Jangan Pernah Minum Air Kalimantan Mat….

“Makanya jangan minum air Tanjung mat, biar gak kembali ke Kal-sel….!!!”

Itulah kalimat pertama yang dilontarkan salah satu teman akrab saya ketika menjejakan kaki ini ditanah Kalimantan Selatan lagi. Ya, ucapan tersebut memang menjadi salah satu kata “ajaib” bagi kami para pekerja tambang. Barang siapa yang telah meminum air Kalimantan, niscaya mereka akan kembali lagi ke pulau ini meskipun mereka telah meninggalkan pulau ini untuk beberapa lama. Entah mitos atau fakta, yang pastinya saya tetap tidak mempercayai hal tersebut. Karena menurut hemat saya, karena saya bekerja diperusahaan tambang tentunya tak menutup kemungkinan untuk melakukan pekerjaan di pulau ini lagi meski hanya untuk beberapa saat lagi. Seperti itulah keadaannya seperti yang pernah saya tuliskan diblog ini dahulu.

APD Pekerja Tambang

APD Pekerja Tambang

Kali ini saya juga mesti melakukan perjalanan dinas untuk beberapa saat ke site PT Adaro Indonesia di kabupaten Tanjung Tabalong Kalimantan Selatan. Entah memang kebetulan atau apalah, ternyata saya harus memback-up pekerjaan teman saya yang harus melakukan cuti project selama dua minggu. Ternyata pekerjaan ini adalah pekerjaan yang saya tinggalkan dahulu ketika hendak mengambil magister saya. May 2013 saya mulai membuka proyek Mandatory Dump Truck Hitachi EH3500 ACII sebanyak 17 unit, dan baru genap satu unit selesai saya kerjakan akhirnya saya tinggal karena jadwal kuliah tidak memungkinkan untuk berada di Kalimantan. Nah sekarang May 2015, ternyata saya juga harus kembali menyelesaikan proyek ini. Ternyata unit ini adalah unit terakhir yang mesti saya lakukan pengecekan. Betul-betul sebuah kebetulan yang tidak direncanakan.

Kembali saya harus dihadapkan oleh berbagai macam peraturan tambang yang telah saya tinggalkan selama 2 tahun ke belakang ini. Mulai dari medical check up hingga harus melakukan safety induction lagi. Ya, melakukan safety induction yang sangat menguras tenaga dan pikiran. Bagaimana tidak, saya mesti masuk kelas selama sehari penuh lalu melakukan post test tentang aturan keselamatan bagi pekerja tambang. Belum lagi berbagai peraturan sang owner dan selama saya berada di site saya harus selalu patuh dan tunduk pada aturan yang telah ditetapkan oleh sang pemilik lahan yaitu PT Adaro. Meskipun sangat menguras tenaga dan pikiran, saya tetap semangat menjalaninya. Karena jika tidak, tentunya saya tidak lulus sehingga tidak bisa bekerja di tambang.

ID Card Untuk Masuk Area Pertambangan

ID Card Untuk Masuk Area Pertambangan

Beruntung kali ini safety officer pembawa materi nya  sangat bagus, sehingga saya bisa mengikuti dengan penuh dan saat melakukan post test hanya sekali saja dan langsung mendapatkan mine permit. Mine permit adalah sebuah kartu pengenal yang harus selalu ada dan dibawa ketika kita akan melakukan pekerjaan di dalam tambang. Jika tidak, jangan harap untuk bisa melakukan pekerjaan di tambang. Sanksi nya cukup berat jika kita tidak membawa, karena akan langsung mendapat 2 lubang di kartu tersebut. Sedangkan jumlah total lubang dikartu tersebut adalah 6 lubang. Jika mendapat 6 lubang, otomatis kita harus keluar dari tambang dan tidak boleh kembali ke tambang tersebut selama beberapa tahun. Bayangkan beberapa tahun….? Mau kerja di mana lagi kita…? Untuk itulah, seorang pekerja tambang harus selalu patuh dan mentaati peraturan.

Accident in Pit Area

Accident in Pit Area

Apalagi untuk sang operator. Jangan coba-coba untuk mengoperasikan unit jika kita tidak membawa mine permit atau tidak ada izin di mine permit tersebut. Bisa-bisa langsung lubang 6 dan tidak bisa bekerja selama 5 tahun di tambang tersebut. Untuk itulah para pengendara LV (light vehicle), DT (Dump Truck), HE (Heavy equipment) dan semua alat bergerak harus memiliki izin operasional. itu baru untuk izin, belum lagi peraturan berlalu-lintas nya. Jika ada tanda “STOP” jangan coba-coba untuk melanggar, karena bisa langsung terkena beberapa lubang. Yang lebih parah jika kita tidak menggunakan “Safety belt” makan akan terkena sanksi beberapa lubang. Bukan hanya yang melanggar yang akan kena sanksi, si pengendara dan kawan-kawan kita yang ada didalam mobil tersebut akan terkena sanksi yang sama juga. Nah jadi “KESELAMATAN KAMU ADALAH TANGGUNG JAWABKU…!”. Oleh karena itu, ada anekdot yang cukup menggelitik “Jika aturan berlalu lintas ditambang diterapkan di jalan raya, tentunya keselamatan pengguna jalan akan lebih baik”. Begitulah kira-kira yang terjadi area kerja tambang.

~RTM
09-05-2015
Tanjung Tabalong Kal-Sel

 

Iklan