengan bantuan penerbangan QG 973 Jakarta – Padang akhirnya saya bisa menjejakan kaki di kota Padang. Yups, meski harus menahan rasa gugup ketika harus kembali melakukan penerbangan di sela beberapa musibah kecelakaan pesawat dan pengalaman pahit saya ketika terbang. Mana cuaca sedang tidak bersahabat lagi, sudah terbayang pasti perjalanan ini akan memakan waktu yang lama, karena phobia terhadap CAT (clear air turbulence) tetap saja menghantui pikiranku. Bissmillah, semoga perjalanannya dimudahkan do’aku dalam hati.

Alhamdulillah, ternyata ketakutanku tidak menjadi kenyataan karena begitu lepas landas cuacanya cukup bersahabat dan hampir tidak terjadi guncangan yang berarti. Beruntung saya naik pesawat sore, sehingga saya bisa melihat pemandangan kota Padang dari atas diwaktu malam. Meski tidak sempat mendapatkan gambarnya, saya sungguh takjub dengan pemandangan tersebut. Selang beberapa saat, akhirnya pesawat saya mendarat mulus di Bandara internasional Minangkabau dan saya langsung dijemput untuk langsung menginap di hotel karena besok pagi sudah harus masuk tambang untuk bekerja.

Ternyata perjalanan dari bandara ke hotel tempat saya menginap cukup jauh, sehingga perut yang dari siang tadi belum diisi kini mulai menagih janji. Akhirnya kami mampir sejenak di salah satu tempat makan yang cukup ramai di tengah kota dekat dengan salah satu mall dan memesan makan malam. Selang beberapa saat, saya dikejutkan oleh suara raungan dari knalpot mobil dan suara bass yang di stel full. “Wah mobil sport nih pikir saya”, maklum hari itu adalah hari minggu dan mungkin banyak para remaja yang ingin keluar untuk sekedar nongkrong di mall. Akan tetapi betapa terkejutnya saya ketika yang lewat tersebut hanya mobil Suzuki Carry 1.5 yang ayah saya miliki dirumah. Yang lebih mengagetkan lagi ternyata yang lewat tadi hanyalah sebuah angkot…?!

Angkot Padang

Angkot Padang Source

Bujug dah…mobil angkotnya saja suaranya dan modifikasi soundnya kaya gitu, gimana mobil pribadinya ?
Belum lagi cutting sticker dan mobil ceper yang membuat mobil angkot tersebut mirip mobil-mobil yang ikut dalam NASCAR. Tak henti-hentinya saya takjub dengan pemandangan tersebut. Belum hilang rasa kagum saya, sebuah angkot Toyota kijang kembali lewat dengan suara yang lebih gahar. Para sopir angkot rela mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk memodifikasi angkot-angkotnya agar terlihat lebih keren dan menarik. Bodi dan kaca angkot penuh dengan stiker bahkan hingga pelek rodanya.

Ceper abis

Ceper abis

Edan… tingkat modifikasi angkot di Padang cenderung ekstrim untuk ukuran sebuah angkot… ?!

Menurut seorang teman yang asli sana, orang Padang itu “pamiliah” (pemilih) angkot. Kalau Angkotnya jelek (biasa aja tidak dimodifikasi) dan gak ada musik, gak ada penumpang yang mau naik. Jenis angkutan umum darat yang paling laris di Kota Padang adalah angkot. Uniknya modifikasi angkot di Kota Padang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang dan wisatawan.

Angkot Ceper

Angkot Ceper Source

Terbayang, suasana saat naik angkot pun akan seperti berada di dalam diskotik dengan hingar bingar alunan musik yang membahana yang mungkin dapat didengar dari jarak 50 m dari luar angkot. Di dalam angkot pun ada hiasan lampu warna warni yang berkedip-kedip dan memusingkan mata jika belum terbiasa. Alunan musik yang diputar bermacam-macam, ada musik rock, hiphop, dangdut, pop, hingga lagu minang.

Sound systemnya

Sound system Source

Sound systemnya

Sound system Source

Entah benar atau tidak, angkot-angkot di Padang merupakan sebuah seni yaitu seni dekorasi dan seni marketing. Maka tak ada salahnya jika nanti berkunjung ke kota Padang, naik angkot merupakan list yang tak boleh terlewatkan.

~RTM
15-02-2015

Iklan

27 thoughts on “CATPER 1 : Angkot Padang Bikin Takjub

  1. Kesampaian juga ya Kang ke Padang. Fenomena angkot yang sama juga saya temui di Lampung beberapa tahun lalu. Pas pertama lihat saya takjub dan bertanya – tanya kira-kira berapa ya mereka habiskan untuk modifikasinya. Hihihi

  2. Ping-balik: CATPER 2 : Kota Padang Di Pagi Hari | rindutanahbasah

  3. kalo ga cakep angkotnya…. bakal ngga ada penumpang… 🙂

    Angkot dan bis kota (seukuran kopaja metromini) di padang kereeeeenn deh…

    Sejelek2nya bis kota di padang, bisa dipastikan lebih bagus dari sebagus2nya kopaja metromini di jakarta… 🙂

  4. Keren amat angkotnya hahaha. Kalau Bandung ada angkot yang di kasih wifi, tv cable, dan colokan di dalemnya. Belum semua angkot, tapi itu jadi angkot percontohan yang difasilitasi oleh pak Ridwan Kamil hehehe jadi kalau mau ngecas hp di angkot, tinggal colok deh 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s