Menilik lokasi tragedi lumpur Lapindo

Baru saja 2 minggu yang lalu berangkat menuju kota Pasuruan, masa aku harus kembali lagi untuk melaksanakan tugas kantor di salah satu instansi milik pemerintah. Padahal, sumpah aku paling malas jika berhubungan dengan customer ber-plat merah. Maklum biasanya agak ribet soal administrasi dan masalah lainnya, belum lagi unit yang bakal aku inspeksi kali ini adalah unit hibah dari pemerintah Jepang bagi warga Pasuruan. Singkat kata, pemerintah Jepang memberikan hibah beberapa unit hydraulic excavator untuk dipakai di sungai Brantas, akan tetapi sebelum dipakai ternyata unit tersebut mengalami masalah sehingga terpaksa aku harus turun tangan melakukan inspeksi.

Meski agak sedikit malas, akhirnya aku terima tugas tersebut untuk kembali melakukan perbaikan dan inspeksi total sehingga unit tersebut bisa dipakai lagi. Dengan menggunakan moda transpotasi darat yaitu kereta api akhirnya ku putuskan berangkat di hari selasa pagi dari stasiun Gambir sehingga bisa tiba di Surabaya malam nanti dan bisa istirahat sejenak di Surabaya. Aku putuskan untuk tidak berangkat naik pesawat karena alasan phobia terbang ku yang sedang kambuh, jadi meski hanya 1 jam di udara pasti membuatku sedikit pusing dan berkeringat dingin lagi. Lagipula pemandangan sepanjang jalur kereta yang akan dilewati sangat indah sehingga sayang untuk dilewatkan.

Meski memakan waktu hampir 9 jam perjalanan darat, tidak membuatku risau karena ada beberapa hajatku yang belum kesampaian ketika tugas kedua kemarin yaitu: Masjid Akbar Surabaya dan Lumpur Sidoarjo. Rasanya penasaran betul ingin melihat bagaimana persisnya lokasi tragedi lumpur Lapindo tersebut yang hampir tiap pergi dan pulang selalu aku lewati. Siapa tahu kali ini aku akan lebih beruntung untuk singgah dan melihat luapan lumpur Lapindo yang sangat terkenal tersebut.

Lumpur Lapindo adalah suatu peristiwa bocornya pengeboran gas bumi yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo, salah satu Kabupaten di Jawa Timur. Kebocoran pengeboran gas bumi tersebut dilakukan atas kelalaian PT. Lapindo Brantas. Dengan adanya kebocoran gas tersebut, maka mengakibatkan dampak bagi masyarakat terhadap kehidupan sosial ekonomi. Dampak lumpur Lapindo ini sangat dirasakan oleh masyarakat di 3 (tiga) Kecamatan yakni Kecamatan Porong, Kecamatan Jabon, dan Kecamatan Tanggulangin. Hal ini terbukti sebagian wilayah yang dekat dengan semburan lumpur Lapindo seperti: Rumah, pabrik, sawah, tempat ibadah, sekolah dan lainnya yang tergolong bagian dari kehidupan sosial ekonomi menjadi lautan lumpur Lapindo.

Monumen

Monumen

Banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo , adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.. Sungguh tragis memang bila kita mengingat kejadian yang menimpa warga Sidoarjo yang terkena bencana Lumpur Lapindo pada tahun 2006 lalu. Ribuan hektar tanah dan bangunan terendam lumpur dan banyak warga yang telah menjadi korban atas bencana tersebut.

Pemandangan dari arah tanggul

Pemandangan dari arah tanggul

Gunung Penanggungan

Gunung Penanggungan

Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong, yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo, sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. Lokasi semburan lumpur tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol, jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur), serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi.

Pusat semburan lumpur

Pusat semburan lumpur

Meski bukan sebuah pemandangan yang indah, namun kami datang untuk menjawab rasa penasaran tentang bagaimana bentuk luapan lumpur lapindo ini. Beruntung, karena kebetulan sedang melakukan tugas kerja di Pasuruan yang pasti jalannya melewati lokasi ini akhirnya kami sempatkan untuk melihat bagaimana dahsyatnya bencana lumpur lapindo. Dengan memarkir mobil 4WD disalah satu pom bensin yang sudah tidak beroperasi, akhirnya kami bertiga bergegas menyeberang jalan untuk kemudian naik ke atas sebuah tanggul yang cukup tinggi di sisi sebelahnya.

Lumpur yang mengeras

Lumpur yang mengeras

Salah satu plakat kekesalan warga

Salah satu plakat kekesalan warga

Perlahan tapi pasti tangga lusuh yang dibangun warga kami naiki, sehingga mulailah perlahan muncul didepan mata sebuah pemandangan yang cukup mengerikan. Entah apa yang ada dipikiranku saat pertama kali melihat hamparan tanah berwarna putih cerah didepan mata. Mataku hampir tak berkedip menyaksikan luasnya tanah lapang dengan kontur bergelombang dihadapan mata. Sesekali aku menyeka keringat yang membasahi keningku karena matahari bersinar cukup terik. Terkadang aku menutup hidung untuk menghalang bau menyengat yang timbul akibat muntahan lahar lumpur yang menyembur jauh di depan sana. Masyaallah, begitu hebatnya bencana lumpur ini sehingga tidak meninggalkan sisa pemukiman penduduk sedikitpun.

~RTM
27-08-2015

Iklan

17 thoughts on “Menilik lokasi tragedi lumpur Lapindo

  1. Masyaalloh…. Bener2 klo bukan kuasa Alloh, mana mungkin bs sampai keluar begitu buuuuuuuuanyak lumpur dr dalam bumi. Dan ini masih terus keluar sampai sekarang ya? Apa sdh berhenti?

  2. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat ya, ingat banget dulu bencana itu heboh waktu saya masih duduk di bangku SMA, sampai sekarang lumpurnya masih terus menyembur ya itu.. emang betul,, tak ada yang bisa mengalahkan alam… 😀

  3. Kita semua tentu prihatin dengan peristiwa ini dan kesusahan yang ditimbulkannya. Harusnya nanti kalo lumpur sudah mengering tanah bekas genangan milik negara. Lha, wong yang bikin musibah gak mau tanggungjawab penuh.

  4. I’m curious to find out what blog platform you happen to be using?
    I’m experiencing some small security problems with my latest site and I’d like
    to find something more secure. Do you have any suggestions?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s