CATPER 4 : Kota Tua Padang

Melanjutkan tulisan saya berjalan kaki di kota padang yang luar biasa indahnya dengan landscape pantai dan bukit serta penataan tata letak bangunan yang tertata apik disepanjang pantai, saya lanjutkan berjalan menyusuri siang hari yang terik tersebut dengan harapan bisa lebih banyak mendapatkan tempat menarik di kota ini.

Selepas mengambil foto, saya lanjutkan mengambil ke arah kiri dari jembatan dan menemukan beberapa bangunan cukup tua jejak peninggalan Belanda.  Kota yang dibangun oleh Belanda ini masih dapat dilihat sampai sekarang. Kantor Gubernur Belanda berada berseberangan dari gedung DJB, persis di samping jembatan Siti Nurbaya. Kini beralih fungsi jadi Kantor Inspektorat Wilayah Sumbar yang terkesan menutupi kesan aslinya. Di sekitar tepian Batang Arau berjejer gedung milik perdagangan Belanda.

The Javasche Bank

The Javasche Bank Source

Yang menonjol yakni Nederlandche Handel-Maatschappij (NHM), perusahaan perdagangan Belanda yang menggantikan fungsi VOC. Saat ini, gedung NHM difungsikan sebagai gudang milik swasta. Gedung yang berada di jajaran NHM ini merupakan perkantor perusahaan dagang Belanda: Steffan, Guntzel, Veth, Tels & Co, Hautten, Geowehry Jacobson van Den Berg, Tels & Co.

Klenteng See Hin Kiong

Klenteng See Hin Kiong Source

Bangunan Tua

Bangunan Tua Source

Masih penasaran dengan bangunan tua disekitar area tersebut, saya lanjutkan berjalan ke arah kiri dan menemukan komplek perkampungan China dan beberapa bangunan klenteng. Kelenteng See Hin Kiong merupakan salah satu bangunan yang mencolok saat melintasi Kampung China. Warna merah dan kuning memadati oranamen-ornamen yang dibalut aura naga. Bangunan tua tempat beribadat tiga agama ini (Budha, Kong Hu Chu, Tao) dibangun sekitar 1861. Kelenteng yang awalnya bernama Kelenteng Kwan Im Tem dibangun kembali pada 1905 oleh Kapten Lie Goan Hoat. Gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter September 2009 merusak bangunan ini. Kini, Kelenteng See Hin Kiong difungsikan sebagai museum. Sedangkan kelenteng dengan corak serupa dibangun sekitar 100 meter dari bangunan lama.

Sumber :
1. Sini
2. Sini

~RTM
22-02-2015

Iklan

19 thoughts on “CATPER 4 : Kota Tua Padang

  1. Sayang banget gara-gara diburu waktu, saya melewatkan kota tua ini waktu ke Padang kemarin. Padahal sudah melintas di Jembatan Siti Nurbaya…Thanks atas sharingnya..Nanti balik Padang lagi saya akan mendatangi tempat-tempat ini 🙂

  2. Senengnya saya kang Rahmat menulis tentang kota Padang. Saya yang belasan tahun tinggal di Padang belum pernah menulis tentang Padang. Nanti kalo balik kampung mau nulis juga sedikit tentang Padang kota tercinta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s